NovelToon NovelToon
Suami Rahasia Anindia

Suami Rahasia Anindia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Enemy to Lovers / Pernikahan rahasia
Popularitas:655
Nilai: 5
Nama Author: NdahDhani

Karena kesalahpahaman, Anindia harus menikah dengan cowok yang paling tidak disukainya, Keanu si badboy sekolah. Mereka tidak pernah akur, bahkan Anindia selalu menghindari Keanu.

Tapi, malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Mereka terjebak dalam kesalahpahaman yang fatal, dan sekarang mereka harus terpaksa menikah.

Anindia, siswi paling pintar di sekolah, harus menikah dengan Keanu, sang ketua geng sekolah yang terkenal dengan keberanian dan kenakalannya.

Mereka harus merahasiakan pernikahan mereka setidaknya sampai hari kelulusan. Tapi di sekolah, Keanu justru membuat pernyataan bahwa Anindia adalah pacarnya.

Apakah Keanu dan Anindia bisa merahasiakan pernikahan mereka?

•••
"Gue memang badboy, tapi setidaknya gue bukan playboy. Kenapa gue berani ngomong kayak gini?"

"Karena gak ada seorangpun yang bisa bikin hati gue luluh selain lo, Nindi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Karena kejujuran Anindia (part 2)

Anindia diantar ke sekolah oleh supir pribadi keluarga Keanu. Sepanjang perjalanan, Anindia diajak berbincang oleh sang supir, membuat Anindia merasa lebih nyaman.

Anindia merasa bahwa tinggal di rumah Keanu bukanlah suatu hal yang menakutkan. Semua orang di rumah itu memperlakukannya dengan baik, layaknya keluarga sendiri. Keramahan mereka juga membuat Anindia merasa lebih santai. Tapi itu tidak berlaku untuk Keanu, karena ia termasuk daftar pengecualian menurut Anindia.

Beberapa menit melaju di jalanan, mobil hitam itu kini berhenti di depan gerbang sekolah. Anindia baru saja hendak membuka pintu, tapi tiba-tiba saja sang supir turun dan membukakan pintu untuknya. Anindia jelas saja terkejut, karena ia tidak terbiasa diperlakukan seperti ini.

"Silahkan non, semoga berkah ilmunya," ujar sang supir dengan senyuman ramahnya.

"Te-terima kasih, Pak," ujar Anindia sedikit gugup sebelum ia turun dari mobil itu.

"Sama-sama non, kalau begitu mari," ujar pria paruh baya itu sebelum akhirnya kembali menaiki mobil itu dan melaju pergi meninggalkan Anindia.

Anindia hanya menanggapinya dengan seutas senyum dan anggukan singkat, ia tidak terbiasa dengan situasi seperti ini. Anindia terdiam di tempat untuk beberapa saat, sebelum akhirnya ia melangkahkan kakinya memasuki gerbang sekolah.

"Morning Nindi!!"

Baru beberapa langkah berjalan, Anindia dihentikan oleh suara yang sangat familiar dengan suara yang selalu menyapanya setiap pagi. Ya, siapa lagi kalau bukan Dara.

Anindia menoleh, mendapati Dara yang berjalan bersama Yudhi dan Edo. Ketiganya menghampiri Anindia dengan seutas senyum.

"Eh, morning guys," ujar Anindia yang membalas senyuman mereka.

"Tumben tadi di anter supir?" Ujar Yudhi yang melangkah mendekat ke arah Anindia.

"Eh iya? Kok gue gak tau?" Ujar Dara menimpali.

Anindia terdiam untuk beberapa saat, sejujurnya ia tidak tahu harus mengatakan apa. Ia juga tidak menyangka bahwa ternyata Yudhi memperhatikannya tadi.

"Ya, mungkin ayahnya lagi sibuk," ujar Edo dengan nada santainya sebelum sempat Anindia berkata-kata.

Anindia menarik nafas lega. Untung saja Edo langsung menjawab pertanyaan Yudhi yang belum terjawab olehnya. Sejujurnya ia tidak ingin teman-temannya tahu tentang hubungannya dengan Keanu, setidaknya untuk saat ini. Terlebih mereka pun tahu bahwa hubungan Anindia dan Keanu tidak pernah akur sebelumnya.

"Emang iya lo punya supir, Nindi?" Tanya Dara heran, pasalnya yang ia tahu bahwa Anindia tidak memiliki supir selama ini.

"I-itu," ujar Anindia tergugup, ia tidak tahu harus mengatakan apa.

Kringgg!!

Saat itu, tiba-tiba saja bel masuk berbunyi. Seakan menjadi sebuah kebetulan untuk Anindia agar sahabatnya itu tidak menanyakan apapun lagi tentang supir itu.

"Udah bel, ayo ke kelas," ajak Anindia kepada ketiganya.

"Ayo!" Ujar Dara dengan nada cerianya.

"Gila, cepet banget! Gak sempet deh gue nongkrong di kantin," ujar Yudhi yang langsung mendapat hadiah dengan sebuah pukulan karate singkat di kepalanya.

Yudhi langsung menggosok kepalanya, sementara Dara langsung meledak dalam tawa dengan kebiasaan Edo terhadap Yudhi. Lain halnya dengan Anindia, gadis itu hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.

"Bisa-bisa gue geger otak gara-gara lo, Do!" Ujar Yudhi yang merasa kesal namun sudah terbiasa dengan tingkah sahabatnya itu.

"Udah-udah ah, kalian ini masih pagi udah drama aja. Ayo ke kelas, ntar dimarahi lagi," ujar Anindia menengahi.

Tanpa kata lagi, Anindia pun langsung melangkahkan kakinya menuju ke ruang kelasnya, bersama Dara di sampingnya. Diikuti dengan Yudhi dan Edo yang mengikuti dari belakang. Setibanya di kelas, mereka langsung duduk di bangkunya masing-masing dan bersiap untuk mengikuti pelajaran yang akan berlangsung.

Sementara itu di rumahnya, Keanu yang baru pulang dari apartemen Ariga pun langsung menghampiri ayahnya yang sudah menunggu di ruang utama. Keanu merasa gugup, ia tidak percaya bahwa aksinya tadi malam justru menghantarkannya pada interogasi oleh ayahnya.

Keanu sudah menyelinap keluar dengan hati-hati, tapi bagaimana mungkin ayahnya bisa tahu hal ini. Padahal aksinya sebelum ini juga aman-aman saja, tapi kali ini sepertinya tidak berjalan seperti yang ia harapkan.

Saat berjalan masuk ke ruang utama, Keanu bisa melihat jelas bahwa ayah dan ibunya sudah duduk di atas sofa, bahkan menatapnya dengan tatapan tajam. Keanu menelan ludahnya, dengan ragu-ragu akhirnya ia pun melangkahkan kakinya ke arah mereka.

"Dari mana kamu Keanu?" Ujar ayahnya penuh ketegasan tapi dengan nada dinginnya.

"Da-dari apartemen Ariga, Pa," ujar Keanu jujur tapi terdengar gugup.

Braakk!!

Tiba-tiba saja ayahnya memukul meja kayu itu, membuat Keanu terkejut. Ia yang masih berdiri kini menunduk, seakan nyali pemberontak nya itu hilang seketika.

Keanu tidak tahu apa konsekuensi yang akan ia dapatkan dari ayahnya. Ia berharap ayahnya hanya memarahinya saja bukan menghukumnya dengan hal yang lain.

"Ngapain kamu ke apartemen Ariga diam-diam?! Dan kenapa kamu gak pergi ke sekolah?!" Ujar ayahnya dengan nada yang mulai meninggi.

Hening, tidak ada jawaban apapun dari mulut Keanu. Ia tidak mungkin menjelaskan bahwa ia pergi ke apartemen temannya itu untuk mengakhiri dunia liarnya, sementara kedua orang tuanya pun tidak pernah mengetahui hal itu.

"Jangan-jangan selama ini kamu mengikuti balapan liar?! Jawab Papa Keanu!!" Ujar ayahnya menebak tepat pada sasaran.

Deggg!!

Bak disambar petir di siang bolong, tebakan ayahnya itu sangat benar adanya. Keanu semakin bungkam, ia tidak tahu harus mengatakan apa terlebih ayahnya terlihat sudah sangat marah saat ini.

"Keanu, kenapa kamu diam saja? Papa sedang berbicara dengan kamu," ujar ibunya tegas tapi masih dengan nada lembutnya.

"Iya Pa, aku ikutan balapan liar selama ini," ujar Keanu yang memberanikan diri untuk berkata jujur.

Ayahnya langsung menatap Keanu dengan tatapan tajam dan penuh amarah, rasa kecewa pun terlihat jelas dari raut wajahnya. Sementara ibunya hanya menarik nafas panjang, merasa kecewa dengan kejujuran putranya itu.

"Terus apa lagi yang kamu lakukan, Keanu?" Ujar ayahnya dengan nada dingin.

Keanu lagi-lagi terdiam tanpa kata, ia takut ayahnya akan mencabut semua fasilitas yang diberikan untuknya. Dan yang lebih menakutkannya, Keanu akan dimasukkan ke pesantren seperti seorang temannya dulu. Sekedar membayangkannya saja sudah membuat batin Keanu langsung berontak, apalagi jika hal itu terjadi.

Terdengar helaan nafas panjang dari ayahnya, seakan mencoba menenangkan diri agar tidak berlaku kasar terhadap putra tunggalnya itu. Suasana di ruangan itu terasa sangat menegangkan, terlebih ayah dan ibunya menatapnya dengan tatapan yang campur aduk saat ini.

"Masuk ke kamar kamu, nanti kita bicarakan hal ini lagi. Papa ada meeting yang tidak bisa menunggu," ujar ayahnya langsung berbalik pergi sembari menenteng tas berisi laptop di sampingnya.

Suasana yang tadinya terasa tegang, kini terlihat lebih tenang sejenak. Keanu pun menarik nafas lega karena ayahnya tidak menginterogasi nya lebih lanjut. Ibunya yang masih terdiam di tempat, menatap Keanu dengan gelengan kepala. Ia merasa tidak percaya bahwa mereka yang selalu memanjakan Keanu kini justru mengantarkan putranya itu pada pergaulan yang salah.

"Masuk ke kamar kamu, Keanu." Titah ibunya yang terdengar kecewa sebelum akhirnya berbalik pergi.

Keanu menghela nafas sejenak, sebelum akhirnya ia pun melangkahkan kakinya menuju tangga. Setibanya di depan kamarnya, Keanu pun langsung masuk dan merebahkan tubuhnya di atas kasur dengan tangan yang menjadi tumpuan untuk kepalanya.

"Ini pasti gara-gara Nindi," gumam Keanu sambil menatap kosong ke arah langit-langit kamarnya.

...✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧...

Sepulang sekolah, Anindia langsung bergegas mandi dan memutuskan untuk beristirahat sejenak. Anindia merasa sedikit lebih santai hari ini, dan untung saja ketiga temannya tidak menanyakan lebih lanjut mengenai supir itu tadi pagi.

Saat ia memasuki kamar, ia bisa melihat jelas bahwa Keanu yang sedang tertidur di atas tempat tidur. Karena tidak ingin mengganggu, Anindia pun memutuskan untuk beristirahat di sofa saja.

"Hmm, udah pulang lo?"

Baru saja hendak duduk, tiba-tiba saja Anindia mendengar suara Keanu yang baru saja bangun dari tidurnya. Suara itu terdengar dingin, tapi terdengar penuh intimidasi. Anindia pun akhirnya menoleh ke arah Keanu, merasa penasaran dengan nada bicara suaminya itu.

"Udah, kenapa?" Ujar Anindia singkat.

Keanu menatapnya dengan tatapan tajam, lalu ia langsung beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Anindia. Ia butuh klarifikasi tentang kemarahan ayahnya ini.

"Gue cuma mau nanya, apa lo yang bilang ke Mama Papa soal tadi malam?" Ujar Keanu langsung pada intinya yang kini berdiri tepat di hadapan Anindia.

"Iya," jawab Anindia singkat dengan wajah tanpa dosa, membuat Keanu mengacak rambutnya penuh frustasi.

"Ngapain lo bilang sih?! Aduh, tamatlah riwayat gue," ujar Keanu dengan nada frustasinya.

"Tamat kenapa?" Tanya Anindia dengan nada santainya.

Tookk... Tokk... Tokkk...

"Permisi Mas, Mbak di panggil sama Bapak ke taman belakang."

Saat itu, tiba-tiba suara pintu diketuk diikuti dengan suara seorang asisten yang memanggil mereka. Anindia dan Keanu pun langsung beranjak ke arah pintu.

"Oh iya Bi, terima kasih ya Bi," ujar Anindia sopan.

"Sama-sama Mbak, permisi ya Mas, Mbak..." Ujar asisten itu sebelum akhirnya berlalu pergi yang hanya diangguki singkat oleh Anindia.

Tanpa kata lagi, Anindia dan Keanu pun langsung melangkahkan kakinya menuruni anak tangga menuju ke taman belakang. Setibanya di sana, mereka berdua bisa melihat jelas bahwa ayah dan ibu Keanu sudah duduk di sebuah kursi yang menghadap langsung ke arah kolam ikan.

"Siang Ma, Pa... Maaf, ada perlu apa ya Ma, Pa?" Ujar Anindia lembut ketika menghampiri kedua mertuanya.

Ayah dan ibu Keanu hanya menanggapinya dengan seutas senyum, lalu menyuruh Anindia untuk duduk. Namun, ketika menoleh ke arah Keanu tatapan keduanya berubah menjadi tatapan tajam.

"Keanu, duduk!" Tegas ayahnya.

Keanu pun langsung duduk di sebelah Anindia yang sudah duduk lebih dulu. Ia merasa jantungnya berdegup kencang, ia merasa bahwa ia akan kembali di interogasi seperti tadi pagi.

"Anindia, Papa ingin bertanya, tapi mohon dijawab dengan sejujur-jujurnya ya," ujar ayah Keanu.

"Iya Pa, silahkan tanya aja Insya Allah Nindi akan jawab dengan jujur," ujar Anindia menatap ayah mertuanya dengan tatapan serius.

Mendengar hal itu, keringat dingin langsung membasahi tubuh Keanu. Ia tidak mengatakan apa-apa, tapi degup jantungnya yang berdetak kencang sudah menjelaskan betapa khawatirnya ia dengan situasi saat ini.

"Selain bolos dan tidak mengakui kesalahannya, apa lagi yang kamu ketahui tentang Keanu?" Tanya ayah Keanu langsung pada intinya.

"Setahu Nindi, Keanu juga merupakan seorang ketua geng, Ma, Pa... Nindi dengernya gitu dari teman-teman sekelas. Kata mereka, Keanu suka balapan bahkan tawuran Ma, Pa. Sekarang aja Keanu lagi di skors karena kemarin itu dia coba bolos dari sekolah," ujar Anindia yang langsung berterus terang.

Mendengar kejujuran Anindia, Keanu langsung merasa cemas. Ia memberi kode kepada Anindia dengan gelengan singkat, tapi Anindia sama sekali tidak menyadari hal itu. Sementara kedua orang tua Keanu, langsung merasa geram, terlihat jelas dari perubahan ekspresi wajahnya.

"Anindia, kamu masuk dulu ya sayang. Mama sama Papa mau ngobrol sebentar sama Keanu," ujar ibu Keanu lembut tapi terdengar begitu tegas.

Anindia menuruti perintah ibu mertuanya. Setelah berpamitan Anindia pun melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar, meninggalkan suami dan mertuanya di taman belakang.

Tinggallah Keanu bersama kedua orang tuanya, ia merasa bahwa ia tidak bisa berbohong lagi setelah ini. Terlebih kedua orang tuanya sudah mengetahuinya karena kejujuran Anindia.

"Apa benar yang dikatakan istrimu, Keanu?" Ujar ayahnya dingin namun penuh ketegasan.

"Be-benar, Pa," ujar Keanu sembari menunduk.

"Mama sama Papa kecewa sama kamu, Keanu. Mungkin memang karena kesalahan kami yang terlalu memanjakan kamu," ujar ibunya menimpali.

"Sebagai hukuman, motor kamu Papa sita. Papa tidak mencabut semuanya, karena kamu memiliki tanggung jawab sebagai suami. Dan setelah hukuman skors kamu selesai, kamu harus pergi dan pulang bersama Anindia. Karena mulai hari ini, kamu harus menjaga dan melindungi istri kamu," tegas ayahnya yang tidak bisa dibantah.

Keanu merasa terjebak dengan perkataan ayahnya. Tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa, karena keputusan yang diambil ayahnya sudah final.

"Baik Pa," ujar Keanu singkat.

"Ya sudah, masuk sana." Titah ayahnya kemudian.

Tanpa kata lagi, Keanu pun langsung beranjak dari duduknya. Ia merasa bahwa perasaannya campur aduk saat ini, terlebih motor kesayangannya kini telah disita oleh ayahnya.

"Ini semua gara-gara lo, Anindia!" Gumam Keanu lirih sambil menghela nafas kasar sebelum akhirnya ia berjalan masuk ke dalam kamarnya.

^^^Bersambung...^^^

1
Enz99
menarik bikin pgin lanjut baca terus
ndah_rmdhani0510: Hehe terima kasih kak, semoga suka ya dengan chapter-chapter selanjutnya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!