" kakak ipar, kamu baik baik saja?"
" menurut mu apa aku masih bisa baik-baik saja setelah melihat suami ku tidur dengan wanita lain?"
~~~~~
" jika kakak berselingkuh kenapa kakak ipar juga tidak melakukan hal yang sama biar adil?"
" apa kamu mau menjadi selingkuhan ku?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 33
Naoki baru saja terbangun dari tidur nya. Dia merasakan kepala nya sedikit pening. Naoki membuka matanya sambil memijat keningnya yang terasa pusing.
" ini... kenapa gw Disini?" ujarnya terkejut kala menyadari dirinya sedang berada di kamar yang tidak asing namun sudah sangat lama tidak dia datangi.
Naoki bangkit dari tidurnya lalu berjalan ke kamar mandi untuk cucu muka. dia semakin terkejut kala melihat wajahnya di depan cermin. Wajahnya terdapat dua memar yang sudah membiru.
" shit! Apa yang aizen lakukan pada wajah tampan gw? baru juga pulih dari luka yang daiky sebabkan. lalu sekarang apa ini? " ujarnya kesal mendapati wajah nya yang lecet " kalo nanti gw ketemu sama Haruka dalam keadaan seperti ini Haruka pasti akan panik"
Naoki memerhatikan wajahnya. Masih tetap tampan kok meskipun terdapat memar sedikit. dia tersenyum konyol lalu mencuci wajahnya dan juga menggosok giginya.
Setelah itu dia keluar dari kamar mandi berniat untuk pergi dari sana. Namun selembar kertas putih yang terdapat tinta hitam di atasnya membuat dia salah fokus.
Naoki berjalan ke arah nakas lalu mengambil kertas tersebut dan membaca tulisan yang ada di sana.
haruka sudah membatalkan perjanjian kalian. segera pulang ke Paris dan lupakan rencana konyol mu itu.
Deg!
Haruka membatalkan perjanjian mereka? jadi hubungan mereka sudah tidak ada lagi? tapi kenapa? apa alasannya? Apa karna daiky?
" tenangkan dirimu Naoki! Jangan marah!" batin Naoki menenangkan dirinya sendiri.
Naoki meremas surat tersebut hingga remuk lalu membuang nya ke tempat sampah. Setelah itu dia mengambil ponselnya lalu menghubungi nomor jiro.
" hallo bro, ada apa?" tanya jiro di seberang sana
" Lo di mana?" tanya Naoki
" di kantor, kenapa?" tanya jiro penasaran.
" tidak papa "
tut
Panggilan di akhiri oleh Naoki. Tadinya dia berencana untuk meminta bantuan jiro untuk mencari tahu keberadaan Haruka. tapi karena jiro sedang sibuk jadi dia memilih untuk mencari tahu sendiri saja.
tapi Naoki tidak punya apapun di sini. Dia hanya punya ponsel saja. Barang barangnya yang lain masih di rumah daiky.
Kenapa? Lo mau tahu dimana Haruka berada?_ jiro
Naoki tersenyum tipis. Jiro memang temanya yang paling peka sekaligus paling nyebelin tapi selalu bisa di andalkan.
Yaa, apa Lo tahu?_ Naoki.
Rumah sakit Jihan ruangan VVIP lantai 5 nomor 04_ jiro
Ok thanks _naoki
Naoki tersenyum senang dia berniat untuk segera pergi. Namun pesan dari hito membuat nya kembali berhenti.
lupakan rencana Lo dan jiro. Kalian tidak akan berhasil ki. Dengerin kata aizen, kembali lah ke Paris di situ tempat lo_ hito
Ini bukan urusan Lo dan aizen, ini urusan gw dan jiro. apapun yang terjadi gw harus dapatkan Haruka. Karena dia satu satunya hal yang bisa gw jadiin ancaman buat daiky_naoki
Lo nggak akan berhasil, pada kenyataan Lo udah kala dari dulu . Lo udah jatuh cinta sama Haruka, sedangkan Haruka? Dia bahkan rela ninggalin Lo gitu aja demi pertahankan rumah tangga nya dan daiky_ hito
" gw jatuh cinta? Hahaha itu cuma akting" gumam Naoki pelan menyangkal perasaannya pada Haruka.
Mulutnya memang berkata seperti itu. Namun hatinya berkata lain. Dia takut kehilangan Haruka, bukan karena kehilangan alat untuk balas dendam. Tapi kehilangan sosok yang selama 2 bulan ini memberikan dia kenyamanan dan juga kehangatan.
Namun dia Danial, dia tidak percaya semua itu. dia tetap berfikir bahwa dia tidak jatuh cinta pada Haruka. Dia tidak selemah itu.
Ini bukan urusan lo_naoki
Gw cuma ngingetin_ hito
Naoki mengabaikan pesan hito. Dia menyimpan ponselnya lalu memilih untuk segera pergi ke rumah sakit
Hito dan jiro memang berbeda. Jika jiro selalu berada di pihak Naoki maka hito selalu berada di pihak aizen. dari dulu sudah seperti itu.
Naoki pergi menggunakan mobilnya, dia mengemudi dengan kecepatan sedikit tinggi. Hingga tidak lama dia tiba di rumah sakit Jihan.
Naoki segera masuk. Tanpa meminta bantuan resepsionis dia segera memasuki lift dan naik ke lantai 5. Tiba di sana dia segera mencari ruang nomor 4.
begitu menemukan nya dia segera membuka pintu tersebut untuk masuk. namun yang dia dapatkan hanya ruangan kosong tanpa penghuni.
" kok nggak ada? apa jiro salah?" gumam Naoki binggung.
Tapi kamar ini tidak terlihat kosong. Ada buah buahan di atas meja. Dan juga ada minuman. Naoki mengecek ke kamar mandi tapi ternyata kosong juga.
" apa dia sedang keluar?" gumamnya lagi lalu keluar berniat mencari haruka.
Kebetulan sekali, begitu dia keluar dia malah berpapasan dengan suster yang mengantarkan makan siang untuk pasien.
" tunggu suster" panggil Naoki " apa kamu tahu dimana Haruka? Pasien di kamar ini?" tanya nya.
" oh nyonya Haruka? Beliau sedang berada di kamar rawat suaminya, nomor 03" jawab suster itu.
" suaminya?" gumam daiky bertanya.
" iyaa tuan, suaminya sangat mirip dengan anda. Apa anda saudara nya?" tanya suster tersebut.
Bagaimana tidak mirip? Mereka kan saudara kembar. lahir di hari dan jam yang sama. Hanya beda menit saja.
" bukan, saya teman nya Haruka" jawab Naoki berbohong.
Kenapa dia berbohong? tentu saja karena dia bukan lagi anggota keluarga niky. Papanya sudah mengeluarkan dia dari daftar kekurangan sedari 10 tahun yang lalu. Jadi dia tidak salahkan? Lagian publik tidak banyak yang tahu tentang dirinya.
" ohh, mari ikut saya tuan" ujar suster itu lalu berjalan duluan menuju ruangan di mana daiky di rawat.
Sedangkan Naoki hanya berdiri di luar menatap ke dalam melakukan kaca yang terdapat pada pintu.
Dari sini dia dapat melihat Haruka dan daiky yang terlihat sangat harmonis. Dimana Haruka duduk di tepi ranjang rawat daiky sambil memegang piring berisi buah potong. Dan Naoki duduk bersandar menghadap Haruka. Haruka terlihat menyuapi daiky dengan talenta.
Naoki tidak dapat melihat wajah haruka. Namun dia dapat melihat wajah daiky yang terlihat bahagia. Tentu saja itu membuat Naoki tidak suka.
begitu suster datang Haruka segera berdiri dari duduknya dan meletakkan piring berisi buah potong itu di atas nakas. Lalu dia membantu suster itu meletakkan nampan berisi makan siang mereka di atas meja. Suster itu terlihat sedang berbicara sesuatu pada keduanya lalu Haruka dan daiky kompak menatap ke Naoki yang berdiri di luar.
Wajah Haruka terlihat terkejut, terdapat aura sedih, rindu dan bersalah di sana. Namun Naoki tidak mengerti tatapan itu. Itu hanya tahu satu hal. Dia memang gagal.
" ternyata aizen benar, gw memang gagal. Yaa gw nggak pernah berhasil. gw gagal dan terus gagal" batin Naoki
Haruka terlihat hendak keluar ingin menemui Naoki. namun daiky menahan tangan nya hingga Haruka mengurungkan niatnya.
Naoki tersenyum sinis lalu memilih pergi dari sana. Dia tidak jadi menemui Haruka. Mungkin memang baiknya dia kembali ke Paris. apa yang di katakan aizen dan hito benar. Tempat nya memang di sana.