NovelToon NovelToon
MENGAMBIL KEMBALI

MENGAMBIL KEMBALI

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Berbaikan / Percintaan Konglomerat / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir
Popularitas:590
Nilai: 5
Nama Author: Vandelist

Segalanya yang telah ia hasilkan dengan susah payah dan kerja keras. lenyap begitu saja. kerja keras dan masa muda yang ia tinggalkan dalam menghasilkan, harus berakhir sia-sia karena orang serakah.borang yang berada di dekatnya dan orang yang ia percayai, malah mengkhianatinya dan mengambil semua hasil jerih payahnya.

Ia pun mulai membentuk sebuah tim untuk menjalankan rencana. dan mengajak beberapa orang yang dipilihnya untuk menjalankan dengan menjanjikan beberapa hal pada mereka. Setelah itu, mengambil paksa harta yng dikumpulkan nya dari mereka.

"Aku akan mengambil semuanya dari mereka, tanpa menyisakan sedikitpun!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vandelist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Selamat membaca

“Oke seperti yang kalian tahu, gue adalah Erica Nurzaki. Nama kartu yang diberikan oleh Fyneen itu adalah gue dan tentu gue akan ngejelasin apa yang tujuan gue buat mengumpulkan kalian di sini,”ucap Erica dengan menatap orang-orang yang ada di ruangan ini.

Mereka-mereka yang telah dipilihnya dalam menjalankan rencananya kali ini. Dan sudah menyetujui untuk mengikuti apa yang sudah disetujui oleh mereka.

“Emang tujuan Lo buat bentuk tim untuk apa?”tanya Galuh.

“Untuk mengambil kembali apa yang udah gue hasilkan dari mereka!”ucapnya dengan tegas.

Sorot matanya yang menggambarkan kemarahan, serta raut wajah yang menunjukkan kebencian. Sangat terlihat jelas bagi orang-orang yang berada di tempat ini.

Perasaan benci, marah, kesal, serta ingin menghajar mereka satu persatu adalah keinginan yang ingin sekali ia wujudkan ketika dirinya keluar dari rumah itu tanpa membawa harta sepersen pun. Mereka orang-orang yang merampas hasil kerjanya dengan tak berperasaan benar-benar membuat kebencian yang tumbuh dalam dirinya semakin dalam.

Ada keinginan untuknya menghajar mereka secara langsung saat itu ketika mereka membacakan surat wasiat yang dituliskan Babeh-nya. Entah surat itu benar-benar tulisan orangtuanya atau bukan ia tak tahu akan hal itu. Tapi yang jelas, saat itu ia tahu keberadaan orangtuanya berada. Bukan di tempat yang dibilang oleh pengacara keluarganya. Dan juga apa yang dilakukan orangtuanya saat itu.

“Tujuan gue buat membentuk tim ini, yang lain dan tak bukan adalah untuk membalaskan dendam apa yang ada dalam diri gue dan juga merebut hasil kerja gue dari mereka,”ucap Erica.

“Dari mereka? Maksudnya? Mereka siapa?”tanya Aurel.

“Keluargaku. Keluarga bajingan yang nggak tahu bagaimana cara berterima kasih.”

“Menarik,”saut Aurel setelah mendengar ucapan Erica.

“Lalu apa yang akan Lo rencanain buat mengambil dari mereka?”tanya Galuh pada Erica.

“Untuk rencananya gue bakalan bilang seiring kita berjalannya nanti. Tapi yang jelas saat ini kita harus tahu nama masing-masing dan juga kelebihan yang nantinya akan dibutuhkan nanti,”ujarnya kepada mereka. “Serta untuk mengetahui gabungan tim ini nantinya.”

“So silahkan perkenalan terlebih dahulu.”

Erica pun duduk di antara mereka dan melihat wajah mereka satu persatu. Keraguan dari masing-masing wajah sangat terlihat jelas di hadapannya. Entah itu malu, atau tidak ingin memulai duluan untuk melakukan perkenalan. Hingga salah satu mereka pun berdiri dan orang itu adalah orang yang dikenalnya selama beberapa bulan terakhir.

“Perkenalkan, namaku Sabia Rumi Eliyanta. Pekerjaan ku adalah pengangguran karena terkena fitnah dari rekan kerjaku. Sebab diriku yang salah mengartikan kebaikan. Dan seperti yang kalian tahu, aku disini karena Ingin menghasilkan uang serta,” pandangannya berpusat pada Erica “membantu orang yang telah menolongku dnda menyadarkan ku.”

Sabia tersenyum ke arahnya. Wanita yang dibantunya itu telah berubah seiring berjalannya waktu setelah ia menegurnya karena sifatnya, yang bisa dibilang terlalu bodoh untuk menyadari semua hal itu.

“Mungkin ini agak panjang kalau disuruh meneceritakan bagaimana kehidupan yang kujalani. Tapi yang jelas, aku bergabung di tim ini karena ingin mencari kesenangan tersendiri dan juga… uang. Itulah tujuan utamaku saat ini, terima kasih”ucap Sabia lalu mendudukkan tubuhnya kembali ke kursi.

Setelahnya, Sorang wanita selanjutnya yang duduk di samping Sabia berdiri untuk memperkenalkan dirinya di hadapan orang-orang sini.

“Perkenalkan nama gue Galuh suminar Dahayu. Panggil aja Galuh, dan yap nama gue kayak laki-laki. Sejujurnya gue juga nggak terlalu suka dengan nama panggilan gue, tapi mau bagaimana lagi yang memberikan nama ini orang tua gue. Dan gue harus menghargai pemberian nama ini dong, masak harus dirubah jadi nama lain,”canda Galuh untuk mencairkan suasana. Sedari tadi dirinya benar-benar tak nyaman dengan suasana yang terjadi di dalam ruangan ini setelah Erica selesai berbicara.

“Dan tujuan gue masuk tim ini sama seperti Sabia. Eh diantara kita berdua tuaan siapa ya? Tapi kayaknya tuaan mbak deh soalnya kelihatan dari kerutan wajahnya,”seloroh Galuh yang membuat beberapa orang memutar bola matanya dengan candaan itu.

“Gue adalah pengangguran yang baru aja dipecat karena nyebarin aib bos gue sendiri. Tujuan gue sama seperti mbak Sabia nyari uang dan juga… membalas dendam pada bos gue,”ucap Galuh dengan menekan dua kata terakhirnya “udah itu aja yang mau gue sampein terima kasih semuanya”lanjutnya dengan nada yng mendayu-dayu.

Dan selanjutnya wanita yang berdiri, adalah orang yang baru saja dibawa Fyneen dengan luka di kepalanya.

“Namaku adalah Harni Besariyanti kalian bisa memanggilku Harni. Aku juga seorang pengangguran yang baru aja dipecat dari pekerjaan ku, karena kebohongan yang dilakukan rekan seprofesi ku. Sebenarnya aku sudah melakukan pembelaan dalam hal ini, tapi karena adanya bukti palsu dan juga aku tidak memiliki bukti aslinya, jadinya harus seperti ini. Pengangguran. Aku juga sudah mencari pekerjaan di banyak tempat, tapi lagi lagi rata-rata dari tempat kerja yang ku datangi mencari pekerja dengan penampilan menarik. Dimana itulah kekuranganku.

Dan juga, dalam hal ini aku ingin menghindar dari beberapa orang yang mencemoohku.” Harni teringat dengan ucapan beberapa tetangganya yang selalu mengkaitkan sifatnya. Pada orang yang menampung benihnya. Dimana hal ini sangat ia benci. Ia meneteskan air matanya ketika mengingat dirinya yang sama sekali tak berdaya dalam menanggung semuanya.

“Ah maaf,”ujar sambil mengusap air matanya yang menetes, ia pun tersenyum tipis kepada mereka “itu saja yang ingin ku ucapkan terima kasih.”

Selanjutnya adalah wanita yang sedari tadi menarik atensi Erica. Karena penampilannya yang berbeda dari lainnya. Lebih tepatnya penampilannya yang selalu terlihat rapi dan juga, barang-barang yang dipakainya terlihat lebih mahal dari lainnya.

“Oke gue kayaknya yang terakhir dalam masa pengenalan ini. Perkenalkan gue adalah Barnes Marleigh Aurelia Kody, kalian bisa memanggilku dengan nama Aurel. Dan tujuan gue buat masuk tim ini karena tawaran dari Fyneen. Dan juga kebebasan!” Pandangannya yng terarah pada pintu rumah terbuka dengan angin malam yang masuk melalui pintu itu. Ingatannya tentang dirinya yang dikekang serta ancaman dari orang tuanya. Agar dirinya terus tunduk untuk mereka.

“Gue pengen kebebasan serta pengalaman yang nggak pernah gue rasain sebelumnya. Gue pengen mengeksplor keinginan gue yang terpendam selama ini. Udah itu yang pengen gue sampaein”ucapnya setelah itu ia mendudukkan dirinya di kursi.

Erica menatap satu persatu orang-orang yg ada di sini. Dari mereka semua, ia melihat banyak dari mereka yang ingin pengalaman baru. Dan juga kebebasan. Itulah yng diucapkan anggota terakhir tadi dalam pengenalan diri.

Dalam hal ini, ia juga menginginkan tujuan itu. Yaitu kebebasan dalam mencari kehidupan baru.

Ia tersenyum lebar.

μμ

“Oke perkenalan dan juga tujuan kalian udah jelas. Dan gue nggak perlu jelasin tentang diri gue, tujuan gue buat tim ini tentunya ada hal yang pengen gue ambil kembali dari orang-orang brengsek”ucap Erica.

“Orang brengsek itu siapa?”tanya Galuh.

Erica pun mengambil kertas biodata yng berisi tentang beberapa orang brengsek dimaksudnya. Orang-orang brengsek termasuk keluarganya yang terlibat dalam perampasan hartanya secara sepihak. Dan juga orang-orang yang terlibat di dalamnya. Serta dalang dari balik semua ini.

“Mereka!”lemparnya kertas yang di ambilnya itu di meja kecil, yng berada di tengah-tengah mereka. “Orang-orang yang ingin gue bikin menderita dengan rencana gue.”

Mereka berempat mengambil kertas di meja yang dilempar oleh Erica. Membaca satu persatu tulisan yang ada di sana dengan seksama. Serta mata yang jeli untuk melihat dan memahami semua isi tulisannya.

“Mereka siapanya Lo?”tanya Galuh.

“Keluarga!”jawabnya dengan nada marah “lebih tepatnya keluarga pengkhianat Yng merampas semua kerja keras gue.”

“Ternyata problem Lo emang rumit ya, keluarga yang seharusnya dekat malah jadi pengkhianat,”ujar Galuh dengan menggelengkan kepalanya yang heran pada masalah Erica.

“Nggak ada keluarga yang benar-benar murni dalam memberi kasih sayang. Jika pun ada, itu hanyalah dongeng dari orang-orang keluarga bahagia,”saut Aurel. Ia sama sekali tak percaya dengan yang namanya keluarga bahagia. Baginya keluarga bahagia itu hanyalah dongeng dari orang-orang yang tak pernah merasakan sakit. Atau tidak seniman yang ingin menciptakan keluarga bahagia dengan karyanya.

Tidak ada yang benar-benar bahagia selama ini. Dan tidak ada yang bahagia dengan keluarga Cemara itu.

Mendengar sautan Aurel. Semua mata tertuju pada wanita itu yang sedang menatap kertasnya. Mereka tidak percaya bahwa ada orang yang mengucapkan hal seperti itu.

“Kenapa?”tanya Aurel pada semua orang yang menatapnya.

“Nggak ada,”ucap Sabia “tapi aku ingin meluruskan ucapanmu tadi. Keluarga bahagia itu bukanlah sebuah dongeng tapi memang kenyataan.”

Aurel tidak menanggapi ucapan Sabia, ia beralih pada Erica dan menanyakan tentang kelanjutan sebuah tim ini. Dirinya tetap pada pendiriannya, bahwa tidak ada keluarga yang benar-benar bahagia. Itu hanyalah dongeng semata yang diucapkan oleh seniman dalam karyanya.

“Lalu apa kelanjutan Lo dalam hal ini?”tanyanya pada Erica.

“Untuk pertamanya gue minta sama Galuh selaku ahli komputer kita dalam mencari identitas masing-masing orang yang ada di kertas itu. Lalu setelah itu gue mau Lo untuk mendekati dari orang itu. Lo sering kan di ajak ke pertemuan bisnis?”tanya Erica pada Aurel.

Aurel menganggukkan kepalanya, lalu kembali menatap Erica. “Kalau identitas gue terbongkar gimana?”

“Tenang, gue punya cara buat nggak ketahuan dalam hal itu. Dan juga gue mau kalian harus menaati peraturan yang gue buat. Tenang aja, dalam hal ini nggak akan ada yang rugi satu sama lain. Gue jamin, dan juga gue bakalan janjiin kesepakatan kita di awal”ucap Erica.

Ia pun berjalan ke arah jendela yang ada di dekatnya. Meratapi pepohonan yang ada diluar dengan sorot mata tajam ke arah depannya. Dan juga, perasaan marah yang terus menggebu serta kebencian yang semakin menggunung. Ia tidak sabar dalam menjatuhkan mereka semua. Satu persatu dari mereka akan mengalami siksaan neraka kemiskinan karena keserakahan mereka sendiri.

Dan ia tak sabar untuk menjadi malaikat mereka dalam menjatuhkan petaka itu. Dimana mereka tidak akan bisa bangkit untuk menjadi kaya raya seperti dirinya dalam menghasilkan uang.

Semuanya telah berubah karena sifat seseorang yang begitu lebih mementingkan nafsu dan keserakahan. Semua yang telah ia hasilkan dengan tekun dari masa-masa sulit, hilang begitu saja diambil oleh mereka. Orang yang selalu ia lindungi dan menurunkan beberapa egonya dalam menghindari pertengkaran. Harus berbanding terbalik dengan pengkhianatan. Semua yang ia punyai dan ia hasilkan telah dirampas oleh mereka dan mengkhianatinya tanpa menyisakan sedikit pun untuknya.

"Seorang bajingan yang hanya mementingkan nafsu keserakahan tanpa otak, tak akan pernah abadi dalam menghamburkannya. Mereka akan menemui ajal kemiskinan yang ku ciptakan setelah mengambil kembali apa yang ku punya. Mereka tidak akan bisa melampaui ku dalam menghasilkan banyak uang"ucap Erica dengan suara tegas bercampur amarah. dengan pandangan menatap tajam ke arah foto bahagia di atas penderitaannya.

1
QueenRaa🌺
Keren ceritanya kak✨️ Semangat up!!
Kalo berkenan boleh singgah ke "Pesan Masa Lalu" dan berikan ulasan di sana🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!