Semua dendam harus terbalaskan.
Pembantaian yang terjadi membuatnya bertekat menjadi kuat, lika-liku perjalanan hidupnya sebelum akhirnya membalaskan dendam orang tuanya menjadi cerita tersendiri.
Magara walau membenci manusia dia tidak pernah berpikir akan membunuh dan menyakiti manusia yang tidak bersalah, walau dirinya adalah siluman dirinya berbeda dari yang lainnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Kitab Perubah Wujud
Magara menghela nafas sambil kembali mengambil kitab di sampingnya, magara memperhatikan sekilas kitab perubah wujud sambil berpikir apakah dia perlu mempelajari jurus itu.
Magara berpikir bangsa siluman yang sudah mencapai tingkat langit tahap dua sudah bisa merubah wujud, untuk apa dia harus berusaha mempelajari jurus perubah wujud lagi.
" Apa yang kamu pikirkan, siluman memang bisa merubah wujud jika mencapai tingkat langit. Kamu yang sekarang berada di tingkat penggabungan empat unsur belum sempurna bisa apa " suara engiu ji tiba tiba terdengar di telinga magara.
" Jalan yang harus kamu lewati masih panjang tidak perlu banyak berpikir, cepat selesaikan kitab terakhir itu dengan begitu kamu bisa segera pergi ke kota api gila " sambung engiu ji.
Magara menganggukkan kepalanya sambil kembali membuka kitab di pangkuannya dan perlahan menutup kedua matanya.
Tiba tiba magara merasa tangan seseorang sedang memegang pundaknya, magara yang merasa terkejut langsung membuka matanya dan menarik tangan yang memegang pundaknya itu.
Magara terdiam membisu ketika melihat siapa yang memegang pundaknya.
" Kenapa kamu menjadi aku, siapa kamu " tanya magara yang langsung berjalan mundur.
" Harusnya aku yang bertanya seperti itu, siapa kamu kenapa kamu bisa mirip dengan ku " sahut pria yang sama persis dengan magara.
Hahahahaha...
Magara tiba tiba tertawa sambil menundukan kepalanya, dia ingat jelas jurus yang ingin dia kuasai adalah jurus perubah wujud.
Pria yang sangat mirip dengannya sekarang ini pasti roh penjaga kitab itu yang sengaja ingin mempermainkan dirinya, Magara menatap pria yang sangat mirip dengannya itu sambil mengeluarkan api suci dewa di tangannya.
" Tunjukan wujud asli mu atau aku akan membakar mu " ucap magara dengan suara lantang.
Pria yang sangat mirip dengan magara tiba tiba tersenyum dan langsung menutup wajahnya, magara yang terus memperhatikan merasa sangat terkejut ketika pria yang mirip dengan nya berubah menjadi seorang wanita yang tidak asing baginya.
" Lu xin " panggil magara.
Magara langsung menggelengkan kepalanya hampir saja dia tertipu, setelah pertemuan terakhir dia tidak pernah lagi berjumpa dengan lu xin bahkan dirinya tidak mengetahui keberadaan lu xin saat ini.
" Aku sudah menyuruh mu menunjukkan wujud asli mu tapi kamu tidak memperdulikannya, jangan salahkan aku jika aku akan membakar mu " ucap magara yang langsung melemparkan api suci di tangannya.
" Lu xian kamu jahat pada ku, kenapa kamu membakar ku "
Tiba tiba api yang membakar perempuan itu padam, sambil tersenyum jahat perempuan itu kembali menutup wajahnya.
Tidak lama perempuan yang menyerupai lu xin kembali berubah wujud menjadi seorang pria dewasa.
" Aku tidak menyangka kamu tidak tertipu oleh ku " ucap pria itu sambil menatap magara.
" Aku ingin menguasai jurus perubah wujud itu, jika aku tidak menyadari apa aku masih pantas menguasainya " sahut magara.
" Hahahaha, kamu sangat menarik. Sayangnya aku tidak ingin memberikan jurus itu padamu " ucap pria itu.
" Kenapa " tanya magara.
" Jurus perubah wujud milik dewa tidak bisa digunakan sembarangan, aku tidak akan menurunkannya padamu " ucap pria itu.
" lagi lagi jurus dewa, memangnya kenapa kalau jurus dewa. aku sudah menguasai empat jurus dewa semua akan ku pakai untuk membalaskan dendam ku pada manusia " sahut magara.
Pria itu hanya tersenyum sambil berjalan pergi meninggalkan magara.
" Kalau begitu empat jurus dewa itu sudah cukup untuk mu, kamu tidak perlu lagi menguasai jurus perubah wujud " ucap pria itu.
" Tunggu, katakan bagaimana caranya agar kamu menurunkan jurus itu pada ku " sahut magara.
" Apa kamu serius bertanya seperti itu pada ku " ucap pria itu sambil menghentikan langkahnya.
" Yah " jawab magara.
" Kalau begitu aku ingin mengambil keempat jurus dewa yang sudah kamu kuasai " sahut pria itu.
Magara langsung terdiam bagaimana bisa dia mengorbankan keempat jurus yang di kuasainya hanya dengan satu jurus.
" Tidak bisa " ucap magara.
" Hahahahaha, aku tahu kamu pasti tidak akan memberikannya pada ku "
" Karena aku menyukai mu, aku akan memberikan penawaran terakhir " sambung pria itu.
" Katakan " sahut magara.
" Aku akan menurunkannya padamu dengan syarat sebelum kamu menggunakannya kamu harus memberikan satu nyawa, semua itu berlangsung selama sembilan puluh sembilan kali kamu memakai jurus itu " Ucap pria itu.
" Aku menyanggupinya " sahut magara dengan cepat.
Pria itu langsung tersenyum sambil berjalan ke arah magara, pria itu membuka kedua tangannya dan menutupkannya ke wajah magara.
Magara yang merasa pandangangannya mulai gelap perlahan kembali membuka matanya.
" Ingatlah sembilan puluh sembilan nyawa harus kamu persembahkan untuk jurus itu " suara samar samar terdengar di telinga magara.
Hanya sembilan puluh sembilan nyawa saja apa susahnya " Dalam hati magara.
" Akhirnya kamu berhasil menguasai kelima jurus itu, semakin kamu cepat pergi maka akan semakin baik " suara engiu ji kembali terdengar.
" Baik " sahut magara.
Magara menghela nafas mencoba melupakan semua pertanyaan tentang jurus pengubah wujud yang terlintas di pikirannya, Magara memperhatikan sekelilingnya yang terlihat sangat sepi.
" Kemana perginya wanita siluman kelinci itu" ucap magara yang berbicara sendiri.