NovelToon NovelToon
YOUR STEPMOTHER

YOUR STEPMOTHER

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Ibu Tiri
Popularitas:55k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Anita tak pernah menyangka bahwa dia akan hidup abadi akibat kutukan dari keluarganya yang tewas karena ulahnya.

Seluruh keluarga Anita tewas oleh pengkhianatan sahabat karibnya bernama Samantha yang menjebak Anita berbuat jahat mengikuti kemauannya.

Selama dua ratus tahun, Anita hidup dalam ketidakpastian yang menyakitkan hatinya, dia kesepian, sendirian, tak punya keluarga lagi namun dia abadi.

Anita bertekad akan mengubah hidupnya menjadi lebih baik jika seandainya Tuhan Yang Maha Esa memberinya sebuah kesempatan baru untuk memulai hidupnya jika dia berkeluarga lagi. Dan Anita berharap Tuhan mempertemukan dia dengan keluarganya di kehidupan baru nantinya.

Mampukah Anita berubah dan menjadi ibu tiri yang baik hati ?

Mari kita ikuti serialnya, ya, pemirsa dan terima kasih telah membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 HOTEL LUXURY TUMBLER

Untuk beberapa saat, Anita Tumbler terdiam sembari berpikir serius.

Celoteh suara Alana kecil membuatnya jatuh simpati, untuk menjadi ibu tirinya mungkinkah dia akan menerimanya.

Namun sampai detik ini, tidak ada respon khusus dari Adrian Wilson yang memintanya menjadi ibu bagi Alana kecil dan Azka, dua bocah kembar berbeda jenis kelamin, laki-laki dan perempuan.

"Mama Anita, nanti tidur dengan Alana ya, biar Azka tidur sama papa, Alana ingin ditemani mama Anita..."

Anita tersentuh oleh ucapan Alana kecil kemudian berkata pada bocah perempuan itu seraya membungkuk ke depan.

"Tapi mama Anita harus kembali ke bar restoran untuk bekerja, siapa yang akan menjaga disana jika mama Anita tidak ada".

"Kan banyak pekerja bar restoran, biar mereka yang mengurusnya, mama Anita sama Alana saja."

"Mmm..., bagaimana ya, biar mama Anita pikirkan sebentar..."

"Ayo, ayo, ayo, mama Anita !"

Alana merengek-rengek seraya menarik tangan Anita Tumbler.

"Aduh, Alana... ?!"

"Ayo, mama Anita !"

"Alana..."

"Mama Anita !"

Anita tampak kebingungan sembari berpikir serius tentang ucapan Alana kecil.

"Sebentar nanti mama Anita pikirkan, sekarang Alana sebaiknya ke kamar dulu buat beristirahat."

Anita menggenggam erat-erat kedua tangan Alana sembari tersenyum simpul.

"Tidak mau, tidak mau, Alana mau ditemani sama mama Anita saja, Alana tidak mau !"

"Alana..."

Anita terlihat kebingungan dengan tingkah laku Alana kecil, dia tidak tahu harus berbuat apa untuk menghadapi putri kecil dari Adrian Wilson.

Terdengar suara Adrian Wilson di sebelah Anita Tumbler.

"Alana !"

Seketika Anita Tumbler memalingkan muka ke arah suara itu, tampak Adrian Wilson berdiri dengan sorot mata tajam.

"Kenapa merengek seperti itu pada Anita Tumbler ?"

Terburu-buru Anita menyela pembicaraan Adrian Wilson dan Alana kecil.

"Alana minta ditemani olehku, sebab itulah dia merengek-rengek padaku, tapi aku tidak punya waktu karena harus kembali ke bar restoku."

"Alana, kenapa kau bersikap semanja itu pada Anita Tumbler, kasihan dia harus kamu repotkan."

Tampak kedua mata Alana berkaca-kaca saat dia memandang kepada Adrian Wilson.

Melihat Alana seperti itu, membuat hati Anita Tumbler jatuh iba seraya berkata pada bocah perempuan itu.

"Biar aku temani Alana, aku akan menghubungi Pedro agar dia menjaga bar restoranku selagi aku disini."

"Tapi itu akan sangat merepotkanmu, Anita, aku merasa tidak enak hati padamu."

"Tidak apa-apa, Adrian."

"Jangan merasa sungkan kepadaku, aku bisa mengerti jika kau keberatan menemani Alana, dan aku paham akan kesibukanmu, Anita."

"Oh, tidak, tidak... ! Bukan masalah besar bagiku, aku bisa temani Alana, tidak apa-apa, Adrian. Jangan kuatirkan soal itu !"

"Tapi... ?!"

Adrian Wilson melirik pelan ke arah Alana kecil yang berdiri di sampingnya, terlihat putri kecilnya itu menunduk murung.

"Alana, apa kau masih mau ditemani oleh Anita Tumbler ?"

Alana segera menganggukkan kepalanya, tanda dia masih mau ditemani oleh Anita Tumbler.

"Kalau begitu, kita pergi ke kamar lalu tidur bersama, bagaimana Alana ?"

"Yeay... !"

Alana kecil memekik ceria seraya mengangkat kedua tangannya ke atas lalu tertawa riang.

Melihat senyum bahagia milik Alana kecil membuat Anita Tumbler ikut senang sehingga dia bernafas lega sebab Alana tidak jadi bersedih hati.

"Ayo, Alana, kita pergi sekarang !"

Anita mengulurkan tangannya kepada Alana kecil sembari mengajaknya pergi.

"Yeay... ! Ayo, kita pergi sekarang, mama Anita !"

Alana kecil menyambut uluran tangan Anita Tumbler seraya tertawa senang lantas keduanya berjalan bersama-sama menuju ke kamar untuk menginap.

Adrian Wilson hanya berdiam diri saja seraya memandang ke arah Anita dan Alana yang sedang berjalan bersama.

Senyum tipis tak sengaja terpancar di sudut bibir Andrian Wilson dan hal itu membuatnya tersentak kaget.

Tak pernah dia bersikap seaneh ini setelah kepergian Hazel beberapa tahun yang lalu.

Namun pertemuan pertama kalinya langsung mengubah perasaan Adrian Wilson menjadi sangat bahagia ketika dia melihat Anita Tumbler.

"Ah, sebaiknya aku ke kamarku saja sebab yang lainnya sudah pergi ke kamar mereka masing-masing."

Adrian mendongak ke atas lalu tertawa kecil seraya berjalan maju.

"Masih banyak kesempatan lebih mengenalnya dekat..."

Adrian melangkahkan kedua kakinya yang mengenakan sepatu kulit edisi terbatas, dia bermaksud pergi ke kamarnya.

Sedangkan Azka telah pergi bersama kerabatnya karena dia masih ingin bermain bersama mereka di kamar hotel lainnya.

Tampak Adrian Wilson berjalan sendirian, namun disekitarnya muncul sinar aneh berkilauan yang mengiringi langkah kakinya menuju kamar hotel, dia menginap.

"Tap... ! Tap... ! Tap... !"

Anita tertawa ceria bersama Alana kecil yang menggendong Tarsius Wilson di kamar hotel milik Anita Tumbler.

Mereka terlihat sangat senang sambil rebahan di atas ranjang tidur ukuran single king yang di peruntukkan bagi tamu hotel kalangan VVIP.

Sengaja Anita Tumbler menyediakan kamar hotel khusus bertaraf VVIP bagi Alana kecil menginap di hotel miliknya.

"Apa kau suka kamar ini, Alana ?"

"Ya, aku sangat senang, mama Anita !"

"Benarkah itu ?"

"Ya, mama Anita. Alana sangat menyukai kamar hotel ini, coba seandainya saja ini kamar tidur Alana di rumah pasti akan sangat menyenangkan."

"Oh, yah, memangnya kamar tidur Alana seperti apa kalau mama Anita boleh tahu ?"

"Kamar Alana sangat luas tapi tidak sebagus kamar hotel ini, mama Anita."

"Kalau begitu nanti mama Anita buatkan kamar tidur buat Alana semirip kamar hotel ini, bagaimana ?"

"Yeay, Alana suka, suka, suka !"

Anita tertawa senang melihat reaksi Alana kecil yang tampak bahagia mendengar perkataannya bahkan bocah kecil itu langsung memeluk Anita seraya memgucapkan terima kasih.

"Terima kasih, mama Anita..."

"Sama-sama, Alana..."

"Tapi..., mama Anita tidak tinggal bersama Alana di rumah, bagaimana mama Anita membuatkan kamar semirip ini ?"

"Yah, nanti mama Anita berkunjung ke rumah Alana dan meminta ijin pada papa Adrian buat merenovasi kamar tidur milik Alana di rumah Alana."

"Benarkah itu, mama Anita ?"

"Ya, Alana."

"Hore... Hore... Hore... !"

Alana berseru senang seraya tertawa ceria lalu melompat-lompat senang di atas ranjang tidur ini.

"Asyik, mama Anita mau main ke rumah Alana !"

"Ya, ya, ya..."

"Tapi kapan mama Anita akan main ke rumah Alana ?"

"Mmm..."

Anita mengerlingkan kedua bola matanya ke kanan dan ke kiri secara bersamaan lalu berkata.

"Nanti mama Anita pikirkan lagi tentang rencana main ke rumah Alana karena mama tidak langsung bisa berkunjung ke rumah Alana dalam waktu dekat ini."

"Ya, kenapa begitu padahal Alana sudah bersemangat sekali menyambut kedatangan mama Anita ke rumah Alana ?"

Alana tampak cemberut sembari menunduk sedih, dengan tanggapnya Anita segera membujuk Alana kecil agar bocah kecil itu tidak lagi bermuram durja.

"Jangan sedih, Alana !"

"Tapi mama Anita tidak bisa datang sekarang ini ke rumah Alana."

"Bagaimana mama Anita bisa datang sekarang, kan Alana dan keluarga besar papa Adrian masih liburan disini ?"

"Oh, iya, ya, Alana lupa itu."

"Nah, sekarang Alana tidak bersedih lagi

 kan ?"

Alana menjawab dengan gelengan kepala cepat kemudian berkata tegas.

"Tidak, tidak lagi, mama Anita."

"Anak pintar, nanti mama Anita bicarakan rencana kunjungan mama Anita ke rumah Alana dengan papa Adrian."

"Kapan, mama Anita akan bicara dengan papa ?"

"Mmm..., kira-kira mungkin besok sebab papa Adrian pasti sekarang sudah beristirahat di kamarnya..."

"Hore, hore, hore !"

Anita tertawa pelan ketika dia melihat reaksi senang yang ditunjukkan oleh Alana kecil kemudian di peluknya gadis kecil itu dengan penuh kasih sayang seperti dia sedang memeluk mendiang Karen, putri kandungnya yang mirip sekali dengan Alana kecil.

1
Patricia Vernanda
kakek nih jeli juga ya ternyata 🤭
Patricia Vernanda
akhirnya
Patricia Vernanda
srem juga tinggal di kota mati
Patricia Vernanda
saya sih penasaran dengan hewannya darimana dia muncul
Patricia Vernanda
ternyata anita tuh tajir juga ya 🤭
Patricia Vernanda
serem juga tinggal di gedung tua yak
Patricia Vernanda
monyet bukn nih primata
Patricia Vernanda
jadi teringat apa ya
Patricia Vernanda
🤭
Patricia Vernanda
nyaris sja mrreka nih 🤭
Patricia Vernanda
akhirnya Anita bisa bersama mereka lagi meski beda situasi tapi setidaknya Anita dapat bertemu orang2 yang mirip dengan mendiang keluarganya
Patricia Vernanda
up thor 💪
sky 15
gak deh untuk kesekian kalinya
sky 15
Yailah, dah dikutuk ngapai nolong orang yang ngutuk kamu Anita...
sky 15
biar aja gak usah kembali dah daripada hidup terkutuk terus terusan
sky 15
Cinta yang membusuk
sky 15
hidup di kota mati yang gak ada apa-apanya seperti hidup di perantauan yang gak kenal siapa-siapa
sky 15
Dia benar-benar frustasi
sky 15
Bagaikan hidup tak mau mati pun segan bagi Anita Tumbler
sky 15
Gak bisa bayangkan bagaimana jadi Anita Tumbler...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!