NovelToon NovelToon
Salahkah Aku Selingkuh?

Salahkah Aku Selingkuh?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Romansa / Fantasi Wanita / Balas Dendam
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Clarissa19

" kakak ipar, kamu baik baik saja?"
" menurut mu apa aku masih bisa baik-baik saja setelah melihat suami ku tidur dengan wanita lain?"
~~~~~
" jika kakak berselingkuh kenapa kakak ipar juga tidak melakukan hal yang sama biar adil?"
" apa kamu mau menjadi selingkuhan ku?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 24

" lesu benar " ujar hito saat melihat kedatangan Naoki dengan wajah lesunya.

" pesan minuman seperti biasa" ujar Naoki.

" apa yang terjadi? Cerita lah sama kita " ujar jiro

" nggak ada apa apa " jawab Naoki.

Itulah kebiasaan Naoki yang membuat teman temannya merasa binggung harus bagaimana. Naoki sangat jarang bercerita apa lagi mengeluh. Kecuali saat dia mabuk dan tidak sadar.

" ayolah ki, kenapa Lo selalu memendam masalah Lo? Kita disini siap mendengarkan semua keluh kesah Lo" ujar jiro.

" ini minuman Lo" ujar hito .

Naoki mengambil minuman nya dan meminum nya sedikit. dia tidak berniat menjawab pertanyaan jiro tadi. Baginya bercerita pada kedua temannya ini bukanlah pilihan yang bagus.

bukan karena teman nya bocor atau suka menyebarkan rahasia. Tapi Naoki sendiri merasa malas untuk bercerita.

jiro hanya mampu menghela nafas berat. sudah ketebak sih, Naoki pasti akan mengabaikan nya.

" hari Minggu ini kita rencanakan mau naik gunung, Lo ikut nggak?" tanya hito mengantikan topik mereka.

" siapa aja yang ikut?" tanya Naoki.

" gw, bini gw, hito sama tunangan nya. Kalo Lo mau ikut minimal bawa pasangan sih. Masa nanti Lo jomblo sendirian" ujar jiro.

Naoki memutar mata malas. Mentang mentang kedua temannya ini sudah memiliki pujaan hati malah menghina dirinya yang masih jomblo.

eh jomblo? mana ada jomblo. Gw kan udah punya kekasih. Emmm selingkuhan sih.

" gimana? Ikut nggak?" tanya hito memastikan.

" lihat dulu nanti, gw kabarin lagi" jawab Naoki belum bisa memutuskan.

Mau ikut? tentu saja Naoki mau. tapi kalo dia pergi sendiri sedangkan teman nya bawa pasangan kan nggak asik. Yang ada dia jadi nyamuk.

" cari pasangan dulu ya? " ledek jiro

" lama lama Lo pengen gw tendang ya?" ujar Naoki kesel.

Jiro malah tertawa ngakak karena berhasil membuat Naoki kesal. lagian udah setua itu masih aja betah menjomblo. remaja usia 20_an aja udah pada nikah. masa dia yang udah 30 belum juga nikah.

" morning..." sapa Naoki begitu tiba di meja makan.

Di sana sudah ada Haruka dan daiky. Keduanya nampak sedang sarapan dengan khidmat.

" morning too" jawab Haruka menatap Naoki sekilas lalu kembali fokus pada sarapan nya.

Naoki duduk di kursi yang biasanya dia duduki. Dia mengambil satu potong roti lalu memakai slai blueberry setelah itu dia mengambil satu roti lagi dan meletakkan di atasnya.

Naoki memakan rotinya sambil menatap Haruka. Sesekali dia melirik kembarannya. Huh! Kenapa dia harus memiliki kembaran seperti ini? Bermuka 2.

" aku pergi dulu" pamit daiky pada Haruka " aku akan makan malam di rumah" ujar nya lagi.

" oh? Oke" jawab Haruka ragu sekaligus binggung.

Haruka menatap kepergian daiky dengan tatapan heran. barusan daiky berpamitan? Bahkan mengatakan akan makan malam di rumah? Mimpi apa dia semalam?

" ekhemm!" dehem Naoki membuat haruka langsung menoleh.

" ni minum" ujar Haruka menyerahkan susu miliknya kepada Naoki.

Naoki menolaknya " aku alergi susu" jawab Naoki " hmm, ada yang ingin aku bicarakan" lanjutnya.

" bicarakan saja " ujar Haruka.

Naoki menghabiskan roti nya dan meminum teh miliknya. kedua tangan nya di lupakan di atas meja, lalu badannya di condong nya ke arah Haruka. Matanya menatap lurus tepat pada manik mata cantik milik Haruka.

" kalian baikan?" tanyanya serius.

Kening Haruka berkerut binggung tidak paham dengan pertanyaan naoki.

" apa?" tanyanya.

" kalian, kamu dan daiky. Udah baikan? " tanya Naoki mengulang pertanyaan nya lebih jelas lagi.

" memang nya kapan kamu bertengkar?" tanya Haruka.

Naoki tersenyum tipis yang terkesan sinis. lalu dia mengubah posisi duduknya menjadi duduk tegak dan kedua tangan tidak lagi di lipat.

" aku kira waktu itu kalian bertengkar karena perselingkuhan daiky. Yaa, kalo udah baik baik saja itu lebih baik" ujarnya dengan nada terpaksa.

" iyaa kan? Daiky berubah kan? Dia jadi lebih pengertian sekarang " ujar Haruka jadi bersemangat bercerita tentang perubahan daiky. Namun berbeda dengan Naoki yang tidak suka mendengar nya.

" yaa, tapi tetap saja dia masih selingkuh kan?" ujar Naoki.

" itu bukan masalah besar, jika nanti daiky sudah sadar dia pasti akan meninggalkan selingkuhan nya" ujar Haruka yakin.

Semua hal itu perlu waktu kan? Semua perubahan itu butuh proses. Jadi Haruka tinggal menunggu lebih sabar lagi.

" kamu yakin?" tanya Naoki

Haruka mengangguk tanpa ragu " aku sangat yakin, aku hanya perlu bersabar sedikit lagi"

" baiklah, jika nanti kamu tidak lagi membutuhkan ku kabarin saja. Aku akan kembali ke Jerman " ujar Naoki.

Raut wajah Haruka tiba tiba berubah saat mendengar ucapan Naoki. " kamu akan kembali ke Jerman?" tanya Haruka serius.

" yaa, di sana tempat tinggal ku" jawab Naoki seadanya.

Sejak dia di asingkan dan di buang oleh keluarga nya. Sejak itu juga dia tinggal di Jerman dan menjadi orang penduduk di sana.

Dia kesini hanya untuk berlibur selama beberapa bulan. Dan Haruka yang membuat nya betah Disini. Jika nanti Haruka tidak lagi membutuhkan nya maka dia akan kembali ke Jerman.

" kapan kamu kembali ke sana?" tanya Haruka.

" secepatnya, jika kamu memang tidak membutuhkan ku lagi kabari saja" ujarnya " aku rasa tinggal menghitung hari bukan?" ujar Naoki

Haruka tidak langsung menjawab. dia terdiam dan menunduk menatap piring kosong di depannya. entah kenapa hati nya merasa tidak rela jika Naoki akan pergi dari nya. Entah kenapa dia merasa tidak ingin berjauhan dari Naoki.

" hmm, jika kamu merasa bosan dan ingin mengakhiri nya bilang saja" ujar Haruka " jangan menunggu mu dan memaksakan dirimu untuk tetap bertahan" lanjut nya lirih.

" tenang saja, aku tidak terpaksa, aku malah sangat menikmati nya" ujar Naoki Jujur " ah yaa, Minggu ini teman ku mengajak ku untuk naik gunung, apa kamu ingin ikut?"

Naoki baru mengingat kembali tentang ajakan hito itu. Untung waktunya pas jadi dia bilang saja sekarang. Jika Haruka tidak bisa ikut Maka dia juga tidak akan pergi.

" naik gunung?" ulang Haruka dan Naoki hanya mengangguk sebagai jawaban " aku belum pernah naik gunung" jawab Haruka.

Yaa, Haruka belum pernah naik gunung. Dia takut kesasar, apalagi bilang menginap di sana, pasti sangat menyeramkan bermalaman di hutang.

Selain takut pada hewan buas, Haruka juga takut jika ada makhluk gaib. Di hutan kan biasanya ada setan. di hutan juga biasa dingin kan, Haruka tidak suka rasa dingin yang berlebihan.

" kalo gitu ikut saja, kamu coba dulu pasti akan ketagihan. naik gunung itu menyenangkan. Minimal kamu harus melakukan nya sekali seumur hidup" ujar Naoki.

Naoki sudah pernah naik gunung beberapa kali selama dia hidup. apa lagi saat dia SMA dan kuliah dulu. Dia, hito dan jiro sangat suka bermalam di hutan.

" tapi aku takut, naik gunung itu menakutkan" ujar Haruka.

" tidak perlu takut, ada aku" ujar Naoki meyakinkan.

Haruka tidak langsung memberikan jawaban. Dia diam beberapa saat berfikir sebaiknya dia ikut atau tidak.

" akan aku tanyakan pada daiky dulu nanti" ujar Haruka.

Naoki menghela nafas kasar " terserah kamu saja " ujarnya

1
euryzaa momeena
ceritanya bagus ka 😍
Clarissa19: terimakasih kk
total 1 replies
Heni Mulyani
lanjut
Clarissa19: Ok kk, terimakasih
total 1 replies
euryzaa momeena
😍
euryzaa momeena
🤭
Heni Mulyani
lanjut💪
Heni Mulyani
lanjut
Heni Mulyani: sama2👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!