NovelToon NovelToon
Mencintaimu Di Kesempatan Kedua

Mencintaimu Di Kesempatan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:256
Nilai: 5
Nama Author: Yun Alghff

"Jangan pernah melawan dunia, Nak. Semesta ini terlalu besar untukmu yang kecil. Begitu pun nanti jika kau dewasa. Semesta dan isinya terlalu besar untuk kamu lawan. Lebih baik menghindar dan mengalah demi keselamatanmu." Pesan mendiang Kakek selalu terngiang, bahkan telah tertanam dalam benak Naina.
Meski ia sempat mencintai orang yang salah, yang selalu memenjarakannya di sangkar emas, mengekang hidupnya dengan cinta yang dipaksakan, Naina tak dapat melawan penguasa tersebut. Naina terlalu lemah di hadapan Ryan, suaminya. Dapatkah cinta mereka bersatu kembali setelah beberapa kali badai besar menerjang bahtera mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun Alghff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

"Kamu kemarin kemana sih?" Celetuk pria bersuara tenor.

Naina tersenyum, menatap wajah ramah dan tampan pria di depannya. "Kenapa?"

"Kemarin kamu kemana?"

"Aku sibuk."

Reyhan bergeming, ia menatap Naina dengan lekat. "Kamu ada waktu gak malam ini?"

"Kenapa?"

"Ayo kita nonton film."

Naina mengerutkan keningnya. Nonton film? Apakah Reyhan tak punya tv di rumahnya? Atau Reyhan mau mengajaknya menonton tv di rumahnya?

"Nonton tv?"

Reyhan tersenyum dengan ucapan Naina, ia langsung mencubit pipi Naina gemas. "Nonton bioskop."

"Ooh..."

Naina terdiam, Reyhan menunggu jawaban. Naina sadar, ia masih berstatus istri orang. Tak baik juga jika ia menjalani hubungan dengan pria lain. Tapi, Naina merasa sedikit nyaman bila bersama dengan Reyhan. Apa Naina salah atas perasaan yang seharusnya tak singgah ini. Perasaan ini harusnya tak begitu cepat datang.

"Naina, bagaimana?" Tanya Reyhan memastikan.

"Aku telah bersuami, Rey." Naina berdiam, merenungi nasib. "Lagi pula, aku memiliki anak kecil. Gak baik juga aku tinggalkan terus."

Reyhan terdiam sesaat. Apakah ia bersalah mencintai pasangan orang lain? Kenapa hatinya harus terpaut pada wanita yang telah bersuami.

Reyhan pergi, ia tak memiliki jawaban puas dari Naina. Apakah jika Reyhan memisahkan Naina dan suaminya hidupnya akan tenang. Apakah mungkin Naina dapat menerimanya?

Perasaan yang Reyhan miliki saat ini sungguh membelenggu hati dan perasaannya. Baru kali ini Reyhan merasakan jatuh cinta yang sesungguhnya. Sesakit ini kah rasanya jatuh pada cinta.

Dulu Reyhan hanya bisa menertawakan Kakaknya yang terus-menerus mengejar cinta pertamanya. Kini ia mengalami cinta pertama dan langsung bertepuk sebelah tangan. Apakah suatu saat nanti ia dapat bersama dengan Naina, seperti penantian Kakaknya selama ini, dan akhirnya dapat bersatu dalam ikatan pertunangan dengan wanita pujaannya.

"Pria brengsek. Lu mempermainkan hati wanita. Harusnya lu ceraikan dia. Biar gue bisa bersama dengan Naina." Gerutu Reyhan yang tanpa sadar ia telah berada di ruangan kerja Ryan.

Reyhan duduk tanpa di suruh oleh Kakaknya. Wajahnya tampak jelas sedang marah. Ryan menatap sekilas ekspresi adik satu-satunya itu.

"Kenapa lu?" Tanya Ryan yang masih fokus pada sketsa kertas di tangannya.

"Kesel."

Ryan menatap adiknya. Tidak biasanya Reyhan bersikap kekanak-kanakan seperti itu. Pasti karena uang jajannya di potong oleh Mama. Begitulah pikiran Ryan.

"Lu butuh duit? Mau buat apa lagi kali ini?" Ucap Ryan asal.

"Gak." Reyhan membetulkan posisi duduknya. "Kakak punya teman pengacara gak?"

"Ada, buat apa? Lu buat masalah lagi?"

"Mau bantu temen bercerai."

Ryan menghentikan aktivitasnya. Ia berjalan menghampiri adiknya dan memukul kepala adiknya pelan. "Sinting, kau ya?"

"Iya, aku tergila-gila pada wanita bersuami. Tapi kesel karena suaminya tidak tanggungjawab malah menelantarkan dia dan anaknya."

"Lu jatuh cinta sama bini orang?" Tanya Ryan.

"Iya."

Ryan menghela nafasnya. Gila, adiknya itu benar-benar gila. Kenapa harus jatuh cinta pada istri orang. Bukankah dia bisa mendapatkan wanita yang masih gadis dan single.

"Secantik apa sih cewek yang lu taksir? Bisa-bisanya lu, ya."

"Cantik, cantik banget. Dia masih muda. Sayang, dia di sia-siakan oleh laki-laki baji*ngan." Omel Reyhan.

"Dia gadis desa, wajahnya cantik dan manis. Dia menikah dengan orang kota. Namun tiba-tiba dia ditinggalkan oleh suaminya tanpa kabar dan tanpa perpisahan. Statusnya saat ini tidak pasti. Janda bukan istri orang pun bukan. Terlebih anaknya masih kecil." Reyhan mejeda ucapannya, ia menatap Ryan serius. "Aku akan menjadi ayah yang sempurna untuk anaknya. Mengantikan sosok ayah yang belum anak itu dapatkan."

Deg... Hati Ryan tiba-tiba sakit. Ia teringat Naina. Gadis cantik yang ia tinggalkan tanpa pamit dan perpisahan. Apakah Naina juga memiliki anak darinya? Tapi nampaknya tidak mungkin. Karena selama berhubungan dengan Maeta ia tak pernah mendengar Maeta hamil.

Terlebih Ryan pernah periksa ke dokter. Kalau spermanya sedikit cair karena ia terlalu banyak pikiran dan pola makan yang salah. Jelas-jelas dokter sendiri yang mengatakan bahwa Ryan sulit memiliki keturunan kecuali ia istirahat total dan menjaga pola makan yang benar.

Namun Ryan melupakan satu hal. Selama ia tinggal bersama Naina, Ryan tak pernah melakukan pekerjaan berat bahkan tidak sama sekali memikirkan pekerjaan yang selalu membuatnya stres .Terlebih lagi, pola makan Ryan yang teratur dan seimbang antara sayur dan protein.

"Bantu aku, ya Kak." Reyhan meminta.

"Ehmm..."

Reyhan pergi meninggalkan ruang kerja Ryan. Namun langkahnya terhenti. "Tunggu,"

Reyhan menoleh, "apa?"

"Siapa nama gadis yang lu taksir?"

"Namanya Nai..."

"Yan, sketsa ini salah. Lu bisa gak sih..." Dani tiba-tiba nyelonong dan memotong ucapan Reyhan, dan tersenyum sejenak pada Reyhan.

Reyhan tak melanjutkan ucapannya, sebab Ryan langsung fokus pada Dani. Reyhan pergi meninggalkan ruangan itu, begitu pun dengan Ryan yang tak lagi bertanya.

Reyhan Nugraha Varatanu, putra kedua dari keluarga Varatanu. Mahasiswa semester akhir, yang baru merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya. Biasanya Reyhan cuma main-main dengan para gadis di sekitarnya. Ia tak pernah menganggap serius lawan jenisnya. Meski tak sedikit menyatakan cintanya pada Reyhan.

Mereka rata-rata mendekati Reyhan hanya karena uang, bukan benar-benar tulus ingin bersamanya. Di tambah lagi, memang Reyhan tak pernah menganggap orang-orang yang mendekatinya adalah lawan jenis yang menarik.

Baru kali ini Reyhan merasakan tidur tak nyenyak, makan tak enak, hati tak nyaman. Semuanya, dalam lamunan dan hidupnya terbayang wajah cantik Naina. Gadis desa yang memiliki senyuman manis, sukses membuat hidup Reyhan tak tenang.

"Naina," gumamnya.

Tiba-tiba daun pintu kamarnya terbuka. Ternyata Ryan, Kakaknya.

"Nanti datang ke perusahaan." Ucapnya yang masih sibuk membetulkan simpul dasi. "Jangan lupa bawa bakpao." Sambungnya.

"Ngapain?" Tanya Reyhan yang belum terkoneksi pikirannya.

"Lu kata kemarin mau bantu temen lu cerai? Nanti si Rangga mampir ke kantor gue."

"Ooh... Siap." Seru Reyhan girang.

Akhirnya, ada sedikit jalan untuk bersama Naina. Mungkin Naina juga akan terbantu atas keresahannya yang tak pasti itu. Suami yang menghilang, entah hidup atau mati. Itu bisa menjadi syarat dalam perceraian.

Reyhan bersiap-siap, sebelum ia masuk kuliah lagi, ia harus bisa menuntaskan keinginannya. Yang utama sekarang adalah mendapatkan Naina. Urusan selanjutnya akan Reyhan pikiran setelah mendapatkan hati Naina. Semoga saja orangtuanya dapat menerima Naina.

Tepat pukul 10 waktu yang di janjikan, Reyhan sudah tiba di perusahaan Ryan. Karena urusannya penting maka ia harus datang tepat waktu. Terlebih ia membuat janji dengan Kakaknya yang tak suka hal ngaret. Ryan termasuk orang yang disiplin soal waktu. Tapi tidak dengan janjinya pada Naina.

"Kak," teriak Reyhan yang langsung masuk ruang kerja Ryan.

"Duduk!" Titahnya pada adiknya itu.

Di sana sudah ada Rangga, pengacara sekaligus kawan baik Ryan. Reyhan memberikan salam pada teman kakaknya itu.

"Jadi gimana, Han?" Tanya Rangga terbilang akrab.

"Syarat bercerai apa saja?" Reyhan bertanya tanpa basa-basi membuat Rangga yang hendak minum tersedak.

"Ada apa dengan kalian?" Rangga bertanya bingung.

Sebab Ryan pun bertanya soal perceraian. Ia ingin bercerai dengan wanita yang dulu ia nikahi tanpa sengaja karena insiden kecelakaan dirinya. Demi menjaga nama baiknya ia terpaksa menikahi gadis desa, dan pastinya Ryan menceritakan bagaimana hubungannya dengan Naina.

Namun apa lagi ini? Reyhan ingin bercerai? Anak kecil yang bahkan soal cinta saja belum ia pahami, tiba-tiba ingin bercerai? Apa Reyhan juga telah menikah dengan orang lain seperti halnya Ryan? Begitulah pikiran Rangga saat ini.

"Urusan gue jangan di bahas dengannya." Ucap Ryan tegas.

"Baik, Pak Ryan." Jawab Rangga seolah meledek.

"Mana bakpao pesan gue?" Tanya Ryan pada adiknya.

"Astaga, lupa."

Ryan melotot dan kesal. Ia buru-buru ke kantor dan tidak sempat sarapan. Memberikan amanat pada adiknya saja, adiknya tidak bisa di percaya. Ryan kesal dan rasanya ingin menggiling adiknya.

"Dah, lah. Biar gue beli sendiri. Dimana tempatnya?" Tanya Ryan pada akhir.

Reyhan cengengesan, "di taman tak jauh dari sini. Itu loh, yang samping alun-alun kota yang biasa di pake CFD kalau setiap minggu."

Ryan bergeming, ia berdiri dan mengambil ponselnya di meja kerjanya. Dan mengacak-acak rambut adiknya karena gemas.

"Oh, ya, Kak. Disana ada tukang bakpao 3 stan. Carilah tukang bakpao yang cantik. Tepatnya dekat stan minuman es teh. Bakpao yang kakak makan itu miliknya. Rasanya juga paling enak." Ucap Reyhan menjelaskan.

"Oke."

Ryan berlalu meninggalkan adiknya dan kawannya di sana.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!