Kayla anak korban brokenhome, papa yang dulu jadi panutan dan paling dia hormati menghancurkan semua yang harapan dan membuat Kayla kehilangan mama tercinta dia. yang membuat Kayla semakin membenci mamanya itu saat dia membawa wanita lain beserta anak yang seusia Kayla kerumah yang penuh kenangan mamanya.
sehingga membuat Kayla tahu akan penghianatan papa pada mamanya yang membuat mamanya sakit dan pergi meninggalkan Kayla selamanya.
disitulah awal kebencian dan perubahan sikap Kayla pada papanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafma yuda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 33
Kayla merapikan bekal yang akan dia bawa sekolah hari ini Kayla rencana hanya buat spagetti saja dan itu tidak terlalu ribet dibuat pada pagi hari, Kayla menghela nafas panjang setelah memasukkan kotak bekal dalam tasnya.
"Sabar hanya tinggal tiga hari lagi" gumam Kayla dalam hati.
Kayla menuju meja bar untuk menghabiskan sarapan paginya sendirian dimeja bar menatap layar HP-nya yang terus berbunyi membuat Kayla harus melihat pesan yang masuk bertubi-tubi.
Kevin: Hay guy's 😁😁😁
Bella: Hay! Sudah berangkat kevin sekolah?
Bella: Belum bella? Kenapa?
Bella: Jemput ya! Sopir aku sakit hari ini! Please😫🙏🙏💓🙏
Kevin: Baiklah bella, OTW🏍🏍🏍
Alvaro: Pagi
Kevin: Hmm...
Bella : pagi Alvaro
Alvaro: ngomong-ngomong Kayla kemana ya! Kok gak kelihatan 🤨🤨🤨
Bella: Iya juga ya 😏😄
kevin : Lagi masak kali buat bekal kita😏😏😏
Alvaro: Kayaknya iya😋😋
Bella: Benar itu😄😄😄
Kayla: Kenapa berisik tidak berangkat sekolah ini masih aja chatting, jam berapa hari ah?!
Kevin: Jangan marah nyai 🙏🙏🙏
Bella: Jangan marah nyai 🙏🙏🙏 1
Alvaro: Jangan marah nyai 2
Kayla: 😡😡😤😤
Alvaro: Kamu bawa bekal kita kesekolah atau makan di apartemen kamu hari ini?
Kayla: Bawa kesekolah
kevin: Kamu buat bekal apa? 1
alvaro : Kamu buat bekal apa? 2
bella: Kamu buat bekal apa? 3
kayla: Lihat aja nanti
Bella: Kamu main rahasiaan 😄😄
Kevin: Gak asyik😤😤
Alvaro: Buat kita makin penasaran
Bella: Iya 1
Kevin: Iya 2
Kayla meletakkan hpnya dan membersihkan piring makannya, setelah selesai Kayla menyambar tasnya berangkat sekolah agar tidak telat.
Kayla menghidupkan motornya dan mulai melakukan motornya menuju sekolahnya, saat lampu merah Kayla berhenti disamping mobil hitam yang cukup dikenali kayla.
Kayla menyipitkan matanya menatap orang didalam untuk memastikan tebakkannya, Kayla melihat jika Alvaro yang ada didalam mobil, saat ingin mengetuk kaca mobil Alvaro terhenti melihat ada cewek yang berseragam sama dengan mereka.
Kayla memastikan jika yang dilihatnya saat ini
"Syifa" kata Kayla tidak yakin dengan apa yang dilihatnya. "sejak kapan mereka dekat" pikir Kayla membuat dia terdiam padahal lampu sudah hijau membuat klakson membuat Kayla sadar jika dia menghambat jalan pengguna jalan lainnya.
Kayla mengejar mobil Alvaro memastikan jika penglihatan dia tidak salah, cukup lama Kayla mengikuti mobil alvaro dengan jarak aman dan terlihat mobil itu berhenti tidak jauh dari sekolah mereka.
Terlihat syifa keluar dari dalam mobil Alvaro dan melambaikan tangannya pada Alvaro yang mulai melajukan mobilnya. Kayla menatap sinis Syifa yang mulai mengusik kehidupannya, Kayla melakukan motornya dan berhenti didepan Syifa membuat Syifa terkejut aksi Kayla.
"Astaga! Kayla" kata Syifa pelan membuat Kayla muak dan membuka helmnya menatap Syifa tajam.
"Apa yang kamu rencanakan? " tanya Kayla to the point membuat Syifa bingung apa yang di bicarakan Kayla.
"Maksudnya" tanya Syifa tidak paham.
Kayla menderita pelan. "Apa tujuan kamu mendekati Alvaro ah? " tanya Kayla langsung membuat Syifa terkejut.
"A aku tidak mendekati Alvaro" elak Syifa gugup membuat Kayla tersenyum remeh.
"Kamu kira aku tidak melihat ah? Tadi kamu berangkat bareng? Aku ingatkan kamu jangan mendekati alvaro? Jika kamu tidak membuat aib keluarga kamu terbongkar" ancam Kayla membuat Syifa terdiam. "Aku tidak pernah peduli jika kau dekat dengan siapapun tapi tidak dengan teman-teman aku? Paham kau" ancam Kayla membuat syifa terdiam ancaman Kayla.
"Ingat itu! Kau tidak bisa cari mangsa yang lain" sindir Kayla tajam membuat Syifa menatapnya sulit diartikan.
"Apa salahnya jika aku dekat dengan Alvaro bahkan Alvaro tidak keberatan" kata Syifa membuat Kayla menatap dia kesal.
"Tanya salah ya! Jadi jika aku mencari aman untuk menyuruh kau menghindari Alvaro karena ini bukan masalah pribadi aku tapi ini masalah keluarga kau? Jika nantinya Alvaro tahu jika kau anak hasil simpanan papa kamu? Apakah sikap baik mereka yang memuji kamu akan tetap seperti itu atau berubah" tanya Kayla membeku karena dia selalu hati-hati jika masalah ini.
Melihat Syifa diam saja tidak bisa menjawab. "Kenapa tidak dijawab atau tidak ada jawaban untuk itu?" sindir Kayla membuat syifa tertunduk pelan. "Aku cukup baik untuk tidak mencari masalah di sekolah ini tapi jika kau ingin membongkar nya aku tidak keberatan? Kita lihat aku atau kau akan tetap berdiri dikaki sendiri" tantang Kayla membuat Syifa mengepalkan tangannya menahan amarah.
"Ini terakhir kali aku mengatakan ini? Jika kau masih kekeh? Aku ikuti semua yang kau mainkan" kata Kayla terlalu santai membuat Syifa menghela nafas panjang.
"Aku tahu jika kau tidak suka kedekatan aku dengan Alvaro tapi tenang saja aku tidak membuat kamu terganggu sama sekali" kata Syifa tetap pada pendiriannya.
Kayla menatap Syifa tersenyum mengejek sambil mendekati Syifa. "Akan aku tunggu dimana kau tidak akan menyesali keputusan kau itu" kata Kayla memainkan dasi yang dipakai Syifa.
Kayla kembali menjalankan motornya meninggalkan Syifa yang masih terdiam menatap kosong arah depannya.
"Apakah yang dia putuskan terbaik" pikir syifa sendu sambil melangkah gontai menuju sekolah. "Aku tidak boleh menyerah jika keputusan aku ambil tidak salah" ujar Syifa menyemangati dirinya sambil memasang senyum terbaiknya.
Syifa sudah setengah jalan mendekati Alvaro jika dia mundur saat ini hanya akan ada penyesalan yang dia dapatkan, Syifa tetap melakukan tujuan utama apapun hasilnya dia tidak akan menyesal.
.
.
.
Kayla meletakkan tasnya kasar membuat Alvaro terkejut hampir saja menjatuhkan hpnya terkejut bunyi keras di sampingnya, terlihat kayla sangat kesal dan lebih dingin dari biasanya.
Bahkan mereka yang tadinya berisik jadi hening serentak aura yang dikeluarkan Kayla membuat mereka tidak nyaman.
"Kamu kenapa" tanya Alvaro heran tapi tidak ada jawaban dari Kayla.
"Ini anak kenapa lagi" pikir Alvaro heran lihat kayla yang badmood hari ini.
Kayla mengambil headsetnya memasang pada telinganya sambil mendengar lagu agar moodnya sedikit membaik, masalah dia dengan Syifa membuat dia stress.
"Apa yang diinginkan Syifa sehingga dengan berani mendekati Alvaro" pikir Kayla memejamkan matanya sejenak. "Aku harus melakukan sesuatu" pikir Kayla kesal.
"Kenapa keluarga itu selalu membuat dia repot saja" gerutu Kayla menghela nafas panjang.
"Masalah aku dengan mama Fani yang kemarin belum selesai! Ini anaknya menambah masalah dengan aku" upat Kayla geram lantaran dia tidak bisa hidup tenang saja di bawah bayang-bayang mereka.
"Kayla, Kayla" panggil Alvaro membuat Kayla membuka matanya menatap langsung iris mata coklat Alvaro yang menatapnya intens.
"Hmm" ujar Kayla menatap ke depan mengetahui jika guru sudah didepannya.
Kayla dengan dengan malas melepaskan headset dia, mulai mengikuti pembelajaran walaupun dia lebih banyak menatap arah luar jendela dari pada mendengarkan guru menerangkan pelajaran.
.
.
.
*B**ersambung*...
Tolong perhatikan tulisan dan kLimatnya,,Typo berterbangan,,,Tp aku coba utk paham,,