NovelToon NovelToon
The Big Families 2

The Big Families 2

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia
Popularitas:825.5k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Melinda Damayanty

Sekuel ke empat Terra The Best Mother, sekuel ke tiga Sang Pewaris, dan sekuel ke dua The Big Families.

Bagaimana kisah kelanjutan keluarga Dougher Young, Triatmodjo, Hovert Pratama, Sanz dan Dewangga.
Saksikan keseruan kisah pasukan berpopok dari new generasi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERSIAPAN PERNIKAHAN

Kemauan Bart harus dipenuhi, ia ingin pernikahan cepat. Satu minggu, seperti yang lain. Herman sampai mengurut kepala karena pusing mendengar ocehan pria paling tua di sana.

"Dad, satu minggu, mana cukup! Belum undangan, gaun pengantin, dekorasi, tempat, prewed!" serunya kesal.

"Untuk apa! Toh yang lainnya bisa! Cukup seratus undangan saja!" sengit Bart tak mau kalah.

"Dad!"

"Sayang, sudah ya. Kita iyakan saja," cegah Khasya menenangkan suaminya.

"Lihat Khasya. Suamimu itu memang belaga, ia merasa paling pintar. Padahal aku paling banyak makan asam garam dari dia!' sungut Bart menunjuk Herman.

"Iya, Daddy. tapi boleh dong, Sasya kasih masukan?" sahut Khasya lembut.

Bart mengangguk, "Apa saranmu?"

"Dad, Baby kan dua orang besar. Terlebih Baby Seroja adalah seorang hakim.agung dan pengacara ternama. Mana mungkin kita adakan pernikahan kilat. Benar kata Herman, kita harus memikirkan konsep ...."

"Kau mengajariku, Khasya?" tanya Bart sinis.

"Dad ...," Khasya menatap Bart.

"Satu minggu, semua harus rampung! Aku takut, besok malah aku bangun sudah ditanya malaikat Munkar dan Nakir!" sengit Bart dan Khasya tak bisa membantahnya.

"Boy! Buatkan pesta resepsi dengan tema golden party! Aku mau mawar dan melati jadi bunga hidup!" seru Bart pada Virgou.

"Kita nggak tanya sama Dimas dan Seroja dia mau pesta seperti apa?" tanya Kanya.

"Kau pikir aku tak tau apa yang bagus buat cucuku!" teriak Bart.

Bram melotot pada istrinya, akhirnya semua orang kena marah Bart. Bahkan Terra yang tak tau apa-apa, kena imbasnya.

Akibat marah-marah, kini tubuh pria itu lemas dan menggigil. Semua tentu panik.

"Grandpa!" tangis Terra melihat kakeknya yang meringkuk kedinginan padahal cuaca sangat terik.

"Ayo kita bawa ke rumah sakit!" seru Virgou yang sudah panas matanya.

Suasana mansion langsung berubah kacau. Yang tadinya hanya debat kecil, kini berganti panik. Herman langsung berlari ke arah Bart menepuk-nepuk bahunya yang pucat.

“Dad! Dengar suara saya, Dad!” serunya panik.

Bart menggigil hebat, matanya terpejam. “Dingin… padahal matahari panas sekali…” gumamnya pelan.

“Cepat, ambil selimut!” teriak Khasya.

Terra langsung berlari ke kamar, mengambil selimut tebal dan menutup tubuh Bart.

“Grandpa hangatkan tubuhnya dulu!” katanya tergesa.

Para pengawal sigap, mobil sudah siap. Mereka membopong Bart ke mobil, Gomesh sudah siap, Virgou naik,Terra dan Khasya ingin ikut.

"Kalian di rumah!" teriak Virgou.

"Kak!"

"Sayang!' protes Terra dan Khasya.

"Kalian di rumah. Biar aku yang bawa. Daddy ya. Bilang Leon dan Frans!" ucap Herman lalu naik ke mobil.

Kendaraan itu langsung melaju kencang. Tentu sebagai pebisnis, kesehatan Bart sangat disembunyikan. Ego bisnis dikedepankan, ada banyak orang bergantung hidup di perusahaan yang Bart dirikan.

Tin! Tin! Gomesh menekan kuat-kuat klakson mobil, bentakan dan makian keluar dari mulut pria raksasa itu. Bart sampai tertawa mendengarnya.

"Alhamdulillah, Daddy tertawa. Dia tak apa-apa!" ucap Herman lega.

Sampah depan rumah sakit, Daud sudah menunggu, wajahnya pias. Ia berdiri bersama sepuluh tim dokter dan profesor ahli jantung.

Penjagaan sigap dan cepat, Bart turun perlahan dan langsung dinaikkan ke atas brankar. Virgou memindai lokasi melalui BraveSmart ponsel. Ia meyakini jika tak ada satu pun wartawan yang bisa meliput atau mengambil gambar Bart yang sakit.

Sementara di rumah Leon, pria itu baru mendapat kabar jika ayahnya masuk rumah sakit akibat menggigil mendadak.

"Bro, Dad is in the hospital!" ujarnya pada Frans.

Mereka ada di rumah Leon bermain bersama yang lain. Rumah Terra yang bersebelahan dengan. Bart masih dikunjungi petukang untuk merubah dekorasi.

"Apa? Apa itu serius?" tanya Frans tegang.

"Katanya Daddy tiba-tiba menggigil kedinginan," jawab Leon.

"Dia seperti itu kenapa? Pasti ada alasannya!" seru Frans.

"Biasa ... Mau menang sendiri," jawab Leon.

"Apa perlu kita ke sana?" Leon mengangguk.

"Ayo, tunggu Terra dan Mba Khasya!" ujarnya.

Tak lama Khasya dan Terra datang membawa banyak makanan

"Alhamdulillah, kami langsung pergi ya!" pamit Leon pada Khasya dan Terra.

"Iya, hati-hati!" ujar Khasya.

Leon pamit pada istrinya Najwa dan Frans pada Lastri. Dua wanita itu sama khawatirnya dengan kondisi Bart.

"Daddy sudah sangat tua. Semoga, Daddy baik-baik saja!" ujar Lastri berharap.

Mereka masuk dan para maid. menyusun makanan yang dibawa Khasya dan Terra.

Sementara Khadijah dan Mala mendatangi semua saudaranya yang banyak itu.

"Days ... Lada peulita pesliyus!" . ujar Khadijah dengan mata besar.

"Apa yang telsadhi!" seru Zaa yang duduk di sofa single.

'Imih peultala Wuyuy!" jawab Mala diangguki Khadijah.

"Wiya!"

"Pa'a?!' seru semua bayi.

"Beumana pa'a yan teulsadhi?" tanya Faza yang tiba-tiba hilang bahasa dewasanya.

"Benpa patay pasasa lindlis!" jawab Khadijah.

"Blo ... Ded ... Eum pa'a tatana?" tanya Khadijah pada Mala.

"Blo, Ded wos in.sospitel!" sambung Mala.

"Dedwosin sospitel?" semua bayi mengerutkan keningnya.

"Wiya ... Tata Benpa Flans dhini! Pa'a?.Pa'a ipu pesliyus? Dithu!" Mala mengangguk membenarkan.

"Wiya, tatana Benpa Welon, Addy piba-piba beundidil!" sambungnya.

"Beundidil peulalti Wuyuy .... eh dali bana tamuh pahu ipu Wuyuy?" tanya Jamila sanksi.

"Woh tan Benpa Welon pilan Addy piba-piba beundidil! Addy yan pipandhil mama Benpa Welon butanna ipu Wuyuy!' sahut Mala menjawab.

'Benen!" angguk Khadijah.

"Beumana teunapa Wuyuy beudithu?" tanya Ali ingin.

"Benpa Flans judha tanya ipu sih!" jawab Mala.

"Tewuz zawapan Benpa Welon , pa'a?" tanya Umar.

"Tatana Benpa.... Piyasalah ... Pawu beunan peuldili?" jawab Khadijah dan diangguki Mala.

'Bawu beunan peuldili? Beumana Wuyuy itut lompa?" tanya Umar lagi bingung.

"Bana tamih pahu!' sahut Khadijah dan Mala sambil mengangkat bahu mereka.

Sementara itu di ruang eksklusif rumah sakit. Bart tidur dengan tenang, tim dokter memberikan terapi ketenangan. Di usia Bart yang sekarang, obat tentu dihindari karena sistem kekebalan tubuhnya tak sebaik masa mudanya dulu.

"Alhamdulillah, Wuyuy nggak apa-apa. Hanya tegang saja!" ujar Daud yang memeriksa laporan di tangannya.

"Alhamdulillah!" seru Herman dan Virgou lega. Leon dan Frans baru datang, mereka dikabari jika ayahnya baik-baik saja. .

"Memang awalnya kenapa sih?" tanya Frans.

"Daddy tau sendiri lah. Grandpa ingin semua apa yang dia mau dituruti," jawab Herman.

"Ayah, Daddy, Grandpa!" tegur Daud.

"Kalian tau jika Wuyuy keras seperti itu. kenapa sih disahuti!" lanjutnya gemas. .

"Habisnya, Baby. Orang tua itu nggak tau diri!" adu Virgou membela diri.

'Iya kan saja sih. Nanti kan pastinya berubah juga!" sahut Daud menatap semua orang tuanya

"Baby!" mereka tentu protes.

Daud menghela nafas, ia juga berhadapan orang yang sudah tua. Herman yang usianya sudah lebih sembilan puluh tahun, Frans yang berusia sama dengan Herman, Virgou dan Leon. Mata Daud tiba-tiba mengembun.

Ia berdiri dan memeluk semuanya, ia masih ingin melihat mereka semua ada sampai nanti.

"Sehat-sehat terus ya, Daddy, Ayah, Grandpa. Daud sayang banget sama kalian!'

Bersambung.

Ah ... Sehat-sehat semuanya.

Readers!

next?

1
Salma Suku
Aamiin🤲
Dee
next kakkkk
Lilo Stitch
kok jadi cicit? Setya bukannya anaknya Raka? Rakan kan anaknya Karina, harusnya cucu bukan cicit
Salma Suku
Kereeen,memang author yg terbaik👍
yonahaku
nah kan jadi pingsan traumanya beda dengan Darren walaupun sama-sama menyakitkan Darren dipukulin sama mamanya sampai babak belur sedangkan kak Karina itu ditinggal pergi sama suami pada saat dia membutuhkan dukungan akibat anaknya terkena penyakit autis waktu masih bayi
yonahaku
lanjut kak Maya
puji indari
memang klo trauma tuh susah obatnya kecuali dari dirinya sendiri dan kelembutan jg cinta kasih dari kluarganya. tapi klo karina menutup hatinya dari yg lain ya itu lain cerita
Salma Suku
Gays puniyah walwah semakin mencekam
Salma Suku
Semangat thor...aku suka karyamu👍
nurry
waduh kenapa tuh Karina
nurry
lanjutkan kak Maya
Atik Marwati
Karina trauma kenapa ya🧐🧐🧐🧐
Nur Lailla
baby iya bantu mama karina baby,semoga setya berjodoh ama renata
Hasna Nursyafah
next part ka
yonahaku
kak maya typo lagi
Dandelion
next ka
Raysah Baper
hiks,, Karina maafkan dirimu, maafkan segala kejadian yang menimpamu.. kekhawatiran mu bisa menjadi boom untuk diri sendiri,,
semua punya niat dan pemikiran yg baik hanya...
Nancy Nurwezia
kenapa karina selalu keras kepala ya..
evvylamora
koq satya cicit thor?? cucu dong?? kl kanya sm Bram br tuh cicit.. Karina ga pernah belajar dr dulu, msh sombong aja
Zay Zay
no komen aq,bingung sndiri nanggepin na.😮‍💨😮‍💨😮‍💨😮‍💨😮‍💨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!