NovelToon NovelToon
Tumbal Perawan

Tumbal Perawan

Status: tamat
Genre:Romantis / Horor / Eksplorasi-misteri dan gaib / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: cucu@suliani

IG. suliani_cucu
Warning 18+

Kekurangan harta membuat Aldo rela menjadi pemuja Nyai Ratu, siluman ular hutan terlarang.

Semua terjadi karena sebuah penolakan yang terjadi saat Aldo ingin meminang kekasih hatinya, pak Didi bukan hanya menolak lamaran dari Aldo. Namun, dia menghina dan mencaci maki Aldo yang memang hanya orang biasa.

Akankah dia mendapatkan kebahagiaan dengan cara sesat yang dia tempuh?

Yuk kepoin kisahnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nyai Ratu Dalam Tubuh Arumi

Jika Arya kini sedang berduka karena kehilangan kakak satu-satunya, kakak yang selalu memanjakan dirinya, kakak yang selalu mencari nafkah untuk dirinya, kakak yang sudah seperti orang tua untuk dirinya.

Berbeda dengan Arumi dan juga Aldo, mereka terlihat bahagia. Selepas shalat magrib, Aldo dan juga Arumi langsung melakukan nikah Siri sesuai dengan apa yang sudah mereka rencanakan.

Perasaan lega, haru, sedih dan juga bahagia tengah Arumi rasakan saat ini. Senang karena akhirnya dia bisa bersatu dengan cintanya, terharu karena perjuangan yang dia lakukan selama ini untuk memperjuangkan cintanya telah berhasil.

Namun, dia sangat sedih karena menikah tanpa kehadiran sang bapak. Bahkan Arumi menikah tanpa meminta restu dari bapaknya tersebut.

Lelaki yang selalu memanjakan dirinya, lelaki yang selalu mengasihi dirinya. Bahkan walaupun tanpa kehadiran seorang ibu, Arumi selalu merasa tidak kekurangan kasih sayang.

Karena pak Didi selalu bisa menjadi ayah sekaligus ibu untuk Arumi, dia bahkan rela tidak menikah lagi agar bisa mengurus Arumi tanpa membagi cintanya dengan wanita lain.

"Kamu senang?" tanya Aldo.

"Sangat senang," jawab Arumi.

Aldo dan Arumi kini sedang berada di dalam mobil mewah milik Aldo, dia melajukan mobilnya menuju hotel yang berada di pusat kota.

Dia sengaja memesan satu kamar hotel khusus untuk pengantin, hal itu dia lakukan untuk menyambut malam pertama mereka.

Rasanya dia tidak mungkin membawa Arumi untuk pulang ke rumahnya, dia merasa bayang-bayang Nyai Ratu begitu melekat di rumahnya tersebut.

Sepanjang perjalanan menuju hotel, Arumi terlihat memeluk lengan kiri Aldo dengan kepalanya dia sadarkan di pundak suaminya tersebut.

Setibanya di kamar hotel mereka, Arumi dengan tidak sabarnya membuka gaun pengantin miliknya sendiri.

Bahkan dia juga membantu Aldo untuk melepaskan baju pengantin yang melekat di tubuh Aldo, Arumi benar-benar terlihat bersemangat untuk menyambut malam pertama mereka.

Kini tubuh mereka sudah sama-sama polos, Arumi langsung menempelkan tubuhnya. Dia merasa sudah sangat siap jika Aldo akan memasukinya malam ini.

"Ayo, Mas. Lakukan," pinta Arumi.

Aldo terlihat terkekeh melihat Arumi yang begitu bersemangat dan terlihat lebih agresif, dia memeluk pinggang Arumi dengan erat, mengecup kening wanita yang sudah menjadi istrinya tersebut dan dia berkata.

"Jangan sekarang, Yang. Kita mandi dulu, kita berendam bersama," pinta Aldo.

"Baiklah, Sayang." Arumi menuntun Aldo untuk masuk ke dalam kamar mandi, kemudian mereka berendam bersama.

Tentu saja mereka tidak sekedar berendam, mereka saling meraba dan bercumbu dengan mesra.

"Sudah, Yang. Aku sudah tidak tahan, kita segera bilasan. Aku tidak mau menghabiskan malam pertama kita di dalam kamar mandi," kata Arumi seraya terkekeh.

Aldo mengangguk setuju, mereka keluar dari dalam buthup, lalu membilas tubuh mereka secara bersamaan. Setelah selesai, Aldo mengeringkan tubuh keduanya.

Arumi tiba-tiba saja memekik kaget, kala Aldo mengangkat tubuhnya.

"Mas!" protes Arumi.

Aldo tidak menggubris, dia membawa Arumi dan merebahkannya di atas tempat tidur yang bertaburkan kelopak bunga mawar.

Aldo terlihat berada di atas tubuh Arumi, dia menunduk dan menyatukan bibir mereka. Mereka saling mencecap manisnya madu cinta yang terlihat begitu menggebu.

Tangan Arumi terlihat merambat mengelus perut Aldo, begitupun dengan Aldo. Tangannya tidak bisa tinggal diam, dia meremat dada istrinya.

Saat sedang asyik bercumbu, tiba-tiba saja ponsel milik Arumi berdering. Awalnya dia mengabaikan, karena ingin menikmati malam pertamanya dengan Aldo.

Namun, karena merasa terganggu. Dia pun menghentikan aktivitasnya, lalu mengambil ponsel yang dia taruh di atas nakas.

"Bapak!" pekik Arumi.

"Angkat saja, siapa tahu penting," kata Aldo.

Arumi menurut, dia mengangkat panggilan telepon dari bapaknya. Ternyata saat Arumi mengangkat teleponnya, pak Didi menanyakan keberadaan dirinya.

Dia merasa khawatir karena Arumi tak kunjung pulang, namun Arumi berkata jika dirinya akan menginap lagi di rumah temannya.

Besok pagi dia akan langsung berangkat menuju Rumah Sakit dan akan pulang ke rumah saat sore hari tiba.

Awalnya pak Didi merasa tidak setuju, karena dia tidak ingin anak perempuannya keluyuran kemana-mana.

Namun, Arumi berusaha menjelaskan jika dia baik-baik saja dan tidak kemana-mana. Dia hanya menginap di rumah temannya saja, akhirnya pak Didi mau memberikan Arumi izin.

"Bapak jangan khawatir, aku baik-baik saja. Beristirahatlah dengan tenang," kata Arumi.

"Ya, Sayang. Tolong jaga kepercayaan yang sudah Bapak berikan," kata Pak Didi.

"Iya," jawab Arumi seraya memutuskan sambungan teleponnya.

Setelah sambungan teleponnya terputus, Arumi terlihat meletakkan kembali ponselnya di atas nakas.

Aldo menghampiri Arumi, lalu dia memeluk istrinya tersebut dari belakang. Dia usap dengan lembut dada istrinya dan dia remat, kemudian dia mengecupi leher istrinya dengan lembut.

Aldo tahu jika Arumi belum pernah melakukannya, dia ingin bersikap lembut. Agar Arumi tidak kesakitan saat miliknya memasuki tubuh Arumi.

Tubuh Arumi langsung meremang mendapat sentuhan penuh cinta dari Aldo, dia merasakan sensasi kenikmatan yang luar biasa.

"Apa yang dikatakan oleh bapak?" tanya Aldo.

"Menyuruh aku untuk pulang," kata Arumi.

"Terus, dia bilang apa lagi?" tanya Aldo lagi.

"Aku sudah menjelaskannya, Mas. Kalau aku tidak bisa pulang malam ini, kamu tenang saja," kata Arumi.

Arumi terlihat membalikkan tubuhnya, kemudian dia langsung menautkan bibirnya. Dengan senang hati Aldo membalas tautan bibir istrinya.

Saat sedang asyik saling mencumbu dan membelit lidah, tiba-tiba saja Aldo melihat sekelebatan rupa Nyai Ratu di balik tubuh Arumi.

Tidak lama kemudian Arumi terlihat mendesis, wajahnya pun terlihat berubah. Aldo merasa sangat kaget, karena ternyata Nyai Ratu memasuki tubuh Arumi.

Dia seolah tidak rela jika Aldo melakukan malam pertamanya bersama dengan istrinya, Nyai Ratu tersenyum dan langsung mendorong tubuh Aldo.

Seperti biasanya, dia langsung memimpin permainan. Membuat Aldo merasakan kenikmatan luar biasa, mau protes pun dia sampai lupa.

"Emph!" terdengar lenguhan dari bibir Aldo saat tubuh mereka menyatu.

Aldo dan Nyai Ratu yang berada di dalam tubuh Arumi bermain dengan sangat liar dan penuh gairah, bahkan mereka baru berhenti bergumul kala waktu sudah menunjukkan pukul lima pagi.

Sungguh gila jika memang manusia biasa melakukan kegiatan ranjang sampai selama itu, namun semua bisa terjadi karena Aldo melakukannya dengan siluman ular.

"Aku pergi dulu, Sayang." Nyai Ratu langsung keluar dari tubuh Arumi dan pergi begitu saja.

Tubuh Arumi langsung terkulai lemas, Aldo merasa kasihan melihat akan hal itu. Apa lagi saat melihat area inti Arumi terlihat berdarah, bahkan terlihat bengkak.

Aldo membenarkan letak tidur Arumi, lalu dia mengambil air hangat dan mengompres milik istrinya.

"Maaf," kata Aldo seraya mengusap lembut milik istrinya yang masih terlihat bengkak.

*

*

Masih berlanjut....

Selamat pagi kesayangan, selamat beraktivitas. Semoga kalian sehat selalu dan murah rezeki, jangan lupa tinggalkan jejak ya.

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wah gila sih si aldo, numbalin orang ga bersalah, sedih bgt aku bayangin adek nya meli gatau apa2 kehilangan kakak nya, meli juga padahal dia ga punya prasangka jelek ke aldo, bisa ga sih aldo di tempeleng aja sama Yang Maha Kuasa 😤
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bener2 si aldo ga kasian apa sama keluarga nya meli kalo misal nyariin 🥲
Nur Bahagia
wahh Aldo ada turunan bule 🤭
Nur Bahagia
untung Aldo kuat imin nya 😁
ana cahaya
sangat suka 😀😘
🌺 Tati 🐙
yang g bersalah jadi korban
🌺 Tati 🐙
lama2 burung kamu busuk,salah masuk sarang
🌺 Tati 🐙
udah di bobol belum tuh sama si aldo,otak dia kan konslet
🌺 Tati 🐙
emang kalau yg haram bawaanya nikmat sesaat,bikin pikiran konslet lagih
🌺 Tati 🐙
terlalu ketara dan aneh kalau langsung beli apa saja
🌺 Tati 🐙
baru mampir
Cucu Suliani: Makasih Kak🥰
total 1 replies
LinLin
kyknya bakal suka dgn ceritanya 👍
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
eh ternyata aku udah baca deh novel ini, kirain aku, cuma baca di bab awal, ternyata sampe akhir udah baca🙈baru mau maraton ini, hehe
Cucu Suliani: Wkwkwkkwkw
total 1 replies
echa purin
👍🏻
kimiatie
kerana wang tanpa sedar salah langkah
Amril Lukman
senang jd aldo
Gendis bellagendisnur
👌
Sitywasitah Sity123
aneh kmu pak didi giliran c arumi nungguin kamu gak peduli giliran pergi kamu nyalahin
Sitywasitah Sity123
Iya kurang nyambung pdhl dri awal Aldo Anak baik rajin.. cuma dia miskin coba klu di terima mungkin dia gak akan nekat
emma mahriana
mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!