NovelToon NovelToon
Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto / Sistem
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Billy Author

Raymond yang dulunya penduduk bumi, mendapati dirinya bereinkarnasi menjadi Rock Lee di anime Naruto. Dalam kepanikannya menerima kenyataan, tiba-tiba dia membalikkan cheat yang dulu dia buat saat main game mobil sewaktu di bumi. Regenerasi tak terbatas dan kebal terhadap ilusi genjutsu. Uchiha Madara: Sialan apakah dia masih manusia. Penulis : hallo semua, saya ingin bersenang-senang membuat novel fanfic ini, selamat membaca..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Billy Author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: Detak Jantung Juggernaut dan Altar Pasir yang Runtuh

Udara di sekitar kepompong pasir raksasa itu kini terasa panas dan gersang, seolah-olah seluruh kelembapan Hutan Kematian telah diperas habis oleh gesekan energi yang luar biasa. Bunyi hantaman bertubi-tubi dari tinju dan tendangan Rock Lee terdengar konstan, bergaung memecah kesunyian malam seperti palu godam raksasa yang menempa baja di dalam tungku pembakaran.

Setiap pukulan yang dilayangkan Lee meninggalkan jejak riak udara berwarna hijau keperakan. Di dahan pohon yang agak jauh, Tenten mencengkeram jubahnya sendiri, matanya tidak berkedip sedikit pun menyaksikan bagaimana rekan setimnya bertransformasi menjadi badai kehancuran murni.

"Neji... ini beneran Lee?" bisik Tenten dengan suara yang bergetar pelan. Bibirnya terasa kering, dan ada rasa tidak percaya yang amat sangat menyelimuti dadanya. "Kecepatan ini... aku bahkan tidak bisa melihat kilatan bajunya lagi. Yang kulihat hanya... pecahan pasir yang terus beterbangan."

Neji tidak langsung menjawab. Dia berdiri kaku dengan Byakugan yang berurat tegap di sekitar pelipisnya. Di dalam penglihatan khususnya, apa yang terjadi jauh lebih mengerikan daripada apa yang dilihat oleh mata biasa Tenten. Dia bisa melihat bagaimana sistem sirkulasi chakra Lee berdenyut dengan ritme yang abnormal, memompa energi mentah ke seluruh otot skeletal tanpa ada jeda pemulihan.

"Dia melepaskan pembatas biologisnya, Tenten," kata Neji, suaranya terdengar sangat berat, hampir seperti sebuah gumaman frustrasi. Rahangnya mengencang hingga otot-otot di sekitar lehernya menonjol. "Orang normal akan hancur jika memaksakan otot mereka bergerak di tingkat sirkulasi seperti itu. Tapi Lee... sirkulasi energinya justru semakin padat setiap kali dia menghantamkan tinjunya. Ini melanggar semua hukum medis yang kuketahui!"

Di pusat arena, kepompong pasir yang membungkus Gaara mulai memperlihatkan tanda-tanda kelelahan struktural. Pasir otomatis yang biasanya beregenerasi dalam hitungan milidetik kini kalah cepat dengan frekuensi pukulan Lee. Retakan demi retakan yang menyerupai jaring laba-laba raksasa mulai menjalar dari bagian atas hingga ke dasar kepompong.

Di dalam kegelapan pelindung tersebut, Gaara duduk meringkuk, kedua tangannya mencengkeram erat kepalanya sendiri. Matanya yang memiliki lingkaran hitam tebal terbuka lebar, menatap dinding bagian dalam pasirnya yang terus berguncang dan menjatuhkan butiran debu ke wajahnya.

"I-Ibu..." Gaara mendesis, suaranya tercekat di tenggorokan, dipenuhi oleh sebuah kepanikan primitif yang belum pernah dia rasakan sejak pertama kali dia bisa mengingat. "Kenapa dindingnya berguncang? Kenapa... kenapa Ibu tidak bisa menghentikannya? Dia di luar... dia ada di mana-mana!"

"Darah... aku butuh darahnya untuk menenangkanmu, Ibu!" Gaara berteriak histeris, suaranya melengking tinggi memecah kegelapan di dalam kepompong. Namun, untuk pertama kalinya, suara bisikan monster di dalam kepalanya tidak memberikan jawaban yang menenangkan, melainkan sebuah raungan kegelisahan yang sama besarnya.

BUMMM!

Sebuah tendangan lurus dengan tumit dari atas—Konoha Shogu—menghantam tepat di ubun-ubun kepompong pasir. Hantaman ini adalah puncak dari rangkaian serangan beruntun Lee setelah membuka Gerbang Pertama. Kekuatan kinetik yang dihasilkan begitu masif hingga menciptakan gelombang kejut melingkar yang menyapu bersih seluruh sisa pasir di permukaan tanah dalam radius sepuluh meter.

KRAAAAK!

Kepompong pasir itu pecah berantakan, meledak menjadi jutaan butiran debu halus yang beterbangan ke udara malam seperti kembang api kelabu. Tubuh Gaara terekspos sepenuhnya, terdorong mundur dengan kasar hingga tumitnya menyeret tanah, menciptakan dua jalur parit kecil di atas permukaan tanah berlumpur.

Lee mendarat dengan kedua kakinya, lututnya sedikit ditekuk untuk meredam momentum pendaratan. Aura hijau yang menyelimuti tubuhnya masih menyala dengan stabil, memancarkan kehangatan yang kontras dengan dinginnya angin malam hutan. Dia menatap lurus ke arah Gaara, wajah kotaknya tampak sangat tenang, seolah semua kegilaan serangan tadi tidak mempengaruhi stabilitas mentalnya sedikit pun.

"Pertahananmu sudah terbuka, Gaara," kata Lee, suaranya terdengar berat dan berwibawa di tengah kesunyian yang mendadak kembali setelah ledakan tadi. "Apakah ini semua kemampuan dari pertahanan mutlak yang kamu banggakan itu?"

Gaara perlahan menegakkan tubuhnya, rambut merahnya tampak berantakan dan beberapa butir pasir menempel di dahinya. Dia menatap Lee dengan pandangan yang kosong namun sarat akan kebencian yang mendalam. Nafasnya memburu, dan tangannya yang gemetar perlahan menyeka sisa darah di pipinya yang terluka akibat hantaman pertama Lee sebelumnya.

"Siapa... siapa kamu sebenarnya?" Gaara berbisik, suaranya terdengar parau. Dia tidak tahu siapa pemuda beralis tebal di depannya, dia tidak tahu dari klan mana asal kekuatan tidak masuk akal ini. Yang dia tahu hanyalah bahwa keberadaan orang ini adalah ancaman langsung bagi eksistensinya. "Di desaku... tidak ada orang seperti kalian. Konoha... penuh dengan orang-orang aneh yang menjijikkan."

"Namaku Rock Lee," jawab Lee sambil menegakkan posisi berdirinya, melipat kedua tangannya di depan dada dengan gerakan yang sangat santai. "Seorang ninja yang tidak memiliki bakat dalam Ninjutsu maupun Genjutsu. Aku hanyalah seorang manusia biasa yang memilih untuk mengasah senjataku sendiri hingga ketajaman tertinggi."

"Biasa?!" Kankuro yang menyaksikan dari atas dahan pohon berteriak dalam hati, matanya hampir keluar dari rongganya. "Manusia biasa mana yang bisa menghancurkan Suna no Mayu milik Gaara dengan tangan kosong?! Bocah ini benar-benar gila!"

Temari di samping Kankuro meremas kipasnya dengan ekspresi yang sangat kaku. "Kankuro... situasi ini sudah di luar kendali kita. Jika Gaara tidak bisa mengendalikan emosinya setelah ini... monster di dalam dirinya akan benar-benar keluar, dan hutan ini akan berubah menjadi kuburan massal bagi kita semua."

Gaara tidak mendengar ucapan kakak-kakaknya. Fokusnya telah terkunci sepenuhnya pada Lee. Di dalam dadanya, segel gaib yang menahan luak berekor satu mulai bergetar hebat, merespons rasa terancam yang dirasakan oleh inangnya. "Manusia biasa... berlatih? Hahaha... Jangan bercanda! Eksistensiku... tidak akan pernah bisa dihapuskan oleh sesuatu yang remeh seperti latihan!"

Dia meremas tangan kanannya ke udara, dan dalam sekejap, sisa-sisa pecahan pasir di sekelilingnya kembali bangkit, membentuk pusaran baru yang jauh lebih besar dan tidak teratur. Pertarungan ini belum selesai, dan Reymond tahu betul bahwa wujud sejati dari ancaman Sunagakure baru akan segera diperlihatkan.

1
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
The Music
lanjut lagi 🔥🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍
Andi Akhasay: Mampir kak ke ceritaku.
total 1 replies
Aisyah Suyuti
goof👍
waktunya comeback
menarik
Hadi Hadi
good 👍
The Music
semangat thor👍🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍👍
Hadi Hadi
up up up 😍😍
Hadi Hadi
is good 👍👍
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
semangat 💪
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
good 👍👍
Hadi Hadi
lanjut 💪
Hadi Hadi
up up up 👍👍
Hadi Hadi
sikat 💪
Hadi Hadi
mantap 💪
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
good 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!