NovelToon NovelToon
Membalas Pengkhianatan Mu Di Dunia Kiamat

Membalas Pengkhianatan Mu Di Dunia Kiamat

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Transmigrasi ke Dalam Novel / Sistem
Popularitas:22.9k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

AK 47, senjata laras panjang yang kini diarahkannya pada leher suaminya.

"Tambah satu wanita lagi, bangunlah Harem hingga kamu kenyang oleh darah." Sebuah sindiran dari wanita yang tersenyum menyeringai.

Dirinya bereinkarnasi sebagai istri jahat dalam novel pria bertema sistem dan kiamat. Dengan ending kematian tragis.

Sedangkan suaminya hidup bahagia dengan 9 wanita cantik di haremnya.

Berusaha bersikap baik, tidak seperti dalam alur cerita novel. Berharap suaminya tidak akan membangun harem seperti dalam cerita novel.

Tapi tetap saja susu besar membuat pria ini tertarik, paha mulus menggetarkan hatinya.

Daripada menunggu kematian, lebih baik, dirinya menggunakan rudal balistik untuk menghancurkan suaminya.

Dalam dunia kiamat diantara hidup dan mati, dimana makanan adalah lebih berharga daripada emas. Hukum tidak berlaku lagi.

Dunia dimana dirinya dapat membantai pria ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Tang! Tang!

Pemuda yang bahkan salah cara memegang katananya. Apa mungkin karena terlalu berat? benda itu terjatuh saat dipegang oleh Ren yang terlihat canggung.

"Kamu bisa?" tanya Sarah pada akhirnya berusaha tersenyum.

"Bi... bisa..." dan kemudian memegangnya dengan cara yang lebih baik.

Pria itu menghirup napas dalam-dalam, kemudian mulai mengayunkan katananya. Memotong daging menjadi beberapa bagian yang lebih kecil. Kemudian mengeluarkan dan mencincang bumbu yang dibawa olehnya di dalam tasnya. Lebih tepatnya bumbu yang diambilnya dari dalam bunker milik Sarah.

Pemuda yang kemudian membungkus daging tersebut dengan beberapa dedaunan kering, setelah memberinya bumbu. Barulah dilapisi menggunakan lumpur. Api mulai dinyalakan olehnya, metode memasak yang berbeda.

Sarah hanya menyaksikannya saja, ketika gumpalan daging itu dibakar dalam keadaan dikubur di bawah api. Sedangkan daging lainnya, ditusuk dan dipanggang biasa menggunakan ranting, setelah dimarinasi dengan bumbu yang sama.

Aroma yang semerbak harum tercium, entah kapan terakhir kali dirinya memakan daging. Bukannya karena tidak dapat berburu, tapi para hewan buruan sudah terkontaminasi oleh radiasi nuklir.

Sedangkan stok daging yang ada dalam sistem ruang penyimpanan milik suaminya, begitu jarang dikeluarkan. Jika dikeluarkan itu pun hanya untuk Sofia, dan Rani. Mungkin untuk Ayu juga, penghuni baru di haremnya.

"Sudah matang..." Ren melangkah, mengambilkan salah satu daging panggang untuknya.

Cara menelan ludah, hari ini dirinya benar-benar akan memakan daging beruang. Membawa pria ini ke mana-mana benar-benar berguna.

Perlahan menikmatinya satu gigitan. Sulit dipercaya masakannya benar-benar lezat.

"Orang yang kamu panggil Kelvin, dia seperti apa? Apa seseorang yang sempurna?"Sebuah pertanyaan ambigu dari pria yang menatap ke arahnya.

"Kenapa kamu bertanya tentang Kelvin?" pertanyaan dari Sarah menyipitkan matanya, masih mengunyah daging miliknya.

"Begini, aku akan mengikutimu, bahkan sampai bersedia untuk menjadi budak ranjangmu. Yang terpenting aku dapat bertahan hidup. Karena itu aku ingin tahu, suamimu seperti apa? Sesempurna apa?" Pertanyaan dari sang pemuda yang berkedip beberapa kali.

Hal yang membuat Sarah tidak dapat berkata-kata. Ya memang, bagi orang yang tidak memiliki kemampuan bertahan hidup, sudah pasti akan mengikuti orang yang dapat melindungi, dan memberinya makan. Bahkan rela menjadi selir atau budak orang yang lebih kuat, asalkan mendapatkan makanan dan perlindungan.

"Sudah aku bilang, aku tidak perlu budak di ranjang. Yang aku perlukan adalah rekan, seperti teman-temanmu dulu, tugasmu adalah memasak untukku. Selebihnya Aku akan memberikanmu makanan dan melindungimu. Kita akan saling menguntungkan." Ucapnya, tentu saja menguntungkan orang ini memiliki kemampuan menetralkan radiasi dalam tingkat tertentu. Itu artinya setiap monster yang berhasil dibunuh, akan dapat menjadi sumber makanan. Jadi dirinya yang membunuh monster, orang ini yang mengolah.

"Tapi..." pemuda itu menunduk meletakkan lagi daging yang di bawanya.

"Kenapa?" tanya Sarah beralih menatap ke arahnya.

"Aku hanya memiliki kemampuan memasak, jadi hanya pantas makan sedikit. Bahkan jika stok makanan terbatas, aku seharusnya tidak makan. Itulah peraturan di kelompokku dulu." Ucapnya menunduk.

Oh... rupanya orang ini hanya ingin makan enak. Sama sekali tidak memiliki niat serakah apapun. Pada akhirnya Sarah memberikan kembali makanannya kepada Ren.

"Rekan, saling mengandalkan dan saling bekerja sama. Jadi, jika kamu mati kelaparan dalam perjalanan itu akan merepotkanku. mengerti?" pertanyaan dari Sarah, sama sekali tidak menurunkan harga diri pria ini.

Ren memeluknya kemudian berucap."Terimakasih..."

Pemuda yang begitu kurus, mulai memakan daging dengan lahap. Benar-benar terlihat kelaparan, mungkin ceritanya benar, dalam kelompoknya dia hanya memasak tanpa berhak makan.

Mata Sarah menelisik, daging yang tersisa dari tubuh beruang cukup banyak. Mungkin dirinya dapat menyimpan dalam bunker nanti.

Tangannya meraih walkie talkie, kala Ren tengah makan dengan ganasnya.

"Ayah, keluar dari markas sekarang, Aku tunggu di tempat mayat beruang berada. Nanti pindahkan dagingnya dan masukkan ke dalam freezer."

"Ayah akan segera ke sana." itulah jawaban dari Suwandi.

Sarah kembali melirik ke arah pemuda ini. Jujur saja orang ini lebih berguna dibandingkan dengan Kelvin. Membuatnya menghela napas, percuma memiliki sistem yang memperkuat diri, percuma memiliki sistem ruang yang membuatnya memiliki tempat penyimpanan makanan. Tapi malah memanfaatkan segalanya untuk menjadikan orang lain sebagai budak.

Sarah tidak menyukainya, bahkan membencinya, perlahan jijik padanya. Karena itulah, kata yang pertama kali akan diucapkannya ketika sampai di bunker yang dihuni oleh Kelvin, adalah perpisahan.

Hukum negara sudah tidak berlaku di tempat ini, kantor-kantor pemerintahan bahkan sudah terbakar, hanya menyisakan puing-puing. Mungkin perceraian hanya cukup dengan mengucapkan beberapa patah kata.

"Nona Sarah, Aku akan terus mengikutimu, melayanimu, dan setia padamu. Terima kasih sudah menyelamatkan nyawaku." Pemuda rupawan yang tersenyum padanya. Terlihat begitu imut dan polos, saat memungutnya kemarin tidak seperti ini.

Begitu dekil, benar-benar berbulan-bulan sudah tidak mandi. Tapi begitu sedikit di amplas, ternyata wajah tidak manusiawi bersembunyi di balik daki itu.

"Ki...kita berangkat sekarang." Ucap Sarah gelagapan, mengambil beberapa potong daging. Menyuruh pemuda ini membawanya.

Sedangkan sisanya dibiarkan begitu saja, menunggu Suwandi membawanya ke dalam bunker milik Sarah. Lagi pula tidak banyak makhluk hidup yang tersisa. Ayahnya juga membawa walkie talkie, jika ada sesuatu pasti akan menghubunginya.

"Ayo kita lanjutkan perjalanan!" Sarah segera mengemasi tasnya, sebuah tas ransel yang cukup besar, dipenuhi dengan peralatan bertahan hidup. Senjata berupa katana, AK-47, granat, bahkan senjata berukuran kecil. Stok air dan makanan, juga terdapat di ranselnya walaupun tidak banyak.

Jika dipikirkan sekali lagi, toh dirinya membawa seorang koki kemana-mana. Tinggal memburu monster level D, lalu memasaknya. Maka semuanya dijamin aman.

Sarah melirik ke belakang, pemuda ini masih memakan daging dengan lahap, sembari berjalan. Daging mentah dibawa olehnya, dalam tasnya, sedangkan daging matang tengah dimakan.

Mungkin benar-benar pengalaman hidup yang sulit untuknya. Tapi di dunia ini benar-benar tidak ada rasa iba dan kasih sayang jika ingin bertahan hidup.

Menghela napas menatap ke depan, sebenarnya cerita novel yang dibaca olehnya, mencapai ending dengan akhir yang tidak memuaskan.

Dimana final boss, dalam artian antagonis sesungguhnya, sama sekali tidak berhasil dikalahkan oleh Kelvin yang memiliki sistem. Bahkan dalam novel, kekuatan maksimal Kelvin, yang didapatkannya dari sistem telah lengkap.

Tapi berakhir kalah juga dengan keadaan sekarat. Untunglah kesembilan istri Kelvin, menyelamatkan dan menyembunyikannya. Merawatnya hingga sembuh seperti sedia kala.

Final boss, tidak terlihat lagi. Dunia setelah kiamat kemudian damai, walaupun dihuni oleh Kelvin dan kesembilan istrinya saja. Itulah akhir cerita novelnya, di mana final boss membunuh hampir seluruh umat manusia.

Yang harus dilakukannya, adalah menemui final boss, entah itu bernegosiasi, ataupun mencari kelemahannya. Yang jelas, bagaimanapun itu dirinya dan keluarganya harus bertahan hidup.

Ren yang mengikutinya, menatap ke arah punggung Sarah tidak mengerti. Kenapa wanita ini... terlihat lebih menarik daripada manusia lainnya...

1
yesi yuniar
miau... saat kau dilempar itu artinya komenmu ngena dihati ren 😆
yesi yuniar
sarah terlalu gengsi aedangkan ren kurang peka dgn perasaannya
Lidiya Sari
seru cerita nya kata2 nya bikin 🤣🤣🤣
Sulati Cus
🤣sarah berkata " dikira q kucing di ksh sekaleng sarden langsung meneong🤣" tak semudah itu ferquzo🤣
Biyan Narendra
Nyesel ga tuh Kelvin
Biyan Narendra
Nah ini baru bener..
Hayu Miau...terus provokasi Ren biar panas
Biyan Narendra
Meleng dikit..
up nya udah ada aja nih,thor.
Biyan Narendra
Sarah betina keren lho,Miau..
Kamu kalau menilai suka sesukamu aja sih,Miau
Lempar nih...
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
nur
sarah jg gk bkalan mau lg sma km vin
nayla tsaqif
Bayangin miau di lempar ke langit sampai hilang berubah jd bintang kecil berbunyi,, cliiiinngggg... 😄
vj'z tri
jangan cem macem kau /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
wes ancang ancang terbang miaw/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ufiyyyy
miaow brmulut netijen🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
wokeh miau miau seperti kamu ada kawan mengkompori /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Nur Wahyuni
telat vin2.. gak mungkin sarah mo balikan sama cowok yg punya istri byk
Nur Wahyuni
jangan terlalu percaya diri ren.. klo sarah mati kamu mesti bakalan nangis darah😄😄😄
vj'z tri
gak boleh lah ..... /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Nur Wahyuni
miau miau memang pengamat yg hebat😁😁
yesi yuniar
hati2 miau kalau komen 😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!