NovelToon NovelToon
Pengantin 18 Tahun

Pengantin 18 Tahun

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Obsesi / Beda Usia / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:262.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: unchihah sanskeh

Damian yang mulai menutup diri setelah memilih pergi dari rumah. tiba-tiba mengetahui bahwa ayahnya telah “membeli” seorang pengantin untuk merawatnya. Gadis pengantin tersebut bernama Elia yang merupakan siswinya di sekolah. Elia muncul di depan pintunya, dan menyatakan bahwa Dia dikirim oleh ayah Damian untuk menjadi pengantinnya.

Elia terpaksa menerima takdirnya sebagai istri yang tak di inginkan oleh Damian, demi membantu orang tuanya yang memiliki hutang dengan keluarga Toma.

"Namaku adalah Elia. aku disini untuk menjadi pengantinmu." ~Elia

"Aku adalah Gurumu." ~Damian

Menjadi seorang pengantin 18 tahun untuk gurunya sendiri, apakah Elia mampu mencairkan jiwa gunung es suaminya?

ig : unchiha.sanskeh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon unchihah sanskeh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sahabat dalam kesengsaraan

Ketika aku selesai bicara, Donny masih saja terdiam. hanya ada rasa bersalah dan penyesalan dalam matanya, malam itu kami menyaksikan sisi gelap dunia pendidikan yang terkadang lepas dari jangkauan guru. sunyi begitu mendalam, hampir seluruh ekspresi watak terwakili : Sedih, marah, getir, dan dingin.

Elia datang mendekat karena melihatku marah-marah, "Pak..."

"Maafkan aku," ucap Donny. "Semua ini di luar kehendak ku. aku tak terlalu memperhatikan siswa di luar jam pelajaran ku. secepatnya, aku akan menghubungi Ibu Aria dan Pak Andrew selaku pembimbing konseling."

suasana hening kembali menguasaiku. aku dapat memahami pendapat Donny, sebab aku juga tergolong cuek dengan lingkungan karena yang ku penting bagiku adalah menjalankan tugasku mengajar, selebihnya aku tak tahu menahu karena setiap guru memiliki tugasnya di masing-masing bidang.

"Kalian pulang bagaimana? mobilmu ada di mana?" ujar Donny kembali.

"Sudah ku jual, untuk modal usaha."

Sambil menunjuk mobilnya di luar gerbang, Donny memegang pundakku lalu berkata; "Masuklah ke sana, biar aku antar kalian."

di tengah cahaya remang, mataku memperhatikan sosok Elia. sejak tadi hatiku terenyuh pada kejadian yang menimpanya, masih bisa tersenyum dan bangkit saja sudah melebihi ketabahan rata-rata remaja seusianya.

dia adalah gadis yang sangat cantik, dengan wajah molek seperti bayi dan bibir mungil seperti lubang kunci. dia berdiri pincang memegang lenganku dengan seragam yang sudah lusuh. bila melihat caranya berbicara, keremajaannya tampak dengan jelas pada gaya dan gerakan tubuhnya; namun bila memperhatikan pendapatnya, jiwanya tampak lebih tua dari usianya. bagaimana seseorang dapat berpikir lebih cepat dari usianya? aku tak tahu. tapi, aku telah menemukannya pada Elia. gadis remaja yang dewasa...

aku menatap Donny dan dia balik menatapku, kemudian ku tatap wajah Elia yang mulai kemerahan. dia balik memandangku dengan tatapan yang bersungguh-sungguh sambil menganggukkan kepalanya.

"Bagaimana, Tak apa kan? kita pulang sekarang."

dia tersenyum.

lalu aku menatap Donny kembali, dia langsung pergi membukakan pintu di kursi belakang seakan ia telah paham dengan isyarat mataku.

"Terima kasih."

"Jangan sungkan." jawabnya.

Donny mengendarai mobil agak lambat, sambil sesekali memperhatikan kami di belakang lewat spion dalam mobilnya. dia memberikan aku tisu untuk mengelap luka pada tubuh Elia. jalan-jalan mulai sepi dan udaranya tidak sedingin malam kemarin. lampu jalan menyala terang, demikian pula lampu di rumah warga yang mulai terlihat. Elia duduk tenang meskipun sorot matanya mulai mengecil.

Sesampainya di rumah segera ku bantu Elia bersih-bersih, dan setelah itu kembali menemani Donny di beranda samping rumah setelah Elia tertidur.

ku seduhkan Donny secangkir kopi hitam untuk menemani obrolan kami malam ini.

"Sejak kapan kamu bisa membuat kopi begini?" katanya mengejek.

"Sejak menganggur. aku belajar banyak."

Donny tertawa agar suasana tak canggung. dia memang sosok yang luwes dan sedikit jenaka, dia mampu mencairkan suasana tanpa membuatnya canggung. dalam hati, aku mengagumi sosoknya yang sederhana dan mampu membawa diri.

"Soal istrimu, sekali lagi aku minta maaf. sungguh aku menyesal karena kejadian ini."

"Apa yang terjadi di sekolah? sampai pak Andrew yang jeli dan peka pun tak mengendus isu perundungan ini!" kataku.

Donny diam, diam mematung. aku menyadari ada sesuatu yang di sembunyikan olehnya, tetapi apa? hanya mereka saja yang tahu.

"Kamu pasti menyadari dampak dari tersebarnya berita itu di web sekolah! sejak kejadian itu, sekolah fokus untuk memperbaiki citra pengajar di mata wali siswa. karena itu pula, guru di perintah untuk sementara menjaga jarak dengan siswi. begitu pula sebaliknya. oleh sebab itu, sebagian besar guru tak menyadari kejadian yang terjadi di belakang antar siswa."

Kacau sekali, aku kembali merenungkan semua yang terjadi dalam hubungan antara aku dan Elia. aku tenggelam dalam keharuan dan penyesalan. Semua terasa semakin rumit dan makin panjang. lalu bagaimanakah dengan Amanda? adakah penyesalan datang dalam dirinya? aku tahu mungkin aku terkesan melempar kesalahan pada orang lain, tetapi mau bagaimana pun juga, semua ini terjadi karena ikut campur Amanda.

"Lalu apa rencana mu sekarang?"

tiba-tiba Donny memukul pundakku, bagai menarik kembali jiwaku yang sudah melayang jauh tak karuan.

"Seperti yang ku katakan tadi, Aku sekarang bertani." jawabku. "Kembali lagi soal tadi, aku tak bermaksud menekan mu. hanya saja, aku harap kamu mau membantuku untuk memberikan keadilan pada Elia. tolong bantu aku agar ia tak menerima pengalaman seperti ini lagi, dia masih terlalu muda, aku mengkhawatirkan mentalnya."

"Akan ku lakukan sebaik mungkin." ucapnya.

kemudian Donny beranjak dari tempat duduk dan menghampiri kebun kecil di samping beranda, tak jauh dari pohon ketapang terdapat bunga mawar putih yang mulai berkembang. "Suatu saat, pasti akan indah seperti bunga ini." katanya.

pertemuan ini kami isi dengan berbincang, dengan tema yang berubah-ubah pula. dari yang ringan ke berat, dari kehidupan di sekolah sampai ke pribadi. dan melalui itu aku tahu, dalam kejenakaan dan keluwesannya sesungguhnya terdapat cara berpikir yang tertib dan kokoh, yang di sembunyikannya sedemikian rupa hingga tak seorang pun tahu, kecuali beberapa orang saja.

Bukankah semesta begitu adil? aku kira, teman dan sahabat hanyalah bualan dan aku mungkin tak akan mendapatkannya. namun ternyata, ada yang ku lewatkan, Tuhan telah mendatangkan sosok Donny untuk menopang ku, dialah sosok teman dan sahabat yang tak ku sangka kehadirannya. bagai denyut di dalam nadi, begitu dekat dan dia membuatku hidup.

1
Siti Aisyah
Biasa
Siti Aisyah
Buruk
Yenni Ajah Lah
Lumayan
yuning
Luar biasa
yuning
Amanda cantik
yuning
novel nya bagus
yuning
mampir
lili
ayahnya Damian jahat bgt
lili
au aku manisnya kalian🥰🥰🥰
lili
aku marathon bacanya
lili
Amanda bener"ya ternyata picik dia
lili
suka"ceritanya
lili
Damian kamu hebat,bener"laki"sejati berani jujur dan tegas top dah. ..
lili
nekat bener Amanda TK tau malu padahal dah ditolak....damian
lili
wah suka dech pak Damian sudah mulai membuka diri semangat Damian...
lili
suka ceritanya
lili
suka karakter Elia ....
lili
ceritanya menarik
lili
melipir kesini.....
Ranie ELsya
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!