NovelToon NovelToon
MY ELITE LOVER

MY ELITE LOVER

Status: sedang berlangsung
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Menikahi tentara / Dokter / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Di balik tatapan dingin seorang Komandan Elite, tersimpan rasa rindu yang terpendam bertahun-tahun.

Saga Pratama Dirgantara menyimpan cinta rahasia untuk sang primadona sekolah, Renata Admajha, adik kelasnya saat SMA. Sosok Saga yang dingin, pendiam, dan tertutup membuatnya hanya berani mengagumi gadis itu dari jauh tanpa berani mengutarakan isi hati.

Hingga saat keberaniannya mulai muncul untuk menyatakan cinta, kabar mengejutkan justru datang menyambar. Sang pujaan hati ternyata telah dipinang oleh saingannya sendiri.

Mendengar hal itu, Sang Komandan patah hati sebelum sempat memiliki. Namun, sebagai lelaki terhormat, tak ada yang bisa ia lakukan selain mundur dengan teratur, mengubur perasaannya dalam-dalam, walau harus menelan pil pahit sendirian.

Namun, takdir cinta sang komandan punya rencana lain yang tak terduga.

Mampukah Saga menemukan Cintanya?
Mau tahu kisah selengkapnya yuk! langsung baca aja ya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 My elite lover

Saga melangkah keluar dari gedung rumah sakit, langkahnya teratur dan tenang seolah setiap tapak kaki yang menyentuh aspal telah dihitung dengan cermat. Aura dingin yang biasanya hanya muncul saat ia berada di medan tugas kini menyelimuti dirinya sepenuhnya. Udara sekitar seketika terasa lebih dingin, beberapa orang yang lewat tidak sengaja menoleh, bibir mereka sedikit mengerut karena merasakan tekanan tak kasat mata dari sosok tinggi tegap itu.

Ia menuju mobilnya yang terparkir di sudut sepi, masuk dengan gerakan yang tenang tanpa suara berlebih. Sejenak ia duduk di kursi kemudi, tangan kanannya menyentuh kemudi yang dingin, sementara mata itu melirik jauh ke arah area parkir tempat kelompok orang-orang bayaran itu berkeliaran. Senyum smirk yang penuh keyakinan muncul di bibirnya, seolah dia sudah melihat babak selanjutnya dari permainan yang sedang mereka rancang.

“Akan kubiarkan dia merasakan kepuasan menang sesaat … orang yang terlalu percaya diri selalu mudah terjerumus dalam kesalahan besar. Aku akan menunggu sampai dia sudah terbenam dalam jaring perencanaannya sendiri!" gumamnya dalam hati, matanya menyala dengan kilatan yang jauh melampaui pandangan mata telanjang. Jari-jarinya yang lincah dan stabil menyentuh satu tombol cepat di layar ponselnya. Sambungan langsung terhubung dalam hitungan detik.

“Amankan mereka sekarang,” ujar Saga dengan nada yang datar dan dingin, tanpa secercah emosi namun setiap kata yang keluar dari mulutnya membawa bobot ancaman yang membuat siapapun akan menggigil.

“Tangkap semua suruhan wanita itu, jangan sampai ada satu pun yang lolos. Bawa mereka langsung ke markas utama. Aku akan menginterogasinya satu per satu nanti.”

“Siap, Komandan! Segera dieksekusi dengan cara yang bersih dan tanpa jejak!” jawab suara tegas dari ujung sambungan, penuh kesetiaan yang tak perlu diragukan lagi.

“Dan untuk wanita itu sendiri …” Saga menjepit bibirnya sejenak, senyum sinis semakin jelas di wajahnya yang tampan. “Biarkan dia merasa menang dulu. Jangan sentuh dia atau mengganggu gerakannya sedikitpun. Aku ingin melihat seberapa jauh tikus sok pintar itu berani bermain dengan bara api yang bisa membakar dirinya sendiri!”

Setelah itu, ia mematikan sambungan dengan cepat, lalu menyandarkan punggungnya di kursi sambil menatap arah kelompok orang bayaran itu. Tidak butuh waktu lama, beberapa mobil hitam tanpa plang resmi muncul dari arah belakang dan samping area parkir, melaju dengan kecepatan terkontrol untuk memblokir semua jalan keluar.

Salah satu pria bertato mencoba berlari menyelinap ke arah gerbang keluar, namun anak buah Saga langsung menangkapnya dengan mudah. Tangan mereka seperti besi yang kuat menyangkut leher pria itu, membuatnya tidak bisa bergerak sedikitpun.

Wajah pria itu penuh ketakutan, keringat dingin membasahi dahinya, berbeda jauh dengan Saga yang hanya menatap dengan ekspresi datar seperti tembok yang tak bisa ditembus. Suara teriakan dan benturan singkat terdengar sesaat, namun dalam hitungan menit semua sudah diamankan. Mereka ditarik masuk ke dalam mobil operasi rahasia tanpa seorang pun yang berani melawan.

Saga menggeleng pelan dan menghela napas yang penuh dengan rasa tidak sabar.

“Beraninya bermain kotor denganku dan berencana menyakiti wanitaku … mereka sungguh tidak menghargai nyawa mereka sendiri.” ujarnya pelan, namun setiap kata yang keluar dari mulutnya penuh dengan ancaman yang tersembunyi di balik nada tenangnya.

Setelah memastikan semua sudah beres dan tidak ada yang luput, Saga merapikan kerah jaketnya dan menyesuaikan ekspresi wajahnya dengan cepat. Semua aura gelap dan mematikan itu lenyap seketika, seperti embun yang menghilang ketika sinar matahari mulai muncul.

Yang tersisa adalah wajah hangat dan menawan yang hanya ia tunjukkan pada satu orang yaitu Rena. Ia mengeluarkan napas panjang untuk menenangkan diri, kemudian berjalan santai dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku celananya, masuk kembali ke gedung rumah sakit seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

Di lobi, Rena sudah menunggu dengan berdiri di depan sofa yang sama. Tangannya saling menggenggam erat di depan dada, wajahnya penuh kekhawatiran yang jelas terlihat. Matanya tak pernah lepas dari arah pintu keluar, dan begitu melihat sosok Saga yang muncul dengan langkah santai, ekspresinya langsung berubah menjadi lega namun tetap khawatir. Tanpa berpikir panjang, ia berlari kecil mendekat dengan langkah yang ceria namun tetap anggun.

“Kak Saga! Kamu baik-baik saja kan?! Tidak ada yang terluka kan?!” tanya Rena dengan cepat, matanya meneliti setiap sudut wajah dan tubuh Saga, bahkan tanpa ragu ia menyentuh pelan bahu Saga untuk memastikan pria itu benar-benar tidak terluka.

Saga langsung tersenyum manis, senyum yang sangat jarang ia tunjukkan pada orang lain. Ia mendekatkan wajahnya perlahan ke wajah Rena hingga jaraknya hanya beberapa sentimeter saja. Jarak yang dekat itu membuat napas Rena sedikit terengah-engah karena terkejut sekaligus merasa salah tingkah.

“Hahaha … ternyata kamu sangat khawatir sama aku ya, Dokter Cantik?” godanya dengan nada lembut, ibu jarinya perlahan mengusap pipi Rena yang lembut dengan sentuhan yang penuh kasih sayang.

“Kamu lupa siapa pacarmu ini! Hem?” lanjutnya dengan senyum puas yang membuat pipi Rena semakin memerah.

“Ih! Apaan sih Kak Saga! Jangan GR!” Rena memukul pelan lengan Saga dengan tangan kecilnya, wajahnya merah padam seperti apel matang yang baru dipetik.

“Aku cuma mau memastikan Kak Saga tidak terluka aja! Soalnya tadi wajah Kak Saga kayak mau menghadapi perang dunia ketiga, aura kamu bikin orang lain jadi tidak nyaman!” kilah Rena cepat sambil memasang wajah cemberutnya.

Saga melihat wajah cemberut kekasihnya itu dengan senyum yang semakin melebar, kemudian mencubit pipi Rena yang terlihat sangat menggemaskan. “Udah dong, jangan cemberut gitu. Kalau kamu cemberut nanti cantiknya makin nambah loh!”

Rena dengan susah payah menahan senyumnya sambil memalingkan wajah supaya Saga tidak melihat betapa merahnya pipinya sekarang.

Akhirnya Saga menyerah saat melihat Rena bersikeras dengan wajah cemberutnya. “Iya deh, terserah kamu aja! Aku tadi cuma ngurusin beberapa tikus sok pintar yang berusaha bermain api! Tapi semua sudah aman terkendali kamu nggak perlu khawatir lagi!”

Rena langsung menoleh ke arahnya dengan tatapan berbinar. “Jadi sekarang … benar-benar aman kan?"

“Aman dong! Lagian kalau aku benar-benar terluka kan ada dokter cantik ini yang bisa merawat aku dengan baik, ya kan?” cetus Saga sambil mengedipkan matanya, kemudian tertawa renyah di hadapan Rena.

“Ih Kak Saga … sejak kapan kamu jadi jago ngomong manis kayak gini? Padahal dulu Kak Saga terlihat sangat dingin dan sulit didekati!” ucap Rena dengan suara yang sedikit geli namun penuh kebahagiaan.

“Sejak aku resmi jadi pacar dokter cantik bernama Renata dong!” sahutnya cepat, kemudian mencolek lembut hidung mancung Rena hingga membuatnya mengerutkan hidung dengan wajah yang semakin lucu.

“Kak, kalau aku terus dekat sama Kakak, aku takut kena diabetes deh!” ujar Rena tiba-tiba.

“Kok bisa?” tanya Saga dengan wajah bingung sekaligus khawatir.

“Karena Kak Saga terlalu manisnya! Hihihi!” jawab Rena sambil tertawa lepas membuat wajahnya semakin bersinar cantik.

“Hahaha! Kamu bisa aja!” timpal Saga yang ikut tertawa mendengar celotehan kekasihnya yang selalu berhasil membuat hatinya hangat. “Yuk kita pulang! Kamu pasti sudah sangat capek setelah melakukan operasi tadi?” ajaknya sambil menggandeng tangan Rena dengan erat namun tetap lembut supaya mengikuti langkahnya.

Sampai di area parkir yang kini sudah lebih ramai karena banyak pengunjung yang keluar masuk rumah sakit, Saga mengeluarkan ponselnya dan menekan satu tombol cepat.

“Bawa mobilku ikuti dari belakang. Jaga jarak aman dan jangan terlalu dekat. Pastikan setiap jalan yang kita lalui aman dan bebas dari gangguan apa pun,” perintahnya singkat namun jelas, anak buahnya sudah paham apa yang harus dilakukan tanpa perlu penjelasan panjang.

Setelah itu, ia menoleh ke arah Rena yang masih berdiri di sisinya. “Ayo, aku antar kamu pulang!” ajaknya dengan senyum manis.

“Hah?! Tapi aku bawa mobil Kak! Lagian kalau Kak Saga nganter aku, mobil Kakak bagaimana nanti?” tanya Rena dengan ekspresi bingung yang jelas terlihat, matanya tertuju pada mobil Saga yang terparkir tidak jauh dari sana.

“Itu tidak penting! Nanti anak buahku yang akan mengurus mobilku! Sekarang yang paling penting adalah memastikan kamu sampai rumah dengan selamat! Jadi jangan membantah lagi ya, ini perintah!” jawab Saga dengan sikap yang sedikit dominan namun tetap penuh kasih sayang. Ia dengan cepat membukakan pintu mobil Rena dengan gaya yang sangat gentleman, menunjukkan bahwa dia selalu memperhatikan setiap detail untuk kenyamanan dan keamanan pujaan hatinya.

Setelah Rena duduk dengan aman dan nyaman di kursi penumpang, Saga masuk ke sisi pengemudi, menutup pintunya dengan lembut, lalu menyandarkan kepalanya di sandaran kursi sambil tersenyum melihat wajah Rena yang masih sedikit bingung.

“Siap ibu negara! Akan aku antar sampai rumah dengan aman!” serunya dengan semangat, kemudian menghidupkan mesin mobil dan menyetel musik lembut dari playlist kesukaan Rena, lagu-lagu akustik yang selalu membuatnya rileks.

Rena hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum tak berdaya melihat tingkah manis dan sedikit dominan dari pacar dingin tapi tampannya ini. Ia tahu, tidak ada gunanya untuk membantah karena ia tahu Saga selalu ingin yang terbaik untuknya, itu membuat hatinya semakin hangat.

Tanpa berlama-lama lagi, Saga menginjak pedal gas perlahan dan melaju meninggalkan area rumah sakit dengan aman. Di belakang mereka, mobil Saga yang dikendarai oleh anak buahnya mengikuti dengan jarak yang cukup aman, siap menjaga keamanan kedua kekasih itu sampai mereka tiba di tujuan akhir.

Rena duduk dengan nyaman sambil menatap pemandangan jalanan yang lewat, senyum yang tak pernah pudar tetap terpampang di wajah cantiknya. Ia merasa tenang dan aman berada di sisi Saga, bahkan ketika dunia di luar mungkin penuh dengan bahaya yang tak terduga.

Bersambung ....

 

1
sri hastuti
siippp ,luarr biasaaa 👍👍👍👍
Marifatul Marifatul
😇😇🤔
Munas Tuti
aduuuh Sasa kok gak kapok yaa, bener2 gak tau diri ....gak tau apa siapa Sagav
Rahma Inayah
pasti orang suruhan. Sasa nnt klu rencana mu gagal dan km seblak nya yg ketangkap org saga ketar ketir mnt maaf .km Lp klu saga pasukan elite BKN tu aja mata dan telingaj nya ada dmn mn klu ada sinyal yg kurg baik lngsung terkoneksi ke saga
Elsa
makin seru aja nih ceritanya. lanjut baca lah
Elsa
wah gercep juga mommy Saga
Elsa
akhirnya bisa jujur juga saga/Shhh/
Elsa
Kevin sangat jahil ya/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Rahma Inayah
knp gk km aja yg ngantr Rena kerumh sakit saga hrs pake 2 mobil pulg nya BS km jmpt lgi dan bs jln2;walau hanya sbntr ngilngi penat
Munas Tuti
wouuuuw romantisnya Saga...pacar mau dines dikawal, semangat yaa Saga😍
Elsa
cerita yang seru untuk di ikuti
Elsa
lanjut Thor semangat ya
Elsa
sangat bagus😍😍💪💪💪💪💪💪
Elsa
awal baca sudah menarik dan penasaran aku suka
Surya
lanjut up kak, aku semakin penasaran bagaimana kelanjutannya/Smile//Smile/
Surya
rencana yang keren Saga/CoolGuy//CoolGuy//Kiss/
Munas Tuti
keren Saga BTL ke Rena, ternyata gayung bersambut.....buat Sasa kuapooook dehh, makanyajd org jangan sok
Rahma Inayah
good saga
sri hastuti
siipp Saga ,kasih pelajaran orang2 sombong itu , 👍👍👍
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Klo Rena tau ini, auto tmbh love² ama Saga 😎😍🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!