Nara seorang gadis cantik terpaksa menikahi pria dengan gangguan mental demi melunasi hutang paman dan bibinya, akakah ia hidup bahagia dengan pernikahannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunga Alika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
"Rayan.... " panggil Nara
"Ada apa... " jawab Rayan
"Ouuhhh Ya ampun kenapa kau tampan sekali sihh aku kan jadi gemas... " ucap Nara dengan menutup wajahnya dan bertingkah seperti orang yang sedang malu-malu namun malah terlihat Memalukan. Sejenak anak ayam itu melupakan maksud pembicaraannya dengan Rayan.
"Berhenti bersikap genit, menggelikan... " ejek Reyhan.
"Kenapa sihh, makhluk jomblo ini selalu saja iri padaku" ucap Nara, namun Rayan malah tersenyum melihatnya.
"Nara.... " panggil Rayan
"Woaahhh kemajuannya benar-benar pesat, kau akhirnya mau memanggilku Nara bukan Keykey lagi" ucap Nara
"Ada apa "tanya Rayan lagi, di tanya seperti itu membuat Nara menjadi diam. Sebenarnya dia agak malu mengatakannya tapi bagaimana lagi daripada keluarga benalu itu memerasnya Nara tidak mau lagi, sudah cukup pikirnya.
"Oh ya Reyhan, Rayan mengerti tidak ya kalau aku mengatakan sesuatu? "tanya Nara, Reyhan menghentikan aktivitas makannya sejenak dan melihat ke arah Rayan, Rayan pun mengangguk. Pak Sam dan Reyhan melihat kode dari Rayan.
"Tuan muda akan mengerti nona, ada saya yang akan membantu anda "ucap pak Sam
"Memanganya kau mau bicara apa sepertinya penting sekali...? "tanya Reyhan.
"Ya memang penting, makanya dengarkan aku dulu" ucap Nara pak Sam dan Reyhan pun mengangguk.
"Begini, pak Sam dan kau Reyhan kalian pasti tahu kan kalau aku menikah dengan Rayan karena memang paman dan bibiku secara langsung mereka telah menjualku" ucap Nara sedikit sedih
Deg....
Rayan terkejut mendengarnya. Mendengar kenyataan jika gadis yang di nikahinya adalah gadis yang di jual oleh paman dan bibinya. Bagaimana bisa? sejahat itukah keluarganya, hingga ia di jual dan di nikahkan dengan pria depresi sepertinya. Rayan akan bertanya lebih lanjut tentang masalah ini pada Reyhan dan juga pak Sam. Wajah Rayan terlihat sangat serius sekarang.
"Iya kami tahu nona, tapi niat dari tuan Sanjaya dan juga nyonya Delia beliau tidak merasa sudah membeli anda, tapi yang beliau berikan adalah hanya sebagai bentuk hadiah dari besan karena telah menikahkan keponakannya dengan putranya dengan siap sedia tanpa ada paksaan. Apalagi tuan Sanjaya dan nyonya Delia tampak sangat tertarik dengan anda nona. Mereka tulus menyayangi anda" jelas pak Sam.
"Iya aku tahu, mertuaku itu sangat baik sekali bahkan mereka sangat sopan berbeda sekali dengan paman dan bibiku. Di mata mereka aku hanyalah sebuah benda yang harus menguntungkan untuk mereka bahkan hingga sampai ini. Mereka bahkan menikahkanku dengan Rayan hanya karena mereka ingin membayar hutang paman yang sangat besar karena di suka sekali berjudi. Bahkan uang gajiku selama aku bekerja juga selalu habis oleh mereka" ucap Nara lagi.
"Jadi maksudmu bagaimana tweety.... ?" tanya Reyhan yang ingin tahu maksud dari ucapan Nara.
"Kemarin mereka meneleponku dan meminta sejumlah uang padaku, mereka bilang aku bisa menikah dengan orang kaya karena jasa mereka.... " ucap Nara
"Dasar keluarga tidak tahu malu.... " gumam Rayan dalam hati, ia mengepalkan tangannya terlihat marah. Ternyata menyedihkan sekali hidup gadis ini. Hati Rayan tersentuh mendengarnya.
"Apa....? mereka meminta uang juga mereka merasa sangat berjasa padamu? " tanya Reyhan tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Nara mengangguk.
"Aku tidak mau mereka memerasku seperti dulu, lagi pula aku tidak punya uang sama sekali. Di sini aku hanya makan dan tidur gratis. Ya meskipun sebenarnya semua yang ada di rumah ini sudah lebih dari cukup untukku, bahkan aku tidak perlu bekerja tapi bisa makan enak, tidur enak baju bagus tas bagus dan juga skin care yang mahal.... " ucapnya sambil tertawa seolah melupakan kesedihan yang ia tunjukkan.
Rayan, Reyhan dan juga pak Sam mereka terkejut dan juga lupa jika anak ayam ini tidak pernah di beri uang jajan. Tapi ia sama sekali tidak pernah protes pada mereka.
"Maaf nona, maafkan saya karena sibuk saya bahkan lupa untuk mengurus uang bulanan anda nona" pak Sam menunduk merasa bersalah karena sudah lalai dalam menjalankan tugasnya.
"Astaga ayam kecilku bahkan tidak pernah di beri uang, kasihan sekali kau. Suamimu ini kaya raya tweety tapi kau tidak punya uang sepeser pun" gumam Rayan dalam hati merasa sangat bersalah.
"Lalu kenapa kau tidak pernah meminta uang tweety...?" tanya Reyhan.
"Ya karena aku belum memerlukannya, lagi pula di sini semua serba ada memangnya mau beli apa? " ucapnya polos.
"Baiklah untuk paman dan bibimu aku dan pak Sam akan membantu menyelesaikannya. Dan masalah uang jajanmu, kau tenang saja suami itu sangat kaya kau pasti akan di beri uang yang banyak olehnya" ucap Reyhan.
"Woaahh benarkah.....?" tanya Nara, Reyhan mengangguk.
"Aku akan memberimu uang yang banyak tweety, hingga kau bahkan akan merasa lelah saat menghitungnya" gumam Rayan dalam hati matanya tidak berhenti menatap wajah Nara yang terlihat sangat cantik saat di lihat dari samping Rayan. Merasa di perhatikan Nara pun melihat ke arah Rayan dan tersenyum. Rayan jadi merasa salah tingkah karena ketahuan terus menatapnya. Nara melihat pipi Rayan mendadak merah mungkin karena malu.
"Aiihh kenapa wajahmu merah sekali Rayan, kau malu padaku ya.... "goda Nara, Rayan hanya memalingkan wajahnya ia bingung harus berkata apa, terlalu cepat jika memutuskan mencintai gadis ini pikir Rayan.
"Uuuuuhhh pemalu sekali suami ku ini..... " ucap Nara sambil mencium pipi Rayan. Membuat Rayan terkejut saja tiba-tiba benda kenyal berwarna pink itu menempel di pipinya.
"Oh astaga anak ayam ini selain genit dan mata keranjang dia juga agresif.... apa aku bisa mempertahankan keperjakaanku jika terus begini" gumam Rayan dalam hati.
*
*
*
Jangan lupa sumbangi like, poin dan vote nya ya...
di novel ini sangat kocak... banyak menghibur....
semoga othor nya memberi jodoh Reyhan yang se gesrek Nara....🤲🤲🤲....
dari bab awal sampe bab di sini gak comend di krn kan nyimak dulu..