Lin Yuan hanyalah seorang satpam biasa yang ingin menikmati hidup tenang setelah meninggalkan gelarnya sebagai Raja Tentara Bayaran paling mematikan.
Namun, hari-harinya berubah menjadi kacau ketika ia terjebak kesepakatan menjadi pacar palsu seorang CEO wanita sedingin es bernama Shen Yuxuan demi menggagalkan pertunangannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Mengyao tidak mau mundur dan tetap menodongkan garpunya ke arah Lin Yuan.
Lin Yuan tahu jika dia memakan daging dari Mengyao, bos tsunderenya itu mungkin akan benar benar membunuhnya malam ini.
"Terima kasih atas kebaikanmu, adik kecil, tapi aku lebih suka makan sendiri."
Lin Yuan menolak suapan itu dengan halus dan kembali memotong bistiknya.
Mengyao memanyunkan bibirnya kecewa dan menarik kembali tangannya.
Melihat penolakan itu, rasa lega sedikit menghinggapi hati Shen Yuxuan.
Namun ego dan gengsinya masih menolak untuk mengakui bahwa dia merasa cemburu.
"Kau pikir aku peduli? Kalau kau mau disuapi olehnya, silakan saja."
Shen Yuxuan berkata dengan ketus sambil membuang muka, mencoba menutupi wajahnya yang semakin memerah.
"Lagipula kau hanya karyawan rendahan yang kubayar, kau bebas melakukan apa pun."
Kalimat pasif agresif itu meluncur begitu saja dari mulut Shen Yuxuan.
Lin Yuan hanya tersenyum tipis, sangat paham dengan bahasa alien milik tsundere ini.
"Tentu saja, Bos, tapi aku ini karyawan yang setia, aku tidak akan mengkhianati majikanku."
Lin Yuan menanggapi dengan santai, yang justru membuat Shen Yuxuan semakin salah tingkah.
Karena terlalu gugup dan kesal, Shen Yuxuan tiba tiba berdiri dari kursinya dengan gerakan yang sangat kasar.
Dia berniat meninggalkan meja makan dan kembali ke kamarnya.
Namun saking kasarnya dia berdiri, kaki kursinya tersangkut pada ujung karpet tebal di bawah meja.
Keseimbangan Shen Yuxuan langsung hilang dalam sekejap.
"Ah."
Shen Yuxuan menjerit pelan saat tubuhnya limbung ke belakang dengan cepat.
Bagian belakang kepalanya mengarah tepat ke ujung meja hias dari marmer yang keras di belakangnya.
Nyonya Shen dan Mengyao terkesiap kaget, tidak sempat bereaksi karena kejadiannya sangat tiba tiba.
Namun bagi mantan Raja Tentara Bayaran, kecepatan jatuh orang biasa sama lambatnya dengan daun yang gugur.
Wushhh.
Lin Yuan menendang kursinya sendiri ke belakang dan melesat maju bagaikan kilat.
Lengan kanannya yang sekokoh baja langsung melingkar di pinggang ramping Shen Yuxuan.
Dia menarik tubuh CEO itu dengan sedikit tenaga, mengubah arah jatuhnya.
Bruk.
Shen Yuxuan tidak jatuh ke lantai atau membentur meja marmer.
Tubuhnya justru mendarat dengan aman di pelukan dada bidang Lin Yuan yang hangat.
Waktu seolah berhenti berdetak di ruang makan keluarga Shen.
Shen Yuxuan memejamkan mata rapat rapat karena ketakutan, napasnya memburu cepat.
Perlahan lahan, dia merasakan hembusan napas hangat menerpa puncak kepalanya.
"Lantai ini terlalu licin untuk sepatu hak tinggimu, sayang."
Suara bariton Lin Yuan terdengar sangat lembut dan menenangkan, tepat di atas telinganya.
Shen Yuxuan membuka matanya dan mendongak, langsung bertatapan dengan mata tajam Lin Yuan.
Jarak wajah mereka sangat dekat, hidung mereka nyaris bersentuhan.
Tangan kiri Shen Yuxuan tanpa sadar mencengkeram kemeja dada Lin Yuan dengan erat.
Wajah pucatnya seketika berubah menjadi merah merona, jauh lebih merah dari sebelumnya.
"Lepas, lepaskan aku, dasar mesum."
Shen Yuxuan memalingkan wajahnya dan meronta kecil, namun suaranya sama sekali tidak memiliki tenaga.
Alih alih melepaskan, Lin Yuan justru membantu Shen Yuxuan berdiri tegak dengan sangat perlahan.
"Kau harus lebih berhati hati, Yuxuan. Aku tidak akan membiarkan lecet sedikit pun merusak tubuh indah pacarku ini."
Lin Yuan mengucapkan kalimat deklarasi itu sambil melirik ke arah Nyonya Shen dan Mengyao.
Kalimat itu sekaligus menjadi jawaban telak atas godaan Mengyao dan provokasi Nyonya Shen sebelumnya.
Mengyao menggigit bibir bawahnya, merasa kalah telak oleh pesona yang ditunjukkan Lin Yuan pada kakaknya.
Sementara Nyonya Shen justru tersenyum sangat lebar dan menepuk tangannya pelan.
"Romantis sekali, kalian berdua benar benar pasangan yang serasi."
Nyonya Shen tertawa geli melihat wajah putri sulungnya yang kini sudah semerah kepiting rebus.
Shen Yuxuan tidak sanggup lagi menahan rasa malu yang meledak di kepalanya.
"Aku sudah kenyang, aku mau istirahat."
Tanpa berani menatap mata siapa pun, Shen Yuxuan melepaskan diri dari Lin Yuan dan berlari kecil menaiki tangga.
Langkahnya sangat terburu buru, seolah sedang dikejar oleh hantu.
Blam.
Suara pintu kamar ditutup dari lantai dua menjadi penutup komedi makan malam hari itu.
Lin Yuan kembali duduk di kursinya dan meminum anggur merahnya dengan sangat tenang.
"Maafkan kekasihku, dia memang sedikit canggung kalau sedang jatuh cinta."
Lin Yuan mengangkat gelasnya ke arah Nyonya Shen dengan senyum kemenangannya.
Malam ini, es di hati CEO tsundere itu telah retak lebih dalam, dan Lin Yuan sangat menikmati setiap prosesnya.