NovelToon NovelToon
Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Obsesi
Popularitas:806
Nilai: 5
Nama Author: nupitautari

Warning!!!!!!

Shenina Valerie Arous hanya menginginkan satu hal—cinta yang tulus.
Namun, pria yang ia cintai justru memberinya kasih sayang karena rasa kasihan.

Saat hatinya hancur, seorang pria berbahaya muncul dalam hidupnya.
Arsen Erzaquel Lergan—pewaris keluarga ternama yang terbiasa mendapatkan segalanya, termasuk dirinya.

Obsesi Arsen bukan cinta. Itu lebih seperti penjara yang tak terlihat.

Di saat yang sama, Andrew Kyle hadir sebagai satu-satunya pria yang tulus, rela melakukan apapun demi kebahagiaannya.

Di antara cinta, obsesi, dan pengkhianatan—
pilihan Shena akan menentukan apakah ia akan diselamatkan… atau justru hancur lebih dalam.

Dan ketika sebuah rahasia besar terungkap, segalanya tak akan pernah sama lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nupitautari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Shena cukup terpesona dengan pemandangan indah didepannya. Ia meneguk salivanya. Betapa Arsen sangat seksi. Tubuhnya yang tinggi 190 cm dengan kulit putih dan bahu lebar. Otot-otot di perutnya nampak sangat menonjol serta tangannya yang berurat menambah rangking keseksian pria ini berada diurutan teratas.

Arsen mengambil bantal tidur dan bergerak mendekati Drew. Iya menatap Shena dengan senyum nakal. Arsen membekap kepala Drew dengan bantal dimana Shena berada dalam kungkungannya. Shena menahan nafas sedikit kala bau tubuh Arsen sampai pada penciumannya. Posisi tubuhnya dengan Arsen sangat dekat bahkan mereka bersentuhan. Tangan kanan Shena menyentuh dada bidang Arsen untuk menahan tubuh Arsen di atasnya sementara tangan kirinya menopang tubuh Shena agar tidak jatuh. Shena menelan salivanya dan menutup mata rapat.

Arsen menatap bibir Shena penuh ingin. Ia mendekatkan bibirnya ke bibir Shena ketika mata Shena tertutup.

"Hemppp...." Suara tak sengaja Shena keluar kala benda kenyal mencium bibirnya. Shena membuka mata seketika. Pandangan mata penuh gairah Arsen langsung tertangkap oleh matanya.

Arsen menarik tengkuk leher Shena semakin mendekat ke arahnya dan memperdalam ciuman. Awalnya hanya ciuman biasa lama-lama berubah menjadi lumatan dan hisapan penuh gairah yang menuntut.

Tubuh shena reflek bergerak mundur namun tertahan oleh tangan Arsen yang besar. Shena berusaha mendorong tubuh Arsen namun tak bisa.

Ada pergerakan dari tubuh Drew yang kepalanya tertindih bantal. Drew mulai kesulitan bernafas dan berusaha berontak.

Arsen melepaskan pagutan bibirnya pada Shena. Ia terengah-engah menahan nafsu liar yang ada di dalam dirinya. Arsen menatap Shena penuh nafsu dan mengelap bibir Shena dengan ibu jarinya.

Shena menatap Arsen bingung dan mendorong tubuh Arsen kuat. Ia berlari keluar setelah terlepas dari Arsen. Nafasnya terengah-engah dan masih tak percaya atas kejadian barusan. Shena tak menyukai apa yang dilakukan Arsen padanya. Itu bukan hal yang bisa dilakukan sesama teman. Dia dan Ello saja belum pernah berciuman padahal mereka pacaran bertahun-tahun.

Arsen terlempar ke samping ketika Shena mendorong dan berlari darinya. Ia terkekeh. Sementara Drew bangun dengan nafas terengah-engah. Ia melempar wajah Arsen menggunakan bantal. "Sialan kau. Kau ingin bunuh aku lebih cepat biar bisa dapat Shena duluan, hah!!!" Sungutnya kesal.

Arsen bangkit dan menatap Drew remeh. "Seperti kau bisa dapatkan Shena saja" ucapnya meremehkan.

"Kau tidak tahu saja kemampuan ku dalam menaklukkan wanita" sombong Drew.

"Sudah, jangan banyak omong. Shena menunggu untuk jalan-jalan sore" potong Arsen. Drew bangkit dari tempat tidur dengan tidak bersemangat.

.

.

.

Shena tiba di kamarnya dengan nafas terengah-engah karena berlari. Ia menutup pintu dan berdiri dengan gugup di depan pintu. Shena memegang bibirnya. "Apa Arsen baru saja mengerjai ku? Tapi kenapa harus melakukan itu. Bagaimana aku menghadapinya setelah ini???" Ucap Shena frustasi. "Ah... Tidak. Aku tidak boleh terpengaruh oleh tindakan bodohnya. Dia pasti tidak serius. Aku kan temannya. Dia tidak mungkin berniat buruk pada ku" ucap Shena berusaha meyakinkan dirinya sendiri.

.

.

.

Sekitar pukul 5 sore. Matahari senja mulai sedikit terlihat. Shena berjalan menuruni tangga. Ia terlihat cantik dengan memakai celana legging hitam, dres selutut warna putih dan jaket hangat yang membungkus hampir seluruh tubuhnya. Rambutnya di kuncir agar tidak berantakan. Arsen sangat puas melihat Shena yang cantik dan manis ini.

Shena tersenyum menatap Arsen dan drew. Ia berjalan menghampiri mereka yang tadi menunggu di ruang tamu. "Ayo, aku sudah siap" ajak Shena.

"Let's go!!!" Seru Drew.

.

.

.

"Woaa... Pemandangan di laut memang tidak pernah mengecewakan" ucap Shena kagum atas pemandangan yang di sajikan sore ini. Matahari hendak tenggelam di ujung laut sana. Ia memancarkan sinar warna jingga yang sangat indah. Ada beberapa burung terbang seperti mengejar matahari yang tenggelam. Lautan memancarkan sinar jingga dari matahari. Suasana dan pemandangannya benar-benar menenangkan.

Mereka duduk di tepi pantai dengan Shena berada di tengah. "Andai setiap sore kita bisa melihat pemandangan seperti ini. Bukankah akan sangat menyenangkan?" Ucap Shena. Kalimatnya sangat tenang.

Arsen terkekeh. "Aku melihat hal yang lebih indah dari matahari senja ini. Pemandangan ini bagiku biasa saja" ucap Arsen santai.

"Benarkah?" Tanya Shena memastikan.

"Hemm..." Jawab Arsen dengan deheman.

"Pemandangan seperti apa?" Tanya Shena penasaran.

Arsen menghela nafas dan membaringkan tubuhnya di atas pasir. "Pemandangan yang sangat cantik dan manis. Ia juga sangat lucu dan menggemaskan. Aku menyukainya seperti apapun keadaannya. Dia satu-satunya tempat dimana aku bisa menjadi diriku sendiri dan membuat ku merasa tenang" ucap Arsen dalam sambil menatap punggung Shena.

Drew menatap Arsen meremehkan. "Hah, kau sedang membicarakan pemandangan atau seseorang" sarkas nya.

"Kau penasaran padaku?" Tukas Arsen.

Drew berdecih meremehkan. "Cih... Gaya mu menyebalkan". Ia ikut membaringkan tubuhnya di atas pasir.

Shena menoleh ke arah Drew dan bertanya. "Kalo kamu, Drew bagaimana? Apa kau pernah melihat sesuatu yang lebih indah dari pemandangan ini?".

Drew seperti berpikir sejenak. "Ada" jawab Drew.

"Apa?" Tanya Shena penasaran.

"Aku pernah lihat Aurora saat liburan dengan ibu di Swedia. Waktu itu aku masih kecil, kami sangat beruntung bisa melihat Aurora di sana. Katanya tidak setiap orang yang datang bisa beruntung melihat Aurora karena hanya muncul di waktu tertentu" ucap Drew.

"Wahh... Aku iri padamu. Aku juga ingin lihat Aurora di sana" ucap Shena.

"Kita bisa pergi ke sana kapan saja kau mau. Aku akan mengajakmu keliling dunia" ucap Drew senang.

Shena tertawa senang mendengarnya. "Benarkah??" Tanya Shena memastikan.

"Tentu saja. Jika itu my Hero maka akan kulakukan apa saja" ucap Drew percaya diri.

Shena tertawa mendengarnya. "Bagaimana jika 10 tahun dimasa depan kita bertiga pergi melihat Aurora bersama?" Ucap Shena.

"Kenapa harus 10 tahun kedepan?" Tanya Arsen tak mengerti.

"Eumm... 10 tahun kedepan kita pasti sudah punya kehidupan masing-masing. Kita sudah benar-benar menjalani hidup sesuai yang kita inginkan. Kita juga sudah dewasa dan mungkin salah satu di antara kita sudah menikah. 10 tahun nanti adalah waktu yang tepat untuk kita berkumpul kembali membawa masing-masing cerita hidup kita sendiri". Ucap Shena pelan.

*Hi readers. Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian pada novel ini dengan cara berikan komentar terbaik kalian, kasih like dan vote novel ini ya. Dukungan kalian pada novel ini sangat berarti karena itu akan menjadi semangat buat author menyelesaikan cerita ini hingga akhir. Tetap pantau terus ga kelanjutan dari cerita ini. Akan ada banyak keseruan yang kalian dapatkan. Happy reading all 🙏

1
Queen Rose
kalian jangan lupa kasih dukungan ya guys....
Queen Rose
kalian jangan lupa ya kasih komentar dan like kalian buat author, jujur aja aku sebagai penulis baru sering overthinking mau menekuni dunia nulis ini karena takut gagal. tapi aku coba buat selalu semangatin diri dan berpikir positif. aku selalu nanemin ke diri aku kalau ini bagian dari proses aku
Queen Rose
guys aku mau bilang sama kalian semua kalo di akun author, setiap bab itu udah siap tayang pukul 20.00 ya. Semua bab udah di kirim dengan waktu terjadwal, jadi semua bergantung sistem untuk cepat atau lambatnya perilisan setiap bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!