NovelToon NovelToon
PESANTREN IN LOVE

PESANTREN IN LOVE

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:139.3k
Nilai: 5
Nama Author: 𝐀❣️𝐅

Zuyyina Al Humaira seorang gadis cantik nan imut yang terlahir dari keluaga sederhana.

Sang ayah yang hanya bekerja sebagai seorang petani hanya mengandalkan dari hasil kebunnya untuk kehidupan sehari-hari.

Dia mempunyai tekat yang kuat untuk memperdalam ilmu agamanya di pesantren DARUL QUR'AN.

Dengan kebaikan sang ummi mau menerima Zuyyina di pesantrennya.

Akankah Zuyyina mampu menjalani hari-harinya sang sangat di sibukkan dengan kegiatan-kegiatan pesantren.

Bagaimanakah kisah cinta Zuyyin yang jatuh hati dengan seorang anak dari putra yai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐀❣️𝐅, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

🍂🍂🍂🍂

Hari pun silih berganti hingga wisuda pun hampir tiba. Zuyyin dan juga teman-teman seangkatannya yang akan di wisuda tahun ini setiap hari bekerja keras berlatih agar bisa menampilkan yang terbaik dan lebih maksimal.

Teman-temannya yang sudah mengetahui kehamilan Zuyyin dan mewanti-wanti agar Zuyyin tidak terlalu capek.

Pukul tujuh pagi Mak Zar beserta Adzkiya dan Zahra pun pergi ke pasar dengan menggunakan mobil pondok yang supiri oleh Zidan untuk membeli semua bahan belanjaan untuk acara besok.

Adzkiya seperti asistennya mak Zar kemana pun Mak Zar berjalan dia mengekor di belakangnya dengan Zahra.

Sementara Zidan menunggu di parkiran.

Begitu banyak belanjaan yang di butuhkan hingga jam 10 semuanya baru keluar dari dalam pasar.

Adzkiya yang kerepotan pun langsung menelpon Zidan agar membantu membawa beberapa barang belanjaannya untuk di masukkan ke dalam mobil.

Tak tanggung-tanggung Zidan sampai bolak-balik masuk pasar sampai tiga kali.

Mak Zar pun melihat catatan belanjaan nya takut ada yang terlewatkan.

Setelah mengecek semua belanjaannya mereka pun memasukkan belanjaannya kedalam mobil.

Hingga pukul setengah sebelas Mak Zar pun mengajak Adzkiya dan Zahra untuk mengisi perutnya yang tengah keroncongan. Mak Zar pun berjalan ke sebelah barat pasar mengajak Adzkiya makan bakso.

Setelah sampai di penjual bakso Mak Zar pun bertanya kepada Adzkiya dan Zahra untuk memesan sesuai keinginan nya.

"Mbak Zahra kamu mau pesen apa?" Tanya Mak zar.

"Aku mie ayam aja Mak" ucap Adzkiya.

"Aku juga mak" jawab Zahra.

Mak Zar pun memesan 2 mangkuk mie ayam dan 2 mangkuk bakso untuk Mak Zar dan juga Zidan dan es teh nya.

Setelah selesai memasukkan semua barang nya Zidan pun menyusul Mak Zar ke tempat penjual bakso.

"Alhamdulillah" ucap Adzkiya yang telah menyelesaikan makannya.

Mak Zar yang telah selesai juga pun beranjak dari tempat duduknya langsung membayar semua yang dimakan tadi.

Mereka pun langsung menuju mobil karena jam sudah semakin siang.

Zidan pun langsung memarkirkan mobilnya di depan pondok putri, Adzkiya dan Mak Zar pun turun bergantian.

"Mbak tolong bantuin bawa ke dapur umum dong!" Triak Mak Zar.

Tanpa ba bi bu santri wati pun langsung bergotong royong membantu mengangkat belanjaan menuju dapur umum.

"Mak mana nota nya?" Tanya Adzkiya selaku bendahara umum.

"Oh ya saya lupa, nih" jawab Mak Zar sambil mengeluarkan notanya dari dalam dompetnya.

Adzkiya dengan sigap langsung membereskan dan mencampurnya dengan nota yang kemaren.

Tepat di depan halaman sekolah sudah di dirikan beberapa tenda sudah terpasang dengan rapih begitupun dengan panggungnya.

Sementara di dapur umum para santri pun mulai membantu Mak Zar untuk membersihkan ikan dan sayuran, ada juga yang mengupas bawang dan cabe memisahkan dari batangnya.

Kompor pun sudah berjajar rapih dengan wajan besarnya untuk merebus ayam dan daging yang tadi sebagian sudah di cuci dan yang lain masih mengantri untuk giliran berikutnya.

Semua santri pun tak ada yang tidak bekerja ada yang membuat kotak nasi beserta Snack nya ada pula yang bikin kue bolu, tahu pentol dan lemper. Semua snack para santri membuat ya sendiri.

Sebanyak 500 kotak nasi plus snack untuk persediaan besok untuk para tamu undangan.

Adzkiya pun menyediakan slayer, kalung dan juga syahadah untuk para wisudawati di bantu dengan para pengurus lainnya.

"Mbak Adzkiya bunga yang di buat di panggung sudah di bayar kan?" tanya Maydina sambil menjinjing sedikit sarungnya.

"Belum mbak, besok sekalian aja kurirnya pas nganter sekalian melunasi pembayarannya" jawab Adzkiya sambil merapihkan kalung wisuda di atas nampan.

Panggung yang buat acara wisuda nampak ramai para santri putra mulai memasang banner dan mendekor nya dengan sedemikian rupa yang di awasi oleh Zidan dan ustadz Zain.

🌺🌺🌺

Waktu pun terus berlalu hingga malam pun telah larut namun dapur masih dalam keadaan ramai. Sebagian santri masih ikut membantu Mak Zar di dapur, namun tak sedikit pula santri pada tidur karena kelelahan termasuk para calon wisudawati.

"Kia tidur dulu gih, lihat tuh udah merem melek matanya tinggal 5 Watt" tidak mbok Yem teman Mak Zar orang yang ikut membantu buat acara besok.

"Nanggung mbok, bentar lagi ini selesai kok" timpal Adzkiya yang terus menguap menahan kantuk.

Tubuhnya memang lelah dan pegal seharian beraktivitas kini wajib di istirahatkan. Namun dia harus tetap menyelesaikan pekerjaannya memotong cabe hijau dan tempe buat besok. Karena mak Zar akan mulai masak jam setengah tiga.

"Mak Kia bobok di sini aja ya mak" ucap KIA sambil merebahkan tubuhnya berada di sisi daun pisang yang tadi sisa buat lemper.

"Lah kenapa gak tidur di kamar mbak Adzkiya?" tanya Maydina yang masih menyelesaikan tugasnya membersihkan tempat tadi untuk membuat aneka jajanan.

"Aku udah capek may, udah gak kuat jalan sampai kamar. Mata juga udah merem melek ini" ucap Adzkiya langsung memejamkan matanya.

Beralaskan terpal dan sisa daun pisang menjadi bantalnya, dengan hitungan detik Adzkiya pun sudah mengarungi mimpinya yang sudah kelelahan. Mengistirahatkan tubuhnya yang tinggal dua jam untuk kembali bangun dari tidurnya untuk menyambut hari esok yang semakin melelahkan dan menguras tenaga dan juga pikiran.

Mak Zar yang melihat Adzkiya pun hanya menggelengkan kepalanya. setelah memastikan mompor mati semua Mak Zar dan teman-temannya pun ikut merebahkan tubuhnya di samping Adzkiya untuk beristirahat sejenak, agar energinya kembali fit esok hari.

🌸🌸🌸

Tepat pukul tiga pagi Adzkiya pun sudah bangun dari tidurnya yang di temani dengan Maydina, Mak Zar dan juga mbok Yem.

Mak Zar dan teman-temannya bangun terlebih dahulu dan langsung ber perang dengan wajan besarnya sebelum Adzkiya bangun.

Kang Adzriel yang di bantu oleh Azam dan Arif pun kini tengah berperang dengan dandang besarnya untuk memasak nasi.

Para kompor pun yang sudah berjajar rapih di dapur umum kini sudah menyala dengan masing-masing orang yang memakainya.

Para santri yang tidak ikut wisuda pun kini memasukkan snack nya kedalam kotak yang semalam di buat.

Setelah sholat subuh Adzkiya dan teman-temannya melanjutkan tugasnya menata nasi ke dalam box. Mencicil agar tak keteteran.

Zuyyin yang sudah selesai melaksanakan sholat subuh berjamaah dengan gus Atha pun kini ia pamit untuk melihat keadaan dapur umum ingin membantu sebentar dengan teman-temannya.

"Bie, ijin ya ke dapur umum buat bantu-bantu sebentar" ucap Zuyyin yang menghampiri Gus Atha masih bersimpuh di atas sajadah.

"Hemmmmm, jangan lama-lama nanti kamu juga harus bersiap sayang" ucap Gus Atha mengingatkan.

"Iya bie, makasih" ucap Zuyyin sambil mencium tangan suaminya.

Zuyyin pun langsung turun menuju dapur umum ikut bergabung dengan Adzkiya.

"Mbak Adzkiya aku bantuin ya" ucap Zuyyin ketika sampai di samping Adzkiya.

"Hemm, sini" ucap Adzkiya menepuk tempat di sebelahnya.

Mereka pun menata nasi di kotak nya, hingga pukul tujuh Zuyyin pun pamit untuk bersiap-siap.

"Mbak Adzkiya saya tinggal dulu ya, mau siyap-siyap," ucap Zuyyin sambil bangkit dari duduknya.

"Iya, hati-hati neng" ucap Adzkiya.

Setelah sampai kamar Zuyyin pun langsung membersihkan diri terlebih dahulu sebelum merias dirinya di depan cermin.

Zuyyin pun mengenakan baju seragam wisudanya dan duduk di depan cermin untuk memoles sedikit wajahnya. Tak lupa pula Zuyyin menggunakan pensil alisnya di bawah mata dan tak lupa pula menggunakan lipgloss di bibir ranumnya.

Lalu melilitkan kerudung pashmina nya yang tadi pagi sudah ia siapkan.

Gus Atha pun mendekat kemudian mengecup pipinya dari samping seraya berkata, "jangan cantik-cantik entar ada yang suka" ucap Gus Atha sambil mencium wangi Zuyyin yang sudah menjadi candunya.

"Ish hubby mah ada-ada aja, aku gak pake apa-apa loh cuma pakai pensil alis sama lipgloss doang bie" ucap Zuyyin sambil menggunakan jarum pentulnya.

Gus Atha yang sudah siap dengan baju Koko yang senada dengan Zuyyin pun ahirnya melepaskan pelukannya dan mengajak turun ke bawah.

🌸 Bersambung 🌸

Maaf telat up sibuk di rl.

Jangan lupa tinggalkan like, komen, gift kalian

Bar emak semangat up nya 😘😘😘

1
Cut Risnawati
Luar biasa
Zuny Achmad
mksih kak 2024 kbaca lagi gk bosen pokok nya suka sekali ma karya nya
𝐙⃝🦜𝐀❣️𝐅: makasih 😍😘
total 1 replies
Rofiqoh Fiqoh
gak ada foto gambar nya kak
𝐙⃝🦜𝐀❣️𝐅: pake imajinasi sendiri aja kak😅
total 1 replies
bunda syifa
Luar biasa
🔵ᴷᴱ𝐂𝐡𝐮𝐧⁶⁴ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
nah bener tuh biar gak kelayapan kemana2
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Visualnya Unik-unik dan mantap 👍👍
𝕱𝖆𝖓𝖘⁹³
pertemuan nya di pasar
✮⃝🍌 ᷢ ͩ𝐗𝐈𝐖𝐄𝐈⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
mkasih bnyak ilmu yg di dpat
⏤͟͟͞Rᶻᵃˡ_⁶⁰
semangat bund
⏤͟͟͞Rᶻᵃˡ_⁵⁹
kereeenn
𝙵𝙰𝙽𝚉𝙰⁵⁸
waw dah ketemu mertua ajah🤭
𝙵𝙰𝙽𝚉𝙰⁵⁷
di tunggu selanjutnya Mak🤭☺️☺️
𝙵𝙰𝙽𝚉𝙰⁵⁶
semangat Mak buat karya nya
𝙵𝙰𝙽𝚉𝙰⁵⁴
semangat berkarya
𝙵𝙰𝙽𝚉𝙰⁵³
sangat menarik
𝗔💖𝗙³⁵
syeger tuh minum es cendol ☺️
𝙵𝙰𝙽𝚉𝙰⁵²
keren
𝙵𝙰𝙽𝚉𝙰⁵¹
semangat untuk karya nya
𝙵𝙰𝙽𝚉𝙰⁵⁰
keren buat karya nya
Yaya
jalur langit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!