NovelToon NovelToon
PERJALANAN CINTA QONITA

PERJALANAN CINTA QONITA

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:704.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Bunda Abizzan

Qonita Yasmin Siregar, janda dengan 2 anak laki-laki, bercerai karna diselingkuhi suaminya.

Sulaiman, duda keren dan mapan dipaksa berkenalan dengan Qonita, lantaran anak semata wayangnya yg bernama Ichy serta mamanya menyukai Qonita.

Pertemuan pertama yang sangat tidak menggoda bahkan penuh perdebatan malah menjadi alasan kedekatan mereka hingga akhirnya mereka menikah, dan membina rumah tangga yang sangat bahagia.

Namun siapa sangka secara tidak sengaja, Qonita mendapati suaminya bersama perempuan lain.

Apa yang akan dilakukan Qonita setelah mengetahui bahwa ternyata dialah yang menjadi madu karena ternyata sulaiman sudah lebih dulu menikah dengan perempuan itu?

Bagaimana akhir kelanjutan rumah tangga Qonita dan Sulaiman?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Abizzan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 Di Rumah Suami

Author POV

Kediaman Iman

Lima mobil telah tiba di rumah Iman. Qonita, Fuad, Nabil dan Vivi dipersilahkan masuk.

Qonita sedang berada dikamarnya, kamar yang akan menjadi kamar dirinya dan Iman. Sedangkan anak-anak sementara akan tidur ditemani Vivi, untuk menyesuaikan diri.

Sedangkan Ichy mempunyai kamar sendiri, dia sudah terbiasa tidur sendiri. Hanya sesekali dia minta ditemani oleh pengasuhnya.

Qonita membereskan pakaiannya, menyusunnya ke dalam lemari. Pakaian anak-anak sudah dibereskan oleh Vivi dibantu oleh ART.

Selesai membereskan pakaian, Qonita mandi. Ia menatap seisi kamar. Pandangannya tertuju pada ranjang, entah kenapa dia tersipu malu sendiri.

Sedari tadi Iman tak lagi masuk ke kamar. Hanya tadi, saat menunjukkan kamarnya yang mana. Padahal Qonita ingin menjalankan sholat magrib berjamaah dengan suaminya. Selesai Sholat, Qonita keluar kamar.

"Bunda, sini, kita makan dulu. Bunda duduk disini," seru Ichy. Ichy menunjuk tempat duduk di samping kanannya, tepat disamping kiri Iman.

Fuad, Nabil dan Vivi ada dihadapan Qonita dan Ichy, disamping kiri Iman. Oma dan Opa Pras bergabung bersama mereka. Sementara Nana dan keluarga yang lain, memilih makan di ruang keluarga.

Qonita sigap mengambilkan makanan untuk suaminya.

"Makasi, Sayang," ucap Iman. Qonita mengangguk dengan senyuman manis di wajahnya.

Opa dan oma Herni telihat menahan senyum.

Qonita lalu mengambilkan makanan untuk Ichy. Sementara Vivi sudah menyediakan makanan Fuad dan Nabil. Nabil masih disuapi oleh Vivi.

Selesai makan, mereka kumpul di ruang tamu, sebagian masih ada diruang keluarga. Anak-anak bermain.

"Kak Qonita, kalau mau honeymoon, nanti anak-anak tinggal di rumah Nana aja. Dijamin aman. Tenang aja," ucap Nana pada Qonita.

Qonita tersenyum. "Gapapa, Dek. Kak gada pengen kemana-mana kog. Disini aja, biar anak-anak terbiasa disini."

“Yang dekat aja, Nak. Parapat atau Brastagi?" Oma Herni terlihat menawarkan.

Belum sempat Qonita menjawab, Jamal sudah bersuara. "Brastagi aja, lebih dingin. Cocok, ehm..." Jamal melirik pada Iman.

"Dikamar kan bisa dingin juga, Bang. Kan ada AC." Qonita membalas Jamal dengan tersenyum lebar.

"Uhuk." Jamal pura-pura terbatuk. Melirik Iman. Tetapi yang dilirik diam seribu bahasa.

"Bang Iman kenapa, seh? Dari tadi diam aja," ujar Nana.

"Capek, Dek," sahut Iman.

"Yah, payah, gagal donk malam ini." Jamal mengejek Iman.

"Sori, gada kata gagal dalam kamus Gua. Emang Lo, malam pertamanya 4 hari kemudian." Iman membalas mengejek Jamal.

"Hahaha, tau gak Kak, Ria kemaren lagi M pas nikah sama bang Jamal. Bayangin aja, tuh lakik uring-uringan 4 hari. Hahaha..." ucap Nana pada Qonita.

Qonita hanya tersenyum.

“Gue doain Qonita mendadak M pas Lo lagi tegang-tegangnya," ucap Jamal sarkas.

"Doa Lo gak akan dikabulin, Lo doanya gak bener, seh," sahut Iman.

"Kenapa seh pada Ribut, jangan saling ngejek napa," ucap Gagah menengahi.

Nana mengacungkan jempol pada suaminya.

"Ngomong itu yang baik-baik. Nanyak juga baik-baik. Misalnya gini neh. Bang Iman, Abang kan udah menduda 2 tahun, gak lupa kan cara MP itu gimana?" ucap Gagah langsung menyembunyikan badannya di belakang sang istri.

Iman langsung melempar Gagah dengan bunga plastik yang ada di pot bunga disampingnya.

"Hahaha..." Jamal, Ria dan Nana tertawa berjamaah.

❤️❤️❤️

"Udah malam, mama dan papa pulang dulu ya, kalian juga istirahat," ucap oma Herni.

"Kami pulang juga, deh," sahut Nana.

Iman dan yang lain mengantar kepulangan oma dan opa, serta Nana dan keluarganya.

"Hati-hati oma, opa, om dan tante," ucap anak-anak sambil menyalam satu persatu.

"Nanti kita main lagi ya," ucap mereka pada anak-anak Nana. "Da da," mereka menggerakkan tangan kanan mereka ke kiri dan ke kanan sebagai isyarat perpisahan, saat mobil mulai melaju.

"Kita gak pulang, Bang?" tanya Ria pada Jamal.

"Sebentar lagi," jawab Jamal. Ria mengangguk.

"Anak-anak, waktunya tidur, udah jam 9," ucap Qonita pada anak-anak. "Ayo, Bunda antar. Salam papa, om dan tante."

Ichy, Fuad dan Nabil pun menyalam mereka.

Iman mencium sayang ketiga anaknya.

"Mimpi indah, Sayang," ucap Iman.

"Bang Jamal, Ria, maaf ya, Saya duluan. Antar anak-anak tidur," ucap Qonita.

"Siap," kelakar Jamal.

"Iya, Kak," jawab Ria.

Qonita melirik Iman. "Kamu duluan aja, Sayang. Siap antar anak-anak, langsung ke kamar aja," ucap Iman pada Qonita.

Qonita mengangguk.

Ichy sudah naik ke tempat tidurnya. Saat ini posisinya sedang duduk. Qonita duduk di pinggir tempat tidur.

"Hari ini Kakak tidur sendiri, apa mau ditemani, Sayang?" tanya Qonita sambil mengelus sayang rambut Ichy.

"Tidur sendiri aja, Bunda."

"Wah, hebat. Kakak udah besar ternyata, ya." Ichy dan Qonita sama-sama tersenyum.

"Tidur ya, Sayang." Qonita mencium kening Ichy. "Semoga mimpi indah, Nak."

"Iya, Bunda." Ichy memposisikan badannya untuk tidur.

"Baca doanya, Sayang."

"Bismika Allahumma Ahya Wa Amut."

Qonita sekarang berada di kamar Fuad dan Nabil. Vivi menemani mereka tidur.

"Anak-anak Bunda, udah pada baca doa tidur, belum?" tanya Qonita pada Fuad dan Nabil.

"Belum, Bunda."

"Ya udah, baca doanya dulu."

Fuad dan Nabil pun membaca doa mau tidur. Setelah itu Qonita langsung membungkuk untuk mencium kening kedua anak laki-lakinya.

"Tidur yang nyenyak, Sayang. Mimpi indah, Nak."

❤️❤️❤️

Sedari tadi Jamal melihat Iman terlihat berbeda. Dia yang sudah mengenal lama sahabatnya itu, tentu tahu ada sesuatu yang difikirkan bosnya itu.

"Kenapa lagi, Bro?" tanya Jamal pada Iman.

Saat ini mereka sedang duduk di halaman rumah, berdua saja. Sementara Ria, menemani anak-anaknya di dalam rumah.

Iman menghela nafas. "Entahlah."

"Dibawa santai, Bro. Kasihan Qonita nanti. Dia lagi nunggu Kamu, kan."

Iman mengangguk. "Kali ini, Aku merasa bersalah. Entah pada yang mana."

Jamal yang mengerti arah pembicaraan Iman hanya bisa mendengarkan saja. Ia tak bisa banyak berkomentar. Mereka sangat menjaga segala sesuatunya, agar semuanya sesuai dengan yang diharapkan.

"Nyimpan rokok, gak?" tanya Iman.

"Gila, Lo ya. Bisa mampvs kalo Qonita tau," sentak Jamal.

"Aku pusing banget."

"Ck." Jamal berdecak. "Lo itu tinggal jalani kayak yang dulu. Bedanya kali ini, Lo bisa nikmati. Harusnya malah gada beban, ini kenapa malah kebalek gini?" ucap Jamal tak mengerti.

"Aku gak mau Qonita sampe terluka, bahkan seujung kuku pun. I love her so much, like crazy."

Jamal kembali menghela nafas panjang. "Lo yang kayak gini ini, malah mengkhawatirkan banget, Bro."

"Aku cinta dia.”

Jamal mendengarkan Iman tanpa berkomentar.

"Dia istimewa banget." Lalu Iman terdiam sebentar.

"Aku beruntung bisa nikahi dia."

Jamal terus memperhatikan Iman yang terus berbicara.

"Aku gak mau kehilangan dia," cerocos Iman.

"Aku ga -" omongan Iman terhenti karena Jamal menyanggahnya.

"Bro, bro. Udah, cukup. Ini malam pertama Lo. Nikmati! Kendaliin diri Lo. Lo kacau banget malam ini." Jamal diam sesaat, menunggu reaksi Iman.

Iman menarik nafas, sambil memejamkan matanya. Berulang kali dia lakukan, hingga sedikit tenang.

"Sholat dulu, geh!" ucap Jamal.

Iman melirik Jamal.

"Tadi Lo bilang gak mau nyakiti Qonita, Kan? Jangan biarin dia nunggu terlalu lama. Apalagi sampe ngira, suaminya lari di malam pertamanya." Jamal menyeringai.

1
Asih Ngadisih
pintarnya bunda Qonita 🥰
Rohaini Ani
lanjut masa depan
Susilawaty Pdg
aduh Mayang aku kasihan sama kamu,tapi kamu g sayang dirimu
Susilawaty Pdg
kasihan Mayang kamu berhak bahagia punya suami sah yg mencinta,bukan dari sisa cinta
Yunia Spm
othor mau macem² ini 😀
Bunda Abizzan: 🤣 nggak kak 😂
total 1 replies
Yunia Spm
manusiawi .....

tapi .. kalo Qonita masih bisa menyikapinya lebih dewasa...
dan kalo semuanya atas ijin ALLAH
Bunda Abizzan: Benar Kak 😊
Qonita lbh ke ikhlas aja menjalaninya, namun bukan berarti dia nggak tegas...
total 1 replies
leni
karya nya sangat bagus
leni: sama2..😊
total 2 replies
Merianna Nainggolan
Biasa
Merianna Nainggolan
Kecewa
miss. MH: ikut promo ya kakak2
mampir ya ke novelku "BUCIN DARI KECIL" dan "AKU (BUKAN) WANITA MANDUL) jangan lupa follow dan like ya ka
mohon dukungannya
total 1 replies
Merianna Nainggolan
Lumayan
Merianna Nainggolan
Biasa
Andara
cerita nya berbeda dari yg lain, suka dialog yg gokil 😘
Bunda Abizzan
🥰
Merianna Nainggolan
Kecewa
Bunda Abizzan: Trima Kasih Kak sudah singgah di novel saya, maaf jika tidak sesuai dgn keinginan Kakak..

Tp dgn kakak memberikan bintang rendah apalagi 1, itu mempengaruhi banget lho kak ke popularitas...

Smg kedepannya bs membantu penulis dengan masukan/saran yg membangun ya Kak 🙏

Trima kasih 😘
total 1 replies
Ha Ra
luar biasa
Ha Ra
tetap semangat kak
Rooo
Semangat, ceritanya cukup menarik
Rooo
Semangat kak 😘
Genta Babaw
Ceritanya unik dan simple..
Genta Babaw
Saya mampir kak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!