Halooo Ini karya pertama saya,, silahkan dibaca.
"Menceritakan tentang beberapa orang pria yang mencari gadis mereka,,
Salah satu nya adalah Adrian Wiratama, seorang pembisnis sukses di bidang perhiasan, yang mencari gadis masa kecilnya, gadis yang selalu menyita sebagian pikiran nya.
Ada lagi Leon Adiputra, pengusaha sukses yang juga rekan bisnis dari Adrian, Leon yang mempunyai kisah masa lalu dengan seorang wanita yang ternyata mama dari gadis yang Adrian cari.
Apakah Adrian akan bertemu dengan gadis nya,,? Bagaimana pertemuan mereka,,?
Apakah anak dari wanita masa lalu Leon akan bertemu dengan nya, dikemudian hari,,? Apakah gadis itu akan mengakuinya sebagai papa,,? Bagaimana dengan istri Leon sendiri, apakah akan menerima kenyataan itu,,??
Nah,, penasaran kan, makanya baca terus dan jadikan novel ini favorit kamu.
Nikmati setiap alurnya
Jangan lupa Like, Komentar,dan Vote nya ya.
Sebagai masukan untuk saya
Lope you 🍅
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Murniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.32 Kantor Pusat Leon Adiputra
Kantor pusat Leon Coorporation, saat ini sementara dipegang oleh istri nya Imelda Adiputra, karena pak Leon sendiri sedang berada di Jepang mengurusi perusahaan baru disana.
Biasanya Bu Imelda berada di kantor cabang, tapi untuk sementara sampai suaminya kembali beliau di kantor pusat.
Bu Imelda sendiri termasuk atasan yang humble, baik, dan juga ramah terhadap semua karyawan nya tidak peduli apapun jabatan mereka. Kadang juga Bu Imelda ikut makan siang bersama karyawan nya, dan juga tak segan-segan untuk memberikan kado jika ia tau ada karyawan nya yang berulang tahun. Karena itu Bu Imelda, amat disukai dan disayangin oleh semua karyawan nya, sehingga karyawan nya pun loyalitas terhadap pekerjaan nya.
Diusia nya yang hampir memasuki setengah abad, Bu Imelda masih terlihat cantik dan tetap semangat, mungkin karena hobinya yang selalu tersenyum membuat nya terlihat awet muda.
Bu Imelda dan Pak Leon menikah karena perjodohan orang tua mereka, meski begitu akhirnya mereka pun bisa saling mencintai. Tapi sayangnya karena suatu penyakit yang ada rahim Imelda membuat nya harus terpaksa merelakan rahim nya diangkat dan mengubur mimpinya menjadi seorang ibu yang bisa melahirkan.
Untung nya, Imelda memiliki suami yang sabar tak menuntut dan juga tidak memaksa soal anak. Walaupun kedua orang tua Leon sangat mendambakan kehadiran cucu penerus keluarga, tapi karena Imelda adalah menantu pilihan mereka, mereka pun tak bisa berbuat banyak.
Hingga pernah suatu ketika mama Leon menelepon Leon, yang dengan tidak sengaja pembicaraan mereka didengar Imelda saat melewati Leon, Imelda tau walaupun ibu mertua nya, menerima keadaan dirinya, tapi dibelakang nya membujuk Leon untuk menikah lagi, mencari wanita yang bisa memberikan keturunan.
Imelda pun wanita yang cukup tau diri dengan kekurangan nya, dia sendiri pun sejak tau dia tidak bisa memberikan anak untuk Leon, jauh sebelum mama Leon yang meminta dirinya sudah lebih dulu meminta suaminya untuk mencari wanita lain dan menikahi nya.
Diruangan nya Imelda melamun
Sudah sekitar 4 hari ini, kepalanya sering sakit, kadang muncul kadang hilang. Hingga saat ini dia belum sempat memeriksa ke dokter, mengenai sakit kepala nya, dan dia pun belum memberi tahu suaminya, karena tidak ingin mengganggu pekerjaan suaminya.
Tok,,Tok,,Tok
"masuklah" ucap Bu Imelda
"permisi Bu, saya ingin menyerahkan berkas lamaran cleaning servis atas nama Cindy,," ucap pak Yoyo sambil menyerahkan amplop coklat
"ooh,, anak itu sudah datang,, kemana dia sekarang?" tanya Imelda
"tadi pagi dia sudah datang, tapi saya bilang jika sudah bisa kerja dihari Senin, jadi dia pulang" ucap pak Yoyo
"ya sudah,, bagaimana menurut mu tentang anak ini,,?" tanya Imelda
"saat saya baca CV nya nilai akademik nya lumayan bagus Bu,. tadi pun saya iseng bertanya, "nilai kamu bagus, kenapa kamu mau melamar jadi cleaning servis?" lalu jawab nya, "memang apa salahnya pekerjaan cleaning servis,, asalkan itu halal apapun akan saya kerjakan,," begitu Bu jawabannya.." cerita pak Yoyo
"sudah Bu, saya permisi,," ucap pak Yoyo lagi
"oke, nanti Senin jangan lupa seragam serta perlengkapan untuk Cindy disiapkan, juga kamu beritahu tata tertib dan peraturan perusahaan, juga hak dan kewajiban nya." ucap Imelda
"baik Bu,saya mengerti" ucap pak Yoyo
Keluar pak Yoyo dari ruangan Bu Imelda, membuat Imelda kembali melamun tentang Cindy. Pertemuan pertama nya dengan Cindy waktu Imelda sedang menunggu butik sebelah cafe buka, dari jauh dia melihat Cindy , sekilas jika diperhatikan wajah nya mirip dengan suaminya.
"akh aku jadi kangen dengan suamiku,, sedang apa ya,, aku coba telepon aja lah" gumam Imelda
Melakukan panggilan keluar tersambung tapi tidak diangkat,,
"sudahlah nanti saat makan siang aku akan video call dengan nya." ucap Imelda
****
11:30 Setelah pulang dari kantor Leon Coorporation, menaiki bus Cindy tiba di kantor Adrian,
"mampir atau tidak ya,,? akh pulang aja lah,, aku capek ngantuk juga, mana nanti masih ada kuliah" ucap Cindy melanjutkan langkah kaki nya berjalan menuju rumah Bella.
Cindy berjalan kaki sekitar 30 menit hingga dia sampai dirumah Bella
"aduh seperti nya aku lupa lagi untuk naik ojek,,, ha-ha-ha biarlah lama kelamaan juga terbiasa jalan kaki, sekarang masih terasa capek lama-lama juga gak,," pikir Cindy
Mengetuk pintu, dibuka oleh nenek yang kaget melihat wajah Cindy kecapean.
"Cindy, kamu habis ngapain,,? masuk ayo masuk,, minum bersih-bersih, nenek sedang menyiapkan makan siang,," ucap nenek
"iya nek,, Cindy lupa naik ojek nek, dari kantor mba Bella sampai rumah Cindy jalan kaki, jadi keringatan kaya gini deh,, pasti Cindy bau matahari ya nek,,?" tanya Cindy
"sekarang sih belum, tapi kalau sebentar lagi kamu seperti Ayu yang pulang selalu bau matahari,,," ejek nenek
"akh nenek,, bisa aja, Cindy bersih-bersih dulu ya..nek, makan nya tunggu Cindy ya.." ucap Cindy
Tak lama kemudian Cindy muncul,,,
"mari kita makan Ayu,,jangan nonton tv terus,,nenek udah laper" ucap nenek
Mereka pun menyantap makan siang bertiga.
****
Keadaan yang sama dikantor Adrian, mereka pun bersiap untuk makan siang bersama Bella dan Alex. Keluar menuju parkiran mobil menuju cafe dekat kantor, didalam mobil yang tetap dikemudian oleh Alex
"apa Cindy diterima,,?" tanya Adrian
"semoga sih gak diterima,," kata Adrian lagi
"kenapa ngomongnya gitu,,masih ngarep Cindy kerja dikantor Lo," ucap Bella
Sampai mereka di Cafe dan langsung turun dari mobil untuk masuk kedalam, memesan makanan, tanpa banyak berkata-kata karena sepertinya mereka pun sudah sangat lapar.
****
Suasana di Bandung, tak jauh berbeda mama Cindy dan pembantu rumah tangga yang dipanggil bi icah sedang menikmati makan siang bersama, sekarang mama Cindy sudah mempunyai teman ngobrol, dan juga masih membuat kue seperti biasa.
Setelah makan siang akan lanjutkan membuat kue, karena ada pesanan untuk acara selamatan tetangga yang akan diambil sore.
****
Selesai makan siang Imelda langsung melakukan panggilan video call dengan suaminya,,, telepon tersambung dan diangkat.
"haloo sayang,, sudah makan?" ucap Imelda sambil menatap wajah suaminya dilayar
"sudah sayang, kamu bagaimana apa sudah makan?" tanya Leon
" aku baru saja selesai makan,,, apa jadwal mu hari ini sangat sibuk?" tanya Imelda
"lumayan sayang,, maklum lah membuka perusahaan baru, butuh dan makan waktu" ucap Leon
"kapan kau akan pulang,,? sepi dirumah tanpa mu he-he-he" ucap Imelda
"sabar sayang,, mungkin sekitar seminggu lagi aku akan kembali,, dirimu ingin aku bawakan apa?" tanya Leon
"tak perlu membawa apa-apa, cukup bawa dirimu selamat sampai kesini, aku sudah bahagia,," ucap Imelda sweet
"ya sudah sayang,, kamu lanjutkan pekerjaan mu,, aku masih harus bertemu klien,, jika sudah sampai rumah segera kabari aku sayang,," ucap Leon
"baiklah,, bye sayang" balas Imelda