NovelToon NovelToon
SUAMI PILIHAN ABI

SUAMI PILIHAN ABI

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Tamat
Popularitas:403.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Indah Yuliana

"Nak, seorang suami itu ibarat sebuah rumah. Jika engkau mematuhinya, ia akan melindungi dan mencukupi kebutuhanmu. Namun, jika engkau mengkhianatinya, maka ia akan berpaling darimu. Jadi patuhilah suami kamu Nak, jangan pernah membuat Allah murka akan tindakan yang kamu lakukan," Hasan mengusap pipi mulus putrinya.

"Iya Abi, in sya Allah aku akan mengingat nasehat-nasehat yang Abi berikan kepadaku selama ini," Aida mendaratkan ciuman pada pipi cinta pertamanya itu.

"Bagus Nak, Abi akan sangat bahagia jika kamu menjalani itu semua. Ambillah teladan dari Siti Khadijah yang memiliki nilai kesetiaan yang tinggi, dari Aisyah nilai kejujurannya, dari Asiah nilai kesabarannya menghadapi suaminya yang selalu berbuat jahat bahkan mengaku dirinya Tuhan, dari Maryam nilai ketabahannya, dan dari Fathimah nilai keteguhannya." lanjut Hasan mencium lembut pipi putrinya.

"Terima kasih Bi, terima kasih sudah memberikan aku begitu banyak pelajaran. "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SPA 33

Sebelum pulang, Husein singgah ke toko kue untuk memberikan hadiah untuk istrinya. Meski dihatinya belum ada Aida sepenuhnya namun, Husein yakin suatu saat rasa itu pasti akan muncul seiring waktu. Apalagi dengan tutur kata dan sifat lembut wanita itu sudah pasti memastikan Husein akan cepat jatuh cinta pada wanita berhijab syar'i itu.

"Mbak kue tart satu," pinta Husein kepada penjaga toko.

"Baik Mas," Gadis itu mengambilkan pesanan Husein dan memasukkannya ke dalam plastik yang lumayan besar.

"Terima kasih Mbak," Husein menyodorkan uang pas kepada penjaga toko itu.

Setelahnya Husein kembali ke dalam mobilnya dan menuju kediamannya. Dengan hati gembira dan senandung ria Husein menjalankan kendaraan roda empat itu.

Husein akhirnya sampai di kediamannya, memasukkan mobilnya ke dalam garasi. Berjalan menuju pintu rumah yang kebetulan terbuka sedikit dengan membawa kue ditangannya yang plastik pembungkusnya sudah di masukkan Husein ke dalam tomg sampah yang berada di samping teras.

"Aida?" panggil Husein setalah laki-laki itu sampai di dekat Aida yang tengah memejamkan matanya dengan mulut komat-kamit.

"Ehhh Mas, sejak kapan Mas datang?" Kejut Aida dengan spontan membuka mata itu. Menatap suaminya yang tengah tersenyum manis kearah dirinya.

"Baru saja," jawab Husein setelah Aida menyalami tangannya dengan takzim. "Ini tadi aku beliin kamu kue. Semoga saja kamu suka ya? Aku nggak tahu apa yang kamu sukai Ai, makanya aku hanya beliin kamu kue ini," Jujur Husein duduk di samping istrinya.

Aida menatap Husein dengan senyum mengembang di bibirnya. "Aku suka kok Mas, terima kasih ya Mas," Aida menerima kue yang diberikan suaminya. Tak henti-hentinya senyum manis mengembang di bibir wanita itu. Hatinya tengah berbunga-bunga karena hadiah yang diberikan suaminya. Meski hal sederhana namun dapat menerbitkan senyum Aida yang begitu mengembang.

Husein melihat senyum manis yang terus mengembang di bibir istrinya. Hanya dengan sebuah kue istrinya sudah sangat bahagia. 'Beruntung sekali dirimu, Sein. Mungkin jika itu kamu lakukan untuk mantan kekasih kamu, sudah pasti dia sudah cemberut dan meminta di belikan perhiasan mahal agar senyumnya mengembang dengan sempurna. Beda sekali dengan istrimu yang menerima ini tanpa protes bahkan, dia sampai tersenyum begitu manisnya. Bahkan membuat dia bahagia cukup dengan hal sederhana tanpa dengan sesuatu yang mewah.'bisik hati Husein yang juga tersenyum melihat wanitanya yang tampak lebih bahagia dari dirinya.

Sungguh sangat mudah membuat Aida bahagia. Dengan hal sederhana saja sudah bisa membuat wanita itu amat bahagia.

"Alhamdulillah jika kamu suka Ai," ucap Husein dengan tersenyum manis.

"Pegang bentar ya Mas, aku mau ambil pisau sama piring kecil dulu ke dapur dan kita akan makan kue ini bersama ya Mas," Setelah mengatakan itu Aida beranjak dari duduknya menuju dapur untuk mengambil apa yang tadi dikatakannya.

Tak lama kemudian Aida kembali dengan membawa satu pisau dan satu piring kecil serta satu sendok untuk memotong kue yang akan di makan ke dalam mulut.

"Nih buat kamu Mas," Aida menyodorkan potongan pertama kemulut suaminya.

"Bismillahirrahmanirrahim," Husein mengunyah suapan yang di berikan strinya. "Terima kasih Ai,"

"Sama-sama Mas," jawab Aida.

Selanjutnya mereka memakan kue itu hingga habis seperempatnya. Karena kue itu lumayan besar dan dengan rasa yang cukup manis membuat mereka menyudahi memakan kue itu. Sisanya akan di simpan Aida ke dalam kulkas agar besok masih enak untuk di makan.

"Gimana kerjaan kamu tadi Mas? Lancar?" tanya Aida saat mereka masih duduk di ruang tamu dengan Husein yang masih menggunakan jas kerjanya.

"Alhamdulillah lancar Ai," jawabnya sambil tersenyum.

Semenjak Husein ingin memperbaiki hubungan rumah tangganya dengan Aida, laki-laki itu lebih banyak menampilkan senyum manis kepada istrinya. Tak mungkin juga rasanya Husein akan tetap menampilkan raut dingin di hadapan istrinya yang bahkan setiap bersamanya wanita itu akan tersenyum dengan manisnya.

"Alhamdulillah Mas, apa kamu lelah Mas?" tanya Aida lagi.

"Sedikit Ai," jawabnya jujur.

"Boleh aku bantu pijitin tubuh kamu, Mas? Biar rasa lelah yang kamu rasakan berkurang meski hanya setengah," tawar Aida.

"Iya boleh Ai, tolong pijitin bahu aku ya Ai, rasanya lelah banget seharian ini," Husein membalikkan tubuhnya membelakangi Aida agar memudahkan wanita itu memijat dirinya.

Sekitar setengah jam Aida memijat bahu suaminya, tangan serta pada bagian kakinya membuat tubuh Husein terasa agak rileks dari saat dia sampai tadi. Kini husein sudah berada di dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang berkeringat.

*****

Aida dan Husein kini tengah duduk di atas sajadah karena baru saja mereka telah selesai melaksakan sholat magrib meski hanya sendiri-sendiri karena, Husein masih dalam tahan belajar. Ayat-ayat al-quran yang dulu di hafalnya hilang di telan bumi. Husein sudah terlalu lama tidak membaca al-quran membuat dirinya melupakan ayat-ayat tersebut.

Seperti pepatah minang mengatakan 'pasa kaji dek baulang, pasa jalan dek baturuik' yang artinya ketika kita terus mengulang-ngulang bacaan al-Quran yang kita baca, maka tidak akan pernah hilang satu huruf pun dari kepala kita.

"Mas nggak apa-apa kan ngulang lagi dari Iqra'?" tanya Aida yang melihat Husein tidak mengerti satupun ayat Al-Quran yang yang berada di dalam depannya.

"Iya, tidak apa-apa Ai. Maafkan Mas yang belum bisa menjadi suami dan imam yang baik untuk kamu. Untuk membaca ayat Al-Quran saja aku tidak bisa," lirih Husein yang merasa gagal menjadi seorang suami.

"Jangan gomong gitu Mas. Aku yakin kok suatu saat Mas pasti bisa menguasai ayat-ayat yang sekarang Mas lupa. Teruslah berusaha maka Mas tidak akan pernah meraih yang namanya kegagalan. Bukankah selagi nyawa masih di badan maka pintu untuk terus belajar agama itu akan selalu ada? Sama halnya dengan pintu taubat, jika tubuh masih bernafas maka pintu taubat itu akan selalu terbuka. Saka dengan diri Mas yang sekarang. Tetap semangat Mas, jangan pernah menyerah hanya dengan hal seperti ini. Ingat lagi jika waktu kecil dulu kamu dengan susah payah belajar Iqra' maka itu juga harus kamu tanamkan dalam diri kamu sekarang Mas," Aida mengusap lembut tangan suaminya. Menguatkan laki-laki itu agar tidak berkecil hati.

"Terima kasih Ai. Andai saja waktu itu Mas nurutin apa yang kamu katakan mungkin Mas tidak akan pernah merasakan hidup sedamai ini. Pasti Mas tidak akan pernah merasakan bagaimana belajar agama bareng kamu, Mas tidak akan pernah lagi mendapatkan seorang istri seperti kamu, Ai. Terima kasih masih memberikan Mas kesempatan kedua untuk memperbaiki rumah tangga kita," ungkap Husein dengan menundukkan kepalanya.

"Sama-sama Mas. Mas jangan sedih gitu lagi, katanya mau jadi iman buat sholat berjamaah sama aku, lalu kapan belajarnya jika kamu malah nunduk terus Mas," Aida meraih dagu suaminya membuat Husein mendongak ke arahnya.

"Emm, iya Ai," jawabnya.

Setelah itu Aida fokus mengajari iqra' kepada suaminya. Meski harus memulai dari iqra' satu tidak apa-apa agar suatu hari tidak ada lagi salah dalam pengucapan Husein.

TBC

1
ayu cantik
bagus
Suparmin N
Luar biasa
Suparmin N
Lumayan
yani suko
tadi gak bilang najis
asuh thor...parah bangettt typo nya
yani suko
ndak usah terlalu banyak bicara Aida
lakukan saja kewajibanmu sbg istri yg baik
sambil doakan suamimu
krn hanya Allah yg bisa membolak balikkan hati manusia
Naura Azahra
bagus
Wahyuni
menarik,wanita hebat , inspirasi untuk para wanita
Wahyuni
Allah tidak tidur ai ,siapa menanam pasti menuai , semoga kesabaranmu berbuah manis ya ai 😭😭😭
Wahyuni
terkadang orang tua itu felling nya kuat ,dia bisa tau mana yg baik untuk anaknya kedepannya, apalagi umi ini ilmu agama nya bagus jadi bukan materi prioritas nya, jangan pernah meremehkan felling seorang ibu
Ning Mar
nahhh gitu dong...harus tegas
Ning Mar
harusnya istri tampil seksi dong..dihadapan suami tentunya
Ning Mar
suka baca karyamu thor
Ning Mar
lanjut2
Ning Mar
bertaubatlah
Ning Mar
smg kita smua dan anak2 cucu kita dijauhkan dari zina...trims ilmunya thor
Ning Mar
lanjut2
suharlina
meleleh hati adik bang
suharlina
bagus ceritanya
suharlina
masih liat situasi
Anita
ini yg di inginkan orang tua AIDA kan
kadang kita sebagai anak tak bisa bersuara,takut kalo kita bicara menyakiti hati orang tua,namun pedih yg anak rasakan tau kah mereka.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!