NovelToon NovelToon
Akhir Dari Penghianatan

Akhir Dari Penghianatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Keluarga / Wanita perkasa
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Penikmat_lara

Setelah dikhianati oleh orang orang terdekatnya, Indira pun berusaha untuk keluar dari zona yang membuatnya tertekan, namun orang orang itu sama sekali tidak membiarkan Indira untuk bebas. Dengan rasa trauma yang dia alami, ia di hantui kata kata menyakitkan yang selama ini ia dengar, lantas bagaimana caranya agar bisa keluar dari zona tersebut? apakah dia akan menemukan cinta sejati yang selama ini ia nantikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penikmat_lara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Usaha mencari lowongan pekerjaan

Mendengar hal itu langsung membuat Indira takut jika suatu hari ia akan kehilangan Wisma, oleh karenanya Indira hanya bisa diam ketika Wisma seperti Tengah merendahkan dirinya. Sebegitukah cinta Indira kepada Wisma? Namun Wisma sama sekali tidak pernah memikirkan perasaannya, hingga membuat pikiran dan hati Indira tidak dapat didamaikan.

Indira terus berpikir bahwa jika terus terusan seperti ini dirinya sendiri yang akan terluka nantinya, tapi hatinya mengatakan hal yang lain karena hatinya menganggap bahwa Bisma tidak akan pernah menyakitinya. Wisma memang selalu ada untuk Indira selama ini, bahkan selalu menemani Indira kemanapun dia pergi.

Oleh karenanya Indira tidak pernah berpikir macam macam tentang Wisma, dan ia selalu berusaha untuk meyakinkan pikirannya bahwa ketika dia sukses nanti Wisma tidak akan meninggalkan dirinya. Entah kapan hal itu akan terjadi, namun Indira terus saja berharap kepada Wisma.

******

Beberapa hari kemudian, sudah hampir sebulan Wisma dirumah tanpa bekerja sama sekali, dirinya berencana untuk mencari pekerjaan didekat dekat sana agar tidak jauh dari Indira. Lagi pula Indira belakangan ini selalu bersama dengan Wisma, rasanya tidak rela apabila langsung ditinggal merantau lagi setelah mereka begitu dekat.

Apalagi Indira yang kurang kasih sayang dari sosok seorang Ayah, sehingga ia mencari perhatian dari Wisma untuk bisa menggantikan sosok tersebut. Indira juga membantu Wisma dengan bertanya tanya kepada teman temannya mengenai adanya lowongan pekerjaan atau tidaknya, dan teman temannya pun juga ikut membantunya.

Indira menghubungi beberapa teman yang satu organisasi dengannya, dan ada satu orang yang mengatakan bahwa ada lowongan didalam pabriknya dan membutuhkan seorang lelaki. Indira merasa senang karena adanya lowongan itu sehingga dapat membantu Wisma untuk menemukan pekerjaan didaerah dekat sana.

"Temanku bilang ini ada lowongan di pabrik AC, ada mesnya juga dan uang makan juga ada, kamu mau ta di pabrik ini?" Tanya Indira sambil memberikan ponselnya kepada Wisma untuk ia lihat.

"Nggak berminat," Ucap Wisma.

"Lah kenapa? Gajinya juga nggak sedikit kok, ini aku dikasih tau temenku loh, dia juga udah usaha buat nyari lowongan ini untukmu,"

"Dilihat dulu dong bidangnya apa, kalo soal teknik begitu aku nggak pandai,"

"Cuma bagian ngecek aja kok, terus nganter barang dari len satu ke yang lainnya doang."

"Nggak, nggak minat."

"Terserah aja,"

"Kok jawabnya begitu,"

"Ya gimana lagi?"

Ucapan dari Wisma seketika langsung merubah mood Indira, yang tadinya dirinya bersemangat untuk menunjukkan sebuah loker untuk Wisma, sekarang berubah menjadi acuh tak acuh. Padahal Indira sendiri juga berusaha untuk mencarikan pekerjaan buat Wisma, namun Wisma sendiri terlalu pemilih dalam pekerjaan.

"Ini di Sidoarjo, Dira. Jauh banget dari sini," Ucap Wisma.

"Terus kenapa?" Tanya Indira.

"Aku nggak ada motor loh, kamu kan tau sendiri kalo aku nggak punya motor. Terus aku kesananya gimana? Ada sih motor tapi kan simnya mati,"

"Kan angkutan umum banyak diluar sana, masak kesana saja bingung bagaimana,"

"Aku nggak ada uang buat naik angkutan umum,"

"Yaudah berangkatnya bareng sama temenku aja, lagian kamu juga nantinya bakal se pabrik juga dengan temenku itu. Disana juga ada mes nya jadi bisa nginap juga, uang makan aman tinggal nabung gaji aja,"

"Nggak deh,"

"Dicariin yang enak malah nggak mau, ya sudahlah terserah dirimu saja,"

Indira merasa lelah dengan hal yang dikatakan oleh Wisma, perkataan itu seolah olah Wisma begitu pemilih dalam pekerjaan, tidak seperti dirinya yang ada pekerjaan apapun langsung berangkat. Entah bagaimana nasib mereka jika menikah suatu saat nanti, lelaki seperti itu yang pemilih pekerjaan tidak akan baik bagi keluarganya nanti.

Indira pun menghubungi kembali temannya tersebut untuk memberitahukan bahwa Wisma tidak mau menerima tawaran itu, namun hal itu membuat hubungan antara Indira dengan temannya sedikit renggang karena temannya sendiri juga merasa tidak enakan dengan Bosnya. Sebelumnya temannya itu sudah merayu bosnya untuk mampu menerima satu orang laki laki, namun justru usahanya itu dibuat sia sia oleh Wisma.

"Jadi beneran nggak mau berangkat?" Tanya teman Indira melalui sambungan telepon.

"Maaf ya, padahal aku yang tanya ke kamu soal pekerjaan tapi dia nggak mau berangkat terus gimana dong? Sekali lagi maaf ya," Ucap Indira.

"Ya sudah nggak papa, lain kali jangan begini lagi. Bukan hanya kamu yang merasa tidak enak, tapi aku juga merasa tidak enak dengan bos ku,"

"Iya, maaf banget ya Bang."

"Iya."

Indira sendiri merasa sangat tidak enak dengan temannya tersebut, namun apalah boleh ia buat Wisma sendiri tidak mau berangkat. Indira pun merasa bersalah dengan temannya tersebut, apalagi mereka sering bercanda bersama bareng bareng dengan yang lainnya, namun setelah kejadian itu Indira rasanya dijauhi oleh dirinya.

"Ini butuh sopir," Ucap Indira sambil menunjukkan chat dari teman lelakinya.

"Sopir apa? Kalo antar daerah aku nggak mau, kalo daerah sini sini saja nggak papa," Ucap Wisma.

"Ya nggak tau, mangkanya itu berangkat dulu terus tanya langsung sama mereka,"

"Terus kalo sudah berangkat ternyata nggak ada lowongan gimana? Apa nggak sia sia uangnya,"

"Yaudah deh terserah dirimu,"

"Lah kok gitu?"

"Habis gimana lagi? Aku nyariin pun percuma, setiap ada lowongan di teman temanku, dirimu selalu nggak mau dan alasan ini lah alasan itulah,"

"Kamu kan tau sendiri posisiku gimana? Masak masih nggak paham paham sih, seharusnya kamu paham dong lowongan seperti apa yang aku mau."

"Lah iya, terserah dirimu aja. Aku capek ngomong sama kamu,"

"Dira, jangan begitulah."

Usaha Indira sama sekali tidak pernah dihargai oleh Wisma, Indira hanya ingin Wisma memiliki pekerjaan sehingga ada penghasilan yang masuk, namun Wisma sama sekali tidak menghargai usahanya itu. Indira memiliki banyak teman, namun satu persatu dari mereka perlahan lahan menjauh karena sudah dicarikan pekerjaan namun tidak mau berangkat.

Indira sendiri tidak bisa berbuat apa apa, dirinya hanya bisa menawari Wisma pekerjaan, namun berujung dirinya yang akan satru dengan temannya karena Wisma yang pemilih dalam pekerjaan. Hingga akhirnya Indira benar benar menyerah, dirinya tidak lagi meminta bantuan kepada teman temannya, dan bahkan ia tidak peduli Wisma kerja atau tidaknya lagi.

Berapa banyak teman Indira yang kecewa dibuatnya, bahkan ada yang langsung memblokir nomor milik Indira karena rasa kecewa tersebut. Indira pun merasa menyesal karena membantu Wisma untuk mencari pekerjaan namun Wisma tidak mau pekerjaan itu,

Siapa yang tidak kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh Wisma itu? Sudah dicari carikan pekerjaan yang layak namun masih saja ditolak dengan berbagai macam jenis alasan. Entah pekerjaan seperti apa yang ia inginkan itu, bahkan ia sama sekali tidak melakukan usaha apapun untuk bisa mendapatkan pekerjaan.

Keduanya hanya duduk diam tanpa adanya percakapan diantara keduanya, dan bahkan sama sekali tidak ada yang memulai obrolan terlebih dahulu antara Wisma dan Indira sendiri. Indira memikirkan bagaimana caranya mencarikan Wisma pekerjaan, Wisma sendiri entah memikirkan hal seperti apakah itu.

Cengkling...

Tiba tiba ponsel Wisma pun berbunyi, dirinya langsung menyalakan ponselnya untuk melihat siapa yang tengah mengirimkan pesan kepadanya itu. Indira sendiri pun tidak mempedulikan siapa yang tengah mengirimkan pesan kepada Wisma itu, dirinya sendiri pun tengah sibuk dengan ponsel miliknya sendiri.

"Aku ada pekerjaan Dira, dan besok sudah mulai bekerja. Aku bekerja sama saudara sepupuku," Ucap Wisma kepada Indira.

"Benarkah? Alhamdulillah kalo begitu," Jawab Indira.

Setelah lama menganggur akhirnya Wisma mendapatkan pekerjaan juga, Indira pun merasa senang ketika mengetahui kabar bahwa Wisma sudah mendapatkan pekerjaan baru. Setelah sekian lama menunggu akhirnya Wisma pun mendapatkan pekerjaan baru, namun tempatnya itu juga cukup jauh sehingga tidak bisa pulang setiap hari.

"Paling bisa pulangnya seminggu sekali," Ucap Wisma.

"Iya nggak papa lah, lagian aku juga bekerja setiap hari. Nggak bisa ketemu juga," Jawab Indira.

"Iya, kapan lagi ada pekerjaan. Di pabrik pakan ternak dan pupuk gitu loh,"

"Iya nggak papa, kapan mulai bekerjanya?"

"Besok, jadi nanti malam berangkat ke rumah saudaraku yang di Gresik itu, nanti berangkat bareng bareng kesananya sama saudaraku,"

"Oalah iya nggak papa."

Bukannya malah kecewa karena ditinggalkan oleh Wisma untuk pergi bekerja, Indira justru merasa senang karena Wisma mendapatkan pekerjaan. Entah kenapa Wisma tidak balik ke Jakarta lagi, padahal Indira sendiri juga tidak melarangnya untuk balik Ke Jakarta, cuma Indira merasa ada yang hilang apabila Wisma balik ke Jakarta.

Wisma pun berangkat menuju kota yang dimaksud itu bersama dengan saudaranya setelah mengantarkan Indira pulang kerumahnya, dan cukup lama kemudian ia mengabari Indira bahwa dirinya sudah sampai ditempat dimana saudaranya berada. Indira langsung menyuruh Wisma untuk istirahat setelahnya, karena Indira takut apabila esok harinya Wisma justru kecapekan.

******

Indira kini tengah pulang kerja dengan santainya, sudah tiga hari Wisma bekerja sehingga dirinya merasa santai karena ia tidak lagi memikirkan bagaimana cara mencarikan Wisma sebuah pekerjaan. Sehingga ia tidak perlu lagi untuk menghubungi teman temannya demi menanyakan adanya lowongan pekerjaan, oleh karenanya Indira terlihat santai tanpa adanya beban.

Setelah sampai dirumah, Indira pun mendapatkan sebuah pesan dari Wisma, entah apa isi pesannya tersebut Indira belum melihatnya. Setelah memasukkan motornya kedalam rumah, lalu mengunci pintu rumahnya dengan rapat, ia lalu melihat isi pesan tersebut dan membacanya dengan seksama.

*Kamu nggak kesini apa, Dira? Aku dirumah sekarang,* Isi pesan tersebut dari Wisma.

*Dirumah? Kan ini hari kerja, kok sudah dirumah?* Tanya Indira dengan heran, dan perasaan baru beberapa hari saja Wisma pergi bekerja.

*Nggak papa, ada sedikit masalah. Nanti aja kalo kamu sudah dirumah ku aku ceritain semuanya sama kamu, kalo cerita di chat nggak enak. Mending kamu cepat kesini saja,* Balasan dari Wisma.

*Aku baru pulang kerja, belum ngapa ngapain, ya nggak bisa kesana sekarang juga.*

*Nggak papa, aku tungguin kamu,*

*Iya.*

Indira pun menaruh ponselnya setelahnya, dirinya pun bergegas untuk melakukan pekerjaan rumah sebelum berangkat menuju kerumah Wisma mendengar penjelasan dari lelaki itu. Entah hal apa yang menyebabkan Wisma pulang sebelum waktunya, padahal dirinya juga sudah bekerja beberapa hari belakangan ini.

1
Lee Mba Young
syukurin indira jd wanita bloon banget di peras laki mau mau saja hnya dng modal mulut manis 🤣. tipe tipe wanita kl dah di nikahi walau laki selingkuh gk akn mau di ceraikan.
masih jd pacar ae di Peres mau saja 🤣. pa lagi dah di nikahi di jadi kan BABU gratisan pun mau di indira ini.
Lee Mba Young
kasih lah uang dira kamu gk kasian ma pacar tercintamu itu gk Ada rokok. 🤣😄🤣🤣🤣.
cewek kok bego mau di manfaat kan laki.
Aku ae orang kampung kurang kasih sayang Dr ortu pun gk sebego itu kok, gk bucin ma laki.
Riskejully: wkwkw...🤭🤭🤭
total 1 replies
Lee Mba Young
ceweknya tolol, bucin nya smp tulang 🤣
Riskejully: hustt... tulangnya masih proses remuk
total 1 replies
Ifah Al Azzam Jr.
maaf ya thor saya sampai dsinibaja baca nya soalnya gak suka sama karakter cwe nya🙏🙏🙏
Riskejully: Iya kak nggak papa, silahkan cari novel yang lain🙏
total 1 replies
Ifah Al Azzam Jr.
bisa gak Thor Indira nya di bikin pintar jgn bodoh banget bikin malu aja jd perempuan seakan² mudah dibodohin...
bikin indira nya jd perempuan yg kuat, tegas dan pintar jd gak mudah diperalat oleh laki2 sperti wisnu
Riskejully: Hallo kakak, terima kasih sudah mampir 🙏
Sebenarnya agak malu sih dalam nulis novelnya soalnya itu masa bodoh"nya... Alhamdulillah sekarang sudah nggak lagi seperti dulu 🤭
total 1 replies
JELINA,S.PD.K JELINA,S.PD.K
Ndak seru ceritanya ga bisa dilanjutkan
Riskejully: Nggak mau baca juga nggak papa kak, ini cerita hanya untuk mengenang kisahku dan seseorang yang aku cintai saja. terima kasih sudah baca sampai sini🙏
total 1 replies
Lee Mba Young
what 3 bln tp gk tau rumah RT nya. lah berarti waktu mau tinggal gk laporan dulu dong.
kayak nya orang desa lbih Pinter mau tinggal di suatu tempat ya laporan dulu, ibarat kata permisi. trus salam perkenalan ke tetangga.
kcuali rumah kaum elit lah biasa gk akn kenal dng tetangga. kl komplek hrse ya laporan dulu kan.
Riskejully: bukan komplek ya, awalnya dia tinggal sama budenya disatu tempat dan para tetangganya sudah tau, tapi budenya tiba tiba pindah ditempat lain namun masih tetanggaan + indira jarang bersosialisasi dengan siapapun. pulang kerja langsung masuk rumah di kunci rapat
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!