Dinda damara kerap di panggil Dinda, Berparas cantik tak sedikit orang memanggil nya si cantik,dinda di cintai yang tak lain adalah bos nya.
Bagas saputra pria tampan berasal dari (kota) solo yang terlahir di jakarta.
Seorang CEO yang tampan nama nya terkenal di dunia bisnis..bertemu dengan Dinda seorang gadis berasal dari (kota)bandung berkerja sebagai biasa di perusahan nya.
Wajah Dinda yang cantik nan anggun membuat bagas menicintai
Dinda mampu meluluh kan hati seorang CEO playboy.
Yuk simak selanjut nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode.33
Dinda pun tak bisa memejam kan matanya.
Di pertiga malam dinda melaksana kan sholat Malam.sampai menjelang pagi dinda tak juga bisa terpejam matanya.
Tubuh bagas bergerak.dinda menengok bagas sepertinya sudah ada tanda-tanda bangun.
tubuh bagas gemetar gencang.
Dinda menuruh kan suhu ac nya. lalau
Dinda menempelkan telapak tangan nya ke dahi Bagas, suhu tubuh bagas sangat lah panas.
Dinda bangkit dari tempat tidur nya mengambil kain dan tempat. yang besisi air hangat untuk mengompres kening bagas. Dinda menempel kan kain ke di kening nya.
Bagas nampak sangat menggil akibat damam tinggi yang tinggi.
"Mas minum obat dulu ya.hari ini mas tak usah ke kantor.
Aku sudah minta Rio untuk membantu mas,"Ujar Dinda.
Bagas anggukan palanya. Dinda pun menutup tubuh bagas dengan selimut.
"Istirahat ya mas."
Aku akan buat kan mas bubur.mas harus makan ya" kata dinda.
Dinda membuka pintu kamar lalu pergi ke dapur memasak bubur untuk sarapan bagas.
"Mbo bantu saya siap kan bahan untuk membuat bubur ya mbo." kata dinda.
"Sudah biar mbo saja yang buat" ucap minah.
"Tidak usah mbo,biar aku saja yang buat mbo bantu siap kan saja ya mbo." kata Dinda.
Dinda pun asik membuat bubur untuk Bagas yang sedang sakit.
"Mba Anak-anak belum bangun?" tanya dinda dengan Titin yang sedang mengelap ruangan.
"Sepertinya belum nyah.
Nanti buat kan sarapan anak-anak ya mba. kata dinda.
Semua asisten serempak bilang baik nya.
Dinda kembali membawa ke kamar dan satu buah mangkok besar berisi bubur. dinda menyuapi bagas penuh hati-hati.
"Mas nanti aku akan ada pertemuan dengan Merine, apa mas ada pesen kata untuk dia?"
"Tidak ada Sayang, kamu hati-hati yah.
"Ya mas aku akan selesai kan masalah ini.
Besok-besok ulangi lagi ya."
Masih banyak kan wanita di luaran sana cantik-cantik pula.
Semoga saja pulang tidak membawa anak! Sindir dinda."
"Sayang Anak-anak mana? mas dari semalam tak melihat nya?" tanya bagas dengan dinda.
"Masih tidur mas.nanti kalau sudah bangun aku kasih tau anak-anak papinya sedang sakit. karena
Memikir kan sangpujanya.
"Terus aja sayang sindir terus. kenapa nggak bilang ke Media sekalian.
Ya nanti jika mas bikin ulah lagi aku pastikan media semua akan tau. Jadi hati-hati saja mas." ucap dinda.
Pertemaun Dinda dan Merine sudah di tentukan jam nya oleh Merine.
Di sebuah Lestoran xx yang ada di jakarta selatan.
Dinda sudah siap ber temu dengan Merine Dinda
Menyusun kata untuk memberi pertanyan untuk Merine.
Serasa ingin perang saja aku ini" batin dinda sambil memoles wajah nya. dengan make up
"Mas saya pergi dulu untuk bertemu dengan Merine.
"Kamu hati-hati sayang jika itu kiranya bahaya buat kamu lebih baik tidak usah biar mas yang akan menyelesai kan nya.
"Menyelesaikan apa?" yang ada mas bersatu kembali dengan dia." kata dinda.
"Lakukan yang menurut mu baik mas tak mau nanti kita yang ada terus berseteru.
"Sudah kamu diam saja mas!
Dinda pun mengambil tas dan kunci mobil.
Mas kamu jaga Anak-anak. aku pergi dulu
Dinda mencium telapak punggung Bagas lalu pergi.
Mami..!! Dio bersuara memanggil Dinda.
Aden ada apa? kata mbo.
"Mami kemana mbo?
"Mami pergi den! tapi papi aden ada di kamar.
Aden mau mbo buat kan apa?
biar mbo buat kan?
"Dio mau ke papih mbo.dio buat kan susu mbo lalu antar ke kamar papih ya mbo.
"Siap den! ucap mbo sambil tangan nya hormat ke pada Dio.
Dio pun melangkah kan kaki nya ke kamar orang tuanya. dio memegang hendel lalu mendorong pintu tak ter kunci.
"Papih..! sakit? biar dio pijitin ya pih?
"Tidak usah anak papih yang ganteng.
Anak papih sudah makan belom?.
"Belum pih. dio sendang minta buat kan susu sama mbo.
"Apa sudah di buat kan oleh mbo?
"Sudah pih.
"Dion mana ? dio.tanya Bagas.
"Sedang maen PS papi. dio bosen di kamar.
Anak ku sudah besar dan mengerti apa yang di lakuan orang tua nya.
Bagai mana jika ke dua anak ku tahu jika papi nya yang baik di mata mereka telah membuat noda luka kepada mami nya.
Pasti anak-anak ke kecewa dengan ku.
"Papih kenapa melamun? tanya dio.
Papi tidak melamun sayang. hanya saja papih bangga dengan mu. papih minta kamu jaga mami Harus sayang dengan mami.
"Dio sayang sama mami dan juga papi. Kita kan selalu bersama pih? Mendengar celotehan putra nya. Bagas menitikan airmatanya jatoh di pipinya.
Dio mengusap air bagas.
"Papih tidak boleh nangis dio memeluk tubuh bagas.dengan erat
Bagas memeluk sambil mengusap kepala Dio.
Maaf kan papih nak, papi saati ini belom bisa Menjadi orang tua yang baik untuk kalian.
Dinda tiba dengan kuda merah nya.
membuka pintu lalu turun dari mobil nya.
Melihat jam tangan masih ada sepuluh menit.
Aku belom terlamat sepertinya.
Dinda memasuki lestoran.celangak-clinguk mencari Merine. Rupanya merine belom tiba di tempat kemana merine ya?. batin Dinda.
...****************...
bye Dheandra.
lama ketunda dan ketimbun 😜