Menikah dengan Ipar adalah sesuatu yang sumbang buat Aralia. Tetapi ia tidak bisa menolak permintaan Ibunya yang memohon dengan air matanya demi sang cucu.
Varga suami yang lembut tak bosan-bosan memperhatikan istrinya walau sang istri menolak perhatian itu. Bahkan berani memasuki hati pria lain, yang membuat perjalanan cinta mereka rumit.
Dapatkan Varga memenangkan hati istri atau akan menyerah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mari kita hentikan hubungan ini
Ra, aku pacar yang penurut tapi kenapa aku merasa kalau kau sengaja mengabaikan aku. Tidak ada kabar dan kau juga tidak masuk kuliah. Aku merindukanmu dan bisakah kita bertemu? Aku tunggu dan segera kabari.
Begitu isi pesan yang dikirim Reven pada Aralia.
Maafkan aku Re, aku terlalu sibuk dengan rasa takutku. Semua kacau setelah hari itu dan aku kehilangan keberanian walau hanya memberimu kabar. Aralia membatin membaca pesan itu.
Aralia mendengar pintu kamar mandi terbuka, di lemparnya ponsel itu ke atas ranjang ia tidak ingin Varga merasa curiga padanya. Dilihatnya Varga keluar hanya menggunakan handuk melilit di pinggulnya. Pria itu seolah sengaja mengekpos tubuhnya yang seksi di depan Aralia, dari rambutnya yang masih basah menitik air menjelalah leher dan berlabuh di punggung pria itu, seksi membuat Aralia mengerjap dengan mulut sedikit terbuka.
"Kau mau apa ...?" Aralia bertanya dengan gugup.
"Kenapa?" Varga menautkan kedua alisnya, melihat Aralia yang fokus menatap bagian perut datar Varga. Itu sangat menggodanya tapi Aralia masih sangat polos untuk hal semacam itu.
"Kau bisa keluar?" Tanya Varga mengabaikan Aralia yang menatapnya penuh misteri.
"K-kenapa harus keluar?" Aralia balik bertanya dengan polos.
Varga menarik napas, "kau ingin melihat aku mengenakan pakaianku? Dengan senang hati, kau bisa duduk manis dan menontonku." ucap Varga santai.
"Cih?" Aralia segera berbalik saat Varga bersiap menarik handuknya. "Biasanya juga pakai baju di kamar mandi." gerutu Arali menutup matanya kemudian berjalan ke arah pintu, Varga tersenyum melihat Aralia salah tingkah.
Entah apa yang terjadi dengan jantung Aralia hingga meloncat-loncat dan serasa menuntut keluar dari sana.
Apa-apaan ini, apa yang salah dengan jantungku? Oh my ... aku butuh udara.
Varga menuruni anak tangga, berjalan melewati ruang keluarga dan bertemu dengan Tn. Roland.
"Pagi pa ...," sapa Varga dan diabaikan ayahnya itu. Varga merasa sedih melihat Tn. Roland mengabaikannya dan sudah hampir satu minggu.
Ele melihat kedua pria itu seraya menarik napas panjang. Menatap wajah sedih putranya itu membuatnya ikut merasakan kesedihan Varga. Bila semalam suaminya itu berjanji akan memaafkan putranya tapi bukan berarti langsung terlaksana. Tn. Roland butuh waktu untuk bicara dengan Varga supaya kata maaf bukan hanya terucap dari mulut melainkan tulus dari hati.
Varga mengangguk-anggukan kepalanya mencoba menenangkan hatinya sambil melanjutkan langkah keluar dari rumah.
"Kak ...," Panggil Aralia saat melihat Varga mau masuk ke dalam mobilnya. "Kau sudah mau berangkat?" tanya Aralia mendekat.
"Mmm,"
"Tapi Ara pengen ke kampus," Varga berdecak, melihat Aralia bingung.
"Terserah."
"Tapi Ara mau diantar sama kakak,"
"Biasanya juga naik daring, kau bisa pergi sendiri."
"I-iya tapi kali ... i-ini aku pengen diantar sama kakak." ucap Aralia malu-malu.
Varga berdecak, sejak kapan Aralia aneh begini.
"Kau meminta aku mengantarmu ke kampus sementara kau belum mandi, berpakaian dan lain sebagainya. Kau mau aku menunggu untuk itu? Buang waktu saja." Varga membuka pintu mobilnya dan segera masuk, meninggalkan Aralia memanyunkan bibirnya.
Aralia berdecak sebal, menatap mobil itu menghilang dari pandangannya.
_____________________________________________
Aralia menyandarkan kepalanya pada sandaran bangku panjang yang ada di taman kampus. Ia memutuskan untuk menemui Reven disana. Semenjak kejadian pertengkaran Reven dengan Varga, Aralia belum bertemu dengannya atau sekedar memberi kabar.
Cayrol ternyata mengikuti langkah temannya itu diam-diam dan bersembunyi di balik bunga yang tingginya mencapai tinggi badanya.
Pasti Aralia ketemu sama pacarnya , akan kuberitahu si Paman tampan. Batinya dalam hati, bersiap siap mengeluarkan ponselnya.
"Ambil gambar atau vidoe? Ah Video aja biar lebih nyekik tuh ke ulu hati. "ucapnya menyeringai.
Tak lama kemudian Reven datang dan Cayrol bersiap mengambil rekamannya.
"Hei Ra ...," sapa Reven mengangetkan Aralia yang tengah mengosongkan pikirannya. Reven menepuk pucuk kepala Aralia pelan.
"Hei ..., kau sudah datang?" Aralia menggeser posisi duduknya ke ujung bangku dan memberi isyarat supaya Reven duduk.
"Kau apa kabar?" Tanya Reven setelah duduk melirik Aralia.
"Baik," Aralia menggigit bibir bawanya melihat bekas lebam keunguan di wajah Reven. "Apa masih sakit?" tanya Aralia menunjuk luka Reven.
Reven menggeleng, "sudah tidak. Tinggal bekasnya saja." ucapnya, tersenyum simpul.
"Aku sudah bilang jangan menemuinya," ujar Aralia.
"Tidak aku harus melakukanya, dia harus tahu bagaimana aku mencintaimu." Reven menunduk, lalu melirik Aralia tengah menahan tawa.
"Jadi dia menghajarmu?" Aralia terkekeh.
"Mmm, aku juga menghajarnya."
"Tapi kau masuk rumah sakit,"
"Suamimu yang berlebihan, aku hanya pingsan." Reven terkekeh, begitupun dengan Aralia seolah apa yang terjadi waktu itu adalah lelucon.
"Dia tidak menyakitimu kan?" Reven bertanya dengan raut cemas.
"Tidak. Tapi malam itu semua jadi kacau, Re." Kata Aralia menatap sendu Reven.
"Ada apa?" Reven mengambil tangan Aralia dan mengenggamnya.
"Sorry, malam itu begitu aku tahu kau di rumah sakit aku ingin menemuimu. Tapi Varga menghalangiku dan membuat seisi rumah bangun." Aralia menghela berat, ia merasakan tangannya di genggam erat Reven dan itu membuatnya tidak nyaman.
"Jadi mertuamu sudah tahu tentang hubungan kita?"
Aralia menggeleng, "kau tahu, aku tidak mengerti apa yang ada dipikiran kak Varga saat itu. Aku pikir dia bodoh karena mengakui dirinya yang selingkuh."
"Sungguh?" Reven tercengang, baru saja ia berpikir kalau hubungan Aralia dengan keluarga suaminya sudah berantakan karena mengetahui menantunya berselingkuh. Tapi sayangnya pria bodoh yang berhati baik layaknya malaikat mengorbankan dirinya untuk kesalahan yang tidak ia lakukan.
"Menurutmu dia bodoh atau manusia sok berhati Tuhan?" tanya Aralia.
"Tentu saja bodoh. Dia pikir dengan mengakui hai itu akan mengubah kenyataan kalau kau akan mencintai dia."
Aralia terdiam sejenak, menatap Reven yang terlihat kesal.
"Re," lirih Aralia, wajahnya menyendu menatap Reven. Pria itu menyelipkan rambut Aralia di belakang telinga kekasihnya itu.
"Apa?"
Aralia menghela napas, ragu-ragu ia ingin mengatakan sesuatu. Mulutnya berulang kali terbuka dan kembali mengatup. lalu entah dapat keberanian dari mana Aralia akhirnya bersuara.
"Rumah itu ..., penuh kebahagian, meskipun aku dan kak Varga tidak saling mencintai kami bisa tinggal damai disana. Kami melakukan peran dengan baik tanpa orang tua kami tahu yang sebenarnya." Aralia menarik napas, menatap lurus pada Varga.
"Rumah itu penuh kasih dan orang di dalam rumah itu saling mengasihi. Ada waktu untuk sarapan bersama dan ada waktu untuk berkeluh kesah di malam hari. Tapi ...dalam sekejab aku mengubahnya menjadi neraka. Dalam sekejab aku menciptkan permusuhan antara anak dan orang tua." Aralia memejamkan mata memecah bulir yang siap berlabuh dari netranya. Bayangan Varga saat di tampar mertuanya melintas di pikirannya.
" Aku menyadari sudah menjadi perusak kebahagian di rumah itu. Aku menciptakan neraka diatara mereka yang saling mengasih. Seharusnya ...." suara Aralia gemetar ia berusaha menahan tangisnya.
"Stttsss ...,jangan sedih" ucap Reven mengusap kepala Aralia lembut.
"Aku egois bukan?" Tanya Aralia dan Reven menggeleng.
"Seharusnya kak Varga tidak perlu berhati malaikat, seharusnya ia mengakui kalau akulah yang selingkuh," ucap Aralia, mengusap matanya dengan punggung tangannya.
"Ara, bagaimana kal—"
"Re, aku mencintaimu dan hingga saat ini aku masih mencintaimu, tapi aku tidak ingin meninggalkan keluargaku demi cintaku,"
Aralia memotong ucapan Reven yang berniat mengatakan supaya Aralia jujur pada mertuanya. Bahwa sesungguhnya yang membuat masalah di kelurga itu adalah dirinya bukan Varga.
"Ara—"
"Maafkan aku, Re. Aku ingin tetap menjadi istri bagi suamiku dan aku masih ingin tetap menantu di rumah itu."
"Ra, please ... kau tidak bisa melakukan itu. Bagaimana bisa kau menghabiskan seumur hidupmu dengan orang yang tidak kau cintai?" Reven menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya atas apa yang ia dengar dari mulut Aralia.
"Aku akan belajar mencintainya."
"Kau sudah melakukan itu! Kau sudah hidup dengan nya selama pernikahan kalian. Apa iya kamu mencintainya? Tidak kan?"
Tidak Reven, aku bahkan tidak menatap kak Varga sebagai suamiku selama ini. Aku tidak pernah belajar mencintainya.
"Akan aku coba sekali lagi."
"Astaga Ara! Itu gila. Jadi kau menyerah pada hubungan kita?" Reven berdiri, berjalan menyugar rambutnya prustasi.
"Maafkan aku Re," lirih Aralia, menyeka air matanya.
"Jangan lakukan itu, Ra." ucap Reven menunduk berlutut mengambil tangan Aralia dan mengenggamnya erat.
"Sungguh aku mencintaimu, aku membawamu kedalam setiap mimpiku. Aku punya mimpi bersamamu. Kau lepaskan pria itu dan kita jalani hidup kita penuh cinta. Aku janji Ara akan membahagiakan kamu selama hidup aku." Mohon Reven penuh harap, melepaskan genggamannya lalu menangkup wajah Aralia dengan kedua tangannya. Memperlihatkan kalau ia bersungguh-sungguh.
"Aku minta maaf Re,"
Reven menggeleng, "tidak Ra, aku mohon ...,"
"Maafkan aku Reven, kau benar kalau hubungan yang kita jalin ini tidak sehat. Seharusnya kau menolakkku saat mengetahui statusku walaupun aku memohon padamu. Seharunya kau berhenti dan bukan malah menerimaku. Aku minta maaf. Mari kita hentikan hubungan ini." saat mengatakan itu wajah Aralia menyendu penuh penyesalan.
"Kau bisa membenciku sebanyak yang kau mau. Aku tidak akan keberatan. Aku mendoakan yang terbaik untukmu dan kumohon lupakan aku." tambahnya lagi.
Aralia memutuskan untuk pergi, dan meninggalkan Reven disana terdiam. Hati Reven hancur berantakan. Ia mencintai Aralia dan apa itu salah? Reven mengepalkan tangannya menahan marah, sedih, kecewa bercampur jadi satu.
Aralia melangkah lebar menuju toilet wajahnya kini lengket karena air matanya yang terus menerus menetes. Ia ingin menyegarkannya dengan cuci muka.
Mungkin hanya aku yang melakukan peranku selama ini. Semenjak menikah, kak Varga tidak sekalipun mengabaikan aku, khawatir dan perhatiannya selalu ia tunjukkan walau itu membuatku tidak nyaman. Aku tidak tahu kebaikan kak Varga itu adalah bentuk cintanya atau .... entahlah aku sulit mengartikannya. Batin Aralia, menatap dirinya dalam cermin yang ada di toilet.
Sementara Cayrol menimbang apa yang akan ia lakukan pada rekaman itu. Suaranya tidak terdengar jelas karena jarak antara dia dengan Aralia cukup jauh. Setelah mendapatkan keputusan, ia tersenyum dan meninggalkan tempatnya.
Varga membelai wajah Aralia lewat potret yang dijadikan ornamen di mejanya. Dalam photo itu bukan hanya Aralia tapi disana juga ada Rena mendiang istrinya. Photo itu diambil sendiri oleh Varga saat ulang tahun Rena di taman belakang rumah mereka. Aralia tertawa lepas sementara Rena mencubit pipi adiknya itu gemes. Ia tidak menyangka kedua perempuan itu kini menjadi istrinya.
Apa aku terlalu keras sama Ara? Apa yang ia lakukan sekarang? Mungkinkah istriku itu sudah kuliah atau masih betah di rumah? Aku tidak sungguh -sungguh memintanya untuk tidak kuliah. Aku hanya marah itu saja.?
Ting.
Varga meletakkan photo itu dan mengambil ponselnya yang berbunyi tanda pesan. Dibacanya nama pengirim, Cayrol.
Varga penasaran dan mengunduh pesan berbentuk video. Lalu di tontonnya rekaman tanpa suara jelas itu.
Varga tersenyum sinis. Rautnya suram dan menyesali apa yang baru saja ia pikirkan. Varga melirik photo itu kembali lalu mengambilnya dan memasukkan ke dalam laci. Ia sangat kesal hingga suara kertak giginya terdengar.
OBSESSIVE LOVE dan IPAR
*perselingkuhan suami dilaknat tapi perselingkuhan istri dianggap bisa saja
*suami selingkuh dibuat dapat balasan, menderita, mengemis maaf dan berjuang keras dapat kesempatan tapi istri selingkuh dianggap biasa saja dan semudah itu dimaafkan
*suami selingkuh, sikap istri tegas, minta cerai, pergi dan tidak mudah memaafkan tapi istri selingkuh. sikap suami bodoh, tidak punya harga diri, malah suami yang mengemis dan memohon istri tinggalkan selingkuhan nya dan semudah itu dimaafkan
*suami selingkuh kalian hadir lelaki lain yang perhatian pada sang istri tapi istri selingkuh, kalian hadirkan wanita lain tapi tetap saja dicap pelakor dan wanita murahan
*wanita selingkuhan diperlakukan kasar, hina dan dibinasakan tapi ptia selingkuhan istri diperlakukan sangat lembut dan malah seakan jadi korban
adil jalan pikir mu kalau sudah begini, miris sikap egois wanita dalam membuat novel
obsessive loves (suami selingkuh) dan ipar (istri selingkuh)
obsessive lover, suami selingkuh dilaknat, dapat balasan, menderita, mengemis maaf, berjuang membuktikan diri, berjuang keras dapat kesempatan, sikap istri tegas minta cerai, pergi dan tidak semudah itu memaafkan, kalian hadirkan lelaki lain yang peduli pada sang istri dan dianggap pria paling pengertian, wanita selingkuhan diperlakukan kasar, tidak ada baiknya, dihinakan dan akhirnya dibinasakan
banding dengan novel sendiri
ipar ketika istri selingkuh,perselingkuhan itu malah dianggap hal biasa saja, semudah itu dimaafkan, sikap suami kayak lelaki tidak punya harga diri dan bodoh, Terima saja diperlakukan kayak gitu dan malah dia yang mengemis dan memohon cinta pada istri najis tukang selingkuhnya, kalian hadirkan wanita yang perhatian pada sang suami tapi tetap saja kalian wanita murahan, dan diperlakukan kasar, pria selingkuhan diperlakukan lembut, solah dia korban juga, seakan perselingkuhan itu kalian benarkan
jika sudah begitu banggakah author dengan sikap yang sangat egois ini dalam berkarya
miris
*lihat begitu enaknya jadi pemeran utama wanita selingkuh dan semudah itu dimaafkan (coba kau banding dengan novel suami selingkuh, udah pasti dibuat dapat balasan menderita, mengemis maaf dan berjuang keras)
*saat novel suami selingkuh kau buat istri tegas pergi dan minta cerai tapi saat istri selingkuh suami dibuat kayak pria bodoh dan tidak punya pendirian Terima saja diperlakukan kayak gitu
*saat novel suami selingkuh kau hadirkan pria lain yang baik pada sang istri tapi pada saat istri selingkuh kalian hadirkan wanita lain tapi tetap saja dicap wanita murahan
*saat suami selingkuh, wanita selingkuhannya kalian cap wanita murahan tapi saat novel istri selingkuh, pria selingkuhan kalian buat seakan jadi korban
*saat suaki selingkuh kalian laknat, dan tidak ada pembelaan sama sekali tapi pada saat istri selingkuh kalian bela dengan alasan masih labil lah
pikiran munafik dari wanita dia dibawah kedalam novel maka jadilah novel yang munafik dan menjijikan
SKRG LO LGSUNG BRUBAH JDI KLINCI MANIS, KMARIN2 SLMA 11 BLN VARGA BRSIKAP MANIS, PRHATIAN DN SABAR, SLLU LO KETUSIN.. SEHARI PULANG DRI RS, LO MALAH MESRA2AN MA REVEN.. DN BETAPA GILANYA LO JDI TAMENG TUBUH BUAT REVEN PAS KPERGOK VARGA..
DN MLMNYA SETELH VARGA DUEL MA REVEN, LO MLH LBH KUATIR K REVEN.. SETELH APA YG CAYROL LAKUKAN, LO LGSUNG BRUBAH JDI KLINCI MANIS.
SAMPE SAAT INI, IBU LO SINISA, DN KDUA MERTUA LO, GK TAU KLAKUAN LO, SEMUA KBUSUKN LO DI TUTUPI OLEH SUAMI LOO, RELA DIMUSUHI DN TRSAKITI OLEH ORTU SENDIRI, DEMI JAGA HARGA DIRI DN NAMA BAIK LOO..
TU REVEN KSIH MMPUS SAJA.