NovelToon NovelToon
Misteri Penunggu Lantai 4

Misteri Penunggu Lantai 4

Status: tamat
Genre:Teen / Horor / Misteri / Cintapertama / Tamat
Popularitas:120.9k
Nilai: 5
Nama Author: Caroline Gie White

Juna akhirnya mau berhubungan lagi dengan hal gaib yang hampir bertahun-tahun dia coba hindari, karena ada sesosok hantu cewek berseragam, Louise, yang sudah menjadi rahasia umum di SMA Ksatria Negara sering menampakkan dirinya kepada siapapun yang mencoba membicarakan dan mengusiknya.

Pada awalnya Juna tidak mengenali sosok itu sampai pada akhirnya dia mau mendengarkan Louise yang ternyata kakak sepupunya yang tewas ditangan pacarnya.

Dan Juna pun dengan dibantu Ariel, cewek yang bisa membuatnya merasa berani menghadapi Louise, mencoba memecahkan misteri tewasnya Louise, serta mencari dimana jasadnya dikubur.


Jangan lupa utk like, komen (biar aku bisa terus memperbaiki karya aku), dan vote yaaa.. thanks a lot!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Caroline Gie White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepulihan Juna & Hukuman untuk Dirga

3 BULAN KEMUDIAN....

Dengan masih mengenakan seragam sekolah, Ariel memasuki ruang rawat VVIP Juna. Ia membawa sebuket bunga mawar merah lalu mengganti bunga mawar yang sudah sedikit layu dalam vas bunga yang ada di samping tempat tidur Juna.

Biarpun masih koma, tapi Juna sudah bisa melewati masa kritisnya, 2 minggu setelah ia terbaring koma. Grafik di dalam layar monitor menunjukan kalau keadaan Juna jauh lebih stabil. Perban di kepala Juna sudah dilepas. Gips yang ada di tangan dan kakinya pun juga sudah dilepaskan.

Namun lagi-lagi dokter mengatakan semoga ada keajaiban untuk Juna karena memang benturan di kepalanya parah sekali. Operasi pengangkatan darah beku di kepalanya belum memberikan hasil yang berarti.

Ariel mencium kening Juna. Dia lalu duduk di sampingnya dengan meraih tangan Juna.

“Hei, Anak Manja, kamu mau tidur sampai kapan sih? Memang kamu enggak kangen ya sama bokap nyokap kamu? Kak Sammy juga kangen banget sama kamu, apalagi Pak Iyan. Katanya dia kangen mengantar kamu kemana saja. Dan aku..”

Ariel tersenyum sambil mengelus pipi Juna. “Aku kangen banget sama kamu, Jun. Ternyata selama kamu di sini, aku merasa kehilangan orang yang paling menyebalkan di hidup aku. Jadi please.. kamu cepat bangun ya, Jun.” Ariel lalu mencium punggung tangan Juna.

Setelah pulang untuk mengganti baju dan mendapatkan ijin kedua orang tuanya, Ariel kembali ke RS. Samantha memang tidak bisa sepenuhnya menemani adiknya, terlebih kedua orang tua Juna yang sulit sekali meninggalkan urusan mereka. Jadi Ariel dengan senang hati menemani Juna dan beberapa kali ditemani oleh Pak Iyan, yang sudah menganggap Juna seperti anaknya sendiri.

Seperti biasa, setiap hari Ariel selalu membacakan Juna satu buku. Buku apa saja, untuk merangsang kerja otak Juna. Setelah lelah membaca dan mengantuk, Ariel merebahkan kepalanya di samping Juna sambil tetap memegang tangannya.

Tengah malam, tiba-tiba mata Juna perlahan terbuka. Ia mencoba membiasakan matanya dengan cahaya di ruangan. Salah satu tangannya dia gerakan lalu tersadar ketika ada seseorang di sampingnya. Dia merasakan ada tangan lain yang sedang menggenggam tangannya lalu melihat muka Ariel yang sedang tertidur. Juna pun tersenyum. Tidak berapa lama Ariel pun bangun karena merasakan pergerakan di tangan Juna yang sedang di genggamnya. Ariel pun tersenyum.

“Kak Sammy sebentar lagi sampai. Bokap nyokap kamu baru naik pesawat. Jadi kamu sabar saja ya.”

Juna tersenyum. Ariel kembali menyuapi Juna. “Berapa tahun aku koma?”

“3.. bulan.”

Juna terkejut. “Enggak mungkin. Kamu pasti bohongkan?"

“Kalau yang menjaga kamu bukan aku, mungkin kamu masih dalam tidur panjang kamu sekarang.”

Juna lalu meraih tangan Ariel.

“Sama-sama, Jun. Aku senang kok bantu kamu.”

Juna pun tertawa perlahan. “Tapi kayanya ada yang aneh, Riel.” Juna menatap ke sekeliling ruangan. “Biasanya aku melihat sesuatu, tapi kok sekarang enggak ya? Padahal kalau di RS aku bisa lihat banyak.”

“Kamu serius?”

“Itu yang dari tadi aku pikirkan. Kamu mau bawa aku keluar enggak buat lebih memastikan?”

“Ayo.”

Ariel meletakan mangkuk bubur di meja lalu mengambil kursi roda dan membantu Juna turun dari tempat tidur dan naik ke kursi roda. Mereka lalu keluar dari kamar.

“Gimana? Sudah kelihatan?”

Juna menggeleng. Ariel lalu menghentikan kursi roda Juna di taman RS. Ia lalu duduk di bangku taman, samping Juna.

“Aku belum lihat apa-apa, Riel.” Juna masih celingukan. Semua tampak normal. Ia tidak melihat apapun selain orang normal.

“Kata nyokap kamu, kamu indigo setelah kena benturan, dan sekarang kamu juga kena benturan dan mungkin.. indigo kamu hilang, Jun? Bisa jadikan?”

Apa mungkin ini yang dimaksud Louise? “Is that possible?” (Apa mungkin?)

“Aku bilangkan mungkin. Dan itu artinya..” Ariel tersenyum menatap Juna. “Kamu sudah balik jadi normal dan kamu enggak butuh aku lagi.”

“Tapi, Riel..”

“Perjanjiannya, aku bakal menolong kamu disaat kamu butuh, dan berhubung kamu sudah sembuh, berarti aku enggak perlu lagi ada buat jadi kekuatan kamu.”

“Tapi, Riel..”

“Kamu balik ke kamar sama suster saja ya, aku pulang dulu.” Ariel bangkit dari duduknya. “Bye, get well soon ya..” Ariel pun berjalan meninggalkan Juna.

“Tapi aku enggak mau kamu pergi, Riel!!”

Juna setengah berteriak sambil memegangi kepalanya yang masih terasa sakit dan itu membuat Ariel menghentikan langkahnya.

“Dari awal aku lihat kamu di lapangan, aku sudah suka sama kamu! Aku juga berusaha mati-matian enggak membiarkan Dewa mendekati kamu, itu sebabnya aku mau ikutan ekskul biar bisa menjaga kamu!”

Ariel lalu berbalik badan ke arah Juna yang sedikit terlihat meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya.

“Dan soal tempat duduk, itu juga aku yang mengatur, karena aku enggak mau jauh dari kamu, Riel. Karena aku sayang sama kamu. Biarpun mungkin apa yang kamu bilang soal keistimewaan aku yang sudah sembuh, aku tetap mau kamu ada di samping aku buat jadi kekuatan aku. Please, jangan tinggalin aku.”

“Kalau memang kamu enggak bisa memaksa dia..”

Ariel menoleh dan melihat Samantha berdiri tidak jauh di belakangnya.

“Kakak yang bakal memaksa dia.” Samantha lalu merangkul Ariel dan membawanya mendekat ke Juna. “Kakak senang akhirnya kamu mau jujur sama perasaan kamu, dan kamu..” Samantha menatap Ariel. “Jangan bohongi hati kecil kamu, kalau sebenarnya kamu juga sayang sama Anak Manja ini.”

“Tapi, Kak, aku..”

“Kalian selesaiin dulu masalah kalian.” Samantha lalu pergi.

Juna pun meraih tangan Ariel yang berdiri di hadapannya.

“Biarpun aku sudah enggak punya keistimewaan, kamu maukan.. jadi cewek aku? Enggak masalahkan kalau aku sudah enggak indigo, yang penting aku masih tajir kok."

Ariel pun tertawa. “Aku lebih memilih kamu indigo, Jun, jadi aku punya alasan untuk selalu dekat sama kamu. Dan aku enggak peduli kamu masih tajir apa enggak."

“You mean the answer is yes?” (Jadi maksud kamu jawabannya iya?)

Ariel terdiam sejenak lalu mengangguk. “Tapi dengan banyak syarat.”

“Yah kok pakai syarat sih?”

“Biarin..”

Dari jauh Samantha pun tersenyum melihat Juna dan Ariel yang asyik tertawa.

SALAH SATU RUANG ISOLASI DI SEBUAH LAPAS..

Dewa terlihat prihatin memperhatikan kondisi Dirga yang sedang duduk dengan kedua kaki berselonjor di lantai di pojok ruangan, melalui jendela yang hanya bisa tembus satu arah. Matanya menatap kosong ke depan. Mukanya terlihat pucat. Rambutnya pun berantakan.

“Maaf, kakak kamu tidak bisa dibawa keluar karena kondisinya, makanya kamu saya bawa kesini.” Sahut seseorang yang berseragam polisi.

“Sebenarnya kakak saya kenapa, Pak?”

Si Polisi menghela nafas sambil menatap Dirga.

“Sehari setelah di bawa kesini, entah kenapa setiap tengah malam, dia teriak ketakutan dan minta dikeluarkan dari selnya. Karena setiap malam dia bertingkah seperti itu, jadi kita pindahkan kesini agar tidak mengganggu penghuni lapas lain.”

“Sudah diperiksa, Pak?”

“Menurut psikiater, dia dikejar-kejar sama rasa bersalahnya. Dan menurut medical record yang kami dapatkan, dia juga ternyata pernah dirawat ya? Karena.. stress?”

“I.. iya, Pak. Dia sempat ditangani psikiater setahun karena katanya.. Dia selalu merasa ditemani seseorang.”

“Ya semoga kakak kamu bisa cepat pulih.”

Dewa lalu terdiam menatap Dirga tanpa bisa melihat kalau di sampingnya ada seseorang yang duduk menemani dengan kepala bersandar di bahu Dirga dan memeluk lengannya.

Louise, si Cewek Berseragam.

“Aku bakal ada di sini menemani kamu, Sayang.”

Selamanya.

*TAMAT*

AUTHOR: Haii.. Alhamdulilah cerita Ariel dan Juna berakhir. Terimakasih banyak untuk semua yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca karya aku.

Mohon maaf apabila ada typo atau jalan cerita yang kurang berkenan. Jangan lupa utk like & komen yaa biar aku bisa lebih memperbaiki penulisanku. Sekali lagi aku ucapkan terimakasih.. Kalian bisa cek karya aku yang lain yaaa... See yaaa.. 🥰🥰

Semoga kalian selalu diberi kesehatan 🙏

1
Sri Wiludjeng
bagus cerita nya .. cepet selesai gak pake muter2.
Galuh Jennaira
Paling suka klo happy ending /Sob/
Galuh Jennaira
Karma berlaku ya dirga /Angry/
Galuh Jennaira
Juna oh juna /Heart/
Galuh Jennaira
Like pertama utk mu thor..
Dwi Agustina
bagus beneraaaaaan👍👍👍👍👍👍
Càröliné Gie White: Alhamdulilah.. Makasih kak sudah mau baca karya aku..
total 1 replies
Roslinah Minsong
lanjut thor
Càröliné Gie White: Tmakasih kak..
total 1 replies
Ayya Alfahrizy
aduh thor,ga usah pake visual jg x, merinding 😱😱😱😱
Càröliné Gie White: Maaf ya kak.. Biar dapet imajinasi ceritanya.. 🥹😇
total 1 replies
Murni Banty
sangat menarik alur ceritanya.. semangat trus di tunggu novel selanjutnya yg buat merinding
Càröliné Gie White: Tmakasih kak sudah mampir dan baca karya aku..
total 1 replies
Ayano
Dan feelingku makin kuat nih jadinya 😳😳
Ayano
Aku akan anggep Ariel ma Juna cocok

Boleh gak kakak thor?
Càröliné Gie White: Boleh banget..
total 1 replies
Ayano
Boleh gak aku anggep itu kek pertemuan sama calon calon
Ayano
Yang poto terakhir bikin aku shock 😨

Setan beneran itu keknya
Ayano
Kakak thor
Nama Zafrannya bagus ☺☺


Kek nama anime
Ayano
Halo kak diriku ninggalin jejak dulu buat mampir. Nanti mampir berkala. Kalau senggang silahkan mampir
Càröliné Gie White: Hai salam kenal.. Makasih sudah mampir ya 🙏
total 1 replies
Evi mugihartati
cerita seru bgt kon udh tamat sich
Càröliné Gie White: Sedang proses kak 🤗
total 3 replies
Shinta Teja
judulnya "masters of the sun",,,coba aja kamu tonton,Juna!!!
mustaqim jm
Ceritanya gak bertele-tele dengan gaya bahasa yang juga simple.
Sriyani Yani
lanjutkan
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓴𝓮𝓻𝓮𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷 𝓬𝓮𝓻𝓲𝓽𝓪𝓷𝔂𝓪 𝓰𝓪𝓴 𝓫𝓮𝓻𝓽𝓮𝓵𝓮" 𝓼𝓪𝔂𝓪 𝓼𝔂𝓾𝓴𝓪👍👍👍👏👏👏😘😘😘
Càröliné Gie White: Tmakasih kak..🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!