NovelToon NovelToon
Mencairnya Es Cinta

Mencairnya Es Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Athariz271

Pernikahan yang diawali dengan perjodohan, tanpa adanya rasa cinta membuat Zayn dan Raras merasa kaku, bahkan terkesan formal layaknya rekan kerja. Tapi seiring berjalannya waktu, Raras mampu mencairkan gunung es dengan kesabarannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Athariz271, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hal baru

Saat menyetir pulang, rekaman yang dilihatnya di kantor tadi terus muncul dalam benak Zayn. Dia merasa ingin segera bertemu Raras dan mengajaknya melakukan apa yang sedari tadi

dia bayangkan.

Begitu sampai di rumah, Zayn melihat mobil Raras sudah ada di garasi. Dia masuk dengan tergesa dan langsung naik ke lantai atas.

Begitu masuk, Zayn tak menemukan keberadaan istrinya. Zayn kembali ke lantai dasar dan mencari Raras hingga ke dapur.

“Raras dimana bi?”

“Bu Raras keluar sebentar pak, tadi ada temannya yang jemput.” Jawab bi Inem menyuguhkan segelas air putih pada Zayn.

“Keluar? Mau kemana mereka?” Gumam Zayn yang juga didengar bi Inem.

“Tadi bilangnya sih cuma kedepan sebentar pak, mungkin sebentar lagi juga pulang.” Sahut bi Inem memberi penjelasan.

Zayn menghembuskan napas, memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Karena tak menemukan keberadaan istrinya, Zayn memutuskan mandi untuk menghilangkan rasa pusing di kepalanya.

Zayn meneliti kamar mandi dengan seksama, “Tempatnya cukup besar, sangat cukup untuk mandi berdua.”

Selesai mandi, Zayn keluar hanya mengenakan bathrobe.

"Kamu sudah pulang, mas?" tanya Raras, duduk bersandar di tepi ranjang.

Zayn berjalan mendekatinya, berdiri tepat di hadapan Raras. "Dari mana?”

“Mm, ta-tadi i-itu, Gita jemput minta antar beli sesuatu.” jawab Raras sedikit gugup, tak berani menatap Zahn yang hanya mengenakan bathrobe.

Zayn mengangguk, lebih mendekat pada Raras. Zayn memberanikan diri menggenggam tangan istrinya, membimbingnya untuk berdiri.

“Apa boleh?” Tanya Zayn menatap lekat manik mata Raras.

Seketika Raras mendongak, matanya liar menatap jakun Zayn yang naik turun. Tetesan air dari rambutnya turun membasahi leher hingga ke dada bidangnya.

Raras susah payah meneguk ludahnya, berusaha mengalihkan pandangan meski terasa berat.

“Mm, mas aku ambilin baju ya.” Ucap Raras mengalihkan pembicaraan, dia lupa menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya.

Zayn memeluk pinggang Raras dengan cepat, tak akan membiarkan istrinya untuk pergi.

“Sekarang!” Bisik Zayn dengan suara serak.

Raras merasa jantungnya semakin berdebar-debar, tengkuknya terasa merinding diterpa hembusan nafas Zayn.

“Boleh, kan?” Tanya Zayn penuh harap.

“Memangnya aku bisa nolak?”

“Siapa yang akan tahan dari cobaan dada bidang sama roti sobek berderet itu.”

“Ya Tuhan, cobaanku terasa berat sore ini.” Batin Raras terus bergumam.

“Hm?”

Zayn menuntut jawaban pasti istrinya, hasratnya semakin memuncak saat menghirup aroma khas sang istri.

“I-iya.” Cicit Raras pelan.

Setelah mendapat persetujuan, Zayn mulai mencium pipi Raras dengan lembut. Zayn menurunkan cardigan Raras hingga terpampang lah bahu mulus nan sexy itu.

Zayn mulai menyusuri bagian tubuh atas istrinya, Mencium setiap inci kulit dengan lembut, dari lekukan lehernya yang hangat, hingga bagian atas bahu yang membuat Raras menggigil. Jari-jarinya meluncur perlahan ke bawah, menyentuh kulitnya yang lembut seperti sutra.

“M-mas..”

Zayn menatap Raras sayu, hasratnya semakin memuncak dan seakan meledak saat itu juga. Zayn mengangkat tubuh Raras keatas meja rias, mendudukannya dengan lembut dan hati-hati, dadanya semakin menghimpit dan saling bersentuhan.

Tanpa aba-aba Zayn langsung membuka bathrobe dan melemparnya ke atas sofa. Mata Raras seketika membola, dengan susah payah menelan ludah saat sesuatu bergerak dibawah sana.

“M-mas, ka-kamu ngapain?” Tanya Raras gugup, menutup sebagian wajahnya dengan tangan.

Zayn menyentuh tangan Raras, membuka dan menurunkannya dengan pelan. Kembali mencium bibir Raras dengan lembut, perlahan membuka cengkeraman bibirnya dan menjadikan ciuman itu semakin dalam.

Raras yang awalnya tegang mulai melepaskan diri, merespons setiap sentuhan dengan hati yang penuh rasa sayang. Jari-jarinya perlahan meraih leher Zayn, menggenggamnya erat.

Suasana seperti ini sungguh membuat Zayn tak menyangka, ternyata masih banyak hal baru yang belum mereka coba.

Dengan perlahan Zayn membuka semua baju yang dikenakan istrinya, melemparnya ke sembarang arah dan kembali mencumbunya dengan mesra.

Zayn menekan tengkuk Raras, semakin memperdalam ciuman. Dan kini balasan itu datang, Raras yang sedaei tadi gugup dan hanya diam, kini lebih berani membalas ciuman Zayn.

Napas Zayn menyapu hangat wajah Raras yang merona karena gelora, decapan dan hisapan mulai intens dan menggebu.

Gigitan-gigitan kecil Zayn berikan dibagian bibir bawah Raras, semakin membuat Raras melenguh hingga tanpa sadar mendesah sedikit keras.

Zayn mulai menurunkan istrinya dan menggiringnya masuk kedalam kamar mandi tanpa melepaskan ciumannya. Hisapan-hisapan Zayn berikan disekitar leher dan dada Raras, meninggalkan bercak merah tanda percintaan.

Ciuman Zayn semakin turun, di bawah aliran air shower Zayn menemukan dua gunung kembar yang kini menjadi favoritnya.

“Baby.. Mendesah lah!” Bisik Zayn tepat di cuping kanan Raras.

Raras yang tak kuat lagi, langsung meloloskan desahannya. Keduanya tenggelam dalam permainan cinta dengan versi yang baru.

“Mas Zayn…”

Raras terus mendesah saat Zayn bermain dengan gunung kembarnya, menyapu ringan dengan mulutnya dan sesekali meremasnya dengan lembut.

Zayn mulai membalikan tubuh istrinya, menempelkannya pada kaca dan segera memposisikan gerakannya.

Raras sedikit terkejut namun tak menolak, tubuhnya menempel erat pada permukaan kaca kamar mandi yang sedikit dingin namun segera terhangatkan oleh tubuh Zayn yang berada di belakangnya. Air hangat terus mengalir, menyiram mereka berdua dan membuat bayangan tubuh mereka jelas terlihat di kaca.

Zayn memastikan setiap gerakan dilakukan dengan lembut dan penuh perhatian, mengutamakan kenyamanan dan kebahagiaan istrinya.

Raras menjawab dengan desahan lembut yang menunjukkan betapa nyaman dan bahagianya dia merasakan sentuhan suaminya. Dia semakin menyerahkan diri pada momen keintiman ini.

Zayn melanjutkan dengan gerakan yang perlahan dan penuh rasa, selalu memperhatikan reaksi Raras dan memastikan dia merasa nyaman. Setiap sentuhan membuat Raras menggigil dan mengeluarkan desahan yang semakin membakar gairah suaminya.

“Mas Zayn ah…” Racau Raras saat lebih dulu mendapatkan puncaknya, kakinya gemetar terasa lemas seperti jelly.

Zayn sigap menahan pinggul Raras, melanjutkan gerakannya menghujamnya lebih dalam dan semakin mempercepat gerakannya.

“You drive me crazy, you're so perfect, Raras!” Bisiknya serak di telinga Raras.

Saat tubuh Raras menggigil lebih hebat, dia mengerang lagi dan lagi. Zayn menekan tubuhnya lebih erat, bibirnya mencium leher Raras yang merona.

“Oh shiiittt!” Saat Zayn mencapai titik puncaknya, ia mengerang mengeratkan pelukannya pada Raras.

"You're mine forever, Raras... no one else can make me feel like this.”

Setelah pelepasan, Zayn membersihkan tubuh istrinya, membersihkan area percintaan yang membuatnya terasa memabukan.

Malam ini Zayn merasa bahagia dengan hal baru yang dilakukannya.

Bersambung…

1
jisung
lanjutt kak cerita bagus dan singkat aku suka.😍
Athariz271: di tunggu ya😍
total 1 replies
Bunda Sri
lanjut Thor
falea sezi
lanjut donk
falea sezi
jalang gk tau diri
falea sezi
abis di pake dia cuek kayak lacur aja qm ras hmmm kasian
Bunda Sri
lanjut Thor , jng berhenti ceritanya bagus
Bak Mis
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!