NovelToon NovelToon
Berondong Ku Ternyata Seorang Billionaire

Berondong Ku Ternyata Seorang Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Sepuluh tahun mengejar cinta suaminya, Lara Margaret Buchanan, tidak kunjung dapat meluluhkan hati lelaki yang sejak masa kuliah itu ia sukai.

Hingga usianya menginjak tiga puluh dua tahun, akhirnya ia pun menyerah untuk mengejar cinta David Lorenzo.

Hingga tanpa sengaja, ia bertemu dengan seorang pemuda, yang memiliki usia sepuluh tahun dibawah usianya.

Siapa sangka, pesona Lara Margaret Buchanan sebagai wanita dewasa, membuat pria muda itu tidak ingin melepaskan Lara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3.

Lara melihat seseorang keluar dari dalam ruangan, yang pintunya tiba-tiba terbuka tersebut.

Seorang pemuda dengan tinggi tubuh sekitar 188cm melangkah dengan limbung, dan di susul oleh seorang gadis muda menghambur mengejar pemuda tersebut.

"Stefan! tunggu!!"

"Menjauh dariku! pergi!!"

Lara melihat pemuda itu mencoba mendorong si gadis, yang mencoba meraih lengannya dengan raut wajah sedih.

"Biarkan aku menolong mu, Stefan!!"

"Diam! jangan sentuh aku! aku akan memberi perhitungan padamu, karena sudah membiusku!!"

Lara yang akan pergi ke toilet, berdiri ditempatnya tidak bergerak melihat pertengkaran dua muda- mudi tersebut.

Matanya bergantian melihat si pemuda, dan si gadis, yang tidak perduli dengan amarah si pemuda.

Tempat macam apa ini? apakah tempat penjualan obat terlarang? pikir Lara melihat tubuh limbung si pemuda yang tidak dapat berdiri dengan benar.

"Eh!!" Lara terkejut, tiba-tiba si pemuda menariknya, dan berdiri ke balik punggungnya.

"Kak, tolong aku! perempuan itu ingin memperkosa ku!!" kata si pemuda dari balik punggung Lara.

Tubuh Lara seketika membeku ditempatnya, tiba-tiba tangan pemuda itu memeluk pinggangnya.

Ini pertama kali seorang pria memeluknya.

"Tante, dia pacarku! aku mau membawanya pulang, tapi dia masih ingin pergi minum lagi! jadi aku memaksanya untuk pulang!!"

Si gadis mencoba untuk meraih kembali, tangan pemuda yang seperti orang mabuk itu.

Wajah Lara memerah mendengar panggilan gadis itu padanya.

Apa? Tante? a.. apa aku sudah sangat begitu tua? bisik hati Lara mengedipkan matanya.

"Tidak! dia bohong, kak!" jawab si pemuda semakin erat memeluk pinggang Lara, "Aku bukan pacarnya!!"

"Kamu dengar apa yang dia katakan? kamu bukan pacarnya!" kata Lara, akhirnya buka suara.

"Dia pacarku, aku mau bawa dia pulang!!" si gadis semakin mendekat, dan menarik tangan pemuda itu dari merangkul pinggang Lara.

Plak!!

Tangan Lara dengan cepat menepis tangan si gadis.

Instingnya merasakan kalau gadis itu sedang berbohong, dan si pemuda itu korban yang harus ia selamatkan.

"Kamu gadis tidak tahu malu! barusan dia bilang, kalau kamu itu menjebaknya, dan dia tadi juga bilang, kalau kamu itu bukan pacarnya!!"

"Dia berbohong! kamu ini hanya orang lain, jangan ikut campur dengan urusan kami! berikan dia padaku! Stefan sedang dalam pengaruh alkohol!!" si gadis menajamkan pandangannya memandang Lara.

"Tidak!!" si pemuda semakin erat memeluk pinggang Lara, dan meletakkan dagunya pada bahu Lara.

Hidungnya menggosok leher Lara, dan sontak membuat Lara terperanjat dengan tindakan pemuda itu.

Dengan kuat Lara mendorong pemuda itu, karena terkejut dengan apa yang dilakukan si pemuda.

"Tidak!" kata si pemuda.

Tangan si pemuda dengan cepat meraih tangan Lara, saat tubuhnya yang limbung akan jatuh ke lantai.

"Akh!!"

Tubuh mungil Lara pun ikut terbawa jatuh, karena sentakan tangan si pemuda menarik tangannya.

Lara menimpa tubuh jangkung si pemuda, tepat berada di atas tubuh anak muda itu.

"Tante! apa yang anda lakukan? kamu melecehkan pacarku!!!" si gadis berteriak, dan menghambur ke arah jatuhnya Lara bersama si pemuda.

Gadis itu menarik tubuh Lara, tapi tangan si anak muda merangkul tubuh Lara dengan erat.

"Pergi sana! jangan mendekat!!" si pemuda mencoba berteriak kepada si gadis, agar tidak menarik Lara dari atas tubuhnya.

Lara yang terkejut dengan situasi, yang ia sendiri tidak menyangka, bisa berada di antara pertengkaran dua anak muda tidak ia kenal, hanya bisa membeku dirangkul erat oleh pemuda tersebut.

"Apa kamu tidak dengar, dia mengusir mu?! aku akan panggil petugas keamanan, kalau kamu msih saja ngotot ingin membawa anak muda ini!!" kata Lara nyaris berteriak.

Dengan penolakan pemuda itu berkali-kali, Lara merasa gadis itu memang benar telah menjebak anak muda itu.

Lara pun mencoba untuk bangun dari atas tubuh pemuda itu, tapi tangan si anak muda semakin erat merangkulnya.

Wajah gadis yang melihat tangan lelaki incarannya itu, tidak melepaskan rangkulannya pada tubuh Lara, terlihat sangat marah sekali memandang Lara.

"Kamu masih sangat muda, sudah begitu berani menggunakan obat terlarang, untuk menjebak pria yang ingin kamu dapatkan!!" kata Lara melihat gadis itu tidak juga beranjak dari sana.

"Pukul dia, kak! aku tidak suka padanya! dia sudah memegang tanganku!" kata si pemuda dengan nada seperti sedang mengadu pada Lara.

Lara mengedipkan matanya mendengar nada akrab si anak muda padanya.

"Cepat pukul dia!!" kata pemuda itu dengan nada setengah mabuk, sembari mengeratkan rangkulan tangannya pada tubuh Lara.

"Aku tidak bisa memukulnya, kalau kamu mengikat ku dengan tanganmu!!" kata Lara sembari melepaskan diri.

"Oh!"

Pemuda itu melepaskan satu tangannya untuk membantu tubuhnya bangun dari lantai, dan membawa tubuh mungil Lara bersamanya untuk duduk.

"Pergi! kalau kamu tidak ingin masuk penjara, karena sudah memberinya obat bius!!" kata Lara setelah berdiri, dan melangkah mendekati si gadis yang masih belum mau pergi.

"Aku tidak mau! aku mau membawanya pergi!!"

"Sekuriti! tolong! ada penculikan di sini!!!"

Lara pun berteriak dengan kencang, dan membuat si gadis sontak menjadi panik.

Dengan langkah cepat ia pun segera berbalik, dan berlari pergi dari sana.

Sudut bibir Lara menyunggingkan senyuman, melihat betapa paniknya gadis itu bergegas lari pergi.

"Kak!"

Duk!!

"Akh!!"

Tubuh Lara tiba-tiba terbanting ke dinding tembok koridor ruangan, di mana tadi pemuda itu keluar bersama dengan gadis yang sudah melarikan diri.

"Tubuhku sangat panas, tolong aku!" suara pemuda itu semakin serak, dan menundukkan wajahnya mendekat pada wajah Lara.

"Lepaskan aku!!" Lara mendorong tubuh si pemuda, yang terasa begitu berat menghimpit tubuhnya.

Dalam hidupnya, sejak ia jatuh cinta pada David, baru kali ini ia bersentuhan kulit dengan seorang lelaki.

"Tolong.. panas.. aku sangat panas.. kak.. aku mohon, tubuhmu sangat dingin, rasanya sa.. sangat nyaman sekali!" suara pemuda itu semakin serak.

Lara dengan kuat mencoba kembali mendorong tubuh anak muda tersebut, tapi tangannya seketika di tarik pemuda itu ke atas kepalanya.

Mata Lara terbelalak dengan lebarnya, karena tiba-tiba bibirnya di cium pemuda itu, dan bahkan mengulum bibirnya dengan ritme sensual.

Ini ciuman pertamanya sejak ia mengenal David.

Ciuman pertama, yang sedari dulu akan ia berikan kepada David, ternyata diambil oleh seorang pemuda jauh dibawah usianya.

Tubuhnya membeku tidak dapat bergerak, tapi saat ia merasakan lidah basah anak muda itu membelai belah bibirnya, matanya pun seketika berkedip.

Dengan kuat ia menarik tangannya dari kungkungan tangan anak muda itu, lalu mendorong tubuh jangkung itu dengan sekuat tenaga.

Plak!!

Satu tamparan ia berikan ke wajah si pemuda, dan mata pemuda itu tampak terbuka lebar memandangnya.

"Lancang kamu! lihat siapa yang kamu cium!!!" mata galak Lara memandang tajam anak muda tersebut.

Pemuda itu terdiam berdiri ditempatnya tidak berkedip, dan baru berkedip saat Lara bergegas pergi dari sana.

Bersambung........

1
Lia siti marlia
ya ampun tuh bocah berasa di per...os oleh padal dia yang meped terus
Endang Sulistiyowati
Ya ampun Lara, Stefan minta tanggung jawab tuh karna udah 2x bobo bareng. Modus banget Stefan,
nuraeinieni
dasar modus,,,bilang aja kamu keenakan di peluk lara
nuraeinieni
aduh cindy kamu salah orang,ingin mencelakai lara malah steven yg kena,untung lara dan steven cepat menghindar.
nuraeinieni
curiga nih lara,dgn orang2 nya steven
Cindy
lanjut
Dian Rahmawati
stefan 🤣
mars
iya tuh udh 2x ditiduri,tanggung jawab lo udh ga suci lagi🤣🤣🤣🤣🤣 koplak
Lia siti marlia
mulai mulai terkuak sedikit demi sedikit
Ariany Sudjana
kak penulis, tolong jangan sampai Lara dirusak Stefan, gara-gara minuman itu
Ariany Sudjana
aduh kenapa air itu diminum sama Stefan? jangan sampai Lara jadi pelampiasan karena minuman laknat itu. kenapa sih bukannya David saja yang minum? kan sudah ada pelampiasannya? ga rela kalau Lara dirusak duluan sama Stefan
Ariany Sudjana
hahaha benar kata Stefan, kalau David sudah dibutakan sama jalang peliharaannya dan juga Mak Lampir Anna itu
Maria Mariati
kejebak sama permainan sendiri 🤣🤣🤣💪💪💪😍😍
nuraeinieni
cindy dan mama anna,sandiwara kalian tdk mempan,lara sdh muak dgn kebusukan kalian.
nuraeinieni
aduh sepertinya minuman itu sdh di kasi masuk obat perangsang
nuraeinieni
enak ya david dapat hadiah bogemam dari berondong
Lia siti marlia
hadeh bisa bisa stefan nyoblos lara lagi gara gara minuman yang di berikan cindy
Ariany Sudjana: iya, ga rela kalau Lara dirusak duluan sama Stefan. gimana sih kak penulis?
total 1 replies
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Endang Sulistiyowati
Bener tuh kata Lara, 2 pria bodoh yang dengan mudah dikendalikan 2 wanita licik.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!