NovelToon NovelToon
3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / TimeTravel / Tamat
Popularitas:7.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: LeoRa_

Kehidupan yang monoton sedikit mengusik kebosanan ketiga sekawan yang hidup dalam dunia hitam dimana seharusnya tidak mereka masuki.

Sampai pada peristiwa yang tidak terduga pun terjadi kepada mereka.

Tak pernah terpikir oleh ketiganya, bahwa jiwa mereka akan melintasi waktu ke zaman kuno. Tak hanya itu, mereka bahkan harus memulai hidup dari awal hanya dengan berbekal ingatan pemilik tubuh untuk memudahkan mereka beradaptasi pada zaman yang berbeda.

menempati tubuh yang lemah adalah kesan pertama yang buruk bagi mereka tapi mau bagaimana lagi?! beginilah adanya.

si gila menempati si baik hati.

si datar menempati si lemah tak berguna.

si centil menempati si budak.

segala yang belum pernah mereka temukan akan di temukan di kehidupan kali ini. kira-kira bagaimana kelanjutannya?!

Dan sepertinya mereka belum menyadari keterkaitan antara masa lalu dan masa depan...

silahkan mampir ke ceritaku yang lain dengan latar kolosal...

semua yang terdapat dalam cerita ini adalah murni hanya fiktif belaka, apabila terdapat kesamaan nama/tempat maupun lain hal mohon di maklumi. semua itu murni pemikiran author sendiri.

tertanda: LeoRa_


salam sayang😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LeoRa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

FURBY MILIK RYURA

Tidak tahu bagaimana cara menggambarkan perasaan bahagia mereka. Walau hanya sehari tak bertemu, namun bagi mereka rasanya seperti satu tahun. Hal itu menunjukkan bahwa tak selamanya rindu hanya dirasakan oleh sepasang kekasih.

Contoh buktinya adalah mereka.

Hari ini merupakan hari yang amat membahagiakan, karena mereka dapat kembali berkumpul bersama seperti dulu saat masih di dunia modern.

Setelah adegan cipika cipiki dengan Ryura sebagai korban ciumnya. Masih dengan berbinar bahagia dan rasa antusias yang tak dapat di bendung lagi, akhirnya sikap asli mereka keluar saat itu juga.

"Oh, astaga..astaga..astaga...!!! Lihat siapa ini Rayan. Lihatlah..." heboh Reychu seraya mengapit kedua pipi Ryura bahkan sesekali mencubitinya dengan gemas dan rasa tak percaya sehingga ia berpikir seandainya tak di pegangi maka sosok berwajah datar namun manis didepannya akan menghilang dari hadapannya.

"'Aaaa... Ryura... Ini benar kau 'kan?! Benar bukan?! Benar, ya?! Harus benar, oke?! Aku tidak mau ini hanya bohongan. Aku mau ini nyata! Ya ya ya... Ryura... Ini harus kau! Huhuhu..." rengek manja Rayan seraya bergelayut bagai ulat bulu di ranting pohon, erat dan tak ingin melepaskan bahkan wajahnya sudah menunjukkan raut meweknya yang tak mengurangi sedikitpun keimutannya.

Furby yang menyaksikan adegan berlebihan itu pun tanpa sadar malah terpaku dengan mata tak berkedip untuk waktu lama karenanya. Merasa tak percaya kalau sahabat teman barunya memiliki karakter yang berbanding terbalik dengan Ryura. Akan tetapi, dari situ pula ia bisa melihat dan semakin bisa memahami sosok Ryura yang mana bukan diam-datar nan dingin tak tersentuh melainkan hanya pendiam yang kelewat pendiam ditambah wajah yang non ekspresi itu. Namun dari semua itu ia tahu diamnya Ryura bukan berarti ia pelit bicara ataupun sombong. Seperti yang ia rasakan sejauh ini.

"Ini benar aku. Ryura Jenna!" lugasnya pasti walau bernada biasa. Reychu dan Rayan yang mendengarnya langsung beralih memeluknya erat lebih erat dari sebelumnya.

"Iya, ini kau. Ryura kami, tak ada duanya. Memang benar kau. Haha... Si manis yang ngangenin, tapi sayang dianya seperti mayat hidup. Hahaha..." kata Reychu tanpa saring. Furby yang mendengarnya nyaris tersedak hingga ia memilih menatap Ryura guna melihat reaksi nya terhadap perkataan sahabat gadis itu tentangnya. Tapi, sepertinya reaksi yang diharapkan tak terlihat. Justru yang tampak hanya biasa-biasa saja.

"Luar biasa! Ryura bisa sesantai itu bahkan setelah di katai demikian! Hebat! Aku memang tak salah pilih teman!" batinnya sambil memandang Ryura bangga.

"Apa kau tahu, Ryu... Awalnya aku berpikir kita tidak akan bisa berkumpul kembali yang artinya aku akan sendirian di tempat asing ini. Membayangkan akan melakukan segalanya seorang diri tanpa kalian berdua, membayangkan akan sikap keluarga Yu yang pasti selalu mengerikan terhadap ku, membayangkan harus bagaimana aku menjalani hidup ini seorang diri. Sungguh menguras tenaga, hati, dan pikiran ku." adu Rayan lebay sambil frustasi mengkhayalkan kesulitan hidupnya di jaman ini lalu dengan pemikiran yang didramatisir ia tunjukkan melalui hempasan kepalanya ke lengan atas Ryura seolah menunjukkan bahwa ia sudah bisa lega lantaran apa yang ia takutkan tidak akan terjadi.

Reychu yang melihatnya spontan memutar bola matanya malas. Sudah biasa baginya.

"Cih! Berlebihan!" cibir Reychu.

Rayan mendelik memberengut tak suka ke arah si pencibir. "Apa?! Ingin aku jahit mulutmu, ya?! Dasar iri hati!" balas Rayan kemudian memeletkan lidahnya, mengejek.

Reychu melotot tak terima. "Kau! Huh! Iri katamu! Cih! Tak akan! Ubur-ubur pemakan kuaci seperti mu tak akan mempengaruhi seorang Reychu, kau tahu?!" kembalilah pertengkaran ala Rey dan Ray.

"Ha. Ha. Ha...! Kau mau melucu, ya! Sayangnya tidak lucu, kasihan!" ledek Rayan. "Mana ada ubur-ubur makan kuaci, dasar bod*h! Bilang saja kalau sebenarnya kau ingin menyebut hamster untuk ku tapi kau tak mau mengaku akhirnya mengalihkannya ke hewan bening bagai jelly itu! Huh, tidak kreatif!" tambahnya seraya mendengus sinis.

"Apa?! Hamster?! Hah! Bahkan aku tak ingat ada hewan seperti itu di muka bumi ini. Apa yang kau maksud adalah tikus berbulu cantik itu?! Hahaha... Tak perlu di percantik sebutannya. Kalau tikus tetap saja tikus. Bod*h!" sembur Reychu tak ingin kalah.

"Itu bukan tikus Reychu bod*h! Kau ini selalu saja cari gara-gara denganku, ya?!" Rayan di buat kesal bukan main.

"Siapa?! Aku?! Astaga! Aku pasti sudah gila kalau sampai mencari gara-gara dengan sejenis bantalan bokong seperti mu." bersedekap dada dengan berlagak angkuh. "Waktuku terlalu berharga bila dihabiskan untuk meladeni mu!" ucapnya tak sadar kalau yang ia tengah lakukan saat ini adalah kebalikan dari ucapannya.

Melihat pertengkaran di depan matanya, membuat Furby bersyukur mendapat teman baru pendiam seperti Ryura.

"Aku tak bisa bayangkan bila bukan Ryura yang pertama kali kutemui hari itu..." benaknya bersyukur.

"Bantalan bokong katamu..." geram Rayan mulai marah, namun sayang harus terhenti saat suara datar seseorang terdengar.

"Diamlah!" satu kata dari Ryura langsung menghentikan keduanya. Hanya tersisa saling melempar tatapan mengejek dan berperang melalui mata keduanya.

Ryura berjalan kearah Furby. Hal itu di amati oleh kedua sahabatnya hingga mereka akhirnya sadar kalau disini mereka tak hanya bertiga.

"Ya ampun! Aku lupa tentang kau!" seru Rayan sedikit merasa bersalah.

"Aaahh... Aku juga lupa dengan yang satu ini!" sambung Reychu sambil manggut-manggut namun tak merasa bersalah sedikitpun, ia hanya mengungkapkan kelupaan nya tak lebih.

"Kuda siapa itu, Ryura?" tanya Rayan ingin tahu.

Sambil mengusap-usap rambut lebat kudanya yang menjuntai di area lehernya. "Teman baruku." jawab Ryura.

"Sudah kau beri nama?" kini giliran Reychu yang bertanya.

"Namanya Furby!" kata Ryura memberitahu.

"Ooo... Furby!" kepala Reychu mengangguk paham yang di ikuti oleh Rayan.

Keduanya memandangi Furby intens. Kuda itu langsung waspada begitu mendapati tatapan demikian walaupun instingnya tak mengatakan kedua gadis yang baru di lihatnya berbahaya.

Dengan tak terduga serta heboh Reychu langsung bergerak kearahnya cepat.

"Hebat! Kau langsung punya kuda dalam sehari!" ucapnya riang sesikit merujuk ke hidup baru mereka yang baru berjalan satu hari kemarin. "Lihatlah tubuh kuda ini... Lebih besar dan tinggi dari pada umumnya. Lihat juga rambutnya yang halus dan berkilau ini. Aku jadi ingin menaikinya..." lanjutnya dengan perasaan greget seraya mengitari Furby.

Ia bersiap hendak meloncat ke punggung kuda tersebut, namun sayang Furby tidak menginginkan manusia lain menungganginya sehingga ia bergerak menjauh dari jangkauan Reychu.

"Mimpi saja kau mau menunggangiku!" sarkas Furby dalam benaknya yang hanya Ryura yang mampu mengerti tapi tidak untuk kedua sahabatnya.

"Eh... Kenapa?! Furby kemarilah, aku ingin menaiki mu..." pinta Reychu dengan berusaha mendekat.

"Hihihi... Rasakan! Dia tak Sudi di tunggangi olehmu!" timpal Rayan seraya cekikikan.

"Tidak mungkin! Ayolah... Aku yakin kau mau... Iyakan... Iyakan?!" paksanya terus namun Furby tetap tidak mau. Baginya punggung gagahnya hanya boleh di tunggangi oleh Ryura seorang.

"Jangan! Dia tidak mau!" akhirnya Ryura pun turun tangan untuk melarang sahabatnya.

"Yah... Tapi, kenapa? Aku hanya ingin menungganginya..." Reychu masih belum mengerti sehingga ia masih ingin melakukan nya.

"Dia bukan sembarang kuda!" jawab Ryura keadanya. Membuat Furby terharu atas pengertiannya Ryura.

"Heh. Masa?! Selain ukurannya yang sedikit berlebih. Apa yang membuat dia bukan kuda sembarangan?" pertanyaan itu di tanyakan oleh Rayan yang di iyakan oleh Reychu.

"Aku tidak tahu! Yang pasti dia hanya ingin aku seorang yang menaiki nya!"

"Kau yakin... Bukan karena kau ingin menguasai kuda ini sendiri, kan?" tanya Reychu curiga. Rayan sampai melotot mendengarnya sedang Ryura tak berubah sedikitpun raut wajahnya.

"Rey, sejak kapan kau jadi curigaan seperti itu? Ryura tak mungkin melakukan hal itu bila memang itu tidak benar adanya." bantah Rayan tak terima.

"Bukan maksud ku begitu. Hanya saja, itukan cuma kuda apa salahnya ku tunggangi?! Kenapa sampai dilarang begitu?!" jelas Reychu memperbaiki kesalahannya dalam berkata sebelumnya, namun gelagatnya tampak acuh tak peduli.

Dalam benaknya, Furby memberengut kesal mendengar Ryura di tuduh demikian padahal memeang dari dia sendiri yang tak ingin ditunggangi oleh orang lain selain yang ia inginkan.

Ryura tak lagi berucap, menandakan selebihnya tak penting untuk di jelaskan. Namun Furby masih tak terima sehingga ia berjalan mendekati Reychu dengan menatap tajam gadis berkelakuan bar-bar itu.

Pada awalnya Reychu senang melihat kuda yang ia tahu bernama Furby itu berjalan mendekatinya, tapi entah mengapa detik berikutnya ia merasa kaku pada tubuhnya dan seperti merasa jiwanya berpindah.

Tak berapa lama, Reychu tersentak kembali ke alam sadarnya seraya memandang horor Furby yang masih menatapnya tajam.

"Ehem. Baiklah... Aku tak akan lagi berpikir untuk menungganginya. Aku tak akan lakukan hal itu lagi." katanya dengan tergagap pada Ryura namun matanya masih mengawasi Furby dengan pandangan yang tak di mengerti Ryura dan Rayan.

Berjalan menjauhi Furby dan mendekati Rayan lalu merangkulnya. "Ryura, karena aku tak bisa menungganginya. Kau harus membelikan ku kuda, oke! Aku juga mau!" pintanya yang hanya di angguki oleh Ryura.

Rayan yang tak mengertipun menyikut pinggang Reychu dengan sikunya. "Ada apa? Tak biasanya kau berubah pikiran secepat itu?" tanya Rayan penasaran.

"Hehehe... Tidak ada! Hanya saja... Aku ingatkan padamu ya... Kuda bernama Furby itu milik Ryura jadi jangan berpikir untuk menungganginya. Hmm..." kata Reychu yang sama sekali tak membayar tuntas rasa penasarannya.

"Kau ini bicara apa?"

"Pokoknya seperti itu. Tapi, kau tak perlu khawatir, Ryura akan membelikan kita kuda sebagai gantinya. Hehehe..." senangnya Reychu malah menambah kebingungan bagi Rayan. Saat Rayan menoleh kearah Ryura, gadis yang di lihat tak berubah sedikitpun. Tetap datar dan santai.

"Baiklah... Kenapa kita masih disini... Mari menikmati kebersamaan kita sebelum skenario sesungguhnya tiba." kata Reychu seraya menarik tangan kedua sahabatnya.

Merekapun pergi dari sana.

"*Eh. Dimana ini!" Reychu tersentak kaget mendapati dirinya berada pada ruang gelap seperti yang pernah ia rasakan dulu. Bedanya kali ini kakinya merasakan menapaki sesuatu yang kering namun tak tahu apa itu. "Oh ayolah. Jangan lagi... Apa aku mati lagi... Ini tidak adil..." gumamnya kesal campur bingung.

Tiba-tiba suara menggema dari belakang tubuhnya.

"Ahn Reychu! Itu namamu bukan?" tanya suara tersebut. Terdengar gagah, Reychu meyakini itu suara seorang pria.

Reychu berbalik dan tampaklah semacam karpet hitam berbulu terbentang lurus panjang sampai membungkus beberapa gundukan tangga dan di sanalah ia melihat sesosok yang ia yakini sebagai pemilik suara tersebut. Tapi sayangnya, selain bagian dada sampai kaki selebihnya ia tak dapat melihatnya.

Sosok itu tampak duduk dengan gaya angkuhnya seperti ingin menunjukkan bahwa di dalam ruang gelap itu dialah penguasanya. Walaupun itu benar adanya.

Dengan mengernyit waspada Reychu bertanya. "Iya itu namaku. Lalu, kau siapa? Jangan macam-macam dengan ku!"

"Haha... Tak perlu khawatir, selama kau masih dipandang baik oleh Ryura aku tak akan melakukan apapun padamu." kekehnya menjelaskan secara singkat. Hal itu justru semakin memperdalam kernyitannya, terlebih ketika mendengar nama sahabat nya di sebut.

"Darimana kau tahu nama itu? Apa hubungannya dengan mu. Dengar dia sahabat ku jangan macam-macam kau?" kini tingkat kewaspadaan Reychu semakin meningkat.

Sosok itu semakin tergelak merasakan hal tersebut.

"Tenang saja. Seperti yang aku katakan. Selama kau bukan lawan bagi Ryura aku tak akan bertindak lebih padamu."

"Kuharap bisa percaya itu!" sarkas Reychu.

"Lagi pula. Aku ini milik Ryura. Tentu aku tak akan berbuat buruk padanya." terang sosok itu dengan santainya.

"Huh. Sudah cukup basa-basi nya. Langsung saja, kau itu siapa sebenarnya? Dan segera keluarkan aku dari tempat ini." kesal bukan main. Reychu mulai tersulut emosinya.

"Seorang permaisuri bisa seperti ini rupanya." godanya dengan nada meledek.

"Kau..."

"Baiklah, baiklah. Aku akan langsung ke intinya." sosok itu mulai serius. "Jangan bertindak sembarangan padaku, karena aku tak sudi di sentuh oleh orang lain selain Ryura." katanya. Mendengar itu Reychu malah berekspresi aneh dalam kebingungannya.

"Apa maksudmu?"

"Aku Furby! Kuda hitam nan gagah yang bersama Ryura!" akuinya.

Reychu kaget mengetahui hal itu.

"Kau serius?! Kau kuda?! Tapi dimana kaki mu yang empat itu?! Lalu ekormu, rambutmu, dan moncong mu kemana semua itu?!" Reychu kembali heboh mendapati hal aneh di depan mata nya.

Sosok yang sedang duduk dan baru saja mengakui kalau dia adalah Furby pun mulai jengkel dibuatnya.

Tubuhnya di tegakkan dengan kedua tangan menumpu pada tangan kursi singgasana nya. "Aku tak peduli kau percaya apa tidak. Yang terpenting adalah aku ini kuda bulan. Kuda legendaris yang langka dan diinginkan semua orang. Tapi, tak semua orang bisa menjadi penunggangku. Kau tahu kenapa? Karena kami, kuda bulan hanya bisa di tunggangi oleh seorang saja." kembali bersandar.

"Dan orang tersebut adalah Ryura." lanjutnya.

"Kuda bulan?! Aku baru mendengarnya." jujur Reychu.

"Kau permaisuri, tapi tak tahu tentang kuda bulan?! Cukup mengejutkan!" sinis Furby.

"Eh! Tunggu! Aku ingat. Ingatan tubuh ini pernah membahas mengenai kuda bulan itu. Astaga... Jadi, sekarang aku sedang berhadapan dengan jika kuda itu. Mengerikan! Beruntung sekali Ryura!" Reychu membatin, lantaran baru saja menyadari setelah ingatan pemilik tubuh berputar mengenai pembahasan kuda bulan itu di awal-awal posisi nya sebagai permaisuri. Dimana saat itu ia tengah merundingkannya dengan suaminya, kaisar.

"Hehehe... Baiklah. Aku minta maaf untuk yang tadi. Tapi, aku hanya penasaran saja bagaimana rasanya menunggangi Kuda yang ukurannya lebih besar dari kuda biasa. Pasti menakjubkan." kilahnya mencoba menghindar.

"Huh... Omong kosong. Kau hanya berpikir apa yang dimiliki Ryura juga milikmu bukan?!" tebakan yang tepat. Maklum di kehidupan modern mereka saling berbagi.

Glek!

"Hehehe... Baiklah, mulai sekarang tidak akan lagi. Aku janji!" janjinya seraya mengangkat kelima jari tangannya kesisi wajahnya sebagai kesungguhannya dalam berucap. Reychu mulai merasa sedikit takut lantaran ini kali pertama berhadapan dengan makhluk yang bukan manusia.

Furby hanya menghela nafas kasar.

"Ehem... Jadi... Bisakah kau kembalikan aku..." pintanya dengan senyum konyolnya.

Namun, meski begitu Furby tetap melakukan yang diinginkan Reychu*.

1
Graselda
sukaa bgtt sm bacaannya.. tp gk ad bahass guru ryura pdhl karakter dia juga pnting
Hana Hye Kyo
Luar biasa
kutu kupret🐭🖤🐭
cuiiiiiihhh gundik gong gong 🤣
kutu kupret🐭🖤🐭
semoga itu bayi perempuan 🤣
kutu kupret🐭🖤🐭
selir agung/gundik agung gong gong 🤣🤣
kutu kupret🐭🖤🐭
akhirnya dendam terbalaskan 🤣🤣🤣
mammmpuuuuuuuusssss🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣puasss aku mendengar nya🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kutu kupret🐭🖤🐭
ciiiiihhh 🐌🙄
kutu kupret🐭🖤🐭
cuiiiiiihhh pengecuuutt bin pecundaaang buusuuuuukkkk 🤣
kutu kupret🐭🖤🐭
sa bodo skip 🤣
kutu kupret🐭🖤🐭
ciiiiiiiiihhhhh 🧠🧠☠️☠️☠️☠️
kutu kupret🐭🖤🐭
ciiiiiiiihhhh 🧠🐌🐌🙄
kutu kupret🐭🖤🐭
cuiiiiiihhh dasar 🧠🧠🐌🐌🐌🐌🐌🙄
dafa ramadhan
baguuuuus bangeeeeeet
Sil
Luar biasa
Nelly Winarsih
nglanjutin baca dri akun lamaku
rayshiva
makasih kak cerita nya benar2 sangat menghibur
Shinta Dewiana
akhirnya setelah sekian lama....tamat juga...kerennnlah thor..
Nana
akhirnyaaa
Nana
akhirnya paham alurnya, yg jagain mereka pas koma ya 3 pria ini, awalnya kirain bakal langsung nyariin 3ry, ternyata mengikuti alur waktu
Nana
beneran ketularan chuchu 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!