NovelToon NovelToon
BENIH TERTINGGAL Season 2

BENIH TERTINGGAL Season 2

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Al-Humaira

Season 2 BENIH TERTINGGAL 🤗

Revisi diskripsi _


Maureen yang kabur saat akan menikah malah terjebak dengan seorang pria yang sedang dikuasai obat. Niat ingin kabur Maureen justru membuat dirinya terlempar di atas rajang dengan pria yang tidak di kenal.


Setelah satu tahun Maureen yang memiliki bayi, harus kembali menelan pil pahit saat putranya di diagnosa mengidap penyakit Leukimia.


Bagaimana Maureen bertahan demi putranya yang sedang sakit keras???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al-Humaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidur di sofa

Suasana di rumah besar Noah tidak seperti biasanya yang sepi kini justru terlihat ramai dan hidup. Noah dan Elara begitu bahagia melihat Ethan yang sangat tampan dan pintar dalam membuat mereka tertawa.

Ethan dan Celine sedang bermain, Celine sering kali kalah membuat wajahnya dipenuhi dengan bedak cap jari Ethan dan wajah Celine membuat Ethan selalu tertawa, hingga menular pada semuanya.

Carlos yang biasanya ada jadwal kerja memilih untuk menghabiskan malam ini untuk kelurga, ia seperti akan mendapat mainan baru saat melihat Ethan.

Sedangkan Noel menggaruk pelipisnya, ia duduk disofa mengamati semua kelurganya yang tampak bahagia, sepertinya dia tidak salah membawa Ethan tapi kenapa dirinya seperti orang asing yang tidak terlihat oleh mereka.

Noel melirik Maureen yang juga duduk sendiri, karena semua tampak fokus pada Ethan diam-diam Noel berdiri dan dudukan di samping Maureen membuat wanita itu tersentak.

"Kenapa kau-"

"Aku rasa, rumah yang tadinya tidak memiliki kehidupan kini terlihat lebih hidup, sepertinya Ethan berhasil menghidupkan isi rumah ini." Gumam Noel sambil merentangkan tangannya sebelah kiri di bahu sofa, sehingga berada di belakang kepala Maureen.

Maureen hanya diam sambil menatap lurus kedepan, di mana semua anggota keluarga sibuk mengajak Ethan bermain.

"Jika keadaan Ethan selalu bahagia, bukankah itu jauh lebih baik," ucap Maureen tanpa mengalihkan tatapannya.

"Aku pastikan dia akan sembuh, oleh kerena itu kita harus melakukan pengobatan Ethan dengan cepat." Noel memajukan wajahnya hingga bisa mencium aroma wangi dari rambut Maureen yang sialnya justru membangkitkan hasratnya secara tiba-tiba.

"Maksud mu-" Maureen menelan ludah saat tiba-tiba kepalanya berbalik dan wajah keduanya begitu dekat.

"Mari kita buah adik Ethan."

Glek

*

*

Malam hari Maureen tidak bisa memejamkan matanya, melirik putranya yang sudah terlelap di atas rajang membuat Maureen menghela nafas.

Tangannya menyentuh kepala Ethan dan mengelusnya.

"Ibu akan melakukan apapun untuk kesembuhan mu, meskipun harus mengorbankan anak ibu yang lain," Gumam Maureen.

Menghadirkan adik untuk Ethan lantaran untuk sebuah tujuan, Maureen tahu mungkin sebuah tindakan egois. Tapi sebuah nyawa yang berharga membuat seorang ibu akan melakukan apapun, termasuk menghadirkan anak lain untuk sebuah kesembuhan.

Tok..Tok...Tok..

Suara pintu diketuk dari luar, Maureen melihat jam sudah pukul sebelas, siapa yang mengetuknya.

"Ya, masuk saja!" Serunya karena memang dirumah Noel banyak penghuni ia tidak perlu takut kalau-kalau orang jahat yang akan masuk.

Ceklek

Maureen mengerutkan keningnya melihat kepala Noel yang menyembul.

"Apa Ethan sudah tidur?" Tanyanya sambil menatap kearah ranjang.

"Hm, sudah." Balas Maureen sambil mengusap rambut Ethan.

Noel menerobos masuk dan menutup pintu lalu dikunci. ia berjalan mendekati ranjang dan berdiri di sisi Maureen yang duduk.

"Kenapa di kunci," Gumam Maureen sambil mendongak menatap Noel.

"Agar tidak ada yang sembarang masuk." Katanya sambil merangkak naik keatas ranjang.

"Eh, kenapa tidur disini?" Maureen langsung membenarkan posisi duduknya.

Noel sudah berbaring di sisi Ethan, tangan pria itu memeluk tubuh kecil putranya dengan posisi miring.

"Memangnya kenapa? ini rumah ku jadi aku bebas ingin tidur di mana.' Katanya dengan santai.

Mendengar ucapan Noel membuat Maureen merasa kikuk, benar ini rumah Noel jadi dia bebas tidur dimana saja.

"Mau kemana!" Noel mengangkat kepalanya saat Maureen bangun dan hendak pergi.

"Aku tidur di sofa saja," Katanya dengan senyum tipis.

"Oh," Noel kembali merebahkan kepalanya dan memejamkan matanya.

Maureen menghela napas, ia pikir Noel akan mencegahnya atau dia yang akan keluar dari kamar tapi ternyata.

Maureen merebahkan tubuhnya di sofa, meskipun hanya sofa tapi sepertinya sofa kualitas premium buktinya Maureen bisa langsung terlelap dan sampai bermimpi, dalam mimpinya Maureen seperti melayang dan merasakan aroma wangi yang melenakan.

Jadi dia bermimpi atau tidak?

1
Vindy swecut
keren ❤️❤️
Nani Te'ne
Suka
imoe nawar
👍
Isabela Devi
zora ngomong gitu Krn pengemarmu menyudutnya
Isabela Devi
suka bilang Celina 😆 dasar
Isabela Devi
🤣🤣🤣🤣 ancaman macam apa itu noel
Isabela Devi
hahahah jaena jaena, pastilah orang Noel ga suka sama kamu
Isabela Devi
pasti diangkat sama Noel
Isabela Devi
😆😆😆😆😆 ternyata dapat bogem juga si Noel
Isabela Devi
bagus Noel, rafeael hanya opsesi aja
Isabela Devi
licik juga Noel
Isabela Devi
Noel selalu membuat Maureen membalas budi itu yg ga baik
Isabela Devi
ketauan bangat modus Noel
Isabela Devi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Isabela Devi
semoga cocok sumsum tulangnya agar Ethan ga merasa sakit lagi
Isabela Devi
Noel berarti kamu ga tulus membantu anakmu
Isabela Devi
seorang CEO tapi pikirannya ga nyampe🤦
Isabela Devi
mirip Krn dia ayahmu
Konok Neng
sebuah kisah yg sangat bagus
Pupun
ya iyalah pasien. lebih penting daripada penyambutan presdir karena menyelamatkan nyawa seseorang. lebih diutamakan.. presdir RS dompala😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!