Spil krisan donk. Masih pemula, tulisan masih berantakan🙏
Novel ini mengandung adegan ehem-ehem, yang merasa takut khilaf minggir dulu.
Embun 25tahun, seorang yatim piatu yang dibesarkan di sebuah Panti asuhan. Menikah dengan Danuarta diusia nya yang masih belia. Mereka dikaruniai anak yang cantik bernama Kayla. Keluarga harmonis itu berubah sejak Danu mengkritik penampilan Embun yang dekil.
Tanpa tahu Danu suaminya telah lama berselingkuh. Demi anaknya Embun mencoba bertahan dengan sikap Danu yang semakin menjadi. Namun Embun tetap diceraikan karena dekil.
Embun yang tersulut amarah merubah diri menjadi wanita cantik dan elegan dengan bantuan seorang pria asing bernama Malvin .
Siapakah Malvin? Kenapa dia mau membantu Embun? dan bagaimana reaksi Danu melihat perubahan Embun mantan istrinya itu?
Penasaran? Lanjut baca.
Like, komen, fav, Vote dan Gift nya ya😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap 32
Danu membuka matanya, pusing dikepalanya sudah mereda. Danu berjalan keluar kamar. Matanya berkeliling. melihat seluruh rumahnya.
Yura tak ada. Aahh, mungkin dia masuk siang. Haaahh... Baguslah aku tak perlu berdebat dulu dengannya.
Danu memasuki kamar mandi, begitu selesai membersihkan diri Danu duduk di meja makan. Dan mulai makan. perutnya sudah melilit tak karuan minta di isi.
Baiklah rencana hari ini aku akan ke retoran Embun. lalu bicara dengannya. Aku juga harus bisa bertemu dengan Kay, Mungkin Kay satu satunya cara agar aku bisa dekat kembali dengan Embun.
Danu berjalan keluar dari rumahnya. dengan pakaian kasual yang membuatnya terlihat lebih muda dan tampan.
Danu mengendarai mobil silvernya menuju restoran Sebening Embun. Begitu mobil terparkir Danu melangkah ke meja kasir.
"Aku ingin bertemu dengan Embun." ucapnya dengan petugas kasir disana.
"Maaf. Nona Embun sedang diluar hari ini."
"Dimana?"
"Maaf Tuan. Itu urusan pribadi nona kami."
Danu tertawa kesal.
"Aku suaminya."
"Maaf?" terlihat sangsi.
"Aku mantan suaminya,ayah dari anaknya Kayla. dan hari ini aku harus membawa Kayla menemui ibunya. Katakan dimana Embun berada?"
wanita petugas kasir itu terlihat berfikir. dia terdiam sejenak.
"Cepatlah. Anakku sudah sangat rindu pada ibunya. Berikan saja aku nomor telpon nya. Aku yang akan menghubunginya sendiri."
wanita itu masih terlihat ragu, tapi sedikit terlihat percaya pada Danu. Dan danu melihat itu, tentu tak melepaskannya.
"Hp ku terflash semalam. jadi semua nomorku hilang. Beri aku nomornya."
"Baiklah tuan."akhirnya.
Danu keluar dari restoran Embun dengan wajah puas.
"Akhirnya, aku dapatkan nomormu."gumam nya puas, "Selanjutnya kita cari dimana keberadaanmu dan tempat tinggalmu, sayang."
Dengan Wajah riang Danu mengendarai mobilnya, yang entah kemana. Dia mendial nomor Embun yang baru didapatnya.
Kenapa tidak diangkat? apa pegawai itu memberi nomor yang salah?
Danu kembali meredial nomor Embun.
Awas saja jika dia memberi nomor yang salah.
Dering kedua nomor itu diangkat.
"Embun! Ini aku sayang. Kamu dimana?"
Tut tut tut
"Apa? dimatikan?" Danu tertawa jengkel. dia mengamuk didalam mobilnya.
"Hahahhaa sialan! Sialan!" Danu memukul setirnya berulang.
"Jika aku tak bisa mendapatkanmu lagi, akan kutanggalkan jabatanku sebagai manager." geramnya menyeringai menampakkan deretan gigi putihnya.
Seharian itu Danu beberapa kali mengirimi Embun pesan juga menelponnya. Benar-benar spam.
Embun melihat hp nya menghela nafas panjangnya.
"Kenapa?" Malvin memdekat memeluknya dari belakang.
"Mas Danu." Embun menunjukkan layar ponselnya."Dari mana dia bisa mendapatkan nomor hp ku?"
"Mungkin dari karyawan restoran." mengecup pundak Embun.
"Ahh.. Benar."
"Kenapa wajahmu seperti itu?"
"Sebenarnya, aku sudah bahagia. Apa aku sudahi saja pembalasan ini?"
"Kamu yakin? Kita bahkan belum memulainya."
Embun memutar tubuhnya. Sedikit berjinjit dan mengalungkan tangannya di leher Malvin.
"Kamu mau apa?" Malvin tersenyum melihat wajah Embun yang semakin mendekat dengan mata yang tertutup itu. Embun membuka matanya. wajahnya memerah.
"Kenapa menanyakan hal yang sudah sangat jelas akan aku lakukan ini?" Embun menjadi sangat malu, dia menurunkan tangannya dari leher Malvin.
"Kau mau menciumku, wanita nakal?" goda Malvin lagi melingkarkan tangannya di pinggang Embun.
"sudahlah. aku tidak berminat lagi." kesal mendorong tubuh Malvin.
"Jadi kamu merajuk?" Malvin kembali mendekatkan tubuh mungil itu ketubuhnya. semakin mengeratkan pelukannya.
"lepaskan aku, Mal." Embun mencoba meloloskan diri.
"Gadisku marah sekarang...." goda Malvin lagi dengan senyum lebar. Dia mengangkat tubuh mungil itu.
"Aaaarrrggggg.... turunkan aku Mal!!" meronta
"Bagaimana jika anak-anak lihat Mal?"
"Mereka sudah biasa melihat kita."
"Mal turunkan aku!"meronta semakin kuat. "Turunkan aku! turunkan aku! turunkan aku!"
Malvin tergelak, semakin tinggi mengangkat tubuh Embun.
"Aaaarrrggghhh.... Daddy!"
"Uncle Mal!"
Malvin menoleh kearah suara kecil itu, Dia menyeringai.
"Akan aku turunkan jika Kay memanggilku Daddy!" menyipitkan sebelah matanya.
kedua gadis kecil itu mendekat, Malvin berlari menjauh masih dengan menggendong Embun.
"Malvin! apa-apan kamu ini! Turunkan aku!" memukulnya.
"Daddy! Turunkan Mommy!" Catty belari mengejar. Kay mengikuti dibelakang.
"Tidak mau!"
"Daddy!"
Embun geram, melihat pria yang menggendongnya itu malah terlihat girang dikejar kedua gadis muda. Dia gigit pundak Malvin.
"Aaauuuu...kau ganas sekali!"protesnya.
"Turunkan aku!"galak.
Malvin tak bergeming, dia memindahkan gendongannya memikul tubuh Embun dipundaknya bagai menggotong kantung beras.
"Mal!"Jerit Embun dengan kepalanya yang mengagantung.
"Catty! Kay! selamatkan Ibu nak!"mengulurkan tangannya.
Caty di belakang mencoba meraihnya namun tak sampai. Kay!
"Daddy Mal! Lepaskan ibu!" jerit Kay akhirnya.
Malvin tersenyum menang. pria itu menoleh dan menurunkan Embun. Dia beralih mendekati Kay dan menggendongnya. Membuat bola mata ketiga gadis disana membola.
"Ibuuu!"jerit Kay
"Sekarang giliranmu!"seru Malvin berlari memikul Kay dipundaknya.
"Daddy!"
Catty berlari mengejar.
Embun menghela nafas kesalnya.
"Haaaahhh.. terserahlah!" geramnya.
____
Dimeja Makan saat makan malam.
Wajah kedua gadis kecil Malvin cemberut. Baik Kay maupun Catty seperti memusuhi Daddynya.
Malvin tertawa kecil.
"Mau sampai kapan kalian merajuk haah?"
"Daddy keterlaluan!" rajuk Catty
"Benar!" kay membenarkan
"Bagaimana kalau malam ini kita buat api unggun di pantai?" bujuk Malvin. Mata Kay sudah bersinar. "atau di halaman belakang?"
Mata Kay makin bersemangat.
"Kita berkemah?" Malvin masih melanjutkan.
"Kai! jangan tertipu!" Catt menyenggol lengan Kay."Dia sedang merayu!" menyipitkan mata permusuhannya.
"Baiklah. Kita kembali malam ini!" Malvin menyederkan punggungnya.
"JANGAN!" kay dan catt bersamaan.
"Kita berkemah." ucap Catty cepat.
"Iya! kita membuat api unggun Daddy Mal." Kay ikut-ikutan merayu sekarang agar tidak kembali.
"Waahh! Sepertinya kita kompak malam ini!" tawa Malvin senang.
Embun tersenyum lucu sambil menggelengkan kepalanya.
Akhirnya mereka membuat api unggun dan mendirikan tenda di halaman belakang.
"Ibu! Ayo bergabung!" panggil Kay saat melihat ibunya mengintip dari beranda kamarnya.
"Tidak! Ibu takut nyamuk. Ibu mau tidur dikamar ibu yang hangat! Kalian nikmati saja kemah kalian. Heeeemmm?"
Malvin tersenyum.
"Biarkan saja wanita manja itu."ucapnya."Ayo! siapa yang mau dengar Daddy Mal mendongeng?" menepuk pahanya.
"Aku mau!" seru catty dan Kay bersamaan.
Malam semakin larut Kedua gadis muda itu tenggelam dalam dongeng yang Malvin ceritakan. Mereka masih disana hingga api unggun itu hanya tinggal bara nya.
Malvin tidur didalam tenda diantara kedua gadisnya, memeluk mereka dengan tangan kekarnya.
"Daddy, siapa yang Daddy sayang? Catty atau Mommy Embun?" tanya Catty
"catty!" menjawab mantap.
"Mana yang lebih Daddy sayang, Kay atau momy Embun?" lanjutnya lagi.
"Tentu saja Kayla." menjawab makin mantap.
"Jadi Daddy tidak sayang Mommy Embun."
"Tidak." menjawab cepat.
"Kenapa Daddy terus menciumnya? Aku selalu lihat Daddy memempel pada Momy." protes Catty bingung menatap Daddy.
"Itu karena Ibu Kay terus menggoda Daddy."
"Daddy Mal! Ibu tidak seperti itu!" Kay cemberut.
"Benar!" Catty ikut merajuk.
"Aahh ya, baiklah Daddy yang merayu Mommy Embun. Kalian senang?"
Kedua gadis itu tersenyum lebar. merebahkan kepala mereka di bahu Malvin.
"Sekarang Daddy merayu kalian. Jadilah anak Daddy yang manis. Okey!"
"Okey!" ucap Kay dan Catty bersamaan.
"Baiklah peluk Daddy!"
Kedua anak gadisnya memeluk hangat Malvin.
"Daddy mencintai kalian berdua. Catty dan Kay gadis kecil Daddy. Heeemmm?" mencium kepala keduanya bergantian.
"Baiklah! Ayo tidur!"
kalo ngarep bisa bersinar yah modalnya jg gede...
modal gak mau tp ngarep dpt istri yg glowing maximal