NovelToon NovelToon
Cinta Pengganti

Cinta Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Elvani Rosita Dewi

Andini wulandari mempunyai mata yang indah dengan warna kecoklatan. Datang ke ibukota untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Kedatanganya ke ibu kota membuat hidupnya berubah saat pertemuan tidak sengajanya dibandara dengan seorang pria bernama Bima. Bima mulai jatuh cinta kepadanya saat pandangan pertama tetapi ada hal lain yang Andini tidak ketahui tentang Bima. Hal lain apakah itu? Bagaimana kisah selanjutnya? silahkan membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvani Rosita Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33

"Hatiku berhenti dikamu, tapi mengapa kamu memilih dia sebagai penggantimu mas Bima. Sejak awal aku memang tidak terlihat cocok bersanding dengan Bisma, dia dan aku sangatlah berbeda karakter. Aku juga merasa bersalah karena merusak hubungannya dengan Sarah tetapi disatu sisi aku mulai mencintainya dan tidak merelakan lagi dia bertemu dengan Sarah. Apakah aku egois mas Bima? Apakah aku salah dengan perasaanku? Aku takut menjadi orang yang serahkah dengan ini. Ini salahmu mas Bima! Aku bingung mas Bima, aku sangat bingung dengan semua ini. Aku juga masih ragu siapa sebenarnya yang ada didalam hati Bisma? Aku tidak tahu apa dia benar-benar mencintaiku atau dia hanya bersandiwara dihadapanku? Aku mohon berikan aku jawabannya. Aku tersisa dalam diam mas Bima." Andini menangis memandangi foto Bima.

Tok..tok..tok.. suara ketukan pintu.

Andini menyeka air matanya sebelum membuka pintu.

"Sini aku bawakan tasnya mas." Andini meraih tas yang ada ditangan Bisma. "Aku akan menyiapkan air hangat untukmu mandi mas." Lanjut Andini.

"Kamu menangis?" Bisma mendekati Andini yang membelakanginya.

"Tidak mas mungkin mataku terkena angin." Sahut Andini tanpa berani menatap Bisma yang sedang membuka bajunya.

Bisma membalikkan badan Andini hingga mereka saling menatap.

"Tidak ada angin disini sayang. Aku minta maaf karena telat pulang hari ini. Aku juga tidak menemui Sarah hari ini." Bisma mendekap Andini dalam pelukannya.

"Mandilah aku ingin istirahat!" Andini melepaskan pelukan Bisma dan berbaring ditempat tidur.

Bisma duduk ujung tempat tidur dan membelai rambut Andini.

"Kamu sakit? Jangan membuatku bingung dengan sikapmu." Bisma masih membelai rambut Andini.

"Aku baik-baik saja mas. Kamu mandi dulu sana." Andini mendorong tubuh Bisma dari tempat tidur.

"Kamu sudah makan?" Tanya Bisma.

"Sudah, sana pergi!"

"Kamu berbohong, mengapa kamu tidak makan sejak pulang kantor? Aku menanyakan kabarmu kepada bi Marni. Mengapa kamu tidak mau mengangkat telfonku sejak tadi? Apa kamu masih marah karena Sarah menelfonku?"

"Mas aku tidak ingin ribut."

"Kamu yang membuat ini menjadi ribut Andini. Aku sudah meminta maaf dan aku juga sudah jujur bahwa aku tidak menemui Sarah hari ini!"

"Mas aku mohon berhentilah menanyakan apapun kepadaku. Aku hanya ingin sendiri!" Jawab Andini.

"Aku akan membawakan kamu makanan. Jangan membantah!" Bentak Bisma.

Bisma memakai kembali bajunya dan keluar dari kamar. Tak lama berselang Bisma datang dengan makanan ditangannya dan segelas susu ditangan sebelahnya. Dia meletakkan makanan dimeja lalu memaksa Andini untuk duduk.

"Makanlah walau hanya beberapa suap!" Bisma menyodorkan sendok yang berisikan nasi kedalam mulut Andini.

Andini dengan terpaksa membuka mulutnya dan mengunyah makanannya.

"Aku sudah kenyang mas." Ujar Andini.

"Ini baru satu suapan Andini. Mengapa kamu sangat kekanak-kanakan! Sebenarnya apa maumu?" Bisma meninggikan nada suaranya.

Air mata Andini kembali menetes. "Aku memang masih sangat kekanak-kanakan mas. Aku tidak sedewasa mba Sarah, kamu lupa bahwa umurku baru 23 tahun? Aku yang terlalu egois mas. Aku tidak bisa memahamimu dengan umur kita yang terpaut jauh."

Bisma melepaskan makanan dimeja lalu memeluk Andini. "Aku tahu kamu sedang terbakar api cemburu istriku. Maafkan aku yang belum bisa menjadi suami yang seperti kamu inginkan."

"Kamu mencintaiku atau tidak mas?" Kata Andini dengan terisak.

"Aku mencintaimu Andini."

"Bagaimana perasaanmu terhadap Sarah?" Tanya Andini kembali.

"Aku tidak bisa menjawabnya secara pasti." Sahut Bisma. Andini melepaskan tubuhnya dari dekapan Bisma.

"Aku sudah tahu jawabannya mas." Andini kembali berbaring. Tangisannya terdengar sangat sendu ditelinga Bisma.

"Andini biarkan aku belajar untuk melepaskannya."

"Seharusnya kamu tidak mencintaiku sebelum kamu melupakan Sarah mas?"

"Maafkan aku Andini. Aku hanya manusia biasa. Aku tidak bisa mengontrol perasaanku. Aku mohon jangan tinggalkan aku, aku sangat membutuhkanmu. Aku mencintaimu Andini." Ucap Bisma. Kini Bisma berbaring dan memeluk Andini dari belakang.

***

Keesokan harinya masih diposisi yang sama saat Andini terbangun sholat subuh, Bisma tidur menggunakan baju dan celana kantornya. Lengan Bisma berada ditubuh Andini, sedangkan satu lengannya menjadi tumpuan kepala Andini. Andini berpikir mengapa kepalanya berada dilengan Bisma padahal semalam dia tidur menggunakan bantal.

"Kita akan sholat bersama sayang." Bisma berbicara tetapi matanya masih tertutup.

Apa dia tidak tidur sejak semalam.

Andini berjalan untuk mengambil wudhu tanpa menghiraukan Bisma berbicara.

Bisma juga ikut bangun dan berjalan sempoyongan. Dia hampir saja terjatuh karena belum terlalu sadar berjalan.

Setelah sholat Bisma langsung menjatuhkan tubuhnya dilantai.

"Mas? Mas kamu kenapa?" teriak Andini panik.

"Aku mengantuk sayang!" Jawab Bisma lesu.

"Mengantuk? Setidaknya jangan tidur dilantai. Ayo bangun." Andini menarik tangan Bisma menuju tempat tidur.

"Apa kamu tidak tidur semalam?"

"Aku menjagamu semalaman. Aku takut kamu akan meninggalkan aku Andini."

Apa mas Bisma sudah kehilangan akalnya? Dia tidak tidur hanya untuk menjagaku semalam?

"Yah... aku akan meninggalkanmu jika kamu masih meyukai Sarah!" Kata Andini tegas.

Bisma menarik tubuh Andini kedalam dadanya.

"Tidak perlu masuk kantor hari ini, aku ingin bersamamu seharian."

"Tidurlah, akan kubuatkan sup untukmu!"

"Jangan kabur!" Bisma masih mengoceh dengan mata tertutup.

"Akan aku pikir-pikir!"

"Andini!" Panggil Bisma lesu, sepertinya dia tidak bisa lagi menahan kantuknya. Andini menutup pelan pintu kamarnya.

"Apa aku terlalu egois?" Gumam Andini didalam hatinya.

1
Olivia A37
Kecewa
Olivia A37
Buruk
Enung Samsiah
ko MP nya gitu sih nggk romantis,,, nggk seru aahhh,,,,
Sri Mulyani
Akhirnya jebol juga si dini.
momen yg sudah lama di tunggu oleh Bisma...
Shellia Vya
Kecuali apa Lex?
Shellia Vya
Apa Bima ada maksud ya? padahal kan baru bertemu
Shellia Vya
Siapakah Bima?
Shellia Vya
Ya ampun ini novel udh lama ya tp baru aku temuin judulnya
Lisna Wati
terimakasih ceritanya
Vivi Bidadari
Yaahhh author berhasil buat kita galau 😄
Vivi Bidadari
Yaa ampun Dini ya ga cepat juga kamu harus terima Bima
Aidha Suryani
masuk kamar, trus tidur dinnnnnnnn🤣🤣 gr kamu😝😝
Bonsai
kasian andini
Suneri
crtany bagus
Fransiska Siba
astaga Andini kekanak kanakan sekali, umur 23 masa pemikiran seperti itu?
rajin ibadah tp tidak tahu aturan agama terhadap pernikahan.
lucu sekali kau Andini
Maliqa Effendy
kalau mikirin perasaan orang lain,ya repot lah...
Nayla Syifa
terimakasih telah membuat novel yang sangat bagus dan luar biasa, semangat ya kak 🌹🌹
Ule Lee Tea
so sok'an jutek tar jg jatuh hati beneran
baru nyaho kmu, nt bisma 😅
PanggilsajaKanjengRatu: Halo kak, mohon maaf mengangu 🙏.
jika berkenan yuk mampir di novel ku "Lihat Aku, dan Buka Hatimu"
total 1 replies
Ule Lee Tea
suka alur crt'a g bikin jenuh g buat bosen sdkt bab tp nymp crt'a.👍👍👍
Ule Lee Tea
menarik buat baca crt'a
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!