Bagaimana rasanya bila sedang berduka karena kehilangan laki-laki yang sangat kita cintai secara tiba-tiba, datang wanita asing dan anak kecil yang yang tidak kita kenal sama sekali mengaku sebagai istri dan anak suami kita yang telah meninggal dunia.
Dunia seakan runtuh saat itu juga.
Hancur. Pedih. Perih...
Rasa itulah yang kini bersemayam di palung hati Mikhaela Andisti. Kepergian Dion Sadewa, memberikan luka begitu dalam bagi Mikha. Ternyata laki-laki yang selalu menunjukkan rasa cinta padanya itu telah mengkhianatinya.
Bagaimana kelanjutan kisah ini ikuti terus ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di setiap bab🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TAMU TAK DIUNDANG
Mikhaela baru saja selesai memakaikan baju Revan yang selesai mandi beberapa saat yang lalu.
Sesibuk apapun, Mikha tetap mengurus Revan. Mulai dari memandikan hingga menidurkan anak kesayangannya tersebut di malam hari. Terlebih Revan masih minum ASI darinya.
Jika memungkinkan, Revan selalu Mikha bawa kemanapun ia pergi. Karena Mikhaela tidak mau anaknya kesepian, terlebih hanya ia sendiri sebagai orang tua yang di miliki Revan.
"Aah sayang...setiap hari Kamu semakin tampan. Mama sangat menyayangi mu", ujar Mikhaela mencium kening Revan yang sedang minum ASI darinya. Mikhaela duduk di sofa dekat kaca agar kena matahari pagi, baik untuk Revan.
Revan sudah terlihat mengantuk sekali, walau hisapannya masih terasa begitu kuat. Tentu saja Mikha tidak akan mencabutnya hingga Revan melepaskan.
Mikhaela sangat bersyukur, ia tidak ada kendala memberi ASI eksklusif untuk buah hatinya. Sebagai ibu yang melahirkan tentu saja Mikhaela ingin memberikan yang terbaik buat Revan.
Setelah Revan benar-benar sudah tertidur Mikha berdiri hendak memindahkan anaknya ke box khusus agar aman buat Revan menghindari terjatuh ketika tidur.
Namun di lantai bawah terdengar suara Warda berteriak dengan lantang. Sepertinya memaksa masuk rumah tapi di halangi pekerjanya.
"Mikhaelaaaa keluar kamuu..!!!"
Teriakan Nania menggelegar memenuhi rumah dua lantai itu. Terdengar juga amarah wanita itu, sepertinya dihalangi orang-orang Mikhaela.
"Ya Tuhan kenapa lagi mereka. Apa yang mereka inginkan dari ku", gumam Mikha yang terlihat jengah mendengar suara Warda dan Nania yang tak henti mengusik ketenangan hidupnya.
"Lepaskan cengkraman tangan kalian pada putri ku, jangan berani-berani kasar pada kami. Rumah ini milik anak ku Dion, bukan punya wanita tidak tahu diri itu!", Hardik Warda naik pitam di perlakukan seperti penjahat oleh Nando dan satpam rumah itu. Juga
"Lepaskan aku!!!", teriak Nania yang kali ini lolos dari cengkeraman Nando. Wanita itu langsung berlari menaiki tanggal menuju kamar Mikhaela yang ada di lantai dua.
"Ceklek...
Mikha sengaja tidak mengunci pintu kamarnya, karena ia tidak takut pada Warda, Nania atau siapapun keluarga Dion.
"Ooh di sini kamu rupanya, dasar nggak tahu diri banget kamu Mikha. Udah tahu mertua datang malah bersantai di kamar. Nyaman yaa di kamar mewah ini? Kamar adik ku. Malang sekali kamu Dion belum lama meninggal, wanita yang kamu cintai ini malah sudah mempunyai kekasih!!", ketus Nania melempar beberapa foto di meja dekat Mikha berdiri di samping tempat tidur Revan.
Tak ada kata-kata yang keluar dari mulut Mikha, wanita itu menutup tirai tempat tidur Revan.
"Kenapa diam kamu. Tidak bisa menjawab kan?!".
"Ternyata benar foto-foto itu, kau sudah memiliki kekasih Mikhaela?". Suara Warda menggelegar memenuhi kamar berukuran luas itu. Bahkan wanita yang berjalan sudah menggunakan tongkat tersebut nekat menaiki tangga untuk menyampaikan sumpah serapahnya pada Mikha.
Mikhaela mengambil foto yang beberapa saat yang lalu di lempar Nania. Ternyata foto semalam saat makan malam bersama Dante. Di foto memang terlihat hanya ia dan Dante saja karena Ana, Luthfi dan Eugene duduk di meja dekat mereka yang tak nampak di foto itu.
"Lihat mah, wanita ini tidak bisa kan menjelaskan apapun. Mama harus bertindak, ambil semua saham Dion darinya. Enak saja menikmati hasil dari perusahaan yang papa dirikan dan Dion hasilkan selama ini tapi dia malah cepat banget melupakan suaminya".
"Jadi itu yang kamu lakukan sejak Dion meninggal Mikhaela? Memakai uang peninggalan almarhum untuk berkencan dengan laki-laki nggak jelas? Baru setahun Dion meninggal, Di mana harga dirimu?!", hardik Warda dengan suara tinggi. Bahkan wanita itu menunjuk-nunjuk Mikha dengan tongkatnya.
"Sebaiknya saham-saham Dion di berikan pada Salfa, anak itu lebih dari anak yang sedang tidur itu. Bisa jadi dia anak laki-laki lain yang tidur dengan wanita ini–"
...***...
To be continue
Tinggalkan komentar kalian ya di setiap bab. Karya ini akan panjang babnya kalau viewernya meningkat. Tks 🙏
Thor jgn ada drama tiba-tiba dion msh hidup y. Asli dah biasa bgt kayak gitu 😂 btw visualnya selalu pas👍 Nania tuh sesuai dg karakter yg di gambarkan. Sadis😂