NovelToon NovelToon
Jadi Simpanan Ceo

Jadi Simpanan Ceo

Status: tamat
Genre:Obsesi / CEO / Selingkuh / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Celyzia Putri

Nadia mengira melarikan diri adalah jalan keluar setelah ia terbangun di hotel mewah, hamil, dan membawa benih dari Bramantyo Dirgantara—seorang CEO berkuasa yang sudah beristri. Ia menolak uang bayaran pria itu, tetapi ia tidak bisa menolak takdir yang tumbuh di rahimnya.
Saat kabar kehamilan itu bocor, Bramantyo tidak ragu. Ia menculik Nadia, mengurungnya di sebuah rumah terpencil di tengah hutan, mengubahnya menjadi simpanan yang terpenjara demi mengamankan ahli warisnya.
Ketika Bramantyo dihadapkan pada ancaman perceraian dan kehancuran reputasi, ia mengajukan keputusan dingin: ia akan menceraikan istrinya dan menikahi Nadia. Pernikahan ini bukanlah cinta, melainkan kontrak kejam yang mengangkat Nadia .

‼️warning‼️
jangan mengcopy saya cape mikir soalnya heheh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Celyzia Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Berbeda dengan kegelapan yang menyelimuti kediaman Dirgantara, kehidupan Nadia di bawah perlindungan Dokter Julian terasa seperti musim semi yang baru saja tiba. Julian membawa mereka ke sebuah vila kecil yang asri di pinggiran kota, jauh dari kebisingan dan jangkauan mata-mata Bramantyo.

Fokus utama Nadia adalah kesembuhan Arka. Di bawah pengawasan ketat Julian, zat penenang di tubuh Arka perlahan-lahan dibersihkan melalui detoksifikasi medis.

"Bunda... kenapa kita tidak pulang ke rumah Ayah?" tanya Arka suatu pagi, suaranya sudah jauh lebih ceria meski matanya masih menyiratkan kerinduan.

Nadia berlutut di depan anaknya, membelai pipinya yang kini mulai kembali kemerahan. "Di sini lebih aman, Sayang. Kita sedang berlibur bersama Paman Julian. Arka suka kan, lihat kebun bunganya?"

Arka mengangguk perlahan. Ia tidak tahu bahwa setiap malam, Nadia menangis di kamar sebelah karena harus menjelaskan ketiadaan ayahnya tanpa merusak citra Bramantyo di mata Arka.

Julian tidak hanya menyembuhkan Arka, ia juga mencoba menyembuhkan jiwa Nadia. Ia membawakan peralatan lukis—sesuatu yang sudah bertahun-tahun ditinggalkan Nadia sejak ia menjadi "simpanan" dan kemudian "istri" sang Naga.

"Kau bukan lagi Nyonya Dirgantara di sini, Nadia," ucap Julian sambil menyerahkan palet warna. "Kau adalah Nadia yang dulu kukenal di panti asuhan. Gadis yang ingin mewarnai dunia, bukan gadis yang terkunci di sangkar emas."

Nadia mulai melukis. Awalnya goresannya gelap dan penuh kemarahan, namun lama-kelamaan, warna-warna cerah mulai muncul. Ia mulai merancang desain perhiasan lagi—bakat terpendamnya yang dulu sempat membesarkan nama Dirgantara, namun kini ia melakukannya untuk dirinya sendiri.

Julian adalah sosok yang sangat kontras dengan Bramantyo. Jika Bramantyo adalah api yang membakar, Julian adalah air yang menenangkan. Ia tidak pernah memaksa Nadia, ia selalu ada untuk mendengarkan.

Suatu malam, saat mereka duduk di teras sambil menikmati teh, Julian menatap Nadia dengan lembut. "Nadia, aku tahu hatimu masih penuh luka. Tapi aku ingin kau tahu, aku tidak menjemputmu malam itu hanya karena kasihan. Aku menjemputmu karena aku menyesal telah membiarkanmu pergi ke pelukan Bramantyo sepuluh tahun lalu."

Nadia terdiam. "Julian, aku tidak punya apa-apa lagi. Aku keluar dari sana tanpa sepeser pun uang."

"Aku tidak butuh uang Dirgantara, Nadia. Aku hanya ingin kau dan Arka aman," Julian menggenggam tangan Nadia. "Tetaplah di sini bersamaku. Kita bangun semuanya dari nol."

Nadia tidak ingin bergantung selamanya pada Julian. Diam-diam, ia mulai menjual beberapa desain perhiasannya ke butik-butik kecil dengan nama samaran. Ternyata, karya "Nadia" tanpa embel-embel Dirgantara justru meledak di pasaran karena keunikannya.

Keuangan Nadia mulai membaik secara mandiri. Ia mulai merasa menjadi wanita yang berdaya. Namun, di tengah kedamaian itu, sebuah berita di televisi mengejutkan mereka.

"Saham Dirgantara Group anjlok drastis setelah laporan keuangan menunjukkan adanya penggelapan dana besar-besaran. Direktur Utama, Bramantyo Dirgantara, dikabarkan jatuh sakit dan tidak pernah terlihat di publik selama satu bulan terakhir..."

Nadia menatap layar itu dengan perasaan campur aduk. Ia tahu itu adalah ulah Larasati yang sedang menggerogoti perusahaan dari dalam.

"Dia akan menghancurkan segalanya, Julian," bisik Nadia. "Bukan hanya perusahaannya, Larasati akan menghancurkan hidup Bramantyo sampai habis."

Julian melihat kegelisahan di mata Nadia. "Kau ingin kembali untuk menyelamatkannya?"

Nadia menatap Arka yang sedang tertidur lelap di sofa"buat apa aku sudah tidak penting baginya".

1
Meyliana Rembonan
lanjutkan donk
Meyliana Rembonan
lanjutkan donk
Thecel Put
karya menarik
membuat saya ingin terus membacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!