NovelToon NovelToon
Bintang Jatuh Dan Sepotong Hati 2

Bintang Jatuh Dan Sepotong Hati 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Obsesi / Tamat
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Tulus

Selamat datang kembali, Pembaca Setia!

Terima kasih karena telah melangkah sejauh ini bersama Aulia. Jika kamu ada di sini, artinya kamu telah menjadi saksi bisu betapa perihnya luka yang ia simpan selama lima tahun, dan betapa kuatnya ia saat mencoba berdiri di atas kakinya sendiri di buku pertama.

Di "Bintang Jatuh Dan Sepotong Hati 2", perjalanan ini akan menjadi lebih menantang. Kita akan menyaksikan bagaimana Aulia mengubah rasa sakitnya menjadi kekuatan, bagaimana rahasia kelam masa lalu mulai terkuak satu per satu, dan ke mana arah hatinya akan berlabuh.

Terima kasih telah setia menanti dan mendukung karya ini. Mari kita lanjutkan perjuangan Aulia sampai akhir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Tulus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERMAINAN TOPENG PARA PEMBURU

Scarlett masih tertahan di ranjang rumah sakit, namun pikirannya telah melompat jauh melampaui dinding putih itu, mendarat di atas meja laboratorium yang penuh kabel dan sirkuit. Sore itu, ia memaksa Mavin untuk membawakannya laptop kerja. Ia tidak bisa membiarkan otaknya tumpul oleh aroma disinfektan sementara musuhnya sedang merayakan kemenangan di luar sana.

Namun, saat Mavin melangkah masuk ke kamar rawat, perhatian Scarlett teralihkan sepenuhnya. Tulang pipi Mavin tampak merah keunguan, ada luka lecet yang masih basah di sudut bibirnya. Ingatannya langsung melayang pada memar serupa di rahang Devan semalam. Potongan teka-teki itu pun menyatu dengan sempurna.

"Kamu berkelahi dengan Devan?" tanya Scarlett tanpa basa-basi.

Mavin tidak menghindar. Ia mengangguk pelan sambil meletakkan tas laptop di atas meja nakas dengan gerakan yang terkendali.

"Kenapa, Mavin?" Scarlett menatapnya tak percaya. Keduanya adalah pria-pria terhormat yang biasanya berperang menggunakan pengaruh saham dan kata-kata tajam, bukan adu fisik. "Jangan bilang... ini karena aku?"

Mavin memalingkan wajah, menatap ke luar jendela di mana senja mulai turun menyelimuti cakrawala Nordigo. "Itu urusan antar pria. Kamu tidak perlu memikirkannya," jawabnya pendek, suaranya sedikit serak—menyimpan amarah yang belum sepenuhnya padam.

Scarlett membisu. Ia tahu Mavin sedang berusaha melindunginya, bahkan dari rasa bersalah sekalipun. Di satu sisi, hatinya menghangat; Mavin adalah satu-satunya orang yang bersedia melayangkan tinju demi martabatnya yang selama ini diinjak-injak. Namun di sisi lain, kecemasan mulai merayap. Menantang Devan Laksmana secara fisik di wilayah kekuasaannya sendiri adalah langkah yang sangat berisiko bagi masa depan UME.

Ia menghitung hari. Lima hari lagi.

Lima hari menuju konferensi peluncuran UME, dan lima hari menuju hari di mana ia dan Devan akan menandatangani surat cerai. Takdir seolah sedang menarik garis finish yang sama untuk karier dan pernikahannya.

Scarlett mencoba fokus pada layar laptop, namun kepalanya terasa seberat timah. Ide-ide algoritma yang biasanya mengalir deras kini seperti terhambat bendungan raksasa akibat pengaruh obat. Jika dalam lima hari ia tidak bisa merombak inti robot itu, UME akan menjadi pecundang terbesar dalam sejarah teknologi Nordigo.

Saat kepalanya nyaris pecah karena frustrasi, ponselnya kembali bergetar. Sebuah nama yang jarang muncul kini terpampang di layar: Edric Lutarsa.

Jantung Scarlett berdegup sedikit lebih kencang. Keluarga Lutarsa adalah investor terbesar UME. Edric adalah pria yang cerdas, licin, dan sangat berbahaya. Scarlett tahu investor kelas kakap seperti dia bisa berubah menjadi hiu yang haus darah jika mencium bau kegagalan. Jika peluncuran tertunda, Edric punya alasan hukum untuk menekan UME atau bahkan menarik investasinya secara sepihak.

Scarlett menarik napas dalam dan mengangkatnya. "Halo?"

"Kudengar kamu jatuh sakit?" Suara Edric terdengar lembut, mengalun seperti melodi yang menenangkan, namun Scarlett tahu ada racun di balik nada itu. "Ada apa, Scarlett? Kenapa kamu begitu buruk dalam menjaga dirimu sendiri?"

"Hanya kelelahan kecil, terima kasih atas perhatiannya, Pak Edric," jawab Scarlett seformal mungkin, menjaga jarak aman.

Edric mendesak pelan, ada nada penyesalan yang dibuat-buat dalam suaranya. "Sayang sekali, aku sedang dinas di luar kota dua hari ini. Kalau tidak, aku pasti sudah ada di sana untuk menjagamu secara pribadi."

Scarlett sudah hafal gaya bicara Edric—setengah menggoda, setengah perhatian, selalu berhasil membuat wanita merasa menjadi pusat dunianya.

"Kapan Anda kembali ke Nordigo?" tanya Scarlett.

Edric terkekeh, suara tawanya terdengar renyah namun dingin. "Kenapa? Kamu merindukanku?"

Scarlett menanggapi dengan nada yang sama tenangnya. "Aku akan berusaha bertahan sampai Anda kembali, supaya Anda bisa membuktikan janji untuk menjaga saya... dan menjaga investasi Anda."

"Jangan bicara begitu," sahut Edric sambil menghela napas dramatis. "Melihat wanita cantik sepertimu terbaring sakit benar-benar membuat hatiku sedih, kau tahu? Kamu lebih berharga daripada sekadar angka di laporan keuangan."

Scarlett terdiam. Jika kata-kata itu diucapkan oleh pria lain, mungkin akan terdengar menjijikkan. Namun Edric memiliki karisma yang membuat segala kepalsuan itu terdengar alami, seolah-olah ia benar-benar tulus merasa iba.

Namun, Scarlett bukan lagi gadis remaja yang mudah terbawa perasaan. Lima tahun menjadi "istri yang terabaikan" telah mengasah ketajamannya dalam membaca topeng manusia. Ia bisa merasakan bahwa di balik kelembutan Edric, ada mata seorang pemburu yang sedang menilai apakah mangsanya masih layak dipertahankan atau harus segera "disembelih".

Ia tahu, perhatian Edric hanyalah sandiwara kelas tinggi. Edric belum pernah menunjukkan wajah aslinya, dan Scarlett harus sangat waspada. Karena dalam bisnis dan cinta segitiga yang rumit ini, perhatian yang terlalu manis sering kali hanyalah pembungkus untuk belati yang siap ditikamkan tepat di saat mangsanya lengah.

Topeng Edric mulai retak! Apakah ia benar-benar ingin membantu Scarlett menjatuhkan Grup Laksmana, atau justru sedang merencanakan sesuatu untuk mengambil alih UME saat Scarlett dalam kondisi terlemah?

1
Dini Anggraini
Q gak sabar vivian menuai karma si merebut devan dari scarlet dan devan di ambil pelakor lain yang lebih cantik dari vivian bukan scarlet tapi pemain baru yang menggoda devan bagaimana vivian merasakan jadi scarlet suatu saat nanti. 😡😡🙏🙏😍😍
Sweet Girl
O'oooon kamu Devan... kang drama kau tolongin.
Ndak ada kesempatan lagi buatmu Devan...
Sweet Girl
Eh iyaaaa, kemana mereka berdua kok Ndak mencari ketiadaan Scarlett disekitar nya.
Sweet Girl
Waaah kejam sekali kamu Devan...
itu barang satu satunya yg mengingatkan Scarlett kepada ibunya.
Sweet Girl
Wleeeh🤪
Dini Anggraini
Devan kamu gak pernah merasakan jadi scarlet biarpun nyawa pasti akan scarlet berikan demi cincin peninggalan ibunya karena di saat dia sedih, bahagia dan kangen ortunya scarlet hanya bisa mencium cincin peninggalan ibunya. Kamu enak kaya raya apapun bisa kamu dapatkan dengan hanya membeli semua dengan uang. 🙏😍
Sweet Girl
Lhaaa mana yang asli...??? atau emang ada dua cincin yg sama identik...???🤔
Sweet Girl
Emang bodoh kamu Pamela...
Sweet Girl
O'on kamu Pamela... klo mengikuti rencana Vivian.
Sweet Girl
Bener bener ular berbisa kau Vivian.
Sweet Girl
Jadi penasaran, apa yang akan dikatakan Nek Trisha di pestanya nanti.
Sweet Girl
Semoga aja Ndak kejet kejet terus pingsan.
Sweet Girl
Klo itu untuk Scarlett, ngapain kamu milih model yang sama Van...🤦
Sweet Girl
Bisalah... Amnesia kamu... klo karya yg kau curi itu juga karya Scarlett...
Sweet Girl
Bwahahaha banyak belajar dari kamu Scarlett.
Sweet Girl
Emang enak, lagi enak enaknya marah, diputusin gitu...🤣
Sweet Girl
Wah!? Gue banget nie... pejuang discount.🤪
Sweet Girl
Bwahahaha pacarmu yang payah.
tukar tambah aja sama robot nya Scarlett.
Sweet Girl
Terserah wes... yg penting sekarang Scarlett sukses.
Sweet Girl
Betul... karena dirimu memberikan kesempatan ke orang lain untuk meremehkan mu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!