NovelToon NovelToon
Rudi Adalah Cintaku

Rudi Adalah Cintaku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik / Romansa / Romantis / Tamat
Popularitas:85.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rudi Hendrik

Inilah kisah cinta Rudi dan Vina yang berliku. Pasangan kekasih yang sudah lima tahun menjalani jalinan, tiba-tiba dipisahkan oleh sebuah insiden yang menimpa Vina dan menjadi aib bagi keluarga besarnya.

Setelah tiga tahun, Vina kembali ke keluarganya di sebuah kampung nelayan di pesisir selatan Provinsi Lampung. Alangkah terkejutnya dia ketika mendapati Rudi telah sangat berubah, yaitu menjadi pemuda yang alim dan sehari-hari mengajar anak-anak mengaji. Bisa disebut bahwa Rudi telah menjadi seorang ustaz baru.

Perubahan mantan kekasihnya itu membuat cinta lama Vina kepada Rudi kembali tumbuh.

Namun, tidak seperti tiga tahun yang lalu bahwa Rudi adalah miliknya seorang, tetapi kini ada beberapa wanita yang telah dekat dengan Rudi. Misalnya, Kulsum putri Ustaz Barzanzi, Bulan si pengusaha muda nan kaya, dan Alexa janda muda.

Namun, Vina merasa bahwa Rudi adalah miliknya dan dia harus memilikinya kembali.

Temukan intrik-intrik cinta yang seru di novel "Rudi adalah Cintaku".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RAC 33: Rahasia Wanita

*Rudi adalah Cintaku (RAC)*

 

“Memang, sebenarnya saya dan Vina sudah punya janji-janji di masa lalu. Kita berdua pernah bicara dan berkomitmen ingin sampai menjadi suami istri, tapi akhirnya semuanya buyar oleh kejadian waktu itu. Tapi sekarang semua sudah normal, masa lima tahun pacaran tetap menjadi waktu yang pernah saya lalui bersama Vina. Sebagai tanggung jawab saya dan kelanjutan dari hubungan yang terputus, serta bersedianya Vina menjadi istri yang salehah, saya tidak akan keberatan untuk datang melamar Vina. Namun, Daeng ….”

Rudi memutus sejenak jawabannya yang agak berputar. Awalnya dia sudah membuat tersenyum Suharja, Sunirah dan Vina Seruni, tetapi kata “namun” memberi kekhawatiran baru.

“Saya sebagai anak dari seorang ibu tentunya wajib meminta persetujuan daengku, Daeng. Jadi, saya belum bisa memberikan jawaban langsung. Iya atau tidaknya tergantung dari keputusan daengku. Nanti kalau sudah ada jawaban, saya pasti akan datang ke sini dengan resmi.”

“Itulah jawaban Rudi, Jun,” kata Vina lemah kepada Junita, sahabatnya yang baru bisa datang sore itu menemui sahabatnya.

Saat itu mereka berada di dalam kamar Vina. Vina dalam tampilan bercelana pendek lagi, bahkan kini bajunya hanya berkaos kutang, maklum tidak ada AC. Rambutnya masih kuning emas.

Ketika mereka berdua usai melepas kangen, yang pertama Vina ceritakan kepada Junita adalah upaya orangtuanya untuk membujuk Rudi agar mau melamar.

“Jika bisa perempuan yang melamar, saya yang akan langsung datang melamar ke rumah Rudi,” gerutu Vina.

“Tapi jawaban Rudi juga benar, Vin. Kamu pergi tiba-tiba, sekarang datang tiba-tiba. Selama tiga tahun ini, kamu bahkan dianggap sudah almarhumah ….”

“Hah! Sebegitunya?” pekik Vina terkejut.

“Ya jangan salahkan orang jika beranggapan seperti itu. Meski semua orang tahu kamu diasingkan ke Jakarta, tetapi kamu enggak ada jejak sama sekali. Ke saya saja enggak ada. Kalau selama tiga tahun kamu mengira Rudi akan setia menunggu kepulangan kamu, ya salah besar. Coba kalau kamu baru pulang setelah sepuluh tahun? Rudi keburu lumutan.”

Vina terdiam merengut. Junita adalah bestie-nya, jadi dia tidak akan tersinggung jika diomeli seharian pun.

“Sekarang jawab dengan jujur. Waktu kejadian sama Dendi, kamu jebol atau enggak?” tanya Junita.

“Kamu yang sudah jebol pasti bisa membedakan,” kata Vina membalikkan kepada Junita.

“Iya, tapi siapa tahu saya salah. Sudah atau belum?” desak Junita ngotot.

“Belum,” jawab Vina ketus.

“Terus, sama lelaki di Jakarta?” tanya Junita lagi.

“Iiih, kamu kira saya kayak kamu!” balas Vina, tapi dia menahan diri, khawatir sahabatnya itu akan tersinggung jika diserang lebih jauh masalah virginnya.

“Iya, iya. Saya percaya. Tapi, masa iya kamu di Jakarta selama tiga tahu milih sendiri terus,” cecar Junita, benar-benar seperti investigator.

“Di Jakarta saya pacaran dua kali. Pertama sama keponakan om saya, kedua sama anak pengusaha hotel dan restoran, tapi semuanya brengsek,” jawab Vina jujur.

“Benar, sekarang kamu murni jomblo?”

“Iya, Junita my bestol (bestie total),” jawab Vina bernada kesal. “Kamu mau ole-ole?”

“Iyalah!” jawab Junita ngotot, bukan berotot.

Vina lalu beranjak ke lemarinya.

“Bodi kamu tambah bagus dan kinclong, Vin,” komentar Junita yang memerhatikan perawakan Vina.

“Tuntutan Ibu Kota dan sebagai bos. Saya enggak mau kalah cantik dengan karyawan saya,” jawab Vina.

Tidak berapa lama, Vina kembali ke tempat duduknya semula.

“Nih, produk baru perusahaan saya. Setengah juta, tapi saya kasih gratis,” kata Vina sambil menyerahkan sekotak benda.

Dengan tersenyum, Junita menerima kotak merah yang bergambar siluet wanita berwarna emas. Aroma harum nan lembut langsung bisa Junita cium. Ia mengeluarkan botol parfum dari dalam kotak dan langsung menyemprot area lehernya. Junita yang sudah wangi, bertambah wangi dengan dua aroma.

“Saya juga punya hadiah buat kamu,” kata Junita seraya tersenyum kepada sahabatnya.

“Apa?”

“Sebentar. Hadiah ini punya sejarah yang mahal,” kata Junita sambil merogoh tas kulitnya.

Junita mengelurkan sebuah kotak hp yang berpita kado warna pink dan ada kartu ucapan yang juga berwarna pinky-pinky sayang.

“Wuih, hadiah kamu lebih mahal nih,” ucap Vina sambil menerima hadiah itu.

“Itu bukan hadiah dari saya, tapi hadiah dari Rudi pas di hari kamu dikerjain sama Dendi,” kata Junita.

Terkejutlah Vina mendengar hal itu. Hatinya pun seketika terenyuh sedih.

“Setelah kamu ribut sama Rudi di Taman Ikan, Rudi beli hp itu buat ganti hp kamu. Namun, sebelum hadiah itu dikasih ke kamu, dia lebih dulu mendengar kejadian itu. Hp-nya dia buang, lalu saya simpan rapi selama ini,” jelas Junita.

“Hiks hiks hiks!” isak Vina tertahan sambil membaca ucapan di kartu warna merah muda itu.

“Vina Sayang. Saya minta maaf yang sangat dalam. Hp ini untuk kamu. I love u. Ttd Rudimu.”

Itulah bunyi tulisan di dalam kartu tersebut.

Vina menarik napas dalam-dalam sambil memandang ke langit-langit kamarnya. Ia berusaha untuk menahan gejolak di dalam dadanya.

“Enggak ada gunanya sih kamu menangisi waktu yang sudah jauh berlalu. Cobalah cari calon alternatif. Feeling saya sih, kamu enggak bakal jadi calon istri prioritasnya Rudi. Kalau kamu mau masuk dalam kompetisi calon istrinya Rudi, kamu akan menempati posisi start paling belakang loh. Saat ini, ada tiga perempuan cantik yang saya tahu sedang mengakrabkan diri dengan Rudi ….”

“Siapa saja?” tanya Vina cepat sambil menyeka air matanya. Hari ini dia banyak memproduksi air bening itu.

“Kulsum, Bulan, dan Alexa,” jawab Junita.

“Kulsum saya sangat kenal. Bulan cewek dari Air Panas, saya baru tahu dan sudah lihat secantik apa. Tapi Alexa?” tanya Vina.

“Kamu tahu rumah Pak RW Sanjaya yang ke arah Pantai Batu Kapal?” tanya Junita.

“Iya.”

“Tetangganya yang sebelah kanan adalah janda kaya yang punya anak janda cantik. Janda cantik itu bernama Alexa. Dia punya anak perempuan yang lebih kecil dari Vivi yang mengaji di rumah Rudi,” jelas Junita.

“Bukannya rumah Pak RW lumayan jauh dari sini?”

“Iya. Setahu saya di dekat situ ada TPQ-nya Ustaz Widodo, tapi dibela-belain anaknya ngaji di rumah Rudi.”

“Tapi kalau janda sih, enggak mungkinlah Rudi mau,” kata Vina.

“Eh, jangan salah. Kalau seorang lelaki sudah belajar agama seperti Rudi, mereka biasanya akan memandang janda-janda sebagai kelompok wanita yang perlu diselamatkan,” kata Junita.

“Ih, apaan sih kamu, Jun?” hardik Vina.

“Iya. Eh, kamu sudah tahu belum, kalau saya ini sekarang janda?” tanya Junita.

“Hah!” pekik Vina terkejut, benar-benar terkejut. “Kamu serius? Ah, jangan bercanda!”

“Serius. Saya sudah nikah. Saya jadi istri hanya hanya tiga hari doang,” ungkap Junita.

Vina terbeliak dengan bibir yang bercerai, sama seperti nasib Junita.

“Saya sekarang janda yang perlu diselamatkan oleh ustaz-ustaz yang bisa membuat tiga atau empat istri rukun. Hahaha!” kata Junita lalu tertawa.

“Dia malah ketawa. Saya syok dengar kamu tahu-tahu sudah janda!” hardik Vina dengan mimik yang memang serius. “Bekas suami kamu masih orang sini, kan?”

“Iya. Nama lengkapnya adalah Candra Petta alias Sandro,” jawab Junita dengan jelas.

“Hah!” kejut Vina lagi. “Kok jahat banget Sandro sampai tega menceraikan kamu dalam tiga hari perkawinan?”

“Dia marah karena merasa saya bohongi. Pas tahu bahwa saya sudah enggak perawan, dia langsung marah.”

“Kamu enggak kasih tahu bahwa kamu sudah jebol?” tanya Vina.

“Enggak. Saya bisa ditolak dulu sebelum nikah kalau saya kasih tahu,” jawab Junita.

“Ya salah kamu, Jun. Sudah berapa lama kamu jadi janda?”

“Setahun lebih sebulan lah.”

“Trus, kamu kerja di mana sekarang?”

“Bagian keuangan di PT Udang Garuda.”

“Oooh.”

“Kamu sudah punya nomornya Rudi?” tanya Junita.

“Sudah. Sudah saya kirim pesan, tapi tanda list-nya masih belum dibaca,” jawab Vina sambil membuka layar hp-nya untuk mengecek lagi warna list dua di pesannya kepada Rudi.

“Memang begitu.” (RH)

1
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Frontier
Aromatheracy
Luar biasa
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
mau kmn lagi tu si Rudi... dia sdh melangkah jauh bersama Vina makanya Vina slalu membayangi Rudi
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
Rudi semoga ngk kacau lagi ya hidupmu krn klu hidupmu kacau bikin pusing banyak orang
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
jadi ini kisah Rudi dan Vina 3 tahun lalu toh
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
ringtone e unik Om, plus ngagetin
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
berbagi gelas atau biar irit Vin
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
waduhh piye ya kalau bener pake gigi ini, gigi satu apa dua om, tanjakan soalnya
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
wkwk orang Unik ini si Rudi, ngapain kerja ya Rud, harta ortu ga habis tujuh turunan lima tanjakan pula kok
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
jangan bilang bir peletok aja
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
merknya diantaranya Gentong, Chantel dan Luwes Pisan ya Om
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
untung tonjolan bukan benjolan
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
wih bagus bgt ini view nya jd pgen kesana ah
delete account
kwkwkwkw kalo baca yang ini bikin emosi juga yap/Facepalm/
delete account
woh hati-hati ini parah loh
delete account
bisa mabuk kalo kebanyakan
delete account
kelihatan sombong in orang /Doubt/
delete account
mobil apa kok bergitu Yap?
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
ngk ada kapoknya si Rudi... itu Barada siapa ya kok jd tanda tanya 😁
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
masih lanjut aja ni si Rudi ngk ada kapok dan sadarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!