Zee, seorang gadis yatim piatu menjadi korban perundungan di kelasnya. Zee yang telah diajarkan untuk selalu berbuat baik pada siapapun, hanya bisa menelan semua kepahitan ini. Terlebih lagi, orang yang merundungnya adalah anak Kepala Sekolah.
Suatu ketika, saat Zee berulang tahun yang ke-17, Zee mendapat sebuah sistem setelah terpeleset tak sadarkan diri. Sistem ini memberikan Zee banyak tantangan dan juga hadiah yang sangat menarik. Bahkan sistem ini mampu mengubah Zee yang buruk rupa menjadi gadis paling cantik di sekolah.
Takdir Zee yang telah berubah ini membuatnya memiliki tujuan baru di hidupnya, yaitu menjadi seorang bintang terkenal. Tentu, menjadi bintang tidaklah mudah.
Saksikan sepak terjang Zee dalam menjalankan berbagai misi dan juga menjadi Selebriti terkenal di dunia.
***
Novel sistem TK ini untuk event wanita kuat. Jangan lupa untuk subscribe, like dan komentar agar TK semangat...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. Sikap Zee
"Aku tidak boleh terpengaruh oleh apapun." Zee membulatkan tekad.
Zee, yang telah mengambil keputusan untuk tidak lagi memperdulikan atau menggubris berita-berita yang menjelek-jelekkan tentang dirinya akhir-akhir ini. Dia ingin fokus pada pembelajaran dan usaha untuk memperbaiki diri. Namun, pilihan Zee ini tentunya membuat reaksi yang berbeda dari orang-orang di sekitarnya, terutama Ella dan kedua sahabatnya.
Zee, yang tampak teguh pada keputusannya untuk tidak membiarkan berita-berita tersebut mengganggu fokusnya tampak bersikap biasa saja, tidak lagi memikirkan dan memperhatikan berita-berita negatif tersebut tentunya membuat Ella dan kedua sahabatnya merasa heran.
Lina dan Berta duduk bersama di kantin sekolah ketika Ella datang bergabung dengan mereka.
Ella yang baru saja datang berbicara sambil mengernyitkan dahi. "Hei, kalian tahu nggak, aku bingung banget sama Zee."
Lina menaikkan alisnya ke arah Berta, "ada apa dengan dia?" tanyanya kemudian.
Berta menimpali dengan menggendikan kedua bahunya. "Tidak tahu."
"Hai, apa kalian lihat? Zee sepertinya mulai berubah akhir-akhir ini. Aku merasa dia terlalu cuek dan nggak bisa ditekan lagi seperti dulu." Ella mengeluhkan hal ini.
"Betul, benar sekali. Tadi pagi aku lihat berita-berita yang menjelekkan tentang Zee masih tersebar di banyak media sosial. Bukannya malu atau merasa terpengaruh, dia malah fokus belajar dan nggak peduli sama sekali." Lina mulai paham dengan maksud Ella.
"Serius? Aku belum lihat lagi beritanya. Tapi, ini kan bukan masalah kecil, seharusnya. Tapi, kok dia cuek begitu ya?" Berta tidak paham dengan sikap Zee.
Ella mengangguk mengiyakan. "Iya, ini masalah besar, dan seharusnya dia merasa malu atau terpengaruh dengan berita-berita itu seperti kemarin-kemarin. Tapi sepertinya dia malah memilih untuk tidak ambil pusing. Bagaimana ini?"
Ella mulai cemas, takut jika rencananya gagal untuk kesekian kalinya.
"Apakah kita harus memberitahu pada, Syah? Biar dia melakukan rencana selanjutnya." Ella, meminta pendapat pada kedua sahabatnya.
Dia kesal dan jengkel melihat sikap Zee yang tidak terpengaruh lagi. Ella, berpikir bahwa sudah seharusnya Syah dengan cepat merealisasikan rencana yang sudah disusun sedari awal mereka bergabung bersama.
"Sebaiknya begitu, El. Syah, harus segera tahu jika Zee nyatanya tidak terpengaruh." Lina memberikan usulan dengan semangat.
"Apakah Zee, menjadi sugar baby seseorang? Siapa tahu saja, dia memiliki bakingan yang membuatnya terlihat tegar."
Sekarang, Berta justru berpikir ke arah yang lebih ekstrim, yaitu menuduh Zee menjadi sugar baby seseorang yang memiliki kemampuan untuk bisa menjadi tameng bagi Zee.
"Wah, bisa jadi."
Ella, tampak antusias menangapi pemikiran Berta. Dia menjentikkan jarinya, seakan-akan menemukan sebuah ide brilian.
Ctek
"Aku yakin, Syah pasti tahu sesuatu jika benar Zee menjadi sugar baby. Ini adalah berita terbaru, yang akan menjatuhkan nama Zee. Hehehe ..."
Kekehan Ella, menandakan bahwa ia memiliki pemikiran yang memuaskan dengan rencana yang akan dilakukannya ke depan.
"Hai, apa yang kau rencanakan, Ella?" tanya Lina ingin tahu, yang diangguki Berta.
"Jangan bicarakan ini di kantin. Aku tidak mau ada dinding-dinding yang memiliki telinga!"
Lina dan Berta, mengangguk paham dengan maksud perkataan Ella. Mereka berdua tidak lagi memaksa, meskipun rasa penasaran tetap ada.
"Baiklah. Nanti kita kumpul di rumahku saja, sepulang sekolah."
Akhirnya Ella membuat keputusan. Dia sendiri sudah tidak sabar untuk segera ceritakan rencananya pada kedua sahabatnya itu. Bisa dipastikan, jika rencananya ini akan berhasil sehingga membuat Zee tidak lagi berani menampakkan diri di sekolah.
"Eh, Ella. Kamu anak kepala sekolah, kan? Kenapa tidak meminta bantuannya untuk memanggil Zee, kemudian mengintrogasi? Bisa, kan memberikan surat pemanggilan orang tua atau wali, dengan alasan sudah mencemarkan nama baik sekolah."
Dahi Ella, mengerut memikirkan usulan dan pertanyaan Berta. Tapi untuk masalah ini dia tidak mau melibatkan mamanya. Dia tentu saja tidak ingin mendapatkan integrasi, saat meminta bantuan pada mamanya yang notabene adalah kepala sekolah di sekolah High School ini.
***
Untuk Zee sendiri, dia menyadari bahwa adanya berita-berita negatif dan hoax yang menjelek-jelekkan tentang dirinya di berbagai media sosial sangat berdampak besar pada kegiatan-kegiatannya. Tapi ini bisa dijadikan pengalaman yang berharga, jika suatu hari nanti dia menjadi lebih terkenal lagi.
Ibarat kata, makin tinggi pohon tumbuh maka angin juga akan menerpa dengan lebih banyak dan besar. Di satu sisi, pertumbuhan yang positif pasti ada saja hal negatif yang mengikutinya.
"Hm ... ternyata memang benar kata Bunda Ami, jika semua proses untuk sukses membutuhkan perjuangan yang berat."
Namun, bukannya hanya diam dan pasrah seperti yang terlihat, Zee tampaknya telah merencanakan sesuatu untuk membalas orang-orang yang menyebarkan berita-berita hoax tersebut. Rencananya ini mungkin mencakup tindakan untuk membantah berita-berita palsu, mengungkapkan kebenaran, atau mengambil langkah hukum jika ada dugaan pencemaran nama baik. Tapi, ia akan mencari tahu terlebih dahulu bagaimana cara yang terbaik.
Dalam situasi seperti ini, Zee sebenarnya merasa marah, kesal, dan terhina oleh penyebaran berita-berita negatif tentang dirinya. Sementara itu, rencana untuk membalas muncul dari dorongan untuk melindungi nama baiknya dan menunjukkan bahwa dia tidak akan membiarkan penyebaran berita palsu berlalu begitu saja.
"Aku tidak ingin tertindas seperti dulu, dan aku akan melawan mereka."
Sikap Zee yang ingin membalas perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, sudah dipikirkan secara matang. Dia sendiri tidak ingin gegabah, karena ini pastinya dilakukan oleh mereka-mereka yang merasa iri.
"Siapapun mereka, yang pasti mereka tidak akan mendapatkan apapun yang mereka inginkan."
Setelah itu, Zee ingat dengan System of Beauty yang ia miliki.
"Aku akan mencoba mencari tahu dari System. Semoga saja akan ada petunjuk yang lebih jelas lagi, agar aku tidak salah langkah."
Zee memutuskan untuk mengaktifkan System of Beauty terlebih dahulu, sebelum semua rencananya berjalan. Dia ingin mengetahui pendapat dari System.
[Ting]
Nama : Zee
Ras : Manusia
Umur : 17 tahun
STR : 24
AGI : 8
INT : 15
VIT : 45
CHARM : 10%
LUCK : 1
Pengaturan wajah : 0
Skill : Dash
Toko : 1
PK : 60
Uang : Rp 15.000.000
[Ting]
"Maaf, apakah aku bisa membeli skill untuk mengetahui kebenaran tentang beberapa hal?" tanya Zee langsung pada intinya.
[Ting]
[Apa yang ingin Nona ketahui?]
"A-ku ... aku ingin mengetahui kebenaran dari pembawa berita-berita hoax tentang diriku. Aku, difitnah sehingga semua yang aku kerjakan tidak sesuai dengan ekspektasi."
[Ada skill yang Anda butuhkan, Nona. Tapi, harga dari skill tersebut sangat besar. VIT Anda belum cukup.]
"Lalu, apa yang harus aku lakukan?" tanya Zee, dengan sedih.
[Ambil misi tantangan, dan Anda akan mendapatkan hadiahnya.]
"Apa misi tantangan yang harus aku lakukan?" Zee, tidak sabar untuk mengetahui misi tantangan yang diberikan oleh System of Beauty.
mau lanjut baca neh thor, meninggalkan jejak dulu biar lebih terasa.. wkwkwkwk..