NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN YANG TAK DIINGINKAN

PERNIKAHAN YANG TAK DIINGINKAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:449.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aff18

Kisah cinta seorang wanita yang berlumuran dosa yang dipertemukan dengan lelaki sholeh

Thara dijodohkan dengan Ayaz lantaran tidak tahan dengan sikap anaknya yang liar dan diluar kendali. Surya yang merupakan ayah dari Thara memilih Ayaz, yang merupakan murid teladannya dulu. Dia yakin bersama Ayaz, Thara akan berubah menjadi wanita baik-baik. Mengingat reputasi Ayaz yang gemilang dan juga ke shalehannya.



Namun keluarga Ayaz tidak setuju anaknya dinikahkan dengan wanita liar seperti Thara. Ibunya takut hal itu akan membuat malu nama baik keluarga. Namun karena Surya banyak berjasa pada Ayaz. Membuat pria itu mau tidak mau menyetujui perjodohan itu.


Lalu bagaimana rumah tangga mereka, mengingat sifat mereka yang sangat jauh bertentangan.


Apakah Ayaz mampu mendidik istrinya? membuat Thara jatuh cinta atau malah menyerah karena tidak tahan dengan wanita itu.


"Tidak ada yang menginginkan pernikahan ini! untuk apa ditanggapi dengan serius. Urus, urusanmu sendiri. Jangan ikut campur dengan urusanku!!"



"Memang kita tidak menginginkan pernikahan ini, tapi ketahuilah bahwa segala sesuatu yang terjadi atas kehendak ALLAH. Kau adalah amanah dari ayahmu untukku, Thara. Dan tanggung jawabku begitu besar terhadapmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aff18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

"Istri saya hamil, Dok?" Ayaz kembali mengulangi pertanyaannya.

"Benar, Pak. Usia kandungannya masih begitu muda. Di fase ini sangat wajar jika dia mudah lelah."

"Masya Allah....! ini serius Jeng Thara hamil?!" suara melengking dari Mirna membuat Mama Gina tiba-tiba mendekatinya. Memastikan apakah benar yang baru saja dia dengar.

"Woi Mirna, biasa aja mulut kau. Nggak usah histeris gitu, sakit kupingku denger suara cemprengmu itu."

PLAK

Mirna menepuk bahu Mak Muna dengan antusias. "Apa kataku, Mak. Ini pasti gara-gara jamu yang kemarin aku kasih ke Thara. Liat, sekarang dia beneren hamil, Mak. Ayaz, itu jamu yang kamu minum, dari aku. Mulai sekarang aku semakin yakin buat buka usaha jamu tokcer. Bisa sukses besar aku Mak...!"

"Hah...! jamu?" Ayaz sendiri bingung, jamu apa yang dimaksud oleh Mirna. Namun dia tidak begitu peduli. Dia hanya peduli pada istrinya yang kini masih terbaring lemah.

"Aku aja nggak nyangka jamu oplosanmu itu bisa berhasil, Mirna. Kalo gitu aku dukung, kau jualan itu jamu biar tambah dikenal banyak masayarakat."

Semua orang ikut senang, mendengar berita bahagia ini. Namun sepertinya tidak dengan Fatma. Wanita itu hanya diam sembari menatap datar kearah Ayaz yang kini sedang memangku Thara. Rasa khawatir Ayaz pada istrinya membuat Fatma menipiskan bibirnya. Jika sudah seperti ini... lalu bagaimana nasib pernikahannya yang akan digelar besok? apakah akan tetap dilanjutkan, atau gagal.

Rasa takut itu bagaikan mimpi buruk baginya.

"Gimana Bu Gina? masih mau nikahi Ayaz sama tuh perempuan?" tanya Mirna sedikit sinis.

"Saya nggak tau. Biar Ayaz aja yang menentukan."

"Maaf Ma. Sekarang gak ada lagi alasan Mama buat nikahi Ayaz sama Fatma. Pernikahan ini harus dibatalkan. Fatma, terimakasih sudah berniat membantu." Ayaz membawa Thara kekamarnya. Berbaring disana akan membuat Thara lebih merasa nyaman.

Jantung Fatma seakan berhenti berdetak. Tubuhnya membeku seketika. Seakan batu besar menghantam kepalanya, rasa takut itu akhirnya menjadi nyata.

"Mamposs....! kualat kau, nggak jadi kawin."

"Heh Mirna. Jaga adab kau, rumah orang ini... " Mak Muna memperingatinya.

"Heheh, iya Mak. Aku kalo udah gini berarti ada mahkluk jahanam yang tertindas. Maklum, aku kan paling anti sama pelakor."

Dengan rasa sesak dihatinya. Fatma memilih pergi meninggalkan mereka. Menghapus kasar air matanya yang luruh menuju kamarnya, lalu menguncinya dari luar.

Mama Gina sendiri merasa tidak enak dengan Fatma. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa dia juga khawatir pada Thara. Lebih tepatnya dia juga ikut senang dengan kabar kehamilan Thara hingga mengacuhkan perasaan Fatma.

"Waduh, kayaknya ngambek tuh perempuan. Kalo gitu kita pulang dulu ya Bu Gina. Assalamu'alaikum."

"Iya. Waalaikumsalam."

"Huh, udah bikin rusuh dirumah orang, main pulang aja kau."

"Lah, terus mau ngapain lagi Mak? pertemuan hari ini selesai. Pelakor udah kalah dan istri sah akan selalu menang. Aku bisa tidur nyenyak Kalo udah gini."

"Emang dasar kau nggak ada kerjaan selain ngurusin idupnya orang!"

****

Saat Thara membuka matanya, Ayaz selalu ada di hadapannya. Sosok itu selalu hadir didunia nyata maupun mimpinya.

"Syukurlah kamu udah sadar."

"Emang Thara kenapa?"

"Tadi kamu pingsan. Udah, nggak usah bangun dulu. Kata dokter, kamu harus banyak istirahat." Ayaz menahan tubuh Thara yang tadinya ingin bangun.

"Thara nggak ngerasa sakit, kok. Cuma lemes aja."

"Nah itu. Mangkanya disuruh istirahat."

"Gimana keadaan kamu, Thara?" Mama Gina tiba-tiba saja masuk. Dia membawa segelas susu dan beberapa buah untuk Thara. Tentu saja Thara merasa heran. Apa yang terjadi sebenarnya?

"Thara baik-baik aja Ma. Ini kenapa kok Thara dikasih susu. Thara nggak suka susu," cicitnya.

"Mulai sekarang kamu harus suka. Susu itu bagus untuk ibu hamil. Apalagi yang masih muda kayak kamu. Nutrisi kamu harus cukup."

Deg

"Hamil? siapa yang hamil?" Thara menatap suaminya untuk menuntut penjelasan.

"Iya sayang. Kamu sedang hamil sekarang." Ayaz berucap lembut. Sesekali mengecup puncak kepala istrinya.

"Tapi, kata dokter-"

"Sstttt.... Mas udah bilang, kalo Allah sudah berkendak maka apa yang akan terjadi maka terjadilah. Bukan hanya kamu, tapi banyak kok ibu-ibu diluar sana yang udah divonis mandul, tapi nyatanya bisa hamil."

"Thara masih nggak percaya, Mas. Apa ini bener?" setitik air mata membasahi pipinya. Bukan lagi air mata kesedihan. Melainkan air mata kebahagiaan yang tiada tara.

"Bener Thara. Ini juga buah harus dimakan yang banyak. Nanti Mama suruh Bi Ratni beli lagi buah yang banyak buat stok kamu. Dan kamu Ayaz, untuk sementara puasa aja dulu. Kehamilan Thara masih sangat muda dan lemah. Awas aja, kalo Thara sampe kecapekan gara-gara ngelayani kamu." Mama Gina berucap tegas padanya.

Ayaz tersenyum kecil. "Iya Ma. Tapi Ayaz gak janji."

"Jangan macem-macem kamu, ya! Mama serius ini. Kalo kamu gak mau dengerin Mama. Mending Thara tidurnya sama Mama aja."

"Loh, kok jadi gitu. Jangan dong, Ma. Terus Ayaz sama siapa? saat ini Thara juga lebih membutuhkan Ayaz."

"Mangkanya jangan macem-macem. Mama serius ini ya. Awas aja kalo sampe kamu langgar perintah Mama."

Ayaz menghela nafasnya. Melihat kepergian Mama Gina membuatnya sedikit lega. Cepat-cepat dia mengunci pintu agar tidak ada lagi yang mengganggu mereka.

Setelah mengunci pintu. Tatapan Ayaz kini tertuju pada Thara yang kini mengusap pelan perutnya yang masih datar. Terlihat jelas kebahagiaan diwajahnya. Binar bahagia itu membuat Ayaz tersenyum samar.

"Thara masih nggak percaya, Mas... "

"Besok kita periksa lagi, ya. Biar kamu puas, Mas juga pengen liat di usg."

"Tapikan besok Mas mau-"

"Gak ada lagi pernikahan. Udah Mas batalin. Kamu jangan mikirin yang aneh-aneh. Ibu hamil harus selalu bahagia. Nggak boleh lagi sedih, karena didalam sini udah ada satu nyawa yang bisa ngerasain apa yang ibunya rasain." Ayaz menyentuh lembut perut Thara.

Thara mengangguk setuju. Sementara Ayaz tidak hentinya menghadiahkan kecupan ringan didahi istrinya. Seakan tak pernah cukup sebagai rasa terimakasihnya yang paling dalam.

****

"Mama tahu gimana perasaan kamu. Kamu yang sabar ya, Nak. Mama yakin kamu pasti bisa dapetin lelaki yang lebih baik dari Ayaz. Yang mencintai kamu, pastinya."

Meski ucapan Mama Gina begitu Lembut. Serta perlakuannya yang penuh kasih sayang. Namun hal itu tidak juga bisa menghibur perasaan Fatma yang sedang dilanda duka. Wanita itu hanya diam dengan tatapan kosongnya.

"Jangan berkecil hati, Fatma. Jodoh itu gak bakal ketuker. Kalo nanti sudah waktunya, kamu juga akan dipertemukan dengan jodohmu."

Fatma tersenyum penuh ironi. Miris sekali rasanya. Aku bagaikan pengemis yang tak tau diri. Memaksakan orang lain untuk mencintaiku, padahal orang itu sudah ada wanita lain.

****

SEBELUM LANJUT YUK TEKAN LIKE, VOTE, HADIAH SEIKHLASNYA.

1
Surati
bagus👍
Sulati Cus
bagus
kalea rizuky
bodoh cerai aja ngapain mau di madu duda banyak jangan bodoh
Shifa Burhan
viky menang banyak dalam novel ini bisa merasakan tubuh pemeran utama wanita, bebas sex dengan wanita lain, bebas berbuat bejat, memperkosa, kasar, KDRT, tapi dia tidak dapat karma apapun, bahkan semua kesalahan tidak terlalu dipermasalahkan

thara menag banyak juga, masah bersenang2, sex bebas, hura2, poyah2, dan akhiratnya dapat lelaki yang mencintanya, dan menerima dia apa adanya, bahkan berjuang untuknua

atas lelaki sejati,

fatma miris, berjuang mendapatkan hati lelaki pujaanya tapi miris pujaannya malah nikah dengan wanita lain, dan dia dihujat karena mencinta suami orang, dan miris sekali hidupnya author hukum dia dengan diperkosa dan diperlakukan sangat hina dan kasar
satu kesalahan besar fatma bukan mencintai suami orang tapi fatma mencinta suami pemeran utama wanita karena dasarnya author dan readernya wanita jadi mereka ngehalu diposisi pemeran utama wanita jadi pelakor mereka laknat habis tapi pebinor mereka jaga
Shifa Burhan
lucu dan miria lihat koment reader wanita
*saat fatma melakukan kesalahan mereka beramai menhujat, melaknat dan memaki fatma
tapi
*saat viky melakukan kesalahan meraka diam, tidak mempermasalahkan itu

inilah sikap egois wanita yang dibawa reader dalam berkomentar
*mereka akan melaknat wanita yang menyukai suami alias pelakor
*tapi memaklumi dan terkesan baper dengan lelaki lain yang menyukai mereka, jadi semua kelakuan lelaki itu mereka maklumi bahkan mbenarkan
Shifa Burhan
klo aku sih, bukan masalah pada keperawanan tapi sikap thara, sama seperti wanita butuh pengakuan lewat ucapan, aku rasa juga dengan lelaki

aku tunggu ucapan thara "maafkan karena tidak sempurna dan Terima kasih suamiku karena ikhlas menerima aku apa adanya" ucapan ini simple tapi sangat banyak maknanya
*membuat suami merasa dihargai dan dianggap
*membuat thara merasa bersukur dan berterima kasih
*membuat thara naik derajatnya karena peka terhadap perasaan suami
*membuat thara naik derajat karena sadar akan kesalahannya

tapi sayang sekali thara tidak pernah mengucapkan kalimat itu
Irma sariany
g seru,, masak pemeran utama nya g perawan lgi,, ya walaupun liar, setidak nya g gitu x
Pipit
hahaha.... ngakak aku bacanya thoorr
Pipit
Alhamdulillah....aku seneng banget thoor... author emang the best...bisa ngaduk aduk emosi ku... semangat thooo...lope lope sekebon cabe 😘😘
Pipit
subhanallah...Alloh selalu punya cara untuk menyadarkan hamba-nya yang tersesat....bagus sekali thoor...aku suka 😍😍😍😍
Surati
😭😭😭😭 sabar Thara
Surati
duh ternyata Fatma si ulat bulu
Surati
Thara perlu diruqiah nih🤭🤭 kok gk sadar2 sih
Surati
Thara ingat pesan ayahmu jgn sampe terjerumus lagi
Surati
semoga thara cpt sadarnya
Surati
awal cerita yg bagus.
Siti Zuriah
smoga aja fatma bener" ingin merubah sifat nya dr cemburu k ikhlas, mengikhlaskn ayaz dr hati nya dan menerima thara adalah istri nya ayaz dan jg smoga kelahiran thara selamat sehat dan bahagia dengan kelahiran anak nya
Siti Zuriah
emang nya lo itu siapa fatma lo itu cuma benalu pelakor dan ular jg drmh itu bwt apa minta pembelaan percuma ilmu tinggi skolah sampe jauh" tp prilaku ga beradab layak nya seorang pecundang
Siti Zuriah
baru tau fatma klo lo itu pengemis cinta yg memohon untuk mengambil cinta suami org kmrn otak nya healing kmana aja fatma baru nyadar 😂😂
Siti Zuriah
baru skrg mama gina baik k thara karna thara udh hamil dasar mertua plin plan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!