NovelToon NovelToon
PENGUASA LANGIT

PENGUASA LANGIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Kultivasi Modern / Perperangan / Action / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: DANA SUPRIYA

Anugrah adalah anak laki-laki yang miskin dengan kehidupan yang pas pasan dari ayah yang kenah PHK dan akhirnya menjadi pengemudi becak Mesin sedangkan ibunya sudah lama meninggalkannya sejak dia Sekolah Dasar. Kehidupan serba susah membuat dirinya terus di ejek dan di bully oleh kawan-kawan sekolahnya apalagi ketika dapat beasiswa bersekolah di sekolah elit di kotanya hingga caci maki bahkan bully terus dia terima dan dia terima dengan kuat dengan pembuktian dia tidak gampang menyerah hingga suatu hari semuanya berubah ketika dia tanpa sadar di bawa ke alam astral yang mempertemukan dengan arwah ibunya yang membuka takbir siapa dirinya sesungguhnya yang memiliki kemampuan luar biasa sebagai penguasa langit yang di takuti semua orang namun kehidupan belum berhenti ketika dia harus membuktikan jatih dirinya dan mengangkat martabat keluarganya dengan segala pembuktian kemampuannya, sanggupkah Anugrah membuktikan dirinya? Sanggup kah Anugrah mengangkat Martabat keluarganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANA SUPRIYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Pagi yang Beda

Anugrah merasa terkejut dengan kata-kata Ayahnya kalau latihan dasar satu yang di ajarkan sudah bisa di gunakan untuk membela diri

"Benarkah itu Ayah?"

"Ya asal yang mau mengalahkan kamu tidak pernah latihan bela diri"

"Oh begitu, ya iyalah Ayah ku yang ganteng tapi bagaimana yang sudah latihan bela diri, ya Anugrah bisa jadi peyek ya Ayah"

"Betul kali, renyah dan enak kali kalau dimakan sama mereka"

"Ah Ayah, kenapa Ayah bicara seperti itu?"

"Ha ha ha ha ha"

Ayahnya Anugrah tertawa melihat gaya dan kata-kata Anugrah yang sepertinya kesal kepada Ayahnya namun mereka berdua merasa kehangatan hubungan antara Ayah dan anak yang sudah lama hilang dan kini Anugrah bisa bercanda dengan Ayahnya bahkan bermanja sedangkan Ayahnya merasakan hal yang sama dalam.versi sebagai orang tua dan melihat manja anaknya padanya sebagai sebuah permintaan

"Maka dari itu ajari Anugrah setiap malam ya Ayah agar jangan jadi peyek dan emangnya Anugrah mau jadi peyek"

Mendengar kata-kata anaknya ini, Ayahnya Anugrah tertawa kembali melihat sikap lucu yang dibuat anaknya yang terlihat kurus namun penuh semangat

"Iya iya Ayah janji mengajari kamu terus agar jangan jadi peyek namun kamu harus ingat pesan Ayah jangan kamu gunakan ilmu belah diri untuk menyakiti orang lain tapi untuk membela diri dan bila mungkin menolong orang lain"

"Siap Ayah"

Akhirnya latihan mereka selesai dan Anugrah di minta ayahnya untuk istirahat karena besok paginya dia harus bangun cepat untuk pergi kesekolah dan hal ini dilakukan dengan senang hati walaupun malam ini terasa begitu capek dengan sistim latihan yang keras dan dipaksa ayahnya untuk latihan pisik namun bagi Anugrah hal ini menyenangkan karena dia tidak mau terus jadi bahan ejekan karena dianggap lemah

Akhirnya pagi datang, terlihat Anugrah terbangun dengan perasaan di berat dan nyeri badannya karena efek dari badanya yang terkejut karena semalam dia latihan sudah dipaksakan namun dia tetap menyemangati diri

"Bangkit Anugrah, kamu pasti bisa, ini baru kecil dan adanya yang lebih besar kalau terus kamu siap di bully tanpa perna melawan dan kini kamu sudah di jalan yang benar karens hal ini akan menguatkan pisikmu agar tidak terlihat lemah dan bisa melawan semua sakit yang tiga tahun sudah kau rasakan, ayo Anugrah bangkit"

Anugrah langsung bangun dengan melawan semua sakit dibadannya hingga akhirnya dia bisa ke kamar mandi untuk segera mandi dan akhirnya dia bisa bersiap-siap untuk pergi sekolah dan ingat sesuatu

"Oh iya ambil uang pegangan untuk beli serapan dan makan siang"

Anugrah segera ke kamar Ayahnya untuk mengambil kunci dan biasanya Ayah masih tidur namun kini Ayahnya sudah bangun

"Nugrah, tidak usah ambil uang ke lemari dan ini tadi malam lupa Ayah masukan ke lemari jadi kamu pegang saja"

"Ini seratus ribu Yah, Anugrah mau ambil 50.000 saja"

"Oh begitu ya, ya sudah kamu beli serapan pagi saja dulu untuk Ayah dan kamu jadi uangnya bisa di tukar"

"Iya juga Yah dan selama ini Anugrah belum pernah beli serapan jadi Anugrah beli serapan pagi dan nanti kita serapan bersama"

Ayahnya mengangguk dan tersenyum melihat Anugrah semangat namun dilihat anaknya agak berat berjalan

"Sini Ayah lihat badanmu, kelihatannya pegal dan nyeri di tubuh mulai terasa ya, sini biar Ayah bantu hilangkan sedikit sakit dari efek latihan semalam"

Anugrah mengangguk dan mendekati Ayahnya yang langsung meminta Anugrah berbalik dan menekan beberapa persendian dan anggota tubuh baik di badan, tangan dan kaki hingga akhirnya Ayah bicara

"Coba kamu gerakan badanmu lagi nak, bagaimana rasanya"

Anugrah lakukan perintah Ayahnya dengan menggerakan anggota tubuhnya yang tadinya berat dan sakit

"Sudah enakan Yah dan tidak terasa berat serta sakit lagi"

"Kalau begitu, sekarang kamu sudah beli serapan dengan jalan yang biasa bukan seperti yang tadi"

"Iyah Ayah"

Kini Anugrah langsung keluar dari rumah sambil membawa uang seratus ribu dan pikirannya sekalian beli gula dan teh serta susu jadi sekalian singgah ke warung Om Koko sebelum dia membeli serapan pagi hingga sekitaran 15 menit Anugrah sudah kembali ke rumah dengan beli nasih guri dua bungkus, teh, gula, susu dan kerupuk hingga Ayahnya tertawa

"Ngeborong ya nak dan sepertinya pagi ini ada yang berbeda untuk pagi kita kali ini"

"Iya Ayah, biar kita serapan pagi dan kita buat teh susu panas untuk nutrisi tubuh pagi dan tadi sebelum pergi, Anugrah sudah masak air pakai ceret pemasak air listrik dan kelihatannya Ayah yang mencabut kabel stop kontaknya ya Yah"

"Iya karena tadi ketika mau mandi, Ayah lihat bunyi suara air dari ceret pemasak air jadi Ayah cabut kabel stop kontaknya"

"Terimakasih ya Ayah karena tadi lupa mau kasih tahu dan sekarang Nugrah mau buat teh Susu buat Ayah dan Anugrah"

Ayahnya Anugrah menganggukan kepala sambil melihat tangan kecil Anugrah yang cekatan hingga siap teh Susu buatannya dan dengan bangga menghidangkan ke Ayahnya untuk pertama kali yang diterima Ayahnya dengan perasaan haru karena Anugrah tetap semangat hingga akhirnya mereka serapan pagi bersama dengan nasi guri yang dibeli Anugrah dan kerupuk yang menambah selera serapan pagi mereka yang mereka selalu syukuri hingga akhirnya selesai dan Anugrah langsung memberesi namun Ayahnya mencegah

"Sudah kamu beresin perlengkapan sekolah mu, biar Ayah saja dan selanjutnya biar Ayah antar agar kamu jangan terlambat kesekolahnya"

Anugrah mengangguk dan berterima kasih pada Ayahnya karena pagi ini semuanya tampak beda buatnya namun membuat dia tambah semangat hingga akhirnya mereka keluar dari rumah dengan mengunci rumah mereka sedang Ayah langsung memanaskan mesin motor becaknya sedangkan Anugrah sudah siap duduk di becak untuk segera diantar

"Kita pergi"

"Siap Ayah"

Ayahnya Anugrah langsung mengemudikan becak motornya untuk mengantarkan anak tercintanya kesekolah hingga akhirnya sampai ke gerbang sekolah yang kini sudah banyak siswa-siswi baik dari tingkat SD, SMP dan SMA melalalui satu gerbang yang sama

"Da Ayah, Anugrah masuk ke sekolah ya Ayah"

"Iya nak yang rajin belajarnya"

"Siap Ayah"

Anugrah memasuki gerbang sekolah dengan tatapan Ayah Anugrah yang merasa haru bangga melihat semangat anaknya hingga akhirnya memasuki gerbang sekolah dan tidak tampak di depan matanya sedang Anugrah berjalan sedikit cepat karena ingin cepat sampai namun tiba-tiba ada yang memanggilnya

"Nugrah, tunggu bentar"

Anugrah melihat siapa orang yang memanggilnya dan ternyata Azka

"Hei Azka, ku pikir siapa?"

"Kamu pikir siapa?, apa orang Mirza?"

"Iya benar"

"Kalau mereka, tenang saja selama ada Azka di sekolah ini maka mereka tidak ku bolehkan menyentuh dirimu"

"Benarnya itu Ka?, lihat itu mereka akan kemari"

1
Perjuangan 123
sangat keren
Rahmad Jelianda
cerita ny makin lama makin seru ya lanjutkan bab berikutnya 👍
nailah anisa
lanjutt, gaperna bosen sm setiap bab nya/Bye-Bye/
Sakina Anggraini
wah keren sekali di tunggu ya bab berikut nya
ibnu
keren👍
auraa cantika
makin lama makinn seruu aja cerita nyaaa❕lanjutkannn authorrr😈
Ani Suryani
anugrah harus belajar silat juga
Raudhati Meifa
wah makin seru aja ceritanya, ga sabar buat nunggu bab selanjutnya👍
Nando 0803
Cerita ini penuh pesan moral dan inspirasi
👍👍👍
Asa Napit
Lanjutkan ceritanya, kami menunggu bab berikutnya! 🔥
Juni Warti
cerita nya sangat bagus dan menarik 😍 lanjutt kan bab selanjutnya 💪
nayra aulia
cerita ini penuh pesan moral dan inspirasi ditunggu kelanjutannya👍🏻👍🏻
zahirahalim Halim
bab ini terasa seru beda dari bab yang lain makin ga sabar untuk menunggu kelanjutannya 👍👍
Muhammad Syah revaldo
ceritanya semakin seruhh, jadi ga sabar buat nunggu bab selanjutnya
Chimpanzini Menolak Hiatus!
belum paham maksud kalimat ini. anugerah sendiri yang menabung, tapi dia tidak ingat bawah dirinya sendiri menabung? 🤔🤔
Chimpanzini Menolak Hiatus!
angga siapa thor? typo kah?
Jing_Jing22
Suara apa itu???
Wida_Ast Jcy
Saran thor ada beberapa dibab ini ditemukan paragraf nya panjang panjang dech mungkin lebih baik dibuat jadi dua begitu. 🙏🙏
🦊 Ara Aurora 🦊
Jangan lah kau Anugrah diam2 bae tuh dibully oleh mereka, Jangan kau mau di bully Anugrah /Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
🦊 Ara Aurora 🦊
Yg pembully Anugrah itu pasti punya masalah dengan kehidupannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!