Reykania cantika murni ia adalah gadis cantik yang sangat rupawan, tapi karna masa lalunya membuat ia menjadi gadis dingin dan Arogan pada pria tampan.
disisi lain ada pria tampan yang menjadi obsesi semua wanita bahkan dikalangan gadis sekalipun, pesona nya tidak bisa dibantah, banyak wanita dan para gadis pengusaha dan para model internasional begitu menginginkannya,
tapi mereka tau laki-laki tampan yang satu itu bukanlah laki-laki yang mudah untuk ditaklukkan hatinya. oleh karna itu, mereka hanya bisa berlomba-lomba ingin semalam saja bersamanya. berapa kalipun mereka berusaha sealu ditolak mentah-mentah yang awalnya mereka berfikir kalau Rezio Mahadiningrat juga pria normal yang memiliki hawa nafsu.
namun siapa sangka Gio bukanlah penjahat wanita karena dia memiliki ibu yang sangat ia cintai belum lagi adiknya yg berusia 17 tahun.
Gio percaya akan adanya hukum karma jika ia mempermainkan wanita ia takut adik tersayangnya juga dipermainkan oleh laki-laki lain.
ia memiliki seorang ratu dihatinya!
pertemuan singkat dimalam itu begitu terkesan olehnya hingga ia begitu terobsesi pada gadis itu..
siapakah gadis itu?
....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ramah
Hari ini Kania, Yoza dan Ranita bangun pagi-pagi sekali karna hari ini adalah hari pertama mereka masuk Magang di Kantor pusat.
"Oh ya ampun... Aku harus beli lagi baju Formal saat kita Magang nanti? ". Tanya Yoza sambil memutar tubuhnya memperlihatkan baju Formal yang dikenakannya.
"Heii... Aku waktu itu beli baju Formal cuma 5 stel dan kau belinya 10 stel. apa masih Kurang hah? Jika saja saat itu aku tidak melarangmu kau pasti sudah memborong semua baju Formal di Butik itu !." jawab Ranita kesal
"Ahh... Maaf walaupun Aku bisa hidup sederhana tapi Jiwa Shoping ku tidak bisa lepas dariku..!" Jawab Yoza malu.
Kalau Yoza walaupun dia bisa hidup sederhana tapi kalau sudah belanja Baju dia tidak bisa hemat, sangat Boros sementara Ranita masih bisa hemat kalau belanja baju berbeda dengan Yoza yang Boros.
"Sudahlah Kita harus berangkat jangan berdebat lagi Ok! " Sahut Kania saat dia keluar dari kamarnya.
Yoza dan Ranita pun beralih menatap Kania langsung saja mereka terpana akan penampilan Kania saat ini. Kania memakai setelan Formal sederhana dengan rambutnya di ikat tinggi ekor kuda.
"Oh ya ampun.. Kania.. Kau cantik sekali... " Puji Ranita sambil mengelilingi Kania melihat nya dengan tatapan kagum.
"Oh.. Ya tuhan.. sungguh indah ciptaan mu ini... Padahal Kania tidak membeli baju Butik tapi baju Obral di Lantai Bawah Mol.. " Sahut Yoza sambil melihat Kania dari ujung rambut sampai ujung Kaki.
Kania hanya tersenyum.
"tidak baik memuji manusia berlebihan." Tutur Kania melihat kedua temannya itu yang memandangnya dengan tatapan memuja.
"Hei... Aku hanya memuji ciptaannya." sahut Yoza tidak terima.
"Tapi.. Kau memang Sangat Cantik Kania, Kau seperti sekretaris Cantik Bos besar ." Sahut Ranita juga serius.
"Sudahlah ayo kita berangkat.. nanti kita terlambat.. " Ajak Kania berlalu meninggalkan kedua temannya itu yang masih melamun menatap dirinya.
.....
"Kania.. bagaimana kau sudah mengatakan pada Gio tentang kau menggunakan namanya menjadi
pacarmu.? " Tanya Ranita tanpa melihat Kania yang duduk disampingnya Karna Ranita sedang menyetir.
Kania menoleh dan menghela nafas.
"Iya Aku sudah mengatakannya aku juga minta maaf padanya karna membawa nya masuk kedalam Masalahku. " Jawab Kania merasa bersalah.
"Sudah aku bilang kalau Gio itu Orang yang Baik Lalu apa katanya? ". Tanya Yoza tiba-tiba dari bangku belakang mobil Ranita.
"Dia hanya mengatakan kalau itu bukanlah masalah yang besar baginya. dia juga mengatakan saat aku jadi kekasih palsunya nanti itulah yang akan menjadi masalah besar bagiku nanti. dia juga bilang apakah aku masih mau bersedia membantunya. " Jawab Kania sambil melihat suasana luar jendela mobil itu.
"Lalu.. kau menerima tawarannya? walaupun kau tau resikonya? ". Tanya Ranita serius sambil sesekali melirik Kania.
Kania pun berbalik menatap kedua temannya itu dan lagi-lagi menghela nafas.
"Iya... Aku menerimanya... Jika aku mundur aku akan merasa bersalah Setidaknya hanya dengan cara ini aku bisa mengucapkan rasa terimakasih ku padanya Karna dia bersedia membantuku.. " Gumam-Gumam Kania tapi masih bisa di dengar oleh kedua temannya itu.
"Kau pasti bisa Kania..lagian ReGio sangat Baik
dia bersedia membantu mu.. " Sahut Yoza memberi semangat Kania.
"Iya Kania... Kau Harus Bisa. bahkan Preman saja bisa kau lawan dengan tenaga monster mu itu. Apalagi perempuan yang menggoda ReGio lagian Gio itu pasti melindungimu.. ya kan? " Sahut Ranita juga memberi semangat pada temannya itu.
Kania yang mendengar kata-kata Semangat dari kedua sahabatnya itu pun tersenyum mengangguk hatinya juga jauh lebih tenang dari segala keresahannya tadi.
"dan saat kalian menjadi sepasang Kekasih palsu aku berharap Kalian akan saling Jatuh cinta. Aku selalu bertanya-tanya Kenapa Seorang ReGio Mahadiningrat mau ikut campur dalam urusan Pribadi Kania, Seorang ReGio Putra Mahadiningrat bukanlah Orang yang bisa di atur oleh orang lain, termasuk Oleh Kerabat Kandungnya sekalipun, belum tentu bisa membuatnya mengikuti kemauan orang itu "Apa lagi Coba? Kalau Bukan Tertarik. Aku yakin Putra Konglomerat Ata ReGio Mahadiningrat punya ketertarikan Khusus pada Kania".
Gumam-gumam Yoza sambil sesekali dia melirik Kagum Kania karna Temannya itu bisa membuat ReGio Mahadiningrat tertarik pada ReyKania Cantika Murni yang Gadis Biasa.
....
Mereka tiba di Gedung Kantor Pusat Mahadiningrat yang sangat megah dari luar.
Saat mereka masuk..
"Ohh... Ya ampun, ini bukan kantor.. Tapi Istana !". Seru Ranita tiba-tiba sambil melihat suasana isi kantor Gedung Mahadiningrat itu.
"Iya.. ini benar-benar Istana, Kualitasnya benar-benar terbaik.. memang Rumah kita menggunakan kualitas ini tapi ini Gedung 20 Tingkat.. Jika lantai dasarnya seperti ini sampai ke lantai 20 ahhhh.. Aku benar-benar tidak bisa membayangkan berapa digit pengeluaran Konglomerat Atas Mahadiningrat ini hanya untuk membangun Kantor Pusat ini.. " Sahut Yoza dengan tatapan Kagumnya melihat betapa megahnya isi Kantor Mahadiningrat itu.
Kania yang sempat terpana akan pemandangan itu.
segera bisa mengendalikan diri.
"Sudahlah ayo kita ke tempat Resepsionis dulu, Kita harus melapor..! " Ajak Kania berlalu meninggalkan kedua temannya itu yang masih terpana akan isi Gedung Mahadiningrat itu.
"Permisi mbak? " Sapa Kania pada kedua Resepsionis Kantor Pusat Mahadiningrat itu.
"Iya kak... Ada yang bisa kami bantu? " Jawab Resepsionis 1 dengan Ramah.
Kania tersenyum.
"Begini Mbak, Kami peserta Magang dari Kampus Maharaya ." Jawab Kania juga tersenyum Ramah akan perlakuan Resepsionis itu.
"Maaf Kak. Bisa kah Kakak memperlihatkan Kartu Undangannya Karna itu adalah Ketentuan Kami kak.. " Jawab Resepsionis 2 dengan nada sopan dan Ramah.
Kania tersenyum dan mengangguk, dia merogoh Tasnya mengeluarkan Kartu Undangan yang diberikan padanya saat dia pulang dari kampus kemarin. Kania juga memanggil kedua temannya untuk memberikan Kartu Undangannya.
"Ini Mbak! ". Jawab Kania sambil memberikan 3 Kartu Undangan kepada Kedua Resepsionis itu yang tersenyum ramah.
Kedua resepsionis itu menerimanya dengan sopan, lalu mereka tersenyum.
"Silahkan Kak! Menuju Lantai 20. " Jawab Resepsionis 2 sambil tersenyum Ramah.
Kania, Yoza dan Juga Ranita saling pandang heran dan bingung.
"Tapi mbak.. kemarin Kami disuruh ke Lantai 19 . " Sahut Yoza tiba-tiba dengan Ramah juga.
"Iya kak.. Kakak-kakak ini adalah Mahasiswi Undangan Istimewa Jadi harus menemui Atasan tertinggi Tuan ReGio dulu Kami harap Kakak tidak keberatan. " Jawab Resepsionis 1 dengan Ramah menjelaskan pada Yoza.
"Baiklah Mbak, Kami akan menemui Tuan ReGio dulu. " Sahut Ranita dengan Ramah juga.
kedua Resepsionis itu tersenyum. Kania dan kedua temannya itu pun mengikuti salah satu resepsionis yang menuntun mereka menuju Lift. Saat mereka sampai di Lantai 20, Resepsionis itu mempersilahkan mereka masuk. Pekerja Mahadiningrat itu membungkuk hormat dan anggun sampai Lift itu tertutup.
Lagi-lagi mereka terpana akan kemegahan Lantai 20 itu yang Jauh lebih Megah dari lantai dasar tadi.
"Oh.. Ya ampun... mereka Ramah sekali.. tidak seperti Resepsionis Kantor lain yang sangat sombong pada tamu yang tidak dikenal.. " Jawab Ranita Kagum akan sifat ramah pekerja Mahadiningrat itu yang sangat berkelas.
"Iya.. mereka sangat sopan dan ramah juga berkelas pada orang yang baru masuk dalam Gedung perusahaan ini." Sahut Yoza dengan semangat.
"Pastinya mereka sangat berkelas saat mereka lulus bekerja di Perusahaan ini Pasti di Ajarkan sikap Ramah pada tamu.. yang merupakan Kriteria Kerja dari Atasan mereka langsung. " Sahut Kania berbisik pada kedua temannya itu.
Ranita dan Yoza saling Pandang bingung kenapa temannya yang satu itu berbisik.
"Kenapa kau berbisik Kania? " Tanya Ranita penasaran.
Kania menghela nafas. Bola matanya melirik ke atas saat mereka jalan di Koridor Lantai 20 itu, Ranita dan Yoza mengikuti arah mata Kania menunjuk langsung saja mereka terbelalak kaget.
Yoza sampai menutup mulutnya tidak percaya akan kebodohannya. Ranita sampai salah tingkah karna tidak menyadari CCTV saat mereka berjalan.
Mereka lupa kalau ini adalah Lantai Khusus ReGio Mahadiningrat orang yang sangat penting. pastinya siapapun yang masuk di Lantai 20 akan di awasi oleh CCTV secara ini adalah Lantai Atasan tertinggi Pemilik Gedung itu.
mereka hanya berjalan dalam diam sambil menahan diri kagum akan keindahan Lantai 20 itu yang sangat sejuk karna banyak tumbuhan Bunga hidup dalam Pot Raksasa yang berkelas.
saat mereka tiba di meja Sekretaris Mahadiningrat itu. Sekretaris itu berdiri tersenyum ramah, Sekretaris cantik itu menuntun mereka menuju Ruangan Khusus ReGio Mahadiningrat itu.
Setelah mengetuk Pintu Ruangan itu. sekretaris cantik itu membungkuk anggun pada mereka izin berlalu dari tempat itu.
Kania dan kedua temannya itu hanya bisa tersenyum malu karna Sekretaris cantik itu memperlakukan mereka seperti seorang Raja dan Ratu.
Oh.. Ya ampun Cantik Sekali.. mereka sangat berkelas dari awal resepsionis sampai sekretarisnya juga sangat-sangat berkelas.. Gumam Ranita dalam hati sambil melihat Sekretaris cantik itu berlalu dari mereka.
Kania dan Yoza menarik lengan Ranita yang masih melamun melihat sekretaris itu. mereka masuk ke ruangan ReGio dengan Tatapan Kagum tapi Kania bisa mengendalikan diri. dia mencari ReGio dimana Pria itu berada..
😊😊😊...