NovelToon NovelToon
The Instant Obsession

The Instant Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: treezz

Damian Nicholas memiliki segalanya-kekuasaan, harta yang tak habis tujuh turunan, dan masa depan yang sudah diatur rapi oleh orang tuanya.

Termasuk sebuah perjodohan dengan putri dari relasi bisnis keluarganya demi memperluas kekaisaran mereka. Namun bagi Damian, cinta bukan tentang angka di saldo rekening, melainkan tentang getaran yang ia rasakan pada pandangan pertama.

Getaran itu ia temukan pada Liora Selene, seorang gadis sederhana yang ia temui secara tidak sengaja. Di mata Damian, Selene adalah sosok tulus yang tidak silau akan hartanya. Ia jatuh cinta pada kesederhanaan Selene, tanpa tahu bahwa di balik pakaian lusuh itu, Selene menyimpan rahasia besar.

Selene sebenarnya adalah putri dari keluarga terpandang yang sedang mencoba melarikan diri dari jeratan ekspektasi dunia kelas atas dengan berpura-pura menjadi rakyat jelata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon treezz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Mentari di Wajah Sang Monster

Pagi itu, sinar matahari masuk melalui celah gorden kamar Damian dengan lembut, seolah alam semesta pun setuju bahwa hari ini akan menjadi hari yang luar biasa. Bagi Damian Nicholas, pagi ini tidak terasa seperti beban kerja yang menumpuk, melainkan sebuah lembaran baru untuk mengejar jejak gadis yang telah "menyerang" hatinya.

Saat Damian menuruni tangga jati yang megah, suasana di ruang makan mendadak hening. Para pelayan yang sedang sibuk menata meja makan segera menunduk, bersiap menerima aura dingin dan tatapan tajam yang biasanya menjadi menu sarapan rutin tuan muda mereka.

Namun, yang mereka temukan justru hal yang mustahil.

Damian berjalan dengan langkah ringan, sesekali merapikan jam tangan mewahnya dengan gerakan santai. Wajahnya berseri-seri, gurat-gurat ketegasan yang biasanya membuat orang gemetar kini tampak melunak. Ada binar aneh di matanya—binar seorang pria yang sedang jatuh cinta.

"Pagi," ucap Damian singkat namun dengan nada yang jauh lebih bersahabat dari biasanya.

Kepala pelayan hampir saja menjatuhkan teko kopi yang dipegangnya. Para pelayan saling lirik melalui sudut mata mereka. Kemana perginya wajah garang Tuan Damian? batin mereka serempak. Mereka terbiasa melihat Damian yang irit bicara dan berwajah kaku seperti robot bisnis, tapi pagi ini, aura "monster" itu seolah menguap tertiup angin.

Meskipun rasa penasaran memenuhi benak setiap orang di rumah itu—termasuk para pengawal yang berjaga di pintu—tak satu pun dari mereka yang berani mengeluarkan suara, apalagi bertanya. Bertanya pada Damian Nicholas tentang urusan pribadinya sama saja dengan menyerahkan surat pengunduran diri.

Di ujung meja makan, Victoria Nicholas, ibunya, sudah duduk dengan anggun. Ia menatap putranya dengan dahi berkerut, mencoba mencari tahu apakah penolakan keras Damian semalam hanyalah mimpi.

"Kamu tampak... sangat bersemangat pagi ini, Damian," puji Victoria, mencoba memancing informasi. "Apakah karena kamu memikirkan kembali soal Clarissa?"

Senyum tipis Damian tidak luntur, namun sorot matanya tetap tegas. Ia menyesap kopi hitamnya tanpa gula dengan perlahan.

"Aku bersemangat karena ada sesuatu yang lebih berharga daripada urusan bisnis yang sedang aku kejar, Bu," jawab Damian tenang, bayangan Selene yang membungkam mulutnya di taman semalam melintas di pikirannya.

Setelah sarapan yang terasa sangat singkat, Damian segera berdiri. Ia tidak meminta supir untuk menyiapkan mobil limusin kantornya. Sebaliknya, ia mengambil kunci mobil jeep hitam yang jarang ia gunakan.

"Aku pergi dulu. Ada 'investasi' penting yang harus kupantau secara langsung," ucapnya penuh teka-teki sebelum melangkah pergi meninggalkan ibunya yang kebingungan.

Damian benar-benar sedang dilanda "demam" cinta. Di dalam mobilnya, ia tidak lagi memegang tablet untuk memantau pergerakan saham atau memeriksa laporan audit tahunan yang membosankan. Sebaliknya, ia mengambil ponselnya dan melakukan satu panggilan singkat ke kantor.

"Revan, batalkan semua agenda rapatku hari ini. Dan besok. Mungkin sampai akhir pekan," ucap Damian dengan nada yang sangat santai, seolah ia hanya meminta kopi, bukan meminta izin untuk meninggalkan kerajaan bisnisnya.

"Tapi Tuan, ada pertemuan dengan investor dari Singapura siang ini dan—" Suara asistennya di seberang telepon terdengar panik dan tidak percaya.

"Kau asistenku yang paling pintar, kan? Atur saja. Katakan aku sedang melakukan 'riset pasar' yang sangat krusial. Dan satu lagi, jangan cari aku kecuali kantor ini terbakar," potong Damian cepat, lalu mematikan sambungan telepon sebelum Revan sempat memprotes lebih jauh.

Ia melempar ponselnya ke kursi penumpang dengan perasaan bebas yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Seorang Damian Nicholas yang gila kerja, kini memilih menjadi pengangguran sementara demi seorang gadis yang ia kenal di kedai bubur.

Damian memacu mobilnya membelah kemacetan kota dengan hati yang ringan. Ia tidak lagi memedulikan klakson kendaraan lain atau polusi yang menyesakkan. Pikirannya melayang pada rencana-rencana konyol untuk mendekati Selene.

"Apa aku harus pura-pura jadi orang biasa juga? Apa aku harus menawarkan diri jadi tukang cuci piring di kedai itu supaya bisa dekat dengannya?" pikir Damian sambil tertawa kecil. Ide itu terdengar gila bagi seorang CEO, tapi baginya, itu jauh lebih menarik daripada duduk di kursi empuk kantornya.

1
Leny Enick
ditunggu selajutnya 💪semngat thor
YuWie
ada2 aja tingkah org kaya tuh ya..nyamar segala..adakah di dunia nyata..hmmm
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!