NovelToon NovelToon
WAJAH BERBAYAR: KONTRAK KEMBARAN

WAJAH BERBAYAR: KONTRAK KEMBARAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_Li

Terjerat utang ratusan juta dan ancaman pernikahan paksa, Alisha kehilangan segalanya termasuk kenangan dari kekasihnya. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Aruna, wanita kaya berwajah identik yang menawarkan kontrak gila: Bertukar hidup demi pelunasan utang.

Alisha terjun ke dunia mewah yang palsu, namun tantangan sesungguhnya adalah kakak laki-laki Aruna. Pria dingin namun sangat penyayang itu mulai mencurigai perubahan pada "adiknya" sosok yang kini tampak lebih lembut dan tulus. Di balik kemegahan yang dingin, Alisha menyadari bahwa menjadi orang lain jauh lebih berbahaya daripada menjadi miskin saat ia mulai mempertaruhkan hatinya pada pria yang kini menjadi pelindungnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Kontrak Sang Bayangan

Lobi utara Mall Grand Indonesia terlihat lebih sepi, memudahkan Alisha menemukan sebuah sedan hitam mewah yang mesinnya sudah menderu halus. Tanpa sepatah kata pun, sang sopir membukakan pintu untuknya. Di sepanjang perjalanan menuju sebuah apartemen kelas atas di kawasan SCBD, Alisha hanya bisa meremas jemarinya.

"Lantai tiga puluh, unit 3005, Nona," ucap sang sopir singkat begitu mereka sampai.

Alisha melangkah dengan keberanian yang dipaksakan. Di depan pintu unit tersebut, ia menarik napas panjang sebelum mengetuknya. Pintu terbuka. Aruna masih berdiri di sana dengan masker dan kacamata hitam yang belum dilepas. Tanpa aba-aba, Aruna menarik lengan Alisha, sebenarnya pelan namun karena Alisha tidak siap, ia hampir jatuh terjerembap saat memasuki apartemen mewah tersebut.

"Duduk," perintah Aruna singkat.

Aruna melepas masker dan kacamatanya, memperlihatkan wajah yang kembali membuat Alisha bergidik karena kemiripan mereka. Tanpa basa-basi, sebuah map tebal dilemparkan ke atas meja kaca di depan Alisha.

"Baca dan tanda tangani," ucap Aruna.

Tangan Alisha gemetar saat membuka lembar demi lembar kontrak itu. Matanya membelalak membaca poin-poin yang tertulis: Pelunasan utang keluarga secara instan, penanggungan biaya kuliah Aliando hingga lulus, jaminan pekerjaan bergengsi untuk adiknya, hingga... pembersihan nama baik ayahnya dari kasus fitnah di masa lalu.

Alisha mendongak, menatap Aruna dengan rasa ngeri yang semakin menjadi. Bagaimana wanita ini bisa tahu detail sekecil itu? Bahkan soal ayahnya yang difitnah, Alisha baru mengetahuinya kemarin.

"Anda... siapa sebenarnya?" suara Alisha bergetar. "Mengapa Anda bisa tahu semua tentang keluarga saya? Bahkan hal-hal yang saya sendiri baru tahu?"

Aruna tertawa kecil, suara yang meremehkan namun terdengar elegan. Sebagai seorang hacker kelas atas, menjebol data pribadi seseorang adalah permainan anak kecil baginya, namun ia tak merasa perlu menjelaskan itu sekarang.

"Tugasmu tidak sesederhana yang tertulis di sana," Aruna mengabaikan pertanyaan Alisha, nadanya berubah lebih tenang namun tetap tajam.

"Kamu akan menjadi aku di rumah itu selama tiga bulan... Hmm bisa lebih jika diperlukan. Kamu harus melakukan semua yang kulakukan."

Aruna mengambil sebuah tablet dan memutar serangkaian video. Alisha melongo melihatnya. Di layar itu, Aruna terlihat sedang melakukan latihan fisik yang gila dari gym dengan beban berat, latihan menembak dengan presisi mematikan, boxing, hingga memanah. Setiap gerakan Aruna memancarkan kekuatan dan ketangkasan.

Dunia Alisha terasa runtuh seketika. Selama ini, olahraga terberatnya hanyalah yoga di pojok kamar. Ia tidak punya dasar bela diri sama sekali. Tangannya lebih terbiasa memegang pensil desain dan memadu-padankan kain daripada memegang busur panah atau sarung tinju.

"Aku... aku tidak mungkin bisa," bisik Alisha ragu. "Aku desainer, bukan atlet. Aku tidak punya basic semua ini."

Seolah mampu membaca pikiran yang terpampang jelas di wajah Alisha, Aruna menyandarkan punggungnya dan menatap Alisha dengan senyum miring.

Aruna menyesap sisa air mineral di mejanya, matanya yang tajam menatap Alisha tanpa emosi.

"Aku tahu kamu tidak bisa melakukan itu semua. Belum bisa."

Ia menjeda kalimatnya, memberikan tekanan udara yang semakin berat di ruangan mewah itu.

"Karena itulah, aku akan melatihmu dasar-dasar dari semua itu selama seminggu. Hanya tujuh hari, dan kamu harus bisa menjadi murid yang bisa diandalkan. Kamu harus terlihat meyakinkan sebagai 'Aruna' di depan semua orang."

"APA!" Alisha tersentak hingga hampir berdiri dari kursinya.

"Seminggu? Itu gila! Aku butuh bertahun-tahun untuk belajar menembak atau bela diri, Aruna! Ini mustahil!"

"Tidak ada yang mustahil jika pilihanmu adalah antara belajar atau membiarkan Darwis menghancurkan keluargamu," potong Aruna cepat, suaranya tajam membuat Alisha bungkam seketika.

Aruna bangkit, berjalan mengitari Alisha seperti predator yang sedang memeriksa mangsanya.

"Kamu tidak perlu menjadi ahli dalam semalam. Kamu hanya perlu memiliki gerak tubuh yang sama denganku agar tidak ada satu pun orang di rumah itu yang menaruh curiga. Ingat, satu kesalahan kecil darimu, maka sandiwara ini berakhir."

Alisha merasa paru-parunya mengecil. Bayangan tentang olahraga yoga yang tenang di kamarnya kini terasa seperti kenangan dari kehidupan yang sangat jauh. Tangannya yang biasa menggambar pola baju kini harus dipaksa terbiasa dengan kerasnya latihan fisik yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

"Kenapa harus sesulit ini?" bisik Alisha dengan mata berkaca-kaca.

Aruna berhenti tepat di depan Alisha, menatapnya dengan pandangan dingin yang seolah menembus sukma.

"Karena hidupku memang sulit, Alisha. Dan mulai detik ini, hidupku adalah hidupmu."

Aruna menunjuk ke arah sebuah pintu di sudut ruangan.

"Istirahatlah di sana. Besok pagi, jam lima tepat, latihan pertamamu dimulai. Jangan terlambat satu detik pun, atau aku akan menganggap kontrak ini batal."

Alisha hanya bisa terpaku, menatap map kontrak di atas meja yang kini terasa seperti beban ribuan ton. Ia baru saja masuk ke dalam dunia yang sama sekali asing, dan pintu di belakangnya sudah terkunci rapat.

1
Anisa Muliana
🔥🔥
Anisa Muliana
seru banget thor🔥🔥
Ai_Li: Terima kasih kak
Semoga betah bacanya yaa hehehe
total 1 replies
Rania Venus Aurora
Hallo..👋🏻
Ai_Li: Mohon saran dan kritikannya ya kak
Supaya bisa jadi lebih baik
total 3 replies
Anisa Muliana
domisili Jember kak..😊
Ai_Li: Masya Allah jauh ya
Salam dari Medan ya😇
total 1 replies
Ai_Li
Yukk komen para daerah asal kalian dimana 🤭🥰
Anisa Muliana
seruuuuu banget ceritanya thor😍
semoga bisa bertahan sampai akhir ceritanya y thor..
semangat ✊✊
Ai_Li: Oiya kak, terima kasih sarannya 🥰
total 3 replies
Ai_Li
Jangan lupa like yaa dan tinggalkan komentar
Ai_Li
🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!