Rani yang masih berusia 18 tahun, dengan rela dinikahi Malik yang berusia 50 tahun, pria yang baik dan pernah menyelamatkan hidupnya. dimana Malik, pria tua itu selama lima tahun menderita disfungsi yang tak bisa disembuhkan. Dan Rani lah orang yang dapat menyembuhkan penyakit itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danira16, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meracuni
Keluarga Malik berkumpul diruang makan, dengan kedua anaknya dan mantan isterinya. Rani juga ikut kegiatan sarapan bersama bersama keluarga suaminya.
Awalnya ia tak ingin ikut, karena ia khawatir kedua anak Malik tak nyaman dengan kehadiran dirinya. Namun suaminya itu mendesaknya untuk ikut, dan akhirnya ia patuh dan kini Rani telah berada diruangan besar kediaman suaminya.
Susan dengan tidak tahu malunya ia ikut nimbrung dan menyantap makan bersama mantan suami dan istri barunya. Diruangan itu tak ada pembicaraan, hanya denting sendok dan garpu yang mulai bekerja.
Sesekali Mesya menatap ibu tirinya, ibu tirinya yang usianya lebih muda dari dirinya. Berulang kali ia menatap sosok muda itu dari rambut hingga ujung kaki, dan Mesya merasa sang ayah jatuh cinta pada Rani karena fisiknya yang terlalu sempurna.
Tentu saja sempurna bak Dewi cinta, banyak pemuda dan bahkan pria tua dikampung ingin memiliki Rani menjadi pendampingnya bahkan selirnya. Sayang sekali mereka semua harus menelan kekecewaan karena bunga desa dikampung nya telah dipetik pria lain, dan itu Malik.
"Enak makanannya, bi Ijah memang pandai masak ya?" Puji Mesya.
Rani hanya tersenyum saja, ia tapi senang jika Mesya senang dengan rasa sup buatan nya.
Sang suami yang tau bahwa makanan itu yang buat adakah isterinya, ia ingin mengatakan itu pada Mesya namun Rani mengkode Malik dengan mengeleng.
Untungnya bi Ijah tak ada diruangan itu, jika ada ia pasti akan berbicara dan mengatakan bahwa yang memasak semuanya adalah Rani.
Namun diam-diam Susan tahu bahwa sup ayam yang dimakan puterinya itu buatan Rani, ia pun tak bakalan mau bilang pada Mesya.
"Kamu sampai kapan ada disini?" Tanya Malik menatap Susan tak suka.
"Memangnya kenapa? Kamu gak suka aku ada disini? Atau istri kamu ini yang tidak memperbolehkannya?" Tukas Susan menyindir, dan lagi-lagi Rani yang terkena dampak dari perselisihan sengit keluarganya.
Rani langsung menunduk, ia ketakutan melihat wajah mantan isteri suaminya yang begitu tak suka padanya. Malik yang paham sang isteri tak nyaman ia pun merah tangan Rani dan mengusap lembut.
"Jangan takut ada mas." Ucap Malik, dan Rani hanya tersenyum tipis menatap suaminya. Ia percaya sang suami bisa melindunginya, termasuk dalam hal ini.
Yaitu menghadapi keluarganya sendiri, ia merasa semuanya tak menyukai dirinya dan Rani merasa itu semua karena dirinya yang terlalu gegabah setuju menikah dengan Malik.
Melihat rasa perhatian Malik pada Rani, membuatnya panas dan terbakar api cemburu. Susan ingat ketika ia selalu menjadi ratu bagi Malik dan pria itu sering memanjakan dirinya dengan begitu banyak hadiah serta kemewahan duniawi.
Kini Susan hanya bisa menelan rasa kecewa melihat dua insan berbeda usia itu saling mengasihi dan mencintai. Tapi bagi Susan dan Mesya mereka menganggap Rani hanya menyukai Malik karena hartanya saja.
"Kau tidak bisa berlama-lama tinggal disini, karena kita bukan suami isteri lagi." Pertegas Malik yang menyerang balik pada Susan.
"Tapi kita belum resmi bercerai mas, hanya karena perempuan j4l*Ng ini kamu dengan mudahnya mengabaikan aku, padahal semua itu bukan murni kesalahan aku. Kamu pun juga ber$elingkuh." Tukas Susan berapi-api.
Mesya dan Andy bahkan yang tadi sudah merasakan hawa panas, kini makin gerah melihat pertengkaran orang tua mereka.
"Sudah cukup Susan, aku dan Rani beda. Kami salah karena suatu sebab, tapi kamu telah lama menjalin hubungan dengan Rico. Siapa yang lebih bersalah disini." Teriak Malik yang menolak disalahkan penuh oleh suaminya.
Mesya merasa kesal ia pun menggebrak meja, dan mengejutkan semuanya. Terutama Malik dan Susan yang sedang adu mulut.
"Cukup, aku sudah lelah kalian selalu saja seperti ini. Ayah, dia memang banyak salah padamu dan terlebih dulu mengkhianati ayah, tapi dia juga ibu kandungku. Tolonglah berbaik hatilah padanya yang sudah memberikan sesuatu dalam hidup ayah. Bukankah ayah sayang aku kan?" Ucap Mesya beserta keluhannya.
Susan dan Malik terdiam cukup lama, hening sebentar. Rani pun merasa tak enak hati diantara keluarga itu, ia hanya mampu membisu tanpa mau mengatakan sepatah katapun.
Sungguh rasanya Rani ingin menghilang sejenak dari ketegangan keluarga ini. Sekuat tenaga Rani akan mencoba banyak bersabar dengan situasi yang tidak mengenakan ini.
Hati Malik mulai meredam karena ucapan puterinya, ia melihat bulir alir mata Mesya yang sudah jatuh berderai membasahi wajahnya.
Malik tak kuasa melihat kesedihan itu, sedangkan Susan terlihat berada diatas angin karena puterinya membela dirinya, walau ia melakukan kesalahan fatal.
"Baiklah Mesya, aku akan mengizinkan ibu kamu ada disini, tapi itu hanya sebentar karena ayah tidak ingin dia meracuni kalian untuk membenci Rani." Ucap Malik setelah ia menimang keputusan yang ia ambil ini.