Tentang Sasa yang jatuh cinta dengan Arif Wiguna,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
-
Saat Laras dan Arif menikmati makanan di meja itu,
Gea yang selesai memesan makanan di kasir, kini dia melangkah menuju ke kursi meja yang di duduki Arif dan laras,
"Aku boleh duduk kan," tanya gea, menatap ke Laras,
"Silahkan," Jawab Laras sambil mengunyah makanan,
Gea duduk, lalu dia pun mengeluarkan telepon genggamnya, untuk mengalihkan pengliatan agar tidak memperhatikan, Arif dan laras yang kembali melanjutkan untuk makan,
arif yang duduk, menikmati makanan, sedangkan pandangan nya menatap ke arah Laras,
Laras dengan satu tangan memegang telepon genggam dan satu tangan memegang sendok, lewat telepon genggam itu Laras menelpon mama nya,
sampai panggilan telepon terhubung, telepon genggam yang di pegangnya di angkat ke telinga,
"Hallo, ma," Ucap Laras ke telepon genggam itu,
"Kenapa sayang?" suara Sasa dari telepon genggam itu,
"Ma, kalau nanti malam aku nginep di rumah temen boleh kan ma," Tanya Laras, satu tangannya memainkan sendok,
Gea yang duduk dia mendengarkan, lalu mengalihkan tatapannya ke pelayan yang mengantarkan pesanannya ke meja itu,
sedangkan Laras dia begitu serius berbicara lewat telepon genggam itu dengan mamanya,
"Soalnya temen aku, di rumah nya sendirian," ucap Laras sambil menatap ke arah arif,
"Temen cowo apa cewek?"
"Sama cewe ma, lagian ga sendirian ada yang lain juga,"
"Yaudah, tapi kamu harus hati-hati ya,"
"Iya ma,"
panggilan telepon itu pun di matikan, laras langsung memasukan telepon genggamnya ke dalam saku, Arif yang mendengar dia langsung berbicara, "Ko bilang di rumah cwe sih," Tanya nya,
"Kalau harus bilang di rumah cowo, mama pasti ga ngebolehin buat nginep," Jawab laras,
"Kalian mau ngapain," Tanya Gea menatap Arif lalu mengalihkan ke arah Laras,
"Jangan aneh dulu, jadi gini, orang tua pada liburan, aku di rumah sendiri, aku mau ngajakin, Ryuken sama Abdul, tapi Laras pengen ikut," ucap Arif sambil menatap Gea,
"Eum, Kalau gitu aku ikut," Gea sambil menaikan kedua halis nya,
"Boleh tuh, aku jadi ada temen," Laras tersenyum menatap ke arah gea,
"Udah-udah, ayok makan dulu, nanti keburu masuk jam pelajaran,"Arif menatap ke arahnya,
Lalu mereka bertiga pun, mulai menikmati makanan yang mereka pesan,
***
Di kantin sekolah, Ryuken duduk berdua dengan Abdul sambil menikmati mie rebus, Ryuken langsung berbicara, "Pantesan di ajakin ke kantin ga mau, taunya makan bareng murid baru," Ryuken menatap Abdul,
"Ya Begitu lah," Jawab Abdul sambil menganggukkan kepala,
"Bre, lo tau ga, Arif sama Laras kaya ada hubungan gitu cuy," tanya Ryuken sambil tersenyum,
"Entah lah cuy, aku juga bingung, Kayanya Arif Kaya suka sama Laras,"
Seorang wanita melangkah dan duduk di kursi meja yang di tempati oleh Ryuken dan Abdul,
Abdul dan Ryuken terhenti berbicara, tatapnya langsung menuju ke arah seorang wanita yang duduk di kursi meja itu,
"Kalian kenapa diam begitu, tadi lagi ngobrolin apa, " Tanya wanita itu, tatapanya tajam ke Abdul dan Ryuken,
"Enggak lagi bahas apa apa ko Sya, eh Lo ngapain duduk disini bareng kita, biasnya juga Lo sama Cegil," Tanya Ryuken sambil menatap lekat,
"Ey, Bukan Cegil, tapi ices, Imel, caca, Elsa sama Tesya," tesya sambil tersenyum,
"Iya itu," Ucap abdul,
"Enggak, lagi musuhan sama imel," Tesya menatap abdul,
"Lah, bjir, pake musuhan segala, haha," Ryuken sambil tertawa, dengan tatapan mengalihkan ke arah Abdul,
"Mel," Abdul menaikan tangan, ke arah belakang,
Tesya mengalihkan tatapanya kebelakang, sambil berbicara, "Ngapain panggil Imel,"
"Haha," Abdul dan Ryuken tertawa karena sudah membohongi tesya,
"Bjir lah, Eh, arif kemana, ko ga sama kalian sih," Tanya tesya menatapnya,
"Lagi kencan sama pacar barunya," Ryuken mental begitu srius,
Tesya terkejut, dia langsung berteriak, "Arif pacaran, Ahh," Tesya merasa kesal dengan apa yang di bicarakan Ryuken,
"Iya, pacaran memang kenapa?" Abdul menatap tesya yang begitu terkejut,
"sama siapa, Ko dia gitu sih, aku nungguin lama, dia malah dengan yang lain," Tesya menatap dengan ekspresi wajah yang masam,
"Sama murid baru sekelas sama dia," bisik Ryuken dengan tatapan begitu serius,
"Ko bisa," Tesya terkejut,
"Bisa lah, lagian Laras cantik orangnya," Ryuken sambil tersenyum, mengalihkan tatapan ke arah Abdul,
"aahhh, kesel aku, sialan si arif, pacaran sama murid baru, ga tau perasaan gue gimana?" Tesya sambil menangis merasa sedih dengan kabar buruk,
Tatapan ryuken tertuju ke tesya, saat dia sibuk menatap, terdengar suara dari telepon genggamnya yang berada di dalam saku,
Kring, Kring, Kring.
Ryuken mengambil telepon di sakunya, lalu dia pun melihat telepon genggam yang berada di tangannya,
di telepon genggam itu terlihat sebuah nama panggilan yang masuk dari Arif, Ryuken langsung mengangkat panggilan telepon itu,
"Halo, Rif," Ucapnya menaikan telepon genggam ke telinganya,
"Lo dimana, Ry," Suara Arif dari telepon genggamnya,
"Di kantin, emang mau apa bre?" Tanya Ryuken,
"Nanti malam lo sama Abdul bisa ga buat temenin gue,"
"Emang mau apa?"
"Gini bre, Orang tua gue kan, hari ini liburan, Jadi gue di rumah sendirian," suara Arif dari sebrang,
"Okey lah, gue bilang sama Abdul dulu, dia mau ikut apa enggak,"
"siap, lagian ada Laras sama Gea juga,"
"Weh, kalau gitu gue ikut lah,"
Panggilan telepon itu pun terputus, lalu ryuken mematikan panggilan teleponnya, dia pun memasuki telepon genggamnya ke dalam saku,
Abdul yang menatap dia langsung berbicara, "Ada apa ry," tanya dengan rasa penasaran,
"Ini bre, Arif ngajakin kita buat nginep di rumah nya, dia dir rumah sendirian katanya," ucapnya
"Terus Lo mau ikut nginep?" Tanya Abdul, dengan tatapan lekat ke arahnya ryuka,
"Ikut sih, Lo mau ikut ga," Tanya ryuken sambil menatap lekat,
"enggak ah," jawab Abdul sambil menatap lekat ke arahnya,
"yaudah," ucap Ryuken sambil berdiri, lalu dia melangkah pergi menuju kasir untuk membayar pesanan nya,
"Ry tungguin," Abdul berdiri lalu melangkah pergi untuk menyusul Ryuken yang berlalu ke kasir,
Tesya masih duduk, menatap kepergian ryukan dan Abdul, dia berbicara, "ko pada pergi sih, jadikan aku sendirian," ucapnya, dengan nada kesal,
**
sedangkan arif, saat ini sedang melangkah bersama Laras dan Gea, melangkah masuk ke gerbang sekolah untuk menuju kelas,
Dari kejauhan ryuken, yang beridi di teras sekolah dengan tatapan ke arif, dia tersenyum senyum sendiri,
sampai langkah Arif di teras sekolah, Ryuken memanggil dengan keras, "Rif, Bjir, pake di angkut dua duanya, buat gue dong satu," Ucapnya,
"Apaan bjir, orang Gea sepupu gua," Arif sambil terhenti langkahnya di depan Ryuken,
"Terus Laras siapa?" Ryuken sambil manikan kedua halisnya, dia tersenyum sendiri,
"Temen, udah ayok ke kelas," Arif melangkah dan menarik tangan Laras,
Laras yang di tarik tangannya, dia langsung berbicara, "Eh, apaan," ucapnya,
"eh, sore salah tarik, kirain ryuken, " Ucapnya, sambil tersenyum menatap ke arah Laras,
"bjirrr, ngapain juga mau tarik gue," Ryuken sambil tersenyum, menatap Arif,
Laras yang berdiri, dia langsung melangkah pergi untuk lebih dulu ke ruang kelasnya,
dari belakang Arif melangkah, meninggalkan Ryuken yang masih berdiri,
ryuken terus tersenyum menatap Arif yang berlalu pergi, Ryuken lalu berbicara, "Bjirr, malu malu tapi mau," bisiknya,
"Woy, ngapain diam disini," Abdul dari belakang sambil menepuk bahunya,