NovelToon NovelToon
Antonim Akal, Sinonim Sayang

Antonim Akal, Sinonim Sayang

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Terpaksa Menikahi Murid / Bad Boy / Tamat
Popularitas:583.2k
Nilai: 5
Nama Author: Septira Wihartanti

Kami menikah demi warisan milik Mbah Rangga.
Nama kami sama-sama Ariel. Kami sama-sama telah memiliki kekasih. Kami sama-sama saling membenci.

Setelah Mbah meninggal, aku mengajukan perceraian, toh uang sudah didapat. Tapi Ariel baru akan menceraikanku, kalau aku jadi jelek. Jadi aku berusaha tampil kusam, tapi Pacarku malah memutuskanku gara-gara hal itu!!

Di lain pihak pacarnya Ariel cemburu. Dia mengancam akan melaporkan kami berdua ke Yayasan. Posisi Ariel sebagai penerima beasiswa Univ. Negeri terancam kandas, Aku terancam dipecat atas karier yang sudah kuperjuangkan bertahun-tahun.

Kesialanku jadi Double Kill!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kucoba Berdamai

50 missed call astaga...

Ini sudah jam berapa ya? Di luar sana gelap.

Iya, akhirnya aku menginap di rumah Anggun, Pakai piyama Anggun, pakai sinker Anggun, makan makanan anggun.

Aku tak bawa apa-apa kecuali tas kerjaku soalnya.

Aku juga diberi kamar tamu di lantai dua yang luar biasa luas. Bisa jadi luasnya seukuran rumah ibuku, Kudengar, rumah Anggun dan Rio ini dibagi dua sesi. Lantai 1 khusus Paman Banyu, lantai 2 khusus untuk Anggun dan Rio. Di lantai 2 sendiri ada 4 kamar.

Kutanya kenapa dibangun banyak kamar, karena katanya Anggun ingin punya banyak anak. Dan lagi Paman Banyu ada indikasi sedang mencari calon istri, jadi sebisa mungkin mereka tidak mengganggu aktivitas ayah mereka.

Kulihat ponselku sudah jam 21.30.

Tampaknya aku terbangun setelah kekenyangan makan malam.

Aku dijamu habis-habisan oleh anggun. Secara dia lagi hamil makannya banyak. Segala jajanan ada. Jadi ya aku nebeng saja.

Kubuka WA ku. Ada 1 Wa dari ibuku, tulisannya : “Jaga kesehatan, nduk. Jangan stress-stress.”

Dari kalimatnya sih dia tidak khawatir mengenai keadaanku, pasti Paman Banyu sudah mengabari kalau aku di rumahnya.

Lalu ada 37 WA dari Ariel.

Aku menghela nafas sebal.

Perlukah kubuka isinya?

Paling isinya hanya merayuku.

Tapi aku penasaran.

Tapi aku gengsi.

Duh... bingung,

Sudahlah buka saja.

Kebanyakan kata ‘maaf’ darinya. Juga betapa dia mencintaiku selama ini.

Juga kalimat terakhir. “Kalau kamu mau cerai, apa boleh buat. Asal kamu bahagia dengan kehidupan kamu.”

Itu kata-kata yang kutunggu.

Tapi kenapa rasanya sesak di dada?

Lalu muncul WA masuk.

“Aku di rumah Kak Anggun. Kamar sebelah kamu.”

Astaga...

**

Hatiku rasanya bergemuruh tak menentu... aku ragu mengetuk kamarnya.

Entah ini rasa malu, ataukah karena gengsi...

Dan kenapa dia bisa tahu aku ada di sini...?

Seakan dia bagai magnet yang selalu menempel padaku.

Kupandangi pintu kamar besar di depanku... sambil berpikir ada apa dengan diriku?

Kenapa aku datang ke kamar Ariel?

Kenapa tidak tunggu dia datang ke kamarku saja?

Ataukah dia sudah berkali-kali mengetuk kamarku sebelumnya tapi aku tak respon karena ketiduran?

Sudahlah...

Bagaimana pun dia suamiku. Kami harus bicara masalah...

Apakah aku benar-benar mau bercerai darinya?

Atau kah ini hanya emosi sesaat?

Arka sudah tak ada...

Davina sudah tak ada...

Apa lagi alasanku bercerai? Tak ada.

Kriett...

Pintu kamar itu terbuka sebelum aku mengetuknya, di saat aku ragu.

Ariel di depanku.

Bertatapan mata denganku.

Aku sempat bengong saat melihatnya.

Dia juga tampaknya terkejut melihatku di depan kamarnya.

Rambutnya acak-acakan dan wajahnya ... pucat.

Dia masih sakit...

“Mm...” aku bingung mau bicara apa, dan mulai dari mana.

“Aku mau ambil minum ke dapur, tenggorokanku sakit banget,” katanya tanpa kutanya.

“Hm...” aku dengan canggung minggir ke samping memberinya jalan.

“Minum di kamar kamu masih ada?’ tanyanya.

“Hm... masih.” jawabku

“Ya udah kita ngomong di kaamr kamu aja, Aku sekalian minta minum...” dan dia menarikku ke kamarku.

Tangannya... panas.

Sepertinya demamnya kambuh lagi.

Lalu aku melihat beberapa luka di tangannya

Semakin kuperhatikan... semakin banyak luka.

Loh ternyata bukan hanya baret? Tapi kenapa makin meluas ke sepanjang lengan?

Ini luka baru? Apa yang terjadi?!

”Ariel? Kamu kok baret-baret gini?!” seruku kaget saat aku membuka lengan kaosnya.

Kami sudah sampai dikamarku. Dia menegak air mineral dari pitcher di atas nakasku dan sedikit melirikku.

Lalu duduk di pinggir ranjangku.

Sambil menghela nafas.

“Hm, jatuh dari motor.” Katanya.

“Jatuh dari motor? Kapan?!”

Tapi Ariel hanya mengangkat bahunya sekilas.

“Ariel-“

“Ada yang lebih penting dari itu...” ia meraih kedua tanganku dan menggenggamnya.  Kulitnya yang putih terasa panas. Lebih panas dari dia demam kemarin.

“Aku tanya sekali lagi... kamu mau bercerai?” ia mendongak menatapku. Wajahnya sangat iba, seakan ia tak rela aku pergi.

“Aku...” tenggorokanku tiba-tiba sangat kering.

“Aku minta maaf, tolong beri aku kesempatan sekali lagi.” Desisnya pelan. Dia sambil berdehem karena masalah tenggorokan. Terlihat ia susah payah menelan ludah.

“Claudia, tolonglah... lupakan semua masa laluku. Saat kita belum bertemu. Semua itu tidak berarti bagiku. Tidak ada hubungannya dengan masa kini. Tolong ya sayang? Aku akan meminta maaf dengan cara apa pun yang kamu mau,“

Kini ia menarikku dan memeluk pinggangku. Dahinya disandarkan di perutku. Aku berdiri di antara pahanya, di samping ranjang.

“Sebisaku aku akan kabulkan semua permintaanmu, asal jangan minta aku bercerai, jangan minta aku menjauh. Tolong lah Claudia. Aku sudah suka kamu sejak lama... sejak sebelum ada klausul pernikahan kita! Kini kamu berhasil kudapatkan, tapi kamu malah tidak bahagia. Salahku di mana Claudia? Tolong beritahu...”

Ia memohon lirih padaku.

Aku baru kali ini mendengar seorang laki-laki...menangis.

Karena cinta.

Sungguh, rasanya remuk hatiku.

Apalagi melihat keseharian Ariel yang bengal dan bandel, rasanya pemandangan di depanku ini tidak mungkin terjadi.

Pegangannya di pinggangku sangat erat bagai tak ingin aku terbang.

Kurasakan, tangannya bahkan sampai gemetaran.

Mana mungkin aku tega melihatnya seperti itu?

Akhirnya, mengumpulkan tenaga yang ada, aku pun meletakkan tanganku di kepalanya.

“Kamu tidak salah apa pun. Kamu suami yang baik.” Kataku. “Tapi beri aku waktu sedikit ya untuk bisa menerimamu.”

Malam itu kami tertidur berdua di ranjangku, dengan ia memelukku sangat erat.

Sempat aku bangun saat adzan subuh berkumandang, yang ada di depan hidungku adalah dadanya yang panas. Kumiringkan kepalaku, kudengarkan detakan jantungnya.

Berirama pelan, dalam kondisi ritme yang tenang.

Entah bagaimana, aku lega tubuhnya masih berdetak.

“Ariel... bangun, sudah subuh,” gumamku.

Ia masih terpejam.

Kuperhatikan benar-benar raut wajahnya.

Tampannya dia.

Hidungnya mancung, bibirnya kemerahan dan tipis, dengan alis melengkung dan rambut kecoklatannya yang berantakan.

Matanya cekung dan terlihat sayu saat menatap. Senyumnya terkadang lembut, terkadang sinis. Dan gigi taring sebelah kiri yang tampak lebih panjang dari semua giginya.

Bagaimana ya wajahnya saat tumbuh jambang? Saat ia dewasa nanti? Sekarang saja ia sudah tinggi begini, walau pun tubuhnya cenderung kurus. Namun ada siluet otot di perutnya, jumlahnya ada enam setelah kuraba. Kurus tapi kokoh.

Dan rahangnya... persegi yang menawan.

Wajar saja ia jadi idola sebagian besar cewek di sekolah. Bahkan mungkin kalau ia bertandang ke sekolah lain, ia sudah jadi artis dadakan.

Tapi kini... ia suamiku.

Ada perasaan bangga saat menyebut cowok ini, yang digila-gilain semua gadis ini, sebagai suamiku. Rasanya aku bagaikan wanita tercantik di dunia. Ariel memilihku dari sekian banyak cewek yang usianya lebih muda dariku. Bukannya aku merasa tua, kupikir usia 24 malah sedang ranum-ranumnya. Tidak terlalu muda, tapi sama sekali tidak tua. Walau pun lebih pantas dipanggil ‘mbak’ bukan ‘dek’ lagi. Hehe.

Kusentuh rahangnya, lalu dagunya, lalu bibirnya.

Dan setelah aku sadar aku sudah maju dan mengecut lembut bibirnya.

“Bangun, sayang... SHolat dulu. Nanti tidur lagi,” bisikku.

Ia membuka matanya dan menatapku sambilmengerutkan kening.

“Kamumanggil aku apa? Sayang?” ujarnya masih dengan mata micing-micing karena baru bangun.

AKu hanya tersenyum lembut padanya.

Ariel berusaha duduk dengan mata masih tertuju padaku. “Serius kamu manggil aku ‘sayang’?”

“Nggak suka?” tanyaku.

“Suka banget... suka... sangat suka sekali malah...” ia memelukku, dan membenamkan wajahnya di leherku.

“Makasih ya... sudah mau mengakuiku.” Bisiknya.

Rasanya mataku sampai berkaca-kaca mendengarnya begini.

Aku sungguh tak merasa pantas dicintai seromantis ini.

**

“Belajarlah mencintaiku, Claudia. Maka akan kuberikan seluruh duniaku.”

-Ariel Clodio Rejoprastowo-

**

1
sukensri hardiati
makasiiih.../Rose/
sukensri hardiati
kok bisa othor bikin cerita beda2 tp tokohnya nyambung semua....
Ulil Baba
katanya tukang jagal kok bisa d kibulin
Ulil Baba
sama ajalah suami kalau ada perempuan oke seksi pasti mata melotot begitu juga istri ada cowok badan bagus wajah kece apalagi gagah pasti senyum trus bilang waoo
Ulil Baba
penuh misteri
Ulil Baba
/Good/
Ulil Baba
dari part awal aku masih loading,, part ini udah mulai paham,,seru sih
Ulil Baba
loohh katanya tadi Raden Arya anaknya pakde Sasongko,,kok mulek tooo
Ulil Baba
kok masih bingung ya dengan alur ceritanya,, coba baca lagi
another Aquarian
loading sebentar, kaya pernah denger ratu damaya.. jiahhhh, mantannya Ai 🤣🤣🤣
another Aquarian
sokooorrrrrr deksu... kapokmu kapaaannnn 🤣🤣🤣
another Aquarian
si Meoww mode julid 😂😂😂
another Aquarian
Meoww udah dewasa aja... jadi sama bu guru Erica gak sieh??
another Aquarian
meoowwww...., 😃😃😃🤣
another Aquarian
baiknya ibuukkkk... 🥰🥰🥰
another Aquarian
iyain aja dehhhhh, si deksu yang lagi bucin 😂😂😂
another Aquarian
kan waktu dari club udah disetirin pulang sama Ariel naik Chevrolet
another Aquarian
lemot 🤣🤣🤣
another Aquarian
papaaahhhhh 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
another Aquarian
astagaaa, pokoknya bucin 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!