Perjodohan yang terjadi tanpa di kehendaki oleh dua insan tersebut,
Wanita bernama Allin Wilton dan Arnold Gall, mereka dijodohkan oleh kedua orang tuanya,
Arnold Gall berusia 28 tahun tidak menyangka akan dijodohkan dengan karyawaannya sendiri Allin Wilton 24 tahun.
" tidak, dia karyawanku "
- Arnold Gall
" tidak, dia Boss ku "
- Allin Wilton
.
.
.
.
.
19 juli 2019
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annida Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
Arnold sudah sampai di rumah sakit Allin dirawat dan langsung turun meninggalkan Jose, dia langsung berlari menuju diruang dimana Allin berada
Arnold memelankan langkahnya saat melihat semua orang sudah berkumpul, Mama Allin menangis di pelukkan Mama Arnold , Ella melihat Arnold dari kejauhan
"Ma, kak Arnold datang "
Semua orang menatap Arnold yang berjalan mendekat
" bagaimana Allin Ma?"
" Allin masih menjalani operasi "
" Pa, bagaimana ini, gimana kalau kita akan kehilangan anak kita lagi?" Mama Allin kembali menangis, Arnold melihat Papa Allin yang memandang lantai dengan pandangan kosong,
Arnold tahu bagaimana perasaan kedua orang tuan Allin, Meraka masih terluka setelah kepergian Cristin , dan hanya Allin yang menjadi semangat hidup mereka
Arnold melihat Kate yang duduk di kursi tunggu rumah sakit bersama pria yang Arnold tahu bernama Marco, Arnold merasa lucu saat dia mengingat dia selalu cemburu dengan pria itu
Arnold berjalan mendekati Kate
" aku ingin bicara" Arnold berbicara kepada Kate dan Jose melihat itu, Kate menatap Marco disampingnya, Marco mengangkat kepalanya seolah berkata
" pergilah "
Kate menatap Arnold , dan berdiri, Arnold melihat Jose yang memperhatikannya , Arnold menggerakkan kepalanya, membeitahukkan agar Jose juga mengikutinya
******
" apa yang terjadi ?" tanya Arnold
" Allin jatuh dari tangga"
" bagaimana itu bisa terjadi, kenapa dia harus menggunakan tangga disaat dia bisa menggunakan Lift?"
" saya juga tidak tahu Direktur, waktu itu..... Allin menerima telpon dari seseorang dan berkata akan pergi , saat aku bertanya dia hanya bilang, dia harus bertemu seseorang "
" Yura" Jose menyebut nama Yura entah kenapa, dia nyakin wanita yang menelpon Allin adalah Yura
Arnold menatap Jose, sepertinya mereka mempunyai pemikiran yang sama,
" aku benar- benar tidak akan memaafkan nya" Arnold berbicara dengan nada kemarahan, Arnold sudah akan pergi tapi Jose menahannya
" Arnold, Allin sadang dalam keadaan kritis "
Arnold teringat Allin dan pergi dari sana, dia ingin melihat Allin
Jose dan Kate saling berpandangan sebelum menyusul Arnold
********
Dokter keluar dari ruang operasi, Arnold langsung mendatangi dokter tersebut
" bagaimana istri saya Dokter?"
" keadaanya sudah stabil, pasien berhasil melewati masa kritis , karena pasien mengalami pendarahan dikepalanya, yang menyebabkan Pasien hingga sekarang masih belum sadar"
" Jadi kapan dokter istri saya sadar?"
" mungkin dalam waktu satu minggu"
" terima kasih dokter" Mama Arnold mendekati anaknya dan memegang bahunya
" Allin Ma..." Arnold menangis disana, tanpa ada rasa malu dihadapan semua orang disana, dia takut tidak bisa melihat Allin lagi, rasa sesak memenuhi rogga dada Arnold , terasa sangat sulit hanya untuk bernafas
" apa sesakit ini rasanya, Allin... jangan tinggalkan aku"
********
Arnold duduk disamping Allin yang masih menggunakan alat bantu pernafasan, ini sudah tiga hari pasca operasi Allin
Arnold menggenggam tangan Allin dan mencium tangan Allin berkali- kali
" kapan kamu akan sadar? Kenapa kamu betah sekali tidur, aku rindu matamu, aku rindu mendengar suaramu, aku rindu semuanya"
Tok...tok...
Deon masuk dan menatap Tuannya yang setia menunggu istrinya di rumah sakit
" apa kamu sudah menemukannya?"
" maaf tuan, dia menghilang lagi"
" kalian semua tidak berguna ! Hanya menangkap satu wanita saja tidak bisa"
" Arnold hentikan, jangan berteriak didekat Allin" Jose yang juga ada disana mengingatkan Arnold
" wanita sialan itu, aku akan membunuhnya "
" Deon, kamu harus menangkap wanita itu, kalau tidak....." Arnold menatap Deon dengan dingin dan membuat nyali Deon menciut
" tulis surat pengunduran dirimu" Deon kaget , dan menatap tuanya polos
" tidak akan tuan, saya akan membawa wanita itu dihadapan anda dalam 3 hari ini"
" lebih baik begitu, pergilah dapatkan wanita itu untukku"
" baik tuan"
Deon pergi dari sana dan menutup kembali pintu
" Arnold kamu jangan terlalu emosi"
" aku tidak akan bisa tenang sebelum wanita itu ditemukan"
" baiklah, aku akan keluar untuk membeli makan siang, aku tahu kamu belum makan dari pagi"
Jose berjalan keluar dan menatap Arnold yang menatap Allin yang terbaring tak sadarkan diri
" Yura kamu bisa untuk tidak melakukannya, tapi kamu tetap melakukannya, kamu membuang kesempatanmu untuk bahagia "
Jose menutup pintu , Arnold memperhatikan Allin yang tidur dengan damai
" aku rindu....sangat rindu padamu Allin Gall, istriku"
*********
Hari sudah malam, Arnold masih setia menunggu Allin sadar, Kedua orang tuanya dan orang tua Allin, sudah berkata agar Arnold istirahat dan Pulang , semenjak Allin sakit, Arnold sudah tidak pergi kekantor, dan juga tidak bercukur, membuat Arnold terlihat seperti pria frustasi
" Allin coba kamu lihat aku, aku sekarang pria yang frustasi ditinggal istrinya, bagaimana kamu tega melakukan ini padaku?"
" sekarang sudah 6 hari semenjak kamu sakit, besok kamu harus sudah sadar, karena Dokter yang berkata seperti itu, bila besok kamu belum juga bangun, aku akan menuntut Dokter tersebut, karena menipuku"
" Allin...aku mencintaimu, aku harap aku masih belum terlambat, dan diberi kesempatan untuk mengatakannya padamu "
" selamat malam istriku" Arnold mencium kaning Allin lalu turun dikedua mata Allin, kedu pipi Allin dan terakhir Arnold mengecup lama bibir Allin
Arnold mengangkat kepalanya, lalu mengecup bibir Allin untuk terakhir kalinya malam ini
*******
Hari sudah pagi , Arnold terbangun dan tidak menemukan Allin di atas ranjang, jantung Arnold langsung berdebar kencang, dengan perasaan khawatirnya, Arnold langsung berdiri dan memanggil nama Allin
" Allin!"
" Allin!!" Arnold berlari dan keluar dari kamar inap Allin
" Allin!"
Arnold melihat suster yang lewat dan menghentikannya
" tunggu suster, apa anda melihat istri saya, dia di rawat dikamar ini?"
" tidak "
Arnold semakin khawatir dan bolak - balik frustasi, Arnold sudah akan menyerah dan berjongkok didepan pintu kamar Allin
Arnold melihat kaki seseorang yang dia lihat, tanpa menggunakan sendal
" Arnold " Arnold tersentak mendengar suara itu dan langsung mengangkat kepalanya menatap orang tersebut, melihat itu ada perasaan lega yang besar, Arnold langsung berdiri dan memeluk Allin, Allin kaget dengan reaksi Arnold , tubuh Allin terdorong kebelakang sedikit saat Arnold tiba- tiba memeluknya
" Arnold "
Arnold melepaskan pelukannya dan merangkum wajah Allin dengan kedua tangannya, Arnold menatap Allin dengan pandangan tidak percaya
" Arnold "
" diamlah, aku ingin melihatmu"
Arnold menangis melihat wajah Allin, dia tidak menyangka akan melihat mata itu akan menatapnya kembali
" Arnold " Allin kaget saat melihat Arnold menangis , Arnold semakin menangis mendengar Allin memanggil namanya.
Allin mengusap air mata Arnold dipipinya dan membalas rangkuman wajah Arnold dengan kedua tangannya
Arnold tersenyum dan mendekatkan wajahnya, Arnold mencium Allin dengan hati yang sangat bahagia, Arnold tidak mau mengakhiri ciumannya dan memperdalam ciuman itu, Allin kewalahan mengimbangi ciuman Arnold
" Arnold "
Allin menarik bibirnya dari ciuman Arnold, Arnold menatap kesal Allin yang memutuskan ciumannya
" malu dilihat orang"
" kamu tidak memikirkan perasaanku, aku sudah hampir gila memikirkan mu yang terbaring selama seminggu di sini"
" aku tidak sadarkan selama seminggu ?" tanya Allin kaget
" iya dan aku sangat takut"
Allin melihat Arnold yang menatapnya intens, jantung Allin berdedak dengan cepat, Arnold kembali mendekatkan wajahnya dan.....
" kak Allin!!" Allin memalingkan wajahnya menatap Ella yang berlari mendekatinya
Arnold mendesah kecewa lalu juga menatap adiknya, Ella sudah sampai didekat Allin dan langsung memeluknya
" kakak hiks...hiks...aku sangat senang kakak sudah sadar"
Allin tersenyum dan mengelus punggung Ella untuk menenangkan nya
" sudah, kakak baik- baik saja"
Ella melepaskan pelukannya dan membawa Allin masuk kembali kekamar, meninggalkan Arnold disana
" Ella kemana kamu membawa istriku !"
Arnold mengejar Ella yang masuk bersama Allin, Allin malu mendengar Arnold memanggilnya istri
" kakak berbaring saja, aku akan menelpon Mama"
Ella membaringkan Allin dan menelpon Mamanya
" Hallo Ma, kak Allin sudah sadar, Iya ini sungguhan, aku tidak bercanda, iya, Mama segeralah kesini, ok, "
Ella duduk di kursi disamping Allin dengan wajah cerahnya
" syukurlah kakak sudah sadar, aku sangat takut" Allin tersenyum dan menggenggam tangan Ella
" sekarang kakak baik- baik saja"
" kapan kakak sadar?"
" kakak tidak tahu"
" sudah, tidak apa- apa yang penting kakak sekarang baik- baik saja"
Ella melihat Arnold yang hanya berdiri disamping ranjang
" kak Arnold kamu sungguh keterlaluan, bagaimana mungkin kakak membiarkan kak Allin diluar, disaat dia baru sadarkan diri?" Ella menatap kesal Arnold
" kenapa kamu menyalahkan kakak?"
" lalu siapa lagi? Dasar suami tidak becus"
" ap...apa? Kamu bilang "
" kalau kakak tidak bisa menjaga kak Allin, biar kak Allin tinggal di rumah Mama saja"
" Ella kamu jangan macam- macam ya, Allin itu istri ku, dia akan tinggal bersama ku"
*********
" Allin! Sayang" Mama Arnold datang bersama Mama Allin dengan terburu - buru
" Mama"
Mama Allin langsung memeluk anaknya dengan erat, dia sangat bersyukur anaknya sadar dan baik- baik saja, dia tidak tahu lagi bagaimana dia bisa untuk menghadapi kehidupannya setelah kedua anaknya meninggalkannya, hanya Allin yang membuat kedua orang tuanya mampu bertahan hingga sekarang
" sudah Ma jangan menangis, Allin baik - baik saja" Mama Allin melepaskan pelukkannya pada anaknya dan menciumi wajah anaknya
" syukurlah"
Mama Arnold juga ingin memeluk Allin dan mendorong Arnold menjauh, Arnold tidak percaya semua itu, dia tidak dianggap sama sekali, bahkan Ella menyeringai padanya, Arnold sungguh kesal, Allin itu istrinya, Arnold juga ingin memeluknya, Arnold masih ingin menciumnya.
" sayang, Mama sangat senang kamu sadar hiks..."
" sudah Ma..." Allin mengelus tangan Mama Arnold yang menangis di sampingnya
" Allin! " Kate juga datang bersama Marco, dan menyusul Bill beserta istrinya dibelakang
Arnold langsung menatap mereka semua dengan tajam, Kate, Marco dan Bill terdiam melihat itu, mereka merasa takut
" Direktur, selamat...pagi"
" pagi" balas Arnold dengan nada dingin
" Kate.." Allin juga kaget melihat Kate datang bersama dengan yang lain
Kate membungkuk sedikit sebagai bentuk perhormatan kepada Arnold, Marco dan Bill juga melakukannya dan setelah itu berjalan mendekati Allin
Arnold menatap kesal orang - orang yang mengelilingi Allin
" aku ini suaminya, aku yang lebih berhak didekat istriku" gumam Arnold
Arnold duduk disofa dengan kesal dan menatap orang- orang yang tertawa sambil berbincang- bincang
" sampai kapan mereka akan disini?"
Arnold melihat jam tangannya dan melihat Kate dan Marco serta Bill
" kalian" kata Arnold mencoba memanggil Kate, Marco dan Bill, tapi karena Arnold memanggil dengan kata kalian, semua orang menatapnya
" apa kalian tidak bekerja? kalian berniat memakan gaji buta"
Kate , Marco serta Bill terdiam dan mereka merasa khawatir
" tidak Direktur"
" kalau begitu pergi, kembali kekantor"
Kate langsung menarik Marco pergi dan Bill juga menarik istrinya,
Allin menatap Arnold yang tersenyum dengan puas
" sayang kamu pasti lapar, ini Mama bawakan kamu makanan"
" terima kasih Ma"
Arnold tahu, dia masih harus membuat Mamanya dan Mama Allin pergi , tapi sekarang Ella dulu
" Ella, kamu tidak sekolah?"
" tidak,aku libur"
" kalau kamu sering libur bagaimana kamu akan Lulus?"
" kamu kenapa sih kak? Kalau aku pergi kesekolah pun sudah terlambat"
Arnold kesal, dia tidak akan bisa menyingkirkan Ella
" Ma, Papa mana?"
" Papa lagi kekantor, itu semua karena kamu, kamu tidak masuk kantor selama seminggu , harus ada yang mengurus perusahaan"
Allin menatap Arnold tidak percaya Arnold tidak bekerja selama seminggu
" bagaimana aku bisa bekerja , disaat di pikiran ku hanya ada Istriku " jantung Allin kembali berdebar, Allin rasa dia sudah mencintai Arnold
" aku rasa aku sudah jatuh cinta padanya"
" sudah kak Allin jangan dengarkan perkataan kak Arnold , dia hanya mencari alasan saja untuk tidak bekerja "
" Ella" kata Arnold dengan nada tidak suka
" sudah- sudah , ayo kita makan lebih dulu"
*********
Mama Allin dan Mama Arnold sudah pulang, tadi Papa Allin juga sempat datang untuk melihat anaknya dan juga pulang bersama istrinya, sekarang hanya tinggal tiga orang disana
Arnold sudah kesal melihat Ella yang berbicara tidak jelas,
" sampai kapan kamu akan disini?"
" memangnya kenapa? "
" dokter bilang, istriku harus banyak istirahat"
Ella menatap Arnold dengan bibir kesal
" istriku....istriku...geli tahu dengarnya"
" sudah pulang sana" Arnold berdiri dan berusaha menarik Ella keluar
" apaan sih kak?"
" pulang "
" aku tidak mau"
" pulang "
Arnold masih saja menarik Ella, dan itu membuat Ella kesal
" iya, iya lepas dulu, sakit tahu"
Arnold melepaskan tangan Ella dengan menatapnya serius
" kak Allin aku pulang dulu ya?"
" ya hati- hati dijalan "
Ella menatap kakaknya kesal sebelum keluar dari ruang inap Allin
Arnold tersenyum dan berbalik, Arnold menatap Allin yang memejamkan matanya, Arnold berjalan mendekat dan duduk disisi ranjang
" Allin"
" Allin "
" hehm..."
" kamu tidur?"
" iya"
" nanti dulu" Allin membuka matanya dan menatap Arnold
" tadi kamu yang mengatakan agar aku istirahat"
" tapi nanti saja"
" kenapa ?"
" aku masih rindu" Allin terdiam mendengar itu, jantungnya mudah sekali berdebar sekarang bila Arnold berbicara dengan lembut
" aku mau ini" Arnold menunjuk bibir Allin yang sangat dia rindukan, Allin mematung ditempat dia merasa sangat berdebar dan perutnya seakan membelit
Arnold mendekatkan wajahnya dan mencium Allin kembali , Allin membulatkan matanya, Arnold mulai mencium dalam bibir Allin dengan pelan dan mengecupnya dengan suara kecupan yang terdengar jelas
Saat mereka masih berciuman , pintu di dobrak dari luar
Braaaakkkkkk....
aku suka.
sukses selalu
👍👍👍🌺🌹
👍👍👍👍
4 jempol buatmu Thor
sukses selalu
semanhat
💪💪💪💪
😍😍😍👍
bikin pingin trs baca
lanjuut