NovelToon NovelToon
Sistem Sultan Tanpa Batas

Sistem Sultan Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Action / Mengubah Takdir
Popularitas:239.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eido

Dion Arvion, siswa SMA lemah yang setiap hari menjadi korban penindasan, hidup dalam keputusasaan hingga sebuah sistem misterius muncul di hadapannya.

[Sistem Sultan Tanpa Batas berhasil diaktifkan]

Sejak saat itu, uang, kekuatan, dan pengaruh mengalir tanpa batas dalam hidupnya. Dion yang dulu diinjak kini bangkit menjadi sosok mengerikan yang siap membalikkan keadaan.

Kini, dunia yang pernah merendahkannya akan dipaksa tunduk.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eido, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: DION ARVION

Jam 17.00 Wib, sore hari.

Langit Lampung Selatan mulai meredup, cahaya matahari sore mengendap di balik awan tipis, mewarnai gang-gang sempit dengan semburat jingga kusam.

SMA Cahaya Senja telah lama sunyi sejak jam 16.00, dan Dion kini sudah kembali ke kontrakan kecilnya, sebuah bangunan tua berdinding tipis yang berdiri di pinggiran kota, jauh dari gemerlap gedung tinggi pusat Lampung.

Perjalanan pulang selalu melelahkan, satu jam penuh di dalam bus umum yang penuh sesak, berdiri di antara bau keringat dan suara mesin yang meraung.

Namun hari ini terasa berbeda, ada sesuatu yang berdenyut pelan di dalam benaknya, seperti keberadaan asing yang belum sepenuhnya ia pahami.

Di dalam kamar sempit berukuran tak lebih dari tiga kali tiga meter itu, Dion duduk di atas kasur kecilnya. Pegas kasur berdecit pelan ketika ia menggeser tubuhnya.

Lampu bohlam kuning menggantung di langit-langit, cahayanya redup dan berkedip sesekali. Suasana sunyi membuat detak jantungnya terdengar jelas.

Sedikit gugup, Dion menarik napas dalam, “Sistem… apa kegunaanmu?” tanyanya.

Ding.

Suara itu muncul seketika, bersih dan tanpa emosi.

[Sistem saat ini hanya memiliki satu fungsi, yaitu Fungsi Saldo.]

“Fungsi Saldo?” alis Dion terangkat, jantungnya berdetak lebih cepat, "jangan-jangan… aku dapat uang? Jadi crazy rich seperti di novel?”

Pikiran itu bahkan membuatnya menahan napas.

[Fungsi Saldo telah diaktifkan.]

[Saldo sebesar Rp 504.576.000.000 telah diberikan.]

Hening.

Dion menatap layar hologram berlapis emas itu seakan takut angka di depannya akan menghilang jika ia berkedip. Detik berikutnya, napasnya tersedak.

“L-lima ratus… miliar…?” suaranya gemetar.

“504.576.000.000 rupiah?!”

Itu bukan jumlah kecil. Bagi Dion, yang selama ini menghitung uang makan harian dengan cermat, angka itu terasa seperti khayalan yang mustahil.

Dadanya berdebar hebat.

[Fungsi Saldo sebenarnya memberikan anda Rp 1.000 per detik.]

[Karena sistem telah ada selama 17 tahun dan baru aktif sekarang, maka saldo yang terkumpul sebesar Rp 504.576.000.000.]

Kali ini, Dion benar-benar terpaku.

“Seribu rupiah… per detik?” bisiknya pelan, “selama tujuh belas tahun…?”

Ia menelan ludah. Itu berarti, sejak ia lahir, sejak ia hidup dalam kemiskinan, sejak ia harus bekerja membersihkan piring dan mengangkut sampah, uang itu terus bertambah di dalam sistem.

Diam, menunggu.

[Penjelasan: Anda dapat menggunakan Saldo hanya dengan perintah.]

[Sistem akan mentransfer secara otomatis untuk penggunaan anda.]

Dion mengangguk perlahan, matanya masih terpaku pada cahaya emas itu.

“Jadi… tinggal aku perintah, dan uangnya langsung ditransfer?” Senyum kecil muncul di wajahnya yang lebam, “menarik…”

Ding.

Layar itu kembali bergetar.

[Fungsi kedua terdeteksi telah bisa diaktifkan.]

[Apakah anda ingin mengaktifkannya? Membutuhkan 1 juta rupiah.]

Dion terbelalak lagi. “Sudah ada fungsi kedua?” Tanpa ragu sedikit pun, ia berkata, “Sistem, aktifkan Fungsi Kedua!”

Ding.

[Fungsi kedua telah diaktifkan.]

[1 juta rupiah telah dikurangi secara otomatis.]

Hening kembali menyelimuti kamar kecil itu. Dion duduk tegak, menunggu dengan sabar, seolah sedang menanti vonis nasibnya.

Tak lama kemudian.

[Fungsi kedua: Power Up dan Panel Atribut.]

“Panel Atribut…?” Dion mengerutkan dahi, “kenapa fungsinya beda dengan yang pertama?”

[Semakin banyak Fungsi yang aktif, semakin banyak efek yang tersedia.]

Ia membaca penjelasan itu perlahan, lalu mengangguk. Ada logika dingin di balik semua ini, seperti hukum kultivasi dalam novel yang pernah ia baca.

[Penjelasan Power Up: Anda dapat menggunakan Saldo untuk meningkatkan Atribut diri anda.]

“Meningkatkan… Atribut?” belum sempat ia bertanya lebih jauh.

[Panel Atribut telah dibuat…]

Sebuah tampilan baru muncul di hadapannya.

[Nama: Dion Arvion]

[Strength (Kekuatan): 5 (10 poin untuk rata-rata orang dewasa normal)]

[Speed (Kecepatan): 3]

[Durability (Ketahanan): 2]

[Endurance (Daya Tahan): 2]

[Keterampilan: Tidak Ada]

[Poin Atribut: 0]

Dion membaca setiap baris dengan saksama. Tak satu pun ia lewatkan.

Lalu ia tertawa kecil, pahit.

“Jadi ini… Atributku?”

“Lemah sekali…”

Tak ada kemarahan dalam suaranya. Hanya pengakuan yang jujur, kini semuanya masuk akal.

Mengapa ia tak pernah bisa melawan. Mengapa beberapa pukulan saja sudah membuatnya kehabisan napas. Mengapa tubuhnya selalu terasa rapuh, seolah sedikit dorongan saja cukup untuk merobohkannya.

Bukan karena ia pengecut. Melainkan karena sejak awal, ia memang lemah.

Dion mengepalkan tangannya perlahan di atas kasur lusuh itu. Di dalam matanya, yang dulu hanya berisi keputusasaan, kini muncul kilatan tipis.

Jika kekuatan bisa dibeli dengan uang…

maka dunia yang menindasnya selama ini, akan segera berubah.

Dion mengalihkan pandangannya dari panel atribut yang melayang tenang di udara. Cahaya emasnya memantul lembut di dinding kamar kontrakan yang kusam, menciptakan bayangan samar seolah dunia kecil itu sedang diselimuti sesuatu yang sakral.

“Lalu, Sistem… bagaimana caranya aku meningkatkan Atributku?” tanyanya.

Nada suaranya tenang, namun di balik itu tersimpan tekad yang mulai mengeras. Dion tak ingin selamanya menjadi sosok yang tergeletak di lantai toilet, tak berdaya di bawah sepatu orang lain.

Lebih dari itu, ia ingin cukup kuat untuk berdiri, cukup kuat untuk melindungi. Ia teringat wajah-wajah teman sekelasnya yang dipukuli, tatapan kosong mereka yang memilih diam karena takut. Ia tak ingin lagi menjadi penonton yang tak bisa berbuat apa-apa.

[Power Up: Anda dapat menukarkan Saldo sebesar 100 ribu Rupiah dengan 1 Poin Atribut.]

[Catatan: Semakin tinggi Nilai Atribut anda, semakin besar Saldo yang dibutuhkan untuk peningkatan selanjutnya.]

Dion membaca perlahan, mengulangnya di dalam hati.

“Lima ratus ribu rupiah… satu poin atribut,” gumamnya. “Dan semakin tinggi nilainya, biayanya juga makin mahal…”

Ia mengangguk pelan. Polanya jelas. Mirip hukum kultivasi, semakin tinggi ranah, semakin berat harga yang harus dibayar. Tidak ada kekuatan gratis di dunia ini, bahkan jika disediakan oleh sebuah sistem.

Waktu berlalu tanpa terasa.

Di luar jendela kecil kamarnya, cahaya senja benar-benar lenyap. Malam turun perlahan, menyelimuti Lampung Selatan dengan keheningan. Lampu jalan menyala satu per satu, cahayanya menyusup masuk lewat celah tirai tipis.

Dion menyandarkan punggungnya ke dinding.

“Sepertinya… tidak ada pemberitahuan lagi,” ucapnya lirih, “Fungsi Sistem baru dua saja untuk sekarang.”

Ia sudah menghabiskan cukup waktu memahami kedua fungsi itu, Saldo dan Power Up beserta Panel Atribut. Tidak ada suara ding lain, tidak ada fitur ketiga yang muncul.

Dion menghela napas pelan.

“Ya sudahlah,” katanya, matanya kembali tajam, “sistem, tukarkan Saldo dengan 500 Poin Atribut.”

Perintahnya mantap, tanpa ragu.

Ding.

[100 juta rupiah telah berhasil ditukarkan dengan 1000 Poin Atribut.]

Angka itu terlalu kecil dibandingkan jumlah saldo yang ia miliki, namun dampaknya terasa jauh lebih besar. Sebuah langkah nyata. Langkah pertama menuju perubahan.

Dion segera memanggil kembali Panel Atribut.

[Nama: Dion Arvion]

[Strength (Kekuatan): 5 (10 poin untuk rata-rata orang dewasa normal)]

[Speed (Kecepatan): 3]

[Durability (Ketahanan): 2]

[Endurance (Daya Tahan): 2]

[Keterampilan: Tidak Ada]

[Poin Atribut: 500]

Matanya menyusuri baris terakhir, dan napasnya sedikit tertahan.

“Benar-benar berhasil…”

“Sekarang aku punya lima ratus poin atribut.”

Jumlah itu terasa begitu besar bagi seseorang yang sebelumnya tak memiliki apa-apa. Namun justru karena itu, ia merasa ragu.

“Kalau begitu…” Dion bergumam, menatap panel itu dalam-dalam, “atribut apa yang sebaiknya kutingkatkan dulu?”

Kekuatan, kecepatan, ketahanan, daya tahan, semuanya terasa penting. Salah memilih, dan langkah awalnya bisa berujung buntu.

Di dalam kamar sempit yang sunyi itu, Dion duduk termenung, seolah seorang kultivator pemula yang berdiri di persimpangan jalan takdir.

Di luar, malam terus berjalan. Dan di dalam diri Dion, sebuah era baru perlahan mulai terbentuk.

1
Kaisar surgawi
stats MC sudah 100/100 seharusnya itu udh melebihi pasukan elite tentara atau bahkan pembunuh bayaran, tpi kenapa lawan pelajar 2vs1 masih lama perlawanannya ? ini authornya ga bisa memahami kalkulasi kekuatan yg dia buat kah ? misal kekuatan orang dewasa saja 10/100 harusnya dengan kekuatan MC 100/100 apalagi semua statnya 100/100 udh sangat kuat dan ga perlu lama2 ngadepin semut2 kaya mereka
Dita Permana
duit ratusan milyar tapi brangkat skolah masih naik bis🤭
Dita Permana
lagi-lagi dapet novel yg dialog system nya gak pake tanda kurung, tapi yg ini mudah2han seru ceritanya dan tata bahasa nya bagus
pauzi aja
ceritanya makin kacau
pauzi aja
coba d naikan kekuatan mcnya sekil cma 1 musuh semakin gila.
pauzi aja
pondasi tapi masih lemah
pauzi aja
cnya babi terlalu lembek.
pauzi aja
babi sama alurnya yg d harar mcnya anak buahnya jga minta ampun.
pauzi aja
sdh babak belus baru datang dasar pokisi indonesia taunya d kasih duit baru datang.
pauzi aja
knpa kekuatan mcnya ega d tingkatkan,dan jga ega menambah bela dirinya.
pauzi aja
kn ada kasbek 50%.. jadi kembali 150m.
pauzi aja
wih murah betul 10juta..ap ega salah.membangun 1 lantai aja kalau harga normal 100juta lebih ini cerita tahun berapa sih ap ceritanya tahun 80
pauzi aja
coba kekuatanya d naikan k 5ribu.dan tampah sekil bertarungnya.
pauzi aja
mcnya goblok sdh tau kekuatan lawan meningkat ,knpa ega menambah kekuatan jga
pauzi aja
coba tambah sekil berkelahinya jangan boQking aja.
pauzi aja
tambah kehalian lagi taici.,
pauzi aja
coba tambah lagi kekuatannya
pauzi aja
ceritanya bagus.
pauzi aja
sepi
pauzi aja
coba langsung rak s
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!