Arsen Ketua mafia yang sangat dingin dan arogant, sifat yang terbentuk akibat kejadian kelam dimasa lalu
Arsen tidak sengaja bertemu dengan dokter sepesialis bedah dia adalah valey sigadis cantik dan ramah saat dirumah sakit dan mengharuskan mengoperasinya karena sebuah insiden.
Semenjak pertemuan pertama gadis tersebut memang sedikit mencuri perhatiannya dan kali kedua dia melihat sisi lain gadis itu yang membuatnya semakin penasaran.
Bagaimana kisah manis mereka berdua?
Dibumbui oleh lawakan dan tingkah absurd para sahabat, mewarnai kisah cinta mereka berdua.
Tidak ada konflik serius disini dan kisah ini hanya menceritakan kisah manis si pemeran utama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona manies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
club
Malam harinya arsen sedang mengerjakan pekerjaannya diruang kerjanya, setelah selesai arsen melihat bastian dan tama sedang main ps4 diruang tengah para anggota yang lain juga terlihat sedang duduk duduk sambil minum minum diruang tersebut.
Terdengar sesekali bastian dan tama saling umpat arsen sendiri duduk di sofa sembari memainkan ponselnya.
Arsen sedang mengecek email dari clientnya tiba tiba menyernyitkan dahinya melihat sang kekasih menelfon tengah malam begini.
"hallo kak arsen" arsen menautkan alisnya kembali karna terdengar suara kekasihnya berubah, ia pun mengecek kembali dengan menjauhkan ponsel tersebut dari telinganya tapi memang benar ini nomor valey.
"hallo kak ini tata" suara disebrang sana menjawab pertanyaan yang baru saja ia pikirkan
"iya ada apa? kenapa ponsel valey ada padamu?"
"kak bisakah kakak ke dragonfly discotic? valey sangat mabuk kak saya ngga kuat ngangkat dia masuk kemobil"ucap tata
"kau tunggu sebentar, aku segera kesana!!"
tut arsen mematikan ponselnya lalu lari kekamarnya mengambil jaket dan kunci mobil
"mau kemana lo sen" teriak tama tapi sama sekali tidak direspon oleh arsen
"hahaha nyesel kan lo tanya dia?" tama tersenyum kecut mendengar bastian meledeknya.
**
Didalam mobil arsen terus memacu mobil sportnya dengan kecepatan tinggi karna sudah tengah malam jalanan pun lengang.
"apa yang gadis itu lakukan disana" gumam arsen sepanjang jalan
Sesampainya di club malam yang terkenal dikota itu arsen langsung lari dan mengedarkan pandangannya untuk mencari valey karna ia kesulitan melihat karna minimnya penerangan lalu ia telfon nomor valey dan di angkatlah oleh tata, lalu tata memberi info bahwa dirinya sedang berada disalah satu ruang VIP club malam tersebut.
Arsen membuka pintu dan dilihatnya valey sedang menyandarkan badannya disofa sambil merancau lalu ia duduk disebelah valey
"kenapa kalian kesini?" tanya arsen sambil menatap tata dengan tajam
"tadi valey menelfonku untuk menyusulnya kesini, tapi ketika saya sampai sini dia sudah seperti ini kak, dan saya melihat tiga botol ini sudah kosong" tata sangat takut melihat arsen menatap tajam kearahnya
"saat ditelfon dia tidak mengatakan sesuatu?" tanya arsen sedikit merendahkan intonasi suaranya melihat tata terlihat takut padanya
"tidak, eh saya baru ingat kak tadi siang dia bilang akan bertemu seseorang tapi saya ngga tau dia ketemu sama siapa"
"apa dia sering minum seperti ini?" tanya arsen
"jarang kak, paling sesekali itupun kalau ada perayaan"
"kalau diantar pulang dalam keadaan seperti ini nanti paman ibran akan sangat marah, tata kamu hubungi bang victor bilang valey nginep dirumahmu" arsen mengangkat tubuh valey
"tapi valey mau dibawa kemana kak?" tata terlihat khawatir
"kamu tenang saja dia aman bersamaku, kamu tunggu sebentar disini nanti kamu dijemput oleh tama"
"baiklah"
**
Arsen memasukan valey ke mobilnya lalu ia memasangkan sabuk pengaman
"dasar arsen brengsek" gumam valey lirih tapi masih dapat didengar oleh arsen
"kenapa dia memakiku?" batin arsen dan sekarang dia mulai menjalankan mobilnya, arsen membawa valey menuju apartemennya karna tidak mungkin dia membawa kemansionnya nanti nenek dan kakeknya banyak pertanyaan dan tidak mungkin juga dia bawa kemansion tiger white nantii dia ketakutan karna banyak orang yang menakutkan.
Setelah sampai dibasment apartement arsen kembali menggendong badan valey ala bridal style dan membawanya masuk kedalam kamarnya dan arsen rebahkan valey dengan pelan
"dasar gadis nakal.!!" gumam arsen lalu ia kecup kedua pipi valey dan saat arsen akan mengecup bibir valey tiba tiba mata valey terbuka
"siapa kau?" tanya valey
"aku tunanganmu"
"benarkah? hehehe.. hebat sekali gue udah punya tunangan" gumam gumam
"nama kamu siapa?"
"kamu benar benar mabuk" arsen memberi tatapan tajam kearah mata valey
"jangan menatapku seperti itu dong, katanya kamu tunanganku harusnya kamu senyum seperti ini" valey tersenyum sangat lebar
"sudahlah, sekarang kamu tidur ya" bukannya memejamkan mata malah valey duduk dan bersandar di kepala ranjang
" elo sangat tampan , waah beruntung sekali gue jadi tuanangan elo hehehe sini gue cium uhh ganteng banget siih" valey meraba pipi arsen lalu mencubit cubitnya dan mencium cium pipi arsen dengan gemas.
"astaga bisa gila gue, cepat kamu tidur" gerutu arsen
arsen merebahkan tubuh valey tetepi valey hendak duduk kembali dan dengan sigap ia dekap tubuh mungil valey, valey terdiam dan terlihat nyaman dan selang beberapa menit terdengar hembusan nafas valey sudah teratur berarti dia sudah terlelap dan karna arsen pun mengantuk akhirnya ia juga tidur dengan posisi masih mendekap tubuh valey.
🌞🌞
Valey mulai mengerjapkan matanya lalu ia pijat pangkal hidungnya karna terasa masih pusing.
"eh- tangan siapa ini?" gumam valey masih belum menyadari bahwa saat ini tubuhnya sedang dipeluk pria dari arah belakang.
Saat sudah benar benar sadar valey membelalakan matanya menyadari dia sedang dipeluk oleh seseorang.
"aaaaa" teriak valey
" siapa kamu" valey menyingkirkan dengan kasar tangan arsen lalu ia pukul wajah arsen berulang ulang dengan bantal
"apa yang kamu lakukan?" suara arsen menghentikan aksi brutal valey
"eh kak arsen" valey terkejut
"padahal aku masih ngantuk, dan kamu membangunkan ku dengan cara seperti ini"
"maaf kak, tadi aku pikir aku diculik hehehe"
"mandi sana bau!!" valey membelalakan matanya lalu secara sepontan mencium ketiaknya sendiri
"tidak bau"
"bau sana mandi.!!"
"iya iya bawel" valey turun dari ranjang dan teringat sesuatu
"kakak ngga ngapa ngapain aku kan semalem?"
"aku si ngga ngapa ngapain, tapi kamu yang ngapa ngapain aku"
valey langsung membelalakan matanya dan rona merah muncul dipipi putih valey
"be benarkah?"
"sudah sana mandi, nanti kita bicara"
"baiklah" valey langsung lari kekamar mandi yang ada didalam kamar tersebut.
.
"Kenap gue bisa ada disini? ah sial gue sama sekali tidak ingat" gerutu valey sambil menunggu bathub yang sedang ia isi dengan air hangat penuh. setelah penuh ia tanggalkan semua pakaiannya lalu masuk kedalam bathub dan berendam ia berusaha mengingat kejadian semalam, dan ia mengingatnya sebelum ia mabuk memang dia bertemu dengan seseorang dan air muka valey langsung berubah.