NovelToon NovelToon
Cerita Kita

Cerita Kita

Status: tamat
Genre:Komedi / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:33.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nur Maelani

Nandita seorang gadis yang berusia 20thn.Ia tinggal bersama ibu dan seorang adik yg baru berusia 10thn sedangkan ayah Dita sudah tiada sejak ia duduk dibangku awal SMA.
Ia terpaksa bekerja disebuah kafe dan sebuah stasiun radio untuk membantu ibunya.sebenarnya Dita ingin sekali menjadi dokter namun cita-citanya terpaksa harus dikubur dalam-dalam karna ekonominya.
suatu hari saat Dita sedang bekerja tanpa sengaja dita bertemu dengan Daniel.
Ya Daniel adalah mantan kekesihnya.mereka putus satahun yang lalu.
Akankah Nandita dan Daniel kembali bersama?
Akankah semuanya berjalan dengan baik-baik saja lalu bagaimana usaha Daniel untuk mendapatkan Dita kembali?
Simak ceritanya y semoga kalian g kecewa happy reader y

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Maelani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Menjelang sore Dhaniel terbangun dengan hati -hati ia pun menurunkan kakinya dari tempat tidur ia tidak ingin membangunkan Dhita ia pun segera masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri tak sampai 15 menit ia pun sudah selesai dan keluar dari kamar mandi ia meliat Dhita sudah duduk sambil bersandar di tempat tidur.

" kamu sudah bangun beib, gimana kakinya masih sakit" tanya Dhanil lembut aku pun hanya menggelengkan kepalaku

" kamu mau kemana? biar aku bantu "

" aku mau mandi Niel badanku udah lengket, tolong bantu ke kamar mandi ya " pintaku dan tanpa aba-aba Dhaniel langsung mengangkat tubuhku dan membawanya ke kamar mandi,ia mendudukanku di closet

" udah sana keluar ,nanti kalau aku sudah selesai aku panggil lagi" usirku

" gak aku bantu aja mandinya"

" ih...apa'an sih udah sana keluar " usirku

Dhaniel tersenyum lalu mengecup keningku sekilas lalu keluar dari kamr mandi

Hampir 20 menit aku membersihkan diri aku pun berteriak memanggil Dhaniel,tak lama kemudian Dhaniel masuk dan menggendongku lalu mendudukanku kembali diatas kasur

" aku turun dulu ya mau ambil makanan,kamu kan dari tadi siang belum makan "

aku pun hanya menganggukan kepala dan ia pun keluar dari kamarku

tak lama kemudian Dhaniel masuk dengan dua orang pelayan yang membawa makanan dan minuman mereka meletakan nya diatas meja setelah itu mereka keluar dan menutup kembali pintu kamar.

" ayo buka mulutmu Dhit a...." ucap Dhaniel sambil memperagakan mulutnya yang terbuka

" ayolah Dhita ayo buka mulutnya beib " pinta Dhaniel akhirnya aku pun menurutinya

Dhaniel menyuapi ku hingga makanan di piring yang di pegang olehnya habis.

ia pun membersihkan sisa makanan disisi bibirku dengan jarinya lalu menjilat jarinya

" emm enak ya..." ucapnya sambil tersenyum menggoda

" ih..jorok tau Niel "

" apanya yang jorok beib,ini tuh sama aja ama ciuman tau " jawabnya sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku

" apa kamu mau yang beneran nya beib" goda Dhaniel semakin mendekatkan wajahnya

" ih...apa'an sih" jawabku sambil berusaha menjauhkan wajahnya dengan tanganku

" Niel aku masih mau kerja, boleh ya...please..." pintaku sambil mengatupkan kedua tanganku di depan dada sebagai tanda memohon

" aku gak ijinin kamu kerja beib,aku mau kamu dirumah aja biar semua kebutuhan kamu jadi tanggung jawab aku " jelasnya masih dengan keputusannya

" aku g mau bergantung sama kamu Niel,aku mau mempunyai uang dari hasil usaha sendiri " tegasku

" Dhita...aku gak mau berdebat lagi soal ini " Dhaniel tetap pada pendiriannya begitu juga dengan aku

akhirnya aku pun mengalah " biar deh sekarang aku ngalah aja biar gak ribut lagi, tapi liat aja nanti aku akan tetap berangkar kerja" batin Dhita

Dengan memakai kursi roda kini aku berada ditaman belakang mereka membuat acara lagi tetapi kini sema makanan sudah dimasak oleh koki dan disiapkan oleh pelayan semua nampak tertata rapi pada tempatnya

ada rasa bahagia saat Dhanie tak bergeser sedikitpun dari sisiku ia dengan setia berada dan melayani apa pun yang aku mau.

" perhatian semuanya saya mohon waktunya sebentar " tiba-tiba Dhaniel berteriak dengan suara keras hingga semuanya serempak melihat kearah kami..

" ish...mau ngapain sih dia" batinku

" malam ini saya ingin semua yang ada disini jadi saksi " ucap Dhaniel yang membuat aku jadi tambah bingung

" saksi apa'an sih Niel?" tanya Pian

" Dhita...malam ini di saksikan dengan semua yang ada disini aku mau melamarmu, aku mau kamu jadi pendamping hidupku walaupun kamu bukan yang pertama dan bukan juga satu-satunya yang akan menjadi istriku nanti tetapi percayalah cuma kamu yang ada dihati aku,mau kah kamu jadi istri ku " pinta Dhaniel sambil merendahkan tubuhnya mensejajarkan deganku yang duduk diatas kursi roda

" aku ingin jawabannya sekarang Dhita" pinta Dhaniel

aku yang masih tidak percaýa kalau Dhaniel melamarku hanya terdiam" bagai mana mungkin dia melamarku didepan tunangannya yang baru saja dilamar , dasar orang aneh" batinku

" Anandhita aku ingin jawabanmu sekarang " ucapnya dengan nada sedikit pemaksaan

" eng....ak...aku...." sepertinya mulutku susah sekali untuk menjawab pernyataan Dhaniel

" ak...aku..."

" aku...aku apa Dhita?" tanya Dhaniel tak sabaran

" aku butuh waktu untuk berpikir Niel" jawabku pelan sambil nenundukan wajahku

" ah....Dhita aku mau kamu jawab sekarang,aku ingin semua yang disini menjadi saksi aku pertunangan kita sebelum kedua orang tuaku secara resmi melamarmu" jelasnya sambil mengambil tanganku dan menggenggamnya erat

aku tak percaya dengan yang ia ucapkan kalau kedua orang tuanya akan secara resmi melamarku.

bukannya kemaren mereka sudah melamar Hesti secara resmi dan disiarkan diberagai media.

tiba-tiba kepalaku terasa berat.

" Niel aku mau istirahat,kepalaku sakit"

Dhaniel yang melihat wajahku yang mulai sedikit pucat langsung mengangkatku dan mengendongku menaiki tangga menuju kamarku lalu merebahkannya diatas tempat tidur.

" ya sudah sekarang kamu istirahat ya besok kita kembali ke rumah " ucapnya sambil menarik selimut ku sebatas leher dan mengecup lembut keningku.

setelah Dhaniel kembali turun untuk bergabung bersama teman-temannya aku pun mencoba memejamkan mata namun terasa sulit masih teringat kata-kata " meski pun aku bukan yang pertama dan bukan satu-satunya yang akan menjadi istrinya nanti" entah kenapa aku merasa sangat kecewa wanita mana yang mau diduakan walaupun dengan alasan cuma ini lah atau cuma it lah tetap saja sebagai wanita normal aku hanya ingin suamiku nantinya hanya milìkku seorang dan aku tak mau berbagi.

entah kerena terlalu banyak berpikir kepalaku semakin terasa nyeri aku pun mencari obat di kotak p3k yang memang sengaja diletakan diatas meja kecil samping tempat tidurku setelah aku menemukan obat pereda sakit kepala aku pun meminumnya dan tak lama kemudian aku pun terlelap.

Pagi harinya saat aku terbangun aku tak melihat Dhaniel entah kemana perginya pria itu. aku pun mencoba berdiri dengan berpegangan pada meja, lalu merambat hingga menyentuh tembok aku berusaha berjalan walau pun masih terasa nyeri dikakiku.

setelah selesai membersihkan diri aku pun melakukan hal yang sama untuk keluar dari kamar mandi .

" ceklek " suara pintu dibuka dari luar Dhaniel masuk sambil membawa bungkusan plastik dan di ikuti seorang pelayan yang membawa satu gelas cup kopi dan satu gelas besar susu coklat.

"Kamu udah mandi beib" tanya Dhaniel menghampiriku yang duduk disisi ranjang aku pun hanya menganggukan kepala.

" ayo sarapan dulu tadi aku kewarung yang kamu datangi kemarin ni aku beli'in kamu pisang goreng kepok sama bala-bala"

dia menyusunnya diatas piring aku pun segera mengambil pisang goreng yang masih hangat itu lalu memakannya

" kita jadi pulang kan Niel" tanyaku setelah meneguk susu yang tadi dibawa Dhaniel.

ia pun menatapku lalu kedua tangannya menangkup kedua pipi ku

" ish...kamu mau apa sih" aku berusaha melepaskan kedua tangan Dhaniel.dari pipi ku

" emangnya kamu maunya diapain" ucapnya malah balik bertanya dan semakin mendekatkan wajahnya

seketika itu juga jantungku berdegub kencang

" kenapa aku jadi dek-dekan kaya gini yah" ucapku dalam hati

" kenapa? kamu dek-dekan ya kalo kita sedekat ini" ucapnya dengan suara yang terdengar mulai berat dan terkesan seksi yang membuat bulu tengkukku seketika itu juga merinding.

" niel ...jangan macem- macem " ucapku dengan suara yang terdengar gemetar entah karene takut atau karena grogi .

cup..

Dhaniel mengecup bibirku sekilas lalu menjauhkan kembali wajahnya dan duduk ditempat nya semula

aku pun akhirnya mengelus dada berasa lega dan nafasku tidak lagi berpacu seperti tadi .

sore harinya setelah berkemas dan memasukan kembali semua barang bawa'an kedalam bagasi mobil kami semua pun kembali kerumah masing-masing dengan diantar oleh pasangannya .

setelah menempuh perjalanan hampir 4 jam kerena macet aku pun sampai dirumah dan Bunda Ipah sedikit terkejut melihat kakiku yang dibalut perban.

setelah Dhaniel menceritakan kepada Bunda perihal kakiku yang terkilir akhirnya ia pun pamit pulang untuk segera beristirahat karena esoknya ia ada pekerjaan penting.

1
it's me oca -off
semangat
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Daniel menjadi anak baru di salah satu sekolah
TK
🌷🌷
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
klo aku sih lebih baik Anti di masukkan ke penjara, karena apa yang selama ini dia lakukan sudah termasuk tindakan pidana
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
hihihi... begitu di cium langsung meleleh tuh hati 🤭🤭
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
kasian amat kamu Ndre, baru aja mau numpang sarapan, eh malah diajak Daniel pergi 😂😂
it's me oca -off: hadir
total 1 replies
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
Dhita gak lupa sama janjinya
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
oh ayolah Daniel, harusnya kamu bisa merasakan klo dia itu bukan Dhita yang asli
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
pasti Dhita bingung yaa karena kepulangan Daniel yang tiba-tiba dan gak kasih kabar dahulu ke Dhita
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
ya kamu harus setuju Rina, daripada kamu masuk penjara dan keluarga mu tidak ada yang membantu
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
udah bene-bener gila tuh Anti, gak mikir apa hanya karena obsesinya pada Daniel, dia sampe mau menghilangkan nyawa orang, apalagi didalam itu juga ada 2 anak kecil
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
dokter bedah plastik nya hebat banget lho, bisa ngoperasi wajah Anti bener-bener mirip Dhita kayak saudara kembar
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
untung Daniel datang tepat waktu
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
yaa pastilah mau klo dikasih cucu lagi, kan biar tambah rame
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
oooh ya ampun, kok gak tau malu banget yaa kamu Anti... dasar si ular keket
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
kenapa cemburu Niel, kan Dhita sama Dimas hanya berteman dan mereka cuma sedang berbicara, naah yang kamu rasakan, sama seperti yang Dhita rasakan Niel
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
mangkanya tho Niel, walaupun kamu sama genk mu lagi njalani misi untuk menjebak Anti, yaa kamu jangan sampe lupa dong sama keluarga mu
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
diih gak tau malu banget sih kamu
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
iih ngarep banget sih kamu... mimpi aja terus, ati-ati sakit nanti klo jatuh
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
dah tak usah kamu pikirkan Dhita, biar teman-teman Daniel saja yang membalasnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!