Kali ini novel berjudul "Taubatnya Wanita Hina" diperankan oleh gadis cantik yang tumbuh besar dalam lingkungan bebas.
Hidup bebas hingga membuatnya terjerumus pada dunia malam.
Hidup yang hanya berisikan foya-foya dan pergaulan bebas.
Hingga suatu kondisi membuatnya bertemu dengan seorang pria mapan yang juga taat beragama dan akhirnya mampu membawanya ke jalan yang benar.
Tapi tak berhenti disitu, kisah kelam di masa lalunya membawa imbas di kehidupan masa depannya.
Siapakah pria hebat yang mampu mengubahnya?
Bagaimanakah perjuangan mereka dalam menghadapi celaan masyarakat tentang masa lalunya?
Simak ceritanya dan jangan sampai ketinggalan yaa*
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfin Maghfiroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32 Lamaran untuk Kirana
"Assalamualaikum...."
"Wa'alaikum salam..."
"Mas, rumah mas Adam kok sepi ya. Mas Adam lagi keluar?" Tanya Kirana
"Iya, aku sekarang ada di Turki sekarang, emangnya ada apa?"
"Turki? Ada acara apa mas?"
"Ga ada acara sih, cuma mau ngajak istri liburan"
Adam lalu mengarahkan kamera hp nya pada Zee.
Telihat Zee yang fokus dengan makanannya hingga belepotan di bibirnya.
"Hai... Kirana...." Zee melambaikan tangannya pada Kirana
"Ee.. hai juga...."
Adam membersihkan bekas makanan dari bibir Zee dengan tangannya.
"Pelan-pelan makannya sayang..."
"Heheh.... Iya mas. Habisnya enak banget sih"
Deg! Hati Kirana kembali panas melihat kemesraan Adam dan Zee secara langsung.
Rasa cemburu kembali menyelimuti hatinya.
Kirana lalu mengalihkan kamera dari wajahnya, ia menyeka air mata yang hendak jatuh.
"Ya Allah.... Astaghfirullah..." Batin Kirana
"Oh ya, kamu ada hal penting apa sampai datang ke rumah?" Tanya Adam
"Ee... Anu mas. Ga ada kok, cuma lewat aja sekalian mampir"
"Oh... Kirain ada hal penting yang harus di sampaikan"
"Ga ada kok. Ee.. ya sudah ya maaf kalau aku menganggu liburan kalian. Assalamualaikum...."
Belum juga Adam menjawab salam darinya, Kirana langsung mematikan teleponnya.
Air matanya tak lagi bisa di bendung, ia terjatuh ke lantai dan menangis sejadi-jadinya.
"Ya Allah.... Kenapa hatiku masih belum rela melihat mas Adam dengan istrinya.... Kenapa?!!... Sebesar inikah perasaan ku pada mas Adam hingga membuat ku tersiksa seperti ini. Ya Allah...."
Kirana meletakkan undangannya di atas meja dan segera berlari pulang.
Kirana sebenarnya pergi ke rumah Adam karena akan memberikan undangan pertunangannya.
Ia memberanikan diri mengundang Adam karena ingin membuktikan pada mamanya kalau doronya ikhlas dengan perjodohan ini.
Dua minggu lalu ada yang bertamu ke rumah Kirana dengan niatan khusus.
Dia adalah gus Faiz putra dari kiyai Abdullah, pengasuh di pesantren tempat Kirana menimba ilmu.
Gus Faiz di temani oleh abahnya kiyai Abdullah dan umi nya nyai Azizah datang ke rumah Kirana dengan niatan untuk melamar Kirana.
Dengan senang hati orang tua Kirana menerima lamaran tersebut.
Karena mereka pikir gus Faiz jauh lebih baik dari pada Adam.
Seorang putra dari kiyai pemimpin pesantren yang besar dan terkenal, tampan dan pastinya paham agama.
Kirana yang sebenarnya masih sangat mencintai Adam, dengan berat hati menerima lamaran ini.
Ini ia lakukan hanya demi membuat orang tuanya bahagia.
Mengingat selama ini sudah beberapa kali ia menolak lamaran pria karena tetap menunggu Adam.
Tapi kini Adam sudah beristri tak ada lagi alasan buat Kirana menolak lamaran.
Segera kedua orang tua Kirana dan kiyai Abdullah menentukan tanggal pertunangan mereka.
Kirana hanya duduk terdiam di samping bu Fitri menerima semua keputusan yang di ambil.
Melihat wajah Kirana yang hanya pasrah, Gus Faiz meminta izin untuk berbicara empat mata dengan Kirana.
Mereka keluar dan duduk di teras.
Gus Faiz merasa kalau Kirana menyembunyikan sesuatu.
"Apa kamu benar-benar bersedia menerima lamaran saya?" Tanya gus Faiz
"Kenapa gus Faiz menanyakan itu? Bukan kah tanggalnya sudah di tentukan"
"Iya saya tau itu, saya cuma mau memastikan kamu menerimanya atau tidak?"
"Bagaimana saya bisa menolak nya gus"
Gus Faiz berbicara sambil menatap wajah Kirana, sedangkan Kirana hanya memandang ke depan tanpa melihat sedikitpun wajah gus Faiz.
"Jangan menerima jika batin mu tersiksa"
"Gus Faiz tidak perlu khawatirkan saya, insya Allah saya ikhlas menerima. Mari masuk, tidak enak jika kita berduaan terlalu lama"
Kirana kemudian beranjak dari kursi dan masuk ke dalam.
Meski merasa sedikit aneh dengan sikap Kirana tapi gus Faiz berusaha berpikir positif.
"Jika sekarang kamu belum bisa menerima ku, aku akan bersabar hingga kamu bisa membuka hati untuk ku" batin gus Faiz
☀️☀️☀️☀️☀️
moga d berikelancaran sampe lahiran nanti
moga" anaknya ze kembar ya thor🥰🥰🥰
smg zee cpt pulih sehat begitu jg bayi nya..smg kebahagiasn ini jg bertambah bust zee..smg ada kabar baik dita jg choki sadar dr komay..lanjuut up thoor