Dijodohkan dan bertunangan sejak putih abu membuat Naka dan Shanum menyembunyikan hubungan keduanya dari orang lain termasuk teman-temannya. Terlebih, baik Naka ataupun Shanum tak pernah ada di daftar putih masing-masing.
Tapi siapa menyangka, diantara usaha keduanya, perasaan cinta justru hadir mengisi setiap ruang hati satu sama lain. Siapakah yang akan duluan menyatakan cintanya?
Say, love you too....
Katakan, aku juga cinta kamu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1 Engagement
Dear pembaca ❤️
Welcome pembaca di sequel Klan Jihad--Ica generasi ketiga.
Question: wajib baca sequel pertama dan kedua ngga, teh?
Answer : Engga juga.
Bab awal mungkin akan sedikit bikin otak risih karena berisi banyak nama tapi tenang aja---nama-nama yang akan ada dan jadi tokohku, cameo, atau figuran aku cetak bold yang lain hanya pajangan.
Bab selanjutnya bikin kalian yang ukhti ngernyit kok bahasanya begini sih, penulisnya terlalu---astagfirullah, untuk pembaca yang ngga mau ribet dan ngga santuy, mungkin akan banyak ngeluh. Tapi aku yakin kalo kalian mengenal gaya tulisanku terutama di tim KKN 21 atau beberapa genre remaja lainnya kalian akan nyaman dan justru menganggap hal itu biasa.
So, yang ukhti minggir, kasih jalan sebentar, kunti mau lewat.
Enjoy reading, 🤗
...----------------...
Bunyi beep---mesin printer mencetak dua bagan struktur organisasi sekolah yang telah disahkan oleh kepala sekolah, kesiswaan dan atas pemilihan umum yang biasa terjadi setiap satu periode (satu tahun)
Akhirnya, nama mereka keluar sebagai pembantu program sekolah di luar akademik berjuluk OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas)
Sekolah SMA Budi Pekerti X begitu sibuk melebihi sibuknya kabinet Indonesia Merdeka. Sebab, hari ini adalah acara puncak pesta demokrasi sekaligus pengukuhan pengurus OSIS dan MPK disana.
Sejak pagi, suasana sekolah sudah ramai, di bagian aula telah menjadi TKP dilaksanakannya acara sakral pengukuhan. Sementara lapangan basket yang biasa dipakai untuk tempat olahraga dan upacara akan menjadi tempat acara hiburan.
Bahkan sebelum matahari benar-benar melek, anak-anak siswa ini sudah berdatangan untuk melakukan persiapan. Ada yang datang dengan kostum tarian dari rumah, ada pula yang datang dengan kostum seragam bak paskibraka istana merdeka.
Dari sudut basecamp bagian belakang, semua pasang mata dapat melihat anak-anak dari ekskul PMR yang sedang melakukan briefing sebagai tenaga medis bersamaan dengan barisan organisasi keamanan sekolah, berjaga bilamana ada siswa yang mendadak kolaps hari itu.
Mama ❤️
Ka, hari ini pulang jam berapa? Nanti malam jangan lupa ya, ada makan malam sama keluarga om Septahadi.
Namun pesan dari mama Anye belum ternotice oleh pemuda 17 tahun ini, sebab Naka baru saja sampai di sekolah dan belum sempat melirik ponsel yang ia masukan ke dalam saku celana. Getaran di pahanya tak terasa, dan tertutupi oleh getaran deru mesin motor yang ia kendarai.
...----------------...
...STRUKTUR OSIS...
...SMA BUDI PEKERTI X...
...Periode 202X- 202X...
...📍Kepala Sekolah...
...M.Yusuf Rahmah, M.Pd...
...📍Wakil bid. Kesiswaan...
...Adam Jatayu, S.Pd...
...📍Pembina OSIS...
...Bowo Wiguna, S.Pd...
...📍Ketua OSIS...
...Mainaka Praveen Rajendra...
...📍Wakil ketua OSIS...
...Savero Archandra...
...📍Sekertaris...
...1.Airani Calya...
...2. Jeevika Pinggala...
...📍Bendahara...
...1.Adhisti Gumilang...
...2.Chika Rachana...
...📍Divisi Iman dan Taqwa...
...Ketua: Ghibran Ahmad...
...Wakil: Fiqih Maulana...
...📍Divisi Organisasi dan Kaderisasi...
...Ketua: Pandu Pahlevi...
...Wakil: Nabila Elyasa...
...📍Divisi Kesenian dan Dokumen...
...Ketua: Aditya Handoko...
...Wakil: Nimas Dewi...
...📍Divisi Humas...
...Ketua: Daffa Saskara...
...Wakil: Tegar Prayoga...
...📍Divisi Olahraga dan Pengembangan Jasmani...
...Ketua: Lutfiansyah Fahrizal...
...Wakil: Gistara Fitriana...
"Welcome to OSIS SMA Budi Pekerti periode kami!! We create our future together !!!" Seruan beberapa siswa yang terpilih itu, mereka berbaris rapi tepat di depan bendera Indonesia dan sekolah serta lambang OSIS SMA mereka.
Setelah sebelumnya diarak layaknya bendera pusaka, oleh pasukan paskibraka SMA dan anak-anak Pramuka disertai iringan musik marching band.
Puncak euforia pesta demokrasi SMA Budi Pekerti X adalah hari ini, acara pengukuhan yang nantinya akan diisi oleh penampilan band sekolah dan penampilan dari ekskul lainnya yang berada di bawah naungan OSIS dan sekolah.
Jepretan kamera dokumentasi para awak media sekolah, anak 'MAK BUTI' (MAJALAH BUDI PEKERTI) merekam dan memotret wajah-wajah calon babuu yang sukarela mengabdikan diri untuk sekolah akan mereka pajang dan jadikan hot news besok lusa.
Prok---prok--prokk!!
Tepukan tangan menggema di aula sekolah bersama dengan senyum-senyum penuh kebanggaan. Jas OSIS berwarna maroon dipakai oleh para pengurus organisasi sekolah yang biasa dielu-elukan ini dengan segudang kata--keren, ber-skill, dan berdedikasi.
Namun jangan harap OSIS disini bisa terbang dengan segudang pujian tanpa harus bersusah dan bercape-cape ria, sebab...program kerja mereka akan diawasi oleh organisasi siswa lainnya yang kini turut dilantik sebagai majelis perwakilan kelas.
Satu banjar anak lain kini berjalan membentuk barisan di samping OSIS, ada tepukan tangan yang juga tak kalah riuhnya ketika mereka datang meski hadirnya para pengurus MPK ini meninggalkan kesan tanggung jawab dan beban bagi para pengurus OSIS.
Ada lirikan mata yang tak begitu ramah dari ketuanya menatap anak OSIS, terlebih untuk Mainaka Praveen Rajendra, seolah----i watch you!
Diantara anak-anak yang kini dipasangi ban lengan oleh kepala sekolah, kesiswaan dan pembina ada mata Naka yang menatap salah satunya.
Naka tentu tak melihat yang lain saat mereka mengucap janji dan sumpahnya, terlebih ia tau jika gadis itu adalah gadis yang nasibnya sama dengannya, malam ini...baik ia ataupun Shanum tau jika kedua orangtua mereka telah setuju untuk menjodohkan mereka.
...STRUKTUR MPK...
...SMA BUDI PEKERTI X...
...Periode 202X-202X...
...📍Kepala Sekolah...
...M. Yusuf Rahmah, M. Pd....
...📍Wakil Bid. Kesiswaan...
...Adam Jatayu, S. Pd....
...📍Pembina MPK...
...Selli Marwah, S. Pd....
...📍Ketua...
...Arjuna Davian...
...📍Wakil ketua...
...Navarro Mavendra...
...📍Ketua Komisi...
...Canza Pamungkas...
...📍Sekertaris...
...1. Shanum Kamala...
...2. Jihan Pranata Indah...
...📍Bendahara...
...1. Frizka Anjelia...
...2. Esya Wulandari...
...📍Komisi 1 : Ilyas Ranjaya...
...📍Komisi 2 : Jemima Indira...
...📍Komisi 3 : Altair Sebasta...
...📍Komisi 4 : Bayu Aji...
"Kami, majelis perwakilan kelas. Berpegang teguh pada pengamalan Pancasila, mengutamakan kepentingan sekolah dan siswa dan seluruh poin visi misi sekolah serta kejujuran."
Anye melihat sang putra tunggal, begitu mirip dengan Ganesha...maksudnya, perawakannya serta sifatnya meski tak seluruhnya gen Ganesha tumplek sebadan-badan, tak jatuh sepohon-pohon...tapi tetap saja, sifat yang jutek dan tak banyak bicaranya terkesan cool itu, Ganesha punya.
"Nanti kalo ketemu sama Shanum jangan lupa ngobrol ya, Ka..." Anye mewanti-wanti sang putra, oh ya ampun! Untuk mengobrol saja ia harus diwanti-wanti begini. Seolah putranya itu anak balita yang masih belajar bicara mama-papa--ee...
Apakah mama Anyelir lupa, tadi siang di sekolah ia secara resmi dikukuhkan sebagai ketua OSIS, yang tentunya tugas diplomasi sudah hatam dan sering ia jabarkan, sebab bukan hal mudah untuk berada di posisi Naka itu, ia harus melalui debat Calon ketua OSIS beberapa waktu lalu.
Percayalah, jika sedang begitu...Mainaka dan Ganesha bak pinang *membelah diri*.
Wajah Naka malas, tangannya masih menyugar rambut yang sengaja ia bubuhkan pomade, "iya, ma."
Ganesha sang ayah sudah siap, "papa yang bawa mobil, kamu di belakang."
Di tempat lain
Shanum berkali-kali menghela nafasnya berat, tangannya meraih jam tangan, lalu sisir, tapi menaruhnya kembali tak yakin. Rasanya berat menjalani hidup ke depannya.
Diantara rasa khusyuknya melamun sambil bersolek pintu kamarnya diketuk tanpa berbelas kasihan, dorr...dorr...dorr!
"Kak Sha! Kata bunda buruan, jangan coba-coba buat Bu nuh diri ya, ngga usah lebay deh! Di jodohin sama cowok cakep kok ya galau! Kalo Shey sih jangankan tunangan, langsung dinikahin sama kak Naka juga hayukk banget!" serunya berteriak dari luar sembari tertawa.
Dughh!
Sisir yang ada di tangan ia lempar ke arah pintu tertutup memancing tawa renyah Sheyna sang adik, "uhh, si al banget kak Naka dapetin cewek galak. Jangan bikin aku punya niatan buat jadi seorang ipar maut ya kak!" lagi, ia senang sekali menggoda kakaknya.
.
.
.
.
.