AFI seorang gadis yang berusia 21 tahun ,yang masih menduduki bangku perkuliahan yang harus menikah muda karna perjodohan dengan seorang abimana
salah seorang dokter muda ,sifat nya yang dingin ,cuek, dan muka datar nya namun tidak untuk istri nya ,ketika bersama istri nya Abi selalu bersikap lembut ,bawel, dan yang tentunya selalu menyayangi dan mencintai AFI,,,
jangan lupa mampir ke cerita ku ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aini saputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 32
Terlihat kuat disaat kita sedang tidak baik-baik saja itu menyakitkan, kadang kita butuh pendengar
Afi perempuan yang selalu dimanja oleh keluarganya, putri satu-satunya dari Rama dan Dinda, di keluarga nya Afi tak pernah mendapat kan bentakan ataupun kekerasan fisik.
"Adek lagi punya masalah?" tanya bunda
Adinda mengelus kepala putrinya yang terbalut hijab, Afi memeluk bunda nya dengan sangat erat, dia rindu bundanya rasanya semua beban hilang untuk sementara,
Menengadah memandang raut wajah bundanya, cantik, satu kata yang Afi gambarkan walaupun bundanya sudah berumur, namun tetap terlihat cantik
"Afi lagi ribut sama mas Abi Bun" kata Afi sambil memainkan jari-jemari bundanya
"Ribut kenapa?"
"Mas Abi ngambek sama Afi" kata Afi menjeda ucapan nya sebentar "tapi bunda nggak usah khawatir, aku sama Mas Abi cuman salah faham aja" lanjutnya
"Bunda tau, anak bunda bisa nyelesain masalahnya sendiri"
Afi melepas kan pelukan bunda nya, lalu menegakkan tubuhnya memperbaiki duduknya "Bun, Afi mau minta pendapat bunda"
"Pendapat tentang apa?"
Afi mencoba berfikir sebentar, bagaimana caranya menjelaskan pada bundanya
"Bun kalo Afi nunda buat punya anak egois enggak sih Bun, sedangkan pernikahan Afi udah setahun lebih?" tanya Afi
Dinda tersenyum pada putri satu-satunyan
"Salah kalo kamu nggak nanya suami kamu, harusnya adek nanya, tanya suami adek suruh Abi jujur dia keberatan atau tidak kalau untuk saat ini kalian menunda keturunan dulu " kata Dinda
"Gini ya dek, kalo menurut bunda untuk apa menunda kehamilan kamu, kadang lewat anak lah rumah tangga semakin harmonis"
"Jadi adek salah dong Bun?" tanya Afi dengan wajah sedihnya
Dinda menggeleng kan kepalanya "Bunda enggak bilang salah" jawab Dinda lembut
"Yaudah Bun adek pulang dulu ya, soalnya mama bilang pulang ngampus langsung pulang kerumah"
"Yaudah mau bunda suruh anterin Bang Rafka"
"Nggak perlu Bun, adek naik taxi aja lagian Abang lagi sibuk ngurusin istri tercintanya"
"Pantesan gue keselek tadi ternyata ada yang lagi ngomongin gue" Afi terkejut saat mendengar suara Adiba tiba-tiba sudah ada dibelakang nya.
Afi yang ketauan hanya cengengesan, "tapi kenanyataan kan" tanya Afi mengejek Adiba kembali
"Yaudah Bun Adek pamit ya"
Dan setelah nya Afi langsung menyalami tangan bundanya dan taklupa mencium kedua pipi-pipi wanita yang telah melahirkannya,
🍁🍁🍁
"Kamu liat menantu kesayangan kamu itu, bahkan Rangga sudah datang menjemputnya tapi dia malah keluyuran entah kemana" Adelia membuang nafasnya
"Mungkin afi ada urusan dulu ma" kata Adelia membela menantunya
"Suruh saja Abi ceraikan dia"
DEG...
Rasanya detak jantung nya seakan berhenti, Afi berdiri tak jauh dari mama mertuanya dan juga Oma Jihan, bibirnya Kelu tidak bisa mengata kan sepatah kata pun,
"Ma..." panggil Afi, Adelia menoleh menatap menantunya "Maaf Afi baru pulang, Afi mampir kerumah bunda bentar" kata Afi mencoba menjelaskan walaupun Adelia tak bertanya
Adelia hanya tersenyum," ya sudah sayang, bersih-bersih dulu gih bentar lagi tamunya datang"
Afi hanya mengangguk, dan setelah nya berlalu dari sana, tanpa sepatah katapun lagi,
Sesampainya di dalam kamar, Afi duduk ditepi ranjang bulir bening di pelupuk matanya jatuh tanpa diminta, Afi menangkupkan wajahnya dengan kedua telapak tangan mungilnya, bahunya bergetar, Isak tangisnya tak lagi bisa ia tahan,
Seorang laki-laki yang baru saja membuka pintunya mematung, melihat sosok perempuan yang ia cintai sedang menangis,
Abi!, iya laki-laki itu adalah Abi.
Abi mendekati istrinya ada rasa bersalah karena sudah meninggalkan istrinya, disaat wanitanya itu tidak baik-baik saja, Abi mendudukkan dirinya di samping Afi dipeluk nya Afi, Afi terkejut saat mendapat Abi yang tiba-tiba memeluknya,
"Syhuuut... Maaf sayang" kata Abi menenangkan istrinya, dielusnya kepala istrinya.
"Jangan tinggalin Afi lagi mas, Afi minta maaf Afi enggak terpasak jadi istri mas Abi, Wallahu mas Afi benera cinta dan sayang sama mas Abi" kata Abi terbata-bata
"Maaf, mas udah lukain hati kamu sayang
kenapa lagi hemm...?" tanya Abi lembut.
Abi melepaskan pelukan mereka di tangkup nya kedua pipi istrinya, ditatap mata bulat yang sedikit sipit itu, Afi yang ditatap seperti itu langsung menunduk pandangan nya,
"Lihat mas sayang" kata Abi memerintah Yang langsung dituruti oleh Afi "kenapa nangis" tanya Abi kembali
"Oma nyuruh mas Abi ceraikan Afi" jawab Afi lirih air mata nya kembali menetes, Abi memeluk istrinya kembali didekapnya Afi dengan sangat erat...
BERSAMBUNG...
Mohon maaf🙏 ya guys kalo masih banyak nya tipo, jangan lupa like, vote and komen salam hangat dari author.